Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 61_Taman


__ADS_3

Krek.. pintu terbuka


Huaaaaooo...gu..braaakk!! " Tubuh riki dan Fahri terjatuh kelantai membuat semua orang yang melihat terkejut, tapi tidak dengan Rio, bocah itu justru tertawa renyah saat melihat daddynya tertimpa kedua pengawalnya


"Hahahaha Daddy lucu" Ujar Rio sambil tertawa renyah


"Apa yang kalian lakukan disini hah! " Tanya Steven yang berusaha mendorong tubuh Riki dan Fahri yang menindihinya"Cepat bangun!"


"Ma-maaf Tuan" Fahri dan Riki langsung bangkit dan merapihkan pakaiannya, kepalanya menunduk tak berani menatap wajah Steven yang mungkin saat ini sedang merah padam


"Maaf! maaf! apa maksud kalian!!!kenapa kalian mendobrak pintu kamarku! Apa kalian sudah bosan hidup hah! " Pekik Steven pada dua pengawal yang menubruk tubuhnya tadi


"Maafkan kami Tuan, maafkan kami... kami hanya mengikuti perintah dari sekertaris Nanda" Ujar Riki yang menundukkan kepalanya


Steven langsung menatap sekertarisnya itu, dan Nanda yang ditatap pun meminta maaf "Maaf Tuan, saya dengar dari Tuan kecil jika di dalam kamar Tuan, terdengar bunyi barang jatuh dan Jeff bicara jika Tuan pergi bersama-" Ucapan Nanda terputus saat Steven memotongnya


"Hentikan! lebih baik kau bawa Rio ke kamar dan temui aku diruang kerja" Titah Steven yang disetujui Nanda tapi mendapat gelengan dari putranya


"No Dad! Mommy mana? " Tanya Rio yang hendak menerobos kekamar


"Tuan kecil-" Lagi lagi ucapan Nanda di potong oleh Steven


"Biarkan saja, lebih baik kita ke ruang kerja, ada sesuatu yang harus aku bahas denganmu, dan untuk kalian dua pengawal yang tak bejus, gaji kalian akan aku potong 20% karna kejadian ini" Tegas Steven membuat Riki dan fahri terkejut


"Jangan Tuan, jangan potong gaji kami, kami tidak bersalah kami sudah menolak untuk mendobrak pintu tuan tapi sekertaris Nanda dan boss Jeff tetap memaksa kami, jadi maafkan kami Tuan" Rengek Fahri dan Riki sambil mengatupkan kedua tangannya


"Jeff gajimu akan aku potong 50% sekarang kalian bisa kembali bekerja" Ujar Steven yang mendengar penuturan kedua pengawalnya


"Ta-tapi Tuan" Jeff terkejut bukan main, tubuhnya terasa lemas, bagaimana bisa gajinya dipotong 50% karna kesalahan kecilnya


"Ini tidak adil Tuan, yang memerintahkan mendobrak pintu itu sekertaris Nanda, bukan saya Tuan, jadi Tuan harus memotong gajinya juga" Ujar Jeff sambil melirik sekilas sekertaris Nanda yang sedang melototkan matanya kearah Jeff


"Kau tenang saja, Nanda bulan ini tidak akan mendapat gaji, sekarang kembalilah bekerja atau kalian ingin aku pecat hah! " Bentak Steven, membuat dua pengawal dan Jeff kabur


"Hei! Kau mau kemana hah! " Pekik Steven saat melihat kedua pengawal itu pergi bersama Jeff

__ADS_1


Riki menghentikan langkahnya lalu menunduk, dia menyeret Fahri untuk kembali menjaga pintu kamar Steven


"Maafkan kami Tuan, kami terkejut dan sedikit oleng" Gumam Riki yang diangguki Fahri


Di dalam kamar, Zena yang baru saja keluar kamar mandi dikejutkan dengan kehadiran putranya yang sedang duduk memegang ipadnya,


Merasa jenuh menunggu Zena, Rio meminta salah satu om pengawal membawa ipadanya kemari


"Mom, mommy mandi lagi? " Tanya Rio yang melihat rambut Zena basah


"Iya sayang, badan mommy gerah jadi mommy mandi lagi, Rio sudah mandi? " Tanya Zena yang berjalan menuju meja riasnya mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya


"Udah mom, oh iya itu gelas kenapa bisa pecah? Mommy berantem sama daddy?" Ujar Rio sambil menunjuk pecahan gelas yang masih tercecer di lantai


"Em, gak sayang, Rio tunggu mommy di kasur, jangan turun, biar mommy yang bersihkan"


"Iya mom"


Setelah mengeringkan rambutnya Zena mencoba memeriksa bagian lehernya, dia hendak mengoleskan salep untuk memudarkan bekas merah kehitaman karna ulah suaminya


Zena pun langsung berjalan menuju kamar mandi dan Steven langsung mengenakan boxernya


"Mom, kita main ke taman yuk, kata bibi disana banyak yang jual jajanan, dan katanya enak-enak, aku mau mencicipi semua makanan yang ada disana mom" Ujar Rio sambil meletakkan ipadnya lalu menatap Zena yang sedang bercermin


"Mom" Pekik Rio lagi karna Zena tak menjawab ajakannya


Zena memutar tubuhnya dan berdiri dia berjalan menuju anaknya yang sedang duduk


Di usapnya rambut pendek putranya"Ayo, tapi mommy ganti baju dulu ya" Ujar Zena saat melihat pakaiannya


"Gak usah mom, mommy udah cantik pake baju ini" Tolak Rio yang melihat Zena menggunakan kaos oblong putih dengan celana jeans pendek atas lutut, rambutnya dia gerai karna banyak bekas kecupan dilehernya


"Okeh, kita pergi, tapi kita izin dulu ke daddy biar kita gak dicariin" Jawab Zena yang menggendong Rio lalu membawanya keluar kamar


Setelah mendapat izin dari Steven, mereka berjalan berdua menuju taman, langit tak begitu cerah membuat ibu dan anak tidak merasakan panas di sore hari

__ADS_1


"Mom, masih jauh? " Tanya Rio, karna Rio tak pernah tau dimana letak taman yang dimaksud bibi


"Itu di depan sana udah kelihatan tamannya" Ujar Zena sambil menunjuk taman yang tak jauh darinya, lalu mereka berjalan sambil tersenyum terkadang tertawa dengan tingkah lucu Rio, membuat Zena melupakan masalahnya dengan Steven sejenak


"Mommy cantik deh kalau ketawa, sering-sering ketawa ya mom, biar tambah cantik" Goda Rio berjalan mundur sambil menghadap Zena


"Masa? Sekarang mommy udah jelek, bahkan wajah mommy udah banyak kerutan"


"Coba lihat ini, ini dan ini, banyak kan kerutan diwajah mommy" Ujar Zena lagi


"Engga kok mom, mommy cantik" Ujar Rio mengedipkan salah satu matanya,


"Kejar aku mom" Pekik Rio saat memasuki taman di dekat kompleks.


Mau tak mau Zena mengejar Rio, mereka saling mengejar memutari taman itu sesekali mereka tertawa karna Rio berhasil Zena tangkap,


"Geli mom, geli haha" Ujar Rio yang memberontak saat Zena menggelitiki tubuhnya


"Ini hukuman untuk Rio karna mommy bisa menangkap Rio hahaha"


"Iya mom, ampun mom, ampun hahaha..Rio ngaku kalah mom, Rio cape, kita udahan mom, kita beli minum dulu ya mom" Titah Rio dengan tertawa


"Hahaha ayo, mommy juga cape" Jawab Zena yang berdiri lalu menggandeng tangan putranya, mereka berjalan menuju salah satu pedagang kaki lima yang menjual minuman


"Minumannya 2 bang, yang cepat ya! kasihan putraku sudah haus" Titah Zena sambil mengibaskan rambutnya karna gerah berlari


"Ini putra mbak? saya kira adiknya mbak, soalnya mbak masih kelihatan muda"


"Oh iya ini mba minumannya mbak" Ujar pedangang itu sambil memberikan dua minuman kepada Zena


"Makasih bang, dan ini uang-"


"Ini, biar saya yang membayar" Ucap pria yang suaranya tak asing di telinga Zena


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2