Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 109_Bertemu Sheila


__ADS_3

Sekertaris Nanda melihat sepatu berhak tinggi, matanya semakin menyelusuri seseorang di hadapannya, tiba-tiba matanya membulat sempurna saat pandangannya melihat wanita yang selama ini sangat menganggu pemandangannya.


"Wahh kebetulan aku bertemu sekertaris Nanda disini" ujar wanita itu dengan senyum yang mengembang.


"Di mana Steven, aku berusaha menghubunginya ... tapi tidak pernah diangkat, dan aku sudah mencoba mencari di apartemennya, tapi tidak ada. Aku tidak terima jika dia memutuskan hubungan denganku secara sepihak," ujar Sheila menatap tajam sekertaris Nanda.


"Baru saja aku bersantai, dan kini aku harus berhadapan dengan wanita ular seperti dia, Oh Jeff ... sekarang aku tahu, kenapa kamu buru-buru pergi, dasar teman tidan tahu diri, sukanya melihat temannya menderita" gumam sekertaris Nanda dalam hati yang terlihat kesal, tak ingin berlama-lama menatap wanita di hadapannya, pandangannya kembali menatap layar ponselnya dan mengabaikan ucapan Sheila.


Merasa diabaikan oleh sekertaris mantan kekasihnya, Sheila pun mengulang ucapannya dengan kencang, "Sekertaris Nanda! aku sedang berbicara denganmu!" geram Sheila dengan nada tinggi, tapi tetap diabaikan oleh sekertaris Nanda.


"Awas saja, jika aku bisa mendapatkan Steven, aku akan menendangmu dari hidup Steven," gumam Sheila dalam hati, dia berniat mengambil ponsel sekertaris kekasihnya.


Di saat Sheila ingin mengambil ponsel sekertaris Nanda, tiba-tiba pandangannya melihat pria yang sudah lama dicarinya, tapi saat Sheila menajamkan penglihatannya, dia melihat ada seorang wanita yang sedang menangis dan ditenangkan oleh dokter pria,"


"Si-siapa wanita yang--" ucapanya terhenti saat Sheila semakin mendekat pada dinding kaca. Sekali lagi dia mengucek matanya beberapa kali.


Sekertaris Nanda yang melihat arah Sheila langsung memasukkan ponselnya, "Lebih baik Nona pergi dari sini, karena Tuan sedang sibuk," ujar sekertaris Nanda membuat Sheila geram. Dia memukul tubuh sekertaris Nanda dengan tas mahalnya.


"Apa kau bilang! sibuk?" ulang Sheila, "Jelaskan padaku, sebenarnya mereka mempunyai hubungan apa hah, Steven bilang dia kekasihmu, tapi kenapa mereka sangat dekat, dan kenapa kau di sini, " tanya Sheila yang menatap tajam sekertaris mantan kekasihnya.


"-_-" Sekertaris Nanda diam, dia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya karena tidak memiliki wewenang untuk mempublikasikan hubungan Tuan dan Nyonya mudanya.


Melihat sekertaris Nanda diam. Sheila langsung berjalan menuju pintu utama. Melihat pergerakan Sheila, sekertaris Nanda langsung berlari dan menggapai tangan Sheila.


"Sebaiknya Nona pergi, jangan ganggu Tuan Steven" ucap sekertaris Nanda tegas.


"Lepas!" Sheila menepis kasar tangan sekertaris Nanda, "Aku tidak suka pria lain menyentuh tubuhku, dan aku tidak ingin mengganggu Tuan mu, aku hanya ingin mengetahui semuanya" sambungnya lagi.


"Nona!"


"Jika anda masuk ke dalam, maka itu akan membuat Tuan Steven semakin membenci anda, lebih baik anda pergi ...," ujar sekertaris Nanda yang diabaikan Sheila.


Sheila yang seakan tuli pun menerobos masuk ke dalam ruangan Zena.

__ADS_1


Brak!"


Pintu terbuka dengan keras, Sheila masuk dengan langkah lebar. Dengan emosi yang menggebu-gebu, beberapa hari ini dia lelah mencari Steven karena dia membutuhkan uang untuk membeli kebutuhannya. Tapi hari ini, setelah dia berhasil menemukan Steven, justru dia dikejutkan dengan pemandangan yang sangat di benci, dia melihat Steven sedang meraih tangan seorang wanita yang diketahui kekasih sekertarisnya.


