
Setelah melihat istrinya masuk kedalam kamar, Steven mendekati kedua pengawal itu "Apa yang dibicarakan istriku tadi? Kenapa harus berbisik-bisik? " Tanya Steven yang menaruh curiga penuh
"Apa kalian berdua menusukku dari belakang? " Sambungnya lagi membuat kedua pemgawal itu mendongakkan wajahnya menatap Tuan mudanya
"Tidak Tuan, mana berani kita menusuk Tuan" Ujar Fahri yang diangguki Riki
"Benar apa kata Fahri kita tidak menusuk Tuan dari belakang" Timpal Riki
"Lalu? Apa yang kalian bicarakan kenapa istriku berbisik-bisik? "
"Emm anu Tuan" Riki menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Kau saja Fah yang bicara" Sambungnya sambil menyenggol lengan rekannya
"Kenapa harus aku" Fahri berbicara sambil melirik sekilas Tuan mudanya yang sedang menyimak perdebatan kedua anak buahnya "Kau saja, aku tak mau"
"Kau kan yang ditanya, jadi kau yang jawab" Tolak Fahri dengan cepat "Aku tak mau, bagaimana jika Tuan memarahiku karna ucapan Nyonya" Bisik Fahri lagi
"Lalu? Kau ingin aku yang dimarahi?"
"Iyalah, kau saja"
"Hei!!!! Kalian! Aku sedang bertanya! Istriku berbicara apa! "
"Cepat katakan! " Pekik Steven menatap kedua pengawal yang sedang berdebat
Riki dan Fahri pun diam, lalu Fahri menyenggol lengan Riki supaya Riki menjawab pertanyaan Tuan mudanya
Brugh!
Tubuh Riki terdorong mengenai tubuh Steven membuat keduanya kehilangan kendali dan jatuh ke lantai dengan posisi Riki menindihi tubuh Steven, Riki melototkan matanya gelagapan, dia berusaha bangkit tapi dari arah yang terduga Rio si kecil yang baru saja keluar kamarnya melihat pemandangan kedua pria itu yang sedang saling tatap
"Daddy!!! " Pekik Rio keras membuat Zena yang hendak ke kamar mandi langsung berlari keluar kamar, dia takut terjadi sesuatu pada Rio, bocah yang memanggilnya dengan sebutan mommy
Krek, pintu terbuka, Zena menganga saat melihat Riki menindihi tubuh Steven, dari arah lain Rio datang memukul Steven dan Riki
"Daddy!! Apa mommy kurang cantik sampai-sampai Daddy bermesraan dengan om pengawal! "
"Ingat Daddy, dia laki-laki sama seperti kita, dan kata omah sesama laki-laki gak boleh jatuh cinta! "
"Rio akan bicarakan kejadian ini pada omah, biar Daddy dimarahi" Ketus Rio sambil menyeret Daddy berdiri
__ADS_1
"Dan kau om pengawal, jangan berani-beraninya menggoda Daddyku, dia milik mommy" Ketus Rio saat riki bangkit dan merapihkan pakaiannya
Mendengar Rio mengucapkan kata-kata yang bijak membuat hati Zena tersentuh dengan ucapan bocah yang menggemaskan ini
"Mommy, mommy tenang saja, ada Rio yang selalu menjaga mommy"
"Asalkan mommy benar dan Daddy salah" Ujar Rio yang langsung memeluk pinggang ramping Zena membuat Zena tersenyum
"Iya sayang, terimakasih"
"Rio! Rio masuk kedalam, Daddy dan mommy mau masuk ke kamar" Titah Steven yang mendapat gelengan dari Rio
"Daddy menakutkan, aku akan bicarakan ini pada omah, Daddy menyukai om pengawal"
"Eh salah" Riki mengelak spontan membuat Steven melototkan matanya
"Ma-maaf Tuan" Sambungnya lagi
Steven mengabaikan ucapan maaf Riki, dia berjalan menghampiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Rio "Rio mau adik? " Tanya Steven membuat mata Zena terbuka lebar
"Apa-" Ucapan Zena terhenti saat mendengar jawaban dari Rio
"Tapi apa sayang" Jawab Steven
