
Segera Steven merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya.
Tut.. Tut...
"Hallo Tuan" Ucap Jeff dari sebrang sana.
"Kau! kau darimana saja hah! cepat kemari! tugasmu belum selesai! " Seru Steven kesal,
"Kemari??, kemari kemana Tuan??, saya tidak tahu Tuan berada dimana, dan saya fikir, Tuan sudah tidak membutuhkan saya, karna Tuan meninggalkan saya di parkiran apartemen Nyonya" Sindir Jeff kesal, dia harus berjalan kaki menuju tempat penginapan karna tak membawa uang sepersen pun, uang dan dompetnya tertinggal di mobil yang ditumpangi Steven.
"Cepat! Nanti aku share tempatnya, sekarang cepat kemari, dan belikan nasi goreng spesial, tiba-tiba aku ingin memakannya" Titah Steven membuat Jeff semakin kesal.
"Tuan, apa anda tidak berfikir kita sedang dimana? "
"Dan asal Tuan tahu, dompet saya tertinggal di mobil Tuan, saya harus berjalan kaki karna Tuan, dan sekarang... dengan enaknya Tuan meminta saya untuk membelikan nasi goreng? dan asal Tuan tahu, saya dari pagi juga belum memakan apapun, perut saya lapar! " Gerutu Jeff, seketika menutup mulutnya mengingat dia sedang berbicara dengan siapa.
"Ma-maafkan saya Tuan, jangan dimasukkan hati ucapan saya, saya mohon maaf Tuan," Ujar Jeff meminta maaf karna ucapan lancangnya
"Sekarang cepat belikan nasi goreng yang berada di salah satu restoran terkenal, aku sudah lapar! " Pekik Steven membuat Jeff menghembuskan nafasnya kasar
"Sudah saya ucapkan Tuan, dompet saya tertinggal di dalam mobil Tuan! saya juga pulang dengan jalan kaki!!!! " Pekik Jeff tak kalah kencang, mendengar suara nyaring dan cempreng dari Jeff, Steven menjauhkan ponselnya dari telinganya
"Jeff!!! " Bentak Steven,
Mendengar suara suaminya yang menggelegar di sudut ruangannya, Zena pun bangkit, dia meraih dan melempar bantal yang dia pakai kearah Steven yang sedang membelakanginya
Pluk..
Bantal itu terjatuh dilantai tak mengenai Steven, merasa ada benda yang jatuh, Steven menoleh dan melihat bantal sudah terjatuh dilantai, pandangannya kini menatap istrinya yang sedang melototkan matanya
"Bisa diem mas? aku mau tidur, ini sudah malam, dan ini rumah sakit, " Geram Zena menyilangkan kedua tangannya di depan dada
"Maaf sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menganggu tidurmu, maafkan aku sayang" Ujar Steven mendekat lalu mencium kening istrinya
__ADS_1
Zena tersenyum, dia merasa risih saat suaminya memanggilnya dengan sebutan sayang, tapi dia juga merasa senang karna dia sedikit dihargai oleh suaminya.
"Memangnya apa yang kamu bicarakan mas? sampai-sampai berteriak tak jelas membangunkanku" Ujar Zena penasaran
"Emm, aku sedang meminta Jeff, untuk membelikanku nasi goreng, aku lapar Zen, dari siang belum makan hehehe" Jawab Steven tertawa malu,
Zena terpaku saat melihat suaminya tertawa, baru pertama kali dia melihat tawa suaminya itu
"Mas, aku mau... aku mau nasi goreng campur sewiran ayam" Rengek Zena, karna tak bisa dipungkiri dirinya juga rindu dengan makanan yang satu itu
"Ta-tapi, belinya di warung pinggir jalan, biasanya itu lebih enak dan lebih banyak mas" Sambungnya lagi membuat Steven membulatkan matanya, bagaimana mungkin, dia memberikan istri dan anaknya makanan pinggir jalan.
"Aku tidak mengizinkannya sayang, kau tahu kan?? kita dimana?? dan aku tidak yakin, ada warung di pinggir jalan malam-malam begini"
"Biar Jeff membelikan di restoran terkenal saja ya" Jawab Steven lembut, dia tersenyum senang saat istrinya merengek sesuatu padanya
"Kenapa mas? biar Jeff yang mencarinya, siapa tahu ada" Ketus Zena.
Di sisi lain, Jeff yang mendengar percakapan antara Tuan dan Nyonya nya mendesaah malas.
"Darimana aku bisa mendapatkan uang, jika aku mengambil dompetku dulu, pasti Tuan akan marah, karna aku tidak membawa pesanannya, tapi.. jika aku tidak mengambil dompetku, bagaimana cara aku membayar pesenan Tuan"
"Ini, ini cuma ada beberapa dollar di ponselku, aku sengaja menaruh sedikit dari uangku di softcase ponselku" Sambungnya dalam hati
Argggggkkkkhhhhh.....
Erangan Jeff yang frustasi, terdengar sampai di telinga Steven dan Zena yang sedang berdebat.
"Mas, Jeff kenapa? kenapa dia berteriak histeris? " Tanya Zena saat mendengar teriakan dari dalam ponselnya
Steven menggelengkan kepalanya lalu menyuruh istrinya berbaring lagi, "Berbaringlah, jika pesanan itu sudah sampai, aku akan memberitahu sayang" Ujar Steven yang di setujui oleh Zena
"Iya mas, jika aku tertidur, bangunkan aku saja" Jawabnya yang langsung berbaring,
__ADS_1
Setelah melihat istrinya berbaring, Steven berjalan beberapa langkah, dan ponsel yang dia pegang di dekatkan lagi ke telinganya.
"Sekarang kau pergi, dan beli dua nasi goreng untuku dan istriku, jika kau lapar, belilah, aku akan mengganti uangmu" Titah Steven langsung mematikan telfonnya, membuat Jeff mengumpat tak jelas
"Tu-tuan, tapi say- Tut... Tut... " Panggilan sudah berakhir
"Aaahhhh siaalll!!! bagaimana aku bisa membeli nasi goreng itu, aku bahkan tidak mempunyai uang untuk membeli tiga nasi goreng" Gerutu Jeff, dengan terpaksa dia mengeluarkan uang yang disimpan dibelakang ponselnya
"Uang segini cukup untuk membeli dua nasi goreng spesial, tapi.. aku makan pakai apa?"
"Oh iya, aku bisa membeli tiga nasi goreng, tapi tidak spesial"
"Ah sudahlah, daripada aku kelaparan, lebih baik aku membeli nasi goreng tiga saja, biarkan masalah special itu belakangan, yang penting aku lapar" Gumam Jeff berjalan keluar dari tempat penginapannya berjalan kaki.
15 menit, Jeff berjalan kaki, akhirnya dia sampai di restoran tidak cukup terkenal, bahkan restoran itu jauh dari kata mewah, tapi berhubung uangnya hanya cukup untuk membeli nasi goreng disini, jadi Jeff akan berbohong pada Tuan serta Nyonya nya nanti.
Jeff mulai membuka pintu restoran dan masuk kedalamnya, dia memesan tiga nasi goreng di take away,
Setelah menunggu 10 menit, akhirnya pesenan Jeff sudah siap, dan Jeff berjalan ke kasir untuk membayarnya
"Shiitt" Umpat Jeff saat setelah membayar pesanannya
"Bodohnya aku, uangku cukup untuk membeli tiga nasi goreng, tapi... bagaimana aku bisa sampai ke rumah sakit itu, masa iya aku harus berjalan malam-malam begini" Gumam Jeff keluar restoran sambil menenteng satu bungkus plastik yang berisi tiga kotak nasi goreng biasa.
"Nasib... nasib... hari ini benar-benar hari tersialku!! aku harus berjalan berapa kilometer untuk sampai kerumah sakit"
"Argggkkhh sialll.. nasib menjadi bawahan yang tertindas!! " Gerutu Jeff menendang-nendang kakinya ke udara, perasaannya sangat kesal dan marah
"Awas aja, jika waktu sudah berputar, dan aku sudah menjadi kaya raya, lalu Tuan menjadi miskin, aku akan mengangkatnya menjadi bawahanku dan aku akan sesuka hatiku menyuruh-nyuruhnya sampai dia benar-benar kesal dan geram sepertiku" Gumam Jeff
Hay gaes, jangan lupa ya, berikan dukungan ke karyaku, seperti like, komen, vote, favorit dan hadiah ๐
Terimakasih semuanya, love you all ๐๐๐
__ADS_1
Bersambung๐