Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 62_Taman 2


__ADS_3

"Mas Riski, kok mas Riski bisa disini? " Tanya Zena saat melihat Riski membayar minumannya


"Bang, kembalikan uangnya, aku akan membayar dengan uangku sendiri" Ujar Zena saat melihat pedagang kaki lima mengambil uang dari Riski


"Jangan pak, ambil saja uang itu dan kembaliannya" Timpal Riski


"Mas"


"Aku bisa bayar sendiri! " Ujarnya lagi yang tak enak hati pada Riski


"Om genit ngapain disini? pasti mau godain mommy Rio kan?" Ucap Rio yang baru saja menyeruput minumannya


"Sayang, dia bukan om genit, namanya om Riski, minta maaf pada om Riski" Titah Zena yang menggandeng putranya


"Sayang" Sambung Zena saat putranya diam saja tak mau melirik Riski


"Maaf om genit, eh maksud Rio om Riski"


"Udah mom" Ujar Rio terpaksa, moodnya berubah saat Riski datang dan mengacaukan waktunya bersama Zena


"Maaf mas anak kecil memang seperti itu jangan dimasukin hati ucapannya,


" Ya sudah ayo kita duduk sayang" Ajak Zena pada putranya


"Iya mom"


"Mas Riski ngapain ikutin aku" Tanya Zena lagi saat Riski berjalan dibelakangnya


"Aku mencarimu Zen, kau janji akan bekerja kembali di perusahaanku tapi kenapa kau tak datang juga, dan kenapa wajahmu-" riski menjeda ucapannya lalu menatap lekat wajah Zena "Kenapa wajah dan tubuhmu seperti orang yang tak terurus Zen" Tanya Riski pelan, sejujurnya dia takut ucapannya akan menyinggung perasaan wanita yang dicintainya


"Oh, aku kelelahan dan lupa mengurus wajahku"


Duduk mas"Titah Zena saat melihat Riski mematung di hadapannya, Riski tersenyum, dia duduk di bangku taman dengan posisi Rio ditengah, karna Rio sendiri yang menginginkan posisi itu


"Mom, enak ya, Rio mau jajan yang lain seperti itu, itu dan itu" Tunjuk Rio dengan tangan mungilnya


Di satu sisi Steven yang baru datang pun melihat istrinya yang sedang berbincang dengan pria yang selalu mengikutinya


"Baru saja aku mempercayai ucapanmu tapi kenapa kamu membuatku kecewa, kenapa? kenapa kau tega menggunakan Rio agar bisa bertemu dengannya?" Batin Steven yang berjalan mendekat lalu duduk di kursi lain, melihat Rio berlari diikuti Zena dibelakangnya membuat Steven mengikutinya diam-diam, dia menggunakan masker dan topi agar orang itu tidak mengenali wajahnya


Sampai dimana Zena dan Rio sedang menunggu jajan yang dibeli Rio, Steven mendekat dan berbisik tepat ditelinga Zena


"Duduk disana bersamaku, jangan kembali lagi padanya, kau baru saja keluar rumah tapi kau malah bertemu dengan selingkuhanmu" Ucapan itu membuat Zena menoleh kebelakang, dia melihat sosok Suaminya yang tertutup


"Aku bisa jelaskan, aku bertemu dengannya secara tidak langsung"

__ADS_1


"Percaya padaku, kalau tidak percaya tanyakan saja pada Rio"


Rio yang mendengar namanya disebut pun menoleh, dia melihat pria menggunakan masker dan topi yang sedang berbicara pada Zena


"Siapa mom" Tanya Rio yang tak mengenali wajah Ayahnya


"Ayo mom, jangan diladeni orang seperti itu, paling mau menggoda mommy, kita tinggalkan saja" Sambung Rio yang menggandeng tangan Zena agar menjauh dari Steven


"Sayang, dia-"


"Wahh ini enak mom, kita duduk disini saja, jangan kembali pada om genit, aku gak suka" Ujar Rio lagi yang sudah duduk di bangku taman diikuti oleh Zena


Melihat pria misterius itu masih berdiri di dekat Zena, Rio pun langsung memarahi dan memakai pria itu


"Hei om! Jangan goda mommyku, aku tahu mommy cantik! Tapi dia udah punya daddy! "


"Lebih baik om pergi! " Usir Rio sambil memakan jajan sempolnya,


Steven yang melihat kelakuan anaknya pun segera duduk di samping Rio, dia mencubit pipi gembul putranya


"Sudah berani sama daddy hem? " Ucap Steven membuat Rio terkejut


"Mom, dia dad-" Ucapan Rio terhenti saat Steven membuka maskernya


"Sejak kapan Rio bersikap kasar seperti itu dengan orang lain? Daddy tidak suka ya anak daddy kasar seperti tadi"


Dari arah kejauhan, Riski yang sedang menanti Zena kembali pun merasa gelisah, sudah setengah jam dia menunggu tapi calon kekasihnya belum juga kembali


"Memang membeli makanan harus selama ini, ini sudah hampir malam tapi kenapa Zena juga anaknya belum kembali" Gumam Riski yang melihat jam dipergelangