
Di dalam mobil Steven, dia yang hendak menjalankan mobilnya pun mendapat pesan dari sekertarisnya
"Tuan, meeting hampir dimulai, saya harap anda akan datang tepat waktu dan tidak mengecewakan klien kita yang berasal dari luar negeri" Pesan sekertaris Nanda
Steven membaca lalu memasukkan ponselnya kedalam dashboard, dia melajukan mobilnya melewati mobil Riski yang sedang berhenti
Melihat mobil suaminya melintas, Zena menitikan air matanya
"Mas, tolong aku hiks..hiks.. "
"Aku gak mau nikah sama mas Riski, dia jahat mas...tolong aku" Gumam Zena dalam hati, dia melirik pada Riski yang mulai menancapkan gasnya
"Lepasin aku mas!!! " Teriak Zena, membuat Riski terkejut,
"Atau aku akan lompat dari sini!! " Ancam Zena lagi
Zena langsung membuka kaca mobil dan dia berteriak meminta tolong "Tolong mas!! tolong aku!!! " Teriak Zena keras tapi mobil Steven sudah berjalan lebih dulu membuat tubuh Zena lemas
Steven mengendarai mobilnya dengan emosi yang memuncak, dia benar-benar merasa di permainkan oleh istrinya,
"Bisa-bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan, jika aku tidak mengikutinya, aku tidak akan tahu kebusukan istriku sendiri"
"Dan jika aku tidak ada meeting penting, aku akan menyeret istri tidak tahu diri itu lalu aku akan memberikan hukuman yang lebih kejam dari kemarin, bila perlu aku akan memasukan dia kedalam kandang buaya! " Gerutu Steven tak jelas.
Lampu lalu lintas tiba-tiba berwarna merah, mobil Steven berhenti bersama dengan mobil lainnya yang menunggu lampu itu menjadi hijau, lalu Steven membuka setengah kaca mobilnya karna dia merasakan panas dihati dan tubuhnya
Zena yang sedang ketakutan pun hanya diam, setelah membuka kaca mobil, Zena mendapatkan tamparan dari Riski dia juga sudah berusaha menghubungi suaminya, tapi ponselnya sudah direbut dulu oleh Riski, "Mas, kembalikan ponselku?!" Ujar Zena sambil merebut ponselnya yang berada di tangan Riski
"Diam! "
Mendengar bentakkan dari Riski, Zena langsung diam kembali, tiba-tiba mobil Riski berhenti di lampu merah lalu lintas, Zena berusaha mencari bantuan, dia menoleh mobil samping, lalu melihat mobil suaminya yang sedang berhenti tepat disampingnya
Tokk.. Tok..
Zena mengetuk kaca mobil keras membuat Riski yang sedang fokus menunggu lampu lalu lintas menoleh padanya
"Ada apa Zen? " Tanya Riski lembut saat Zena mengetuk kaca mobil
Zena menoleh, dia menggelengkan kepalanya "Gakpapa" Jawab Zena lirih, lalu dia menoleh lagi pada mobil suaminya
Tok.. Tok..
"Mas, tolong aku, aku berharap kamu dengar ketukanku mas hiks.. hiks.. " Gumam Zena sambil menatap suaminya yang sedang melamun
Tak sengaja Steven menatap mobil sebelah karna beberpa kali mobil itu mengeluarkan suara ketukan keras,
Deg!!
Steven melihat mobil yang tak asing, mobil yang baru saja dia ikuti,
Wajahnya kembali memerah, fikirannya kini menuju istrinya yang sedang bersenang-senang dengan selingkuhannya
Melihat Steven menoleh padanya, Zena pun semakin mengetuk kaca mobil, dia berharap suaminya dapat melihatnya
Zena berusaha membuka kaca mobil lagi tapi tindakannya di ketahui oleh Riski, dengan sigap, Riski menarik tangannya dan mencengkram dagu Zena agar tidak berbuat hal gila yang akan membahayakan nyawanya
__ADS_1
"Mas!!! " Teriak Zena, dia mengetuk kaca mobilnya dengan tangan satunya lagi membuat Riski geram dibuatnya
"Diam!!! " Bentak Riski, dia mengikat Zena dan melakban mulut Zena agar tidak bertindak bodoh
"Kamu mau apakan aku mas!! "
"Diam!! "
"Mas! lepaskan mas! lepaskan!!! " Pekik Zena saat tangannya sudah diikat
"Jangan mas, ja-emmm emmm"
"Diam!! "
Setelah mulut dan tangannya diikat oleh Riski, Zena menitikkan air matanya, dia menoleh pada mobil Steven yang masih berhenti disampingnya
"Mas kau lihat aku kan? Tolong aku mas, tolong!! "
"Aku janji, jika kau menolongku, aku akan berbakti seumur hidupku padamu, aku takut mas, aku takut hikss...hiks.. "
"Sekejam-kejammu, kamu tidak akan membunuhku atau menodongkan pisau, aku benar-benar takut mas" Gumam Zena dalam hati, tak terasa air mata Zena menetes semakin deras.