"Steve!" panggil Sheila sambil berjalan ke arahnya.


Ke tiga manusia yang berada di dalam ruangan pun terkejut saat mendengar pintu ruangan dibuka paksa dan melihat wanita cantik masuk kedalam ruangan.


"Sheila, mau apa lagi dia!" geram Steven, dia langsung menatap istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam, tangan Zena sudah meremas sprei kasurnya.


"Siapa dia Zen?" tanya dokternya Riyan pada pasiennya.


"Tanyakan sendiri, dia bukan tamu atau temanku," ketus Zena.


"Dok, bisa bantu aku ... aku mau keluar dari ruangan ini, tiba-tiba aku merasakan panas yang luar biasa," sambung Zena.


"Biar aku bantu sayang, atau ... apa perlu aku mengatur suhu AC di ruangan ini, agar kamu tidak kepanasan" ujar Steven, tangannya sudah meraih pundak istrinya.


Mendengar kata simpanan, dokter Riyan langsung membawa Zena pergi dari ruangannya, "Urus saja simpanan Tuan dulu, biar saya yang menjaga Zena," ujar dokter Riyan.


Di saat dokter Riyan mengantarkan Zena berjalan keluar ruangan, Sheila menatapnya dengan tatapan sinis.


"Sayang," panggil Sheila membuat Zena menghentikan langkahnya. Dia menoleh pada Steven.


Steven terkejut saat Sheila memanggilnya dengan sebutan sayang, hubungannya sudah berakhir sewaktu di dalam mobil beberapa bulan lalu.


Air mata Zena lolos begitu saja. Dia benar-benar merasa di permainkan oleh suaminya. Melihat air mata yang keluar dari pelupuk mata istrinya, Steven berusaha menghampiri tapi langkahnya terhalang oleh Sheila.


"Mau kemana kamu Steve, aku sudah mencarimu kemana saja, tapi aku tidak menemukanmu," ujar Sheila yang memegang lengan Steven.


Steven menghembuskan nafasnya kasar, dia melepas tangan Sheila, "Mau apa kamu datang kemari hah!" suara Steven benar-benar terlihat seperti orang yang sedang emosi.


Apalagi saat melihat istrinya sudah keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Siapa dia Steve, kenapa kamu menatapnya dengan--" ucapannya terhenti.


"Dia istriku, sebaiknya kamu jangan pernah menghubungiku lagi!" tegas Steven, dia berjalan menuju pintu ruangan.


"Deg!"


Mendengar kata istri, jantung Sheila seakan berhenti,


"Kau tidak bercanda kan Steve, kamu belum menikah kan? kamu bohong kan?" tanya Sheila tak percaya.


"Aku tidak pernah berbohong, dan dia istriku. Lebih baik, mulai sekarang, jaga ucapanmu ... jangan pernah memanggilku dengan sebutan sayang, karena itu akan melukai hati istriku,"


"Apa dia hamil anakmu?" tanya Sheila lagi, sebelum Zena pergi. Dia melihat perutnya yang buncit.


"Aku tidak terima Steve, aku mencintaimu ... aku tidak bisa hidup tanpamu Steve. Kamu tidak bisa mencampakkanku begitu saja," sambung Sheila lagi, dia berusaha mengejar Steve yang keluar dari ruangannya.


"Steve, Steven!" seru Sheila berlari.


...Yang aku punya hanyalah ketulusan untuk mencintaimu....


...Aku tidak menginginkan setiap detik waktumu, tapi ... apa aku boleh memintamu, untuk meluangkan waktumu, hanya sekedar menyapa, menanyakan kabar saja,...


...Karena sedewasanya seorang wanita, jika pasangannya tidak memberi kabar, maka hatinya akan tetap merasa gelisah dan cemas....


by: gustikha


Tak ada henti-hentinya, aku meminta dukungan kepada kalian, karena satu like aja, udah sangat-sangat berarti bagikušŸ˜‡


#Happy Weekend


#Happy Reading😘


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2