
"Mas, cepat kamu carikan nasi goreng pesananku," ketus Zena, saat Steven diam saja.
"Aku cari dimana sayang, biarkan Jeff saja yang mencari... aku tidak tahu letak dan tempatnya, biar Jeff saja yang mencarinya dan aku akan menemanimu disini," rayu Steven, jujur saja dia malas keluar malam-malam seperti ini hanya untuk mencari nasi goreng di pinggir jalan.
"Ya sudah, berarti kata cinta yang kamu lontarkan padaku, semua itu hanya omong kosong,"
"Dave, dia selalu membelikan apapun untukku walaupun hari sudah larut malam, dia juga rela menjagaku di apartement semalaman, sedangkan kamu, kamu yang berstatus suamiku... ternyata sama sekali tidak peduli dengan aku dan anakku" ujar Zena, yang langsung menarik selimutnya sampai atas kepala.
Di dalam selimutnya, Zena tersenyum puas. Akhirnya dia bisa melihat ekspresi suaminya yang sangat menggemaskan.
Mendengar kata Dave, Steven tiba-tiba tidak terima, dia langsung menyambar kunci mobilnya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Jeff, jaga istriku, aku akan mencari nasi goreng pesanan istriku." ujar Steven cepat.
Lalu Steven berjalan keluar ruangan, dan meninggalkan Jeff beserta istrinya di dalam.
Setelah melihat kepergian suaminya, Zena tertawa puas. Dia mengibaskan selimutnya dan menyalakan TV nya, membuat Jeff yang baru saja keluar dari kamar mandi terheran karena melihat Nyonya mudanya tidak menangis.
"Nyonya, anda baik-baik saja kan?" tanya Jeff yang menghampiri Zena.
Zena menoleh pada Jeff, lalu pandangannya kembali di layar televisinya, "Baik Jeff, sangat baik. Bahkan aku sekarang sangat bahagia hahaha," jawab Zena sambil tertawa.
"Dia benar Nyonya kan? bukan makhluk gaib yang sedang menjelma menjadi Nyonya?
"Aaa... aku tidak yakin, jika dia Nyonya, atau... "
"Apa ini ada hubungannya dengan tamparan yang diberikan Tuan,
"Mungkin saja, iya... mungkin saja ini karna tamparan Tuan, jadi pikiran Nyonya juga tertampar," gumam Jeff dalam hati sambil melirik Zena tertawa menyaksikan acara lawak di televisi nya.
Melihat Jeff diam saja sambil memperhatikan dirinya, Zena mengecilkan volume televisinya, "Kenapa, kenapa kamu melihatku seperti itu? bukankah seharusnya kamu senang, jika aku memerintahkan Tuan mu pergi, jadi sekarang beristirahatlah," ujar Zena, lalu mengeraskan volume televisinya lagi.
"Apa maksudmu Nyonya, jadi... Nyonya sedang mengerjai Tuan Steven?" tanya Jeff yang diangguki Zena.
"Iya benar, sekarang ambilkan nasi gorengku, kita makan bersama sambil menikmati acara lawak di televisi, jarang-jarang kan, kita mendapatkan waktu bersantai," ujar Zena tersenyum menatap Jeff.
Mata Jeff berbinar, dia sangat senang. Secepat kilat, dia memberikan 1 kotak nasi goreng miliknya Nyonya mudanya "Ini Nyonya, saya bolehkan duduk di samping Nyonya, agar dapat melihat acara itu dengan puas," tanya Jeff yang diangguki Zena.
"Silahkan saja, mau duduk atau tidur Jeff, yang penting jangan diranjangku, haha"
"Haha baik Nyonya" jawab Jeff berlari mengambil nasi goreng miliknya yang tersisa sedikit.
Di dalam mobil, sudah 20 menit, Steven berkeliling jalan untuk mencari nasi goreng pesanan istrinya, "Sampai pagi pun, aku tidak akan dapat nasi goreng itu," gumam Steven memukul stir mobil ringan.
__ADS_1
Di ambilnya ponsel milik Steven yang berada di dashboard mobil, dia mengetik nama Jeff, dan menelfonnya.
Tut... Tut...
Panggilan tidak dijawab, membuat Steven semakin kesal. Beberapa kali Steven mengutuk dan menyumpahi Jeff.
Jeff yang sedang memakan makanannya pun tersedak, dia lupa kalau kedatangan kemari hanya membawa nasi goreng tanpa air minum,
Uhuk... Uhuk...
"Nyonya, minum Nyonya..," ujar Jeff sambil memegang tenggorokannya karena nasinya masih menyangkut ditenggorokan.
Uhuk... uhuk...
"Minum Nyonya, saya bisa mati," ulang sekali lagi.
"Dimana minummu Jeff?" tanya Zena panik, dia berusaha turun dari ranjang dan mencari minuman anak buah suaminya.
Mengingat dia tidak membeli minum, Jeff menggelengkan kepalanya "Saya tidak membawa minum Nyonya," ujarnya.
"Terus, aku harus mengambil punya siapa? minumku tinggal sedikit,"
"Terserah Nyonya, ini darurat! " pekik Jeff yang benar-benar sudah sesak nafas.
"Ini minum, tapi di tenggak." titah Zena memberikan sebotol air putih pada Jeff.
Jeff langsung menerimanya dan membuka botol tersebut.
Glegek... Glegek...
"Ahh nikmatnya, terimakasih Nyonya. Beruntung ada Nyonya, jadi saya masih bisa bertahan hidup," ujar Jeff meletakkan botol minuman yang sudah kosong.
"Hemm, lain kali... belilah minum juga, jangan hanya nasi saja,"
"Beruntung ada botol minum milik Tuan mu," gerutu Zena, dia sangat kesal karena Jeff menganggu kegiatannya yang sedang fokus menonton acara di televisi.
Berbeda dengan Zena yang kesal, Jeff justru membulatkan matanya terkejut, "Apa! " ucap Jeff menganga.
"Ja-jadi botol minum itu milik Tuan?" ujarnya sekali yang mendapat anggukan dari Zena.
"Nyonya, bagaimana jika Tuan marah, bagaimana Nyonya..."
"Jika Tuan kembali, Nyonya mau kan menjelaskan masalah botol itu pada Tuan, Nyonya mau kan membela saya?" ujar Jeff memelas, dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Iya, nanti saya bilang, jika kamu yang meminumnya karena lupa membeli minum,"
"Sudah! jangan menggangguku menonton acara itu," seru Zena yang benar-benar sudah emosi.
"Baik Nyonya,"
Setelah 1 jam menyusuri jalanan, akhirnya Steven pasrah, dia kembali menuju rumah sakit dengan tangan kosong, matanya sudah mengantuk berat.
"Biarlah Zena marah, daripada aku menyetir dalam kondisi mengantuk, bisa-bisa nyawaku yang terancam dan jika aku mati, pasti Dave dengan senang hati membuka hatinya untuk istriku," gerutu Steven, dia berjalan menuju lift dan memencet tombol angka 3 agar lift itu bergerak menuju lantai 3.
Ting.
Pintu lift terbuka, Steven keluar dan berjalan menuju ruangan istrinya.
Samar-samar dari luar kamar ruangan, Steven bisa mendengar tawa istri dan anak buahnya yang menggelegar.
Segera Steven masuk kedalam dan memastikan hal apa yang mereka lakukan malam-malam begini.
Krek, pintu terbuka. Steven melihat istri dan anak buahnya, Jeff sedang menatapnya.
"Mas, sudah pulang? mana nasi goreng pesenanku?" tanya Zena yang tak melihat Steven membawa kantong kresek.
"Apa yang kau lakukan dengan istriku Jeff! "
"Kenapa kalian tertawa terbahak-bahak sampai terdengar di luar ruangan! "
"Dan kau sayang, kenapa jam segini... kamu belum tidur! ini sudah sangat larut malam!" seru Steven yang memarahi kedua orang yang sedang menatapnya.
"Sekarang tidurlah! dan kau... kembalilah, jangan duduk disamping istriku! " usir Steven pada Jeff yang sedang mematung.
Segera mungkin, Jeff bangkit dari duduknya dan memundurkan beberapa langkah agar Tuan mudanya bisa duduk di kursi yang tadi dia duduki.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya menemani Nyonya saja. Kasihan Nyonya jika tidak ada yang menemani," ucap Jeff sambil tertunduk.
"Sayang, sekarang tidurlah," Steven mengabaikan ucapan Jeff, dia berusaha mengambil remot TV dari genggaman istrinya.
"Mas, aku belum mengantuk. Dan mana nasi gornegnya" ujar Zena berpura-pura marah.
"Nasi gorengnya tidak ada, besok aku ganti dengan es krim"
"Bagaimana? bukankah sewaktu bersama Dave, kamu selalu meminta es krim? " rayu Steven.
"Bersambungš
__ADS_1