"Tapi jangan seperti Rio yang dari kecil sudah tidak punya mommy dan jangan seperti Rio yang koma selama 5 tahun, Rio gak mau Daddy bekerja terlalu keras dan mengabaikan Rio" Ucap Rio menunduk, mendengar kisah cerita Rio, Zena semakin tertarik untuk mengorek informasi lebih dalam lagi
Lalu Zena berjongkok agar sejajar dengan putra suaminya "Rio kan sudah punya mommy, apa Rio mau ikut dengan mommy" Ujar Zena membuat Steven sedikit terbakar amarah
"Boleh mom? Aku kasihan pada Daddy karna sudah mengurus aku, sekarang aku mau ikut mommy"
"Boleh kan Dad, aku ikut mommy" Rengek Rio sambil memegang lengan Steven
Steven menghembuskan nafasnya kasar "Mommy akan terus bersama daddy, jadi Rio tidak perlu ikut mommy"
"Besok daddy daftarkan Rio sekolah agar Rio bertemu teman baru"
"Gak Dad, Rio gak mau pergi sekolah, pasti di sana banyak teman yang nakal, aku takut Dad"
"Bagaimana jika kejadian seperti dulu terjadi lagi, Rio diculik dan dibuang kejurang"
__ADS_1
"Rio gak mau koma lagi Dad hiks.. hikss mommy Rio gak mau sekolah, Rio mau sama mommy" Rengek Rio menangis memeluk Zena
"Ri-" Ucapan Steven terhenti saat Zena mengisyaratkan diam lewat jari tangannya yang ditempelkan di bibirnya
"Husstt biarkan Rio tenang dulu, aku akan membawa Rio menemui mas Riski"
"Rio ikut mommy ya"
"Kita jalan-jalan melihat kota jakarta" Titah Zena yang mendapat gelengan dari Steven
"Sekarang Rio ganti baju dan mommy juga mau ganti baju, bi sari sudah menyiapkan baju ganti untuk Rio di kamar" Ucap Zena yang melihat bi sari dari kejauhan
"Okeh mom, apa Daddy ikut? "
"No sayang, Daddy gak ikut, Daddy harus kerja" Jawab Zena cepat
"Okeh mommy" Rio mencium pipi Zena lalu berjalan pergi menuju kamarnya diikuti oleh bi sari
Setelah Rio masuk kedalam kamarnya, Zena pun ikut masuk kedalam kamar yang diikuti Steven dibelakangnya
"Aku bertindak lembut padamu bukan berarti aku menyetujui Rio ikut denganmu! Asal kau tahu, aku tidak mengizinkanmu membawa Rio pergi! "
"Dan sudah aku tekankan lagi, jangan memanggil selingkuhanmu dengan sebutan yang menjijikkan itu" Geram Steven yang meraih lengan Zena membuat Zena menoleh dan menatapnya
"Dia anakku" Ketus Zena lalu menepis tangan Steven
"Sejak kapan kau mempunyai anak? Dia anakku dan kau tidak berhak membawanya pergi"
"Ya sudah, aku tidak akan membawanya pergi"
"Dan mulai sekarang dan seterusnya aku tidak ingin bergantung padamu, aku muak dengan semua ini!! "
"Kau-" Zena menjeda ucapannya "kau pria yang jahat! Kau mengurungku dalam sangkar emas ini dan dengan enaknya kau berlibur keluar negri menikmati malam bersama kekasihmu, jika kau mencintai kekasihmu lebih baik akhiri pernikahan ini saja! Aku rela menikah dengan rentenir tua itu, mungkin jika aku menikah dengannya aku akan mendapatkan kebebasan yang sama sekali aku tidak dapatkan darimu!
"Kau tahu perjanjian awal kita? Aku boleh bekerja tapi kenapa sekarang semuanya berubah, kau seakan-akan seperti mempunyai perasaan padaku tapi malu untuk mengungkapkannya" Jawab Zena dengan emosi, dia mengambil tas lalu pergi dari hadapan suaminya, keniatannya untuk mandi diurungkan karna sakit hati yang sudah memuncak bersyukur dia sudah mengenakan pakaian yang rapih
"Berani kau keluar dari kamar ini, aku akan menghancurkan perusahaan ayah tirimu itu" Seru Steven saat Zena mau memutar gagang pintu
Bersambungš
__ADS_1