Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 76_Mencari


__ADS_3

"Maaf Tuan, sejujurnya Jeff ingin menghampiri dan melerai perdebatan Nyonya, tapi saat dia ingin masuk, Jeff melihat beberapa anak buah dengan tato yang melambangkan geng bandit"


"Jika Jeff fikir-fikir, Tuan Riski lah ketua dari geng tersebut, karna semuanya menunduk patuh padanya"


"Aaaaaaarrgggkkk ....


" Aku tidak bertanya itu bodoh! Yang aku khawatirkan sekarang adalah istriku! Bagaiamana keadannya!! "


"Cepat antarkan aku ke rumah itu, aku akan membuat perhitungan jika terjadi sesuatu pada istriku! "


"Baik Tuan" Jawab sekertaris Nanda yang diabaikan Steven karna Steven sudah berjalan cepat keluar ruanganya, fikirannya sangat gelisah bahkan dia sampai lupa membawa senjatanya yang disimpan di laci


Semua karyawan menunduk dan memberi hormat saat melihat presdir tempatnya bekerja sedang berjalan keluar kantor,


Aura yang ditampilkan Steven membuat semua karyawan tahu bahwa presdir mereka sedang dalam mode marah, tangan yang mengepal dan langkah kaki yang lebar membuat Steven cepat sampai di lobby


Sembari menunggu sekertarisnya mengambil mobil untuknya, Steven mencoba menghubungi istrinya


"Aaaaahhh kenapa ponselnya tidak aktif sih! " Pekik Steven yang menendang pot bunga di dekatnya


Brakk


Pot itu jatuh dengan tanah yang keluar dan mengotori pintu lobby


"Silahkan Tuan" Ujar sekertaris Nanda yang baru saja tiba dengan mobilnya, dia mempersilahkan Tuan mudanya untuk masuk kedalam mobil.


Tanpa ingin menjawab ucapan sekertarisnya, Steven berlari cepat dan masuk kedalam mobilnya


***


Di kediaman Riski, semuanya telah siap, sekarang Riski sedang menyuruh kedua pelayan yang merias wajah calon istrinya untuk menjemputnya dikamar


"Akhirnya aku akan menikah dengan orang yang aku cintai" Ujar Riski yang sudah siap dengan jas berwarna putih,

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat putra dan Ayah tirinya yang sedang berjalan mendekat kearahnya "Kak! Benar kaka mau menikah?" Tanya putra terkejut, dia mendapat kabar dari sekertaris kakaknya agar cepat pulang dari kampus untuk menyaksikan kakaknya menikah


"Iya" Jawab Riski sambil merapihkan dasi kupu-kupi berwarna maroon itu


"Dengan wanita itu? Wanita yang kakak temui di-"


"Iya," Timpal Riski cepat


"Memangnya kamu mau menikah dengan siapa Ris? Kenapa tiba-tiba?? " Tanya Ayah tiri dari Riski dan putra


Mendengar suara Ayah tirinya, Riski langsung berjalan lalu duduk di sofa "Dengan wanita yang aku cintai, memangnya ada apa? Oh iya siapa yang memberitahukan padamu jika aku akan menikah? Bukankah sekertarisku hanya mengabari putra? " Ujar Riski sambil memicingkan matanya


Putra yang mendengar nada tak bersahabat dari kakaknya pun terdiam, dia menghampiri dan duduk disamping kakaknya "Aku yang memberitahukan Ayah kak, mau bagaimanapun dia adalah Ayah tiri kita, ibu sangat mencintai Ayah"


"Siapa yang memberitahu padamu jika ibu sangat mencintai dia? "


"Ayah sendiri kak" Jawab Putra yang berdiri lagi mendekat Ayah tirinya


"Maaf tuan" Ujar pelayan itu sambil bersujud dan mengatupkan kedua tangannya membuat Riski memasukan ponselnya heran


"Kenapa kau masih disini! Cepat bawa calon istriku kemari! " Ujar Riski bangkit dari duduknya


"Maaf Tuan, Nyonya... Nyonya tidak ada dikamarnya Tuan, dan saya bersama Siti melihat ikatan sprei yang digantung pada pembatas besi, saya fikir nyonya kabur Tuan" Jawab pelayan itu ketakutan, wajahnya tak berani menatap Riski bahkan sudah terdengar isakan tangis


Mendengar calon istrinya kabur, Riski tiba-tiba emosi, dia menendang meja kaca yang ada dihadapannya dan tepat mengenai tubuh pelayan yang sedang bersujud


"Dasar tidak bejus!! Cepat cari calon istriku, pasti dia masih ada disini dan kumpulkan lalu beritahu semua penjaga agar mencari calon istriku disetiap sudut! Jika calon istriku tidak bisa ditemukan sekarang juga!! Aku akan membunuhmu!! "


"Ba-baik Tuan" Ujar pelayan itu lalu berlari memberitahu pada semua penghuni di rumah Riski, jika calon istri Tuannya kabur dan masih berada di sekitar rumahnya


Melihat pelayan itu pergi dari hadapan Riski, Putra yang bisa merasakan kesedihan kakaknya pun segera mendekat tapi sebelum putra sampai di hadapan kakaknya, semua barang yang ada disekitar Riski sudah hancur berantakan


Prangggg....

__ADS_1


Prangg...


"Menjaga satu wanita saja kalian tidak bejus!! " Teriak Riski sambil melempar barang kaca di dekatnya


"Aku harus mencari dia! Dia pasti masih disini"


"Sayang...kau membuatku gila!! Aku hanya ingin membahagiakanmu tapi kau malah memilih kabur dan memilih suamimu! " Geram Riski, dia segera merogoh saku celananya dan menghubungi kontak anak buahnya yang berada di markasnya


"Cari orang yang bernama Dave! Minta data pada sekertarisku, dan bawa dia kehadapanku sekarang juga, dalam keadaan hidup atau mati! "


"Satu lagi! Culik anak bernama Rio, dia putra dari orang yang akan kalian cari! "


"Cepat!!!!!! " Pekik Riski langsung mematikan telfonnya


"Kau bantu kaka untuk mencari keberadaan calon istriku," Seru Riski pada Putra


Putra pun hanya menganggukan kepalanya, dia tak berani bertanya atau melawan kakaknya jika sedang marah.


Begitupun dengan Ayah tiri Riski, saat melihat anak tirinya mengamuk dan membanting semua barang mahal dirumahnya, Ayah tiri dari Riski itu tak berani bertanya walaupun dia ingin sekali bertanya tentang calon istrinya yang sudah bersuami


Semua orang dirumah Riski disibukan dengan pencariannya, sudah menghabiskan waktu 30 menit, tapi Zena belum ditemukan di rumahnya


Salah satu anak buah Riski melihat di dekat pagar beberapa tumpukan semen, lalu dia juga menemukan robekan kain yang difikirnya rok kebaya dari calon istri tuannya


"Bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu?" Ujar Dodo pada Bondan


"Aku menemukan ini, dan aku yakin calon istri Tuan sudah kabur dengan menaiki pembatas pagar ini, kita harus cari diluar rumah, mungkin dia masih bersembunyi di sekitar pembangunan rumah sebelah" Ujar Bondan yang diangguki Dodo


Mereka langsung berlari ke gerbang utama, disaat mereka membuka gerbang, terlihat beberapa mobil mewah terjejer rapih dan keluarlah sekertaris Nanda


"Sekarang beritahu keberadaan nyonya Zena pada kami" Ujar sekertaris Nanda yang melihat Bondan serta Dodo keluar pagar


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2