Melihat calon istrinya menangis, Riski seakan merasa bersalah "Kau menangis? apa aku menyakitmu sayang, tapi aku minta maaf, setelah ini aku akan membuatmu bahagia" Ujar Riski yang menghapus air matanya, lalu dia menarik tubuh Zena agar masuk kedalam pelukannya
"Kau jangan menangis sayang, aku akan membuat hidupmu bahagia"
"Aku tidak bisa membiarkan hidupmu hancur dengan menikahi pria yang berada dibawahku" Ucap Riski mempererat pelukannya
Tiba-tiba Steven melihat bayangan istrinya, dia semakin menajamkan penglihatannya, lalu dia melihat istrinya sedang berpelukan mesra dengan musuhnya.
Melihat mobil di depannya sudah melaju, Riski melepas pelukannya dan menancapkan gas lagi,
Dan Zena melihat mobil suaminya berjalan menjauh dari mobil yang ditumpanginya bersama Riski
"Aku kecewa sama kamu mas, kamu pasti lihat aku, tapi kenapa kamu malah membiarkanku bersama mas Riski hikss...hiks.. " Gumam Zena dalam hati dengan memukul pahanya ringan
Setelah 30 menit mobil Riski membelah jalan ibu kota, akhirnya mobil mereka memasuki rumah yang mewah bak istana,
"Ini rumahku, disini ada ayah tiriku dan adiku, sebelum kita melangsungkan pernikahan kita, aku mau kamu mempersiapkan dirimu dulu" Ujar Riski yang membuka pintu mobil dan memutar membuka pintu mobil Zena
"Ayo turun! " Titah Riski saat pintu mobil sudah dibuka untuk Zena, dia langsung melepaskan ikatan dan lakban penutup mulut Zena
"Aww sakit!!!" Ringis Zena saat lakban itu terlepas dari mulutnya
"Ayo turun! "
"Gak mas! Aku mau pulang,"
"Turun! " Bentak Riski
"Gak mas, bawa aku pulang mas, antarkan aku..
Jika kamu tidak mau mengantarkan aku pulang, biarkan aku pergi dari sini sendiri mas"
"Pulang? " Ujar Riski mengkerutkan keningnya
__ADS_1
"Ini rumahmu sayang...sebentar lagi ini akan menjadi rumah kita,
"Ayo keluar" Titah Riski memegang lengan Zena lalu menariknya keluar
"Sa-sakit mas"
"Sakit! Sakit mana saat aku tahu kaum sudah menikah Zen!
Hatiku juga sakit Zen! Aku sudah mengincarmu sedari dulu, tapi kenapa kamu malah menikah dengan pria lain hah! "
"Aku juga hancur Zen, hancur!
"Mas... hiks.. hiks..tapi aku menikah sebelum aku mengenalmu"
"Halah! Jangan bohong! Kamu pasti menikah dengan pria yang berada ditaman itu kan! Dan pria itu sudah memiliki anak bernama Rio, kamu bukan mengambil Rio dari panti asuhan melainkan karena Rio itu anak dari pria itu!!
"Kamu sengaja tidak balas pesanku dan hilang kabar karna kamu menikah kan!!!
"Jawab Zen!! Jawab!! "
"Mas, aku mau pergi! Aku mau pulang!" Ujar Zena yang berlari ke gerbang utama
Krek.. Krek..
Pintu gerbang terkunci, dan Zena melihat satpam sedang memegang kuncinya
"Mau kabur kemana Zen? Kamu tak bisa kabur dariku Zen"
"Mas, tolong mas! tolong biarkan aku pergi" Ucap Zena yang berjalan mundur menabrak gerbang utama
Riski semakin mendekat dia mengunci pergerakan Zena, wajahnya dia condongkan kedepan"Maafkan aku Zen, jika dengan cara ini aku bisa mendapatkanmu, maka aku akan lakukan cara kejam ini " Bisik Riski tepat diwajah Zena
Tubuh Zena bergetar, dia benar-benar ketakutan "Aku benci kalian! Aku benci Steven! Aku benci mas Riski,! hiks..hiks... " Gumam Zena dalam hati
"Ayo masuk! Aku akan antarkan kamu ke kamar" Titah Riski yang menarik tangan Zena dengan paksa
"Gak mas! Aku gak mau! Jangan paksa aku! Aku mau pulang mas.. hikkss.. hikss.. "
"Aku mau pulang" Gumam Zena memberontak, dia berusaha menepis tangan Riski yang menyeret tangannya, wajahnya semakin pucat, Zena yang berniat akan melawan Riski pun diurungkan niatnya karna rasa pusing tiba-tiba menyerangnya
"Ikut aku! Kamu akan menjadi miliku"
"Gak mas! Aku mohon"
Setelah berhasil menyeret Zena masuk kedalam rumahnya, Riski membawa Zena kedalam salah satu kamar yang berada di dekat kamarnya
"Kalian semua! Rias dia secantik mungkin, karena aku akan menikah dengannya, perlakukan dia dengan baik"
"Baik Tuan"
"Mas.. Lepasin aku mas.. Mas!!! " Teriak Zena saat Riski berjalan keluar kamar
"Lepasin aku!! Kalian siapa hah!! " Tanya Zena kepada beberapa pelayan
Bersambungš
__ADS_1