Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 215_cctv


__ADS_3

Setelah mengambil persediaan ASI yang baru saja dipanaskan. Nanda langsung berlari menuju ruangan kerja Steven.


" Ini Tuan ...," ujar Nanda memberikan botol susu milik putra Steven.


"Hem, sudah di cek panasnya? Aku tidak mau, lidah putraku iritasi," jawab Steven yang mendapat anggukan dari Nanda.


"Sudah Tuan. Oh iya, keadaan Jack semakin membaik, dan dia juga sudah sadar. Apa kita harus membawanya kemari? atau kita--"


"Bilang padanya. Setelah keadaannya membaik, minta dia untuk menikahi dokter itu, dan bagaimana keadaan Jeff? Apa sudah ada perkembangan dari pihak bandara?" tanya Steven.


"Baik Tuan. Untuk Jeff, kita masih belum dapat menemukan titik terang, bahkan bangkai pesawat masih dalam pencarian. Dan pihak bandara menyatakan, semua penumpang di dalamnya sudah tewas, karena--"


"Jeff masih hidup. Aku tahu dia seperti apa!"


"Lebih baik, kau suruh anak buahmu untuk menjaga Jack. Jika dokter sudah memperbolehkan pulang, tunggu sampai dia benar-benar sembuh. Dan rahasiakan kondisi Jeff pada siapapun, termasuk Jack. Aku akan memberitahukan, di saat waktu yang tepat," ucap Steven.


"Apa, setelah hari pernikahan Jack dan dokter Irma?" tanya Nanda.


"Iya, bungkam mulut dokter itu. Suruh dia tutup mulut," titah Steven.

__ADS_1


'Kenapa musibah ini selalu datang bertubi-tubi? Dari permasalahan Jack yang menghamili dokter itu, Jeff mengalami kecelakaan pesawat dan anak, istriku hilang. Aku harus berbuat apa? Bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa menemukan keberadaan istriku. Ya Tuhan, pertemukan kami. Besok, putri kami sudah diperbolehkan pulang, dan Zena sangat ingin melihatnya,' gumam Steven dalam hati.


"Bagaimana? Apa anak buahmu sudah kembali?" tanya Steven.


"Belum Tuan," jawab Nanda.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu. Cepat cari--"


"Apa ada seseorang, yang kau curigai?"


"Em, tidak ada Steve. Memangnya, kamu mencurigai siapa?" tanya Nanda, menautkan kedua alisnya.


"Dinda? Mantan istrimu?" tanya Nanda yang mendapat anggukan kepala dari Steven.


"Siapa lagi! Coba kau cari tahu tentang Dinda! Aku menaruh curiga dengannya. Karena hanya dia, orang yang tahu setiap sudut dan titik ruang di rumahku," ucap Steven.


"Kenapa, aku baru menyadari itu semua? Okeh, aku akan meminta salah satu anak buahku untuk mencari keberadaan Dinda. Jika benar, ini semua perbuatan mantan istrimu ... aku tidak akan memberi ampun. Aku akan membunuhnya di tempat," jawab Nanda.


"Bunuh saja dia di hadapanku! Aku ingin menyaksikan kematiannya."

__ADS_1


"Aku akan pergi menemui anak buahku," ucap Nanda, kemudian berjalan keluar ruangan.


Di saat Nanda membuka pintu , tiba-tiba dia melihat anak buahnya yang tengah berjalan menujunya.


"Bagaimana? Apa kamu menemukan bukti rekaman CCTV yang ada di beberapa rumah dekat sini?" tanya Nanda.


"Saya menemukan beberapa bukti CCTV, dan saya juga sudah mengeceknya. Mereka menggunakan seragam berwarna hitam dan sangat tertutup. Kita akan kesusahan, jika mencari keberadaan Nyonya dengan mengandalkan rekaman CCTV ini, bos!" jawab Fakhri, kemudian menyerahkan satu flashdisk yang digunakan untuk menyimpan beberapa rekaman CCTV yang dia dapat.


"Kita masuk dan berikan bukti ini pada Tuan. Siapa tahu, Tuan mengenali salah satu orang di rekaman ini," titah Nanda.


"Baik Tuan," jawab Fakhri, kemudian berjalan memasukki ruang kerja Steven.


Setelah berada di dalam ruang kerja Steven, Nanda langsung memberikan flashdisk itu pada Steven.


"Fakhri sudah kembali, dan dia membawa ini. Coba kamu lihat dan perhatikan dengan jelas," titah Nanda pada Steven.


"Bisa masukkan ke dalam komputerku, dan kita lihat bersama-sama," ujar Steven yang mendapat anggukan dari Nanda.


"Okeh," jawab Nanda, berjalan lalu memasukkan flashdisk itu ke CPU komputer Steven.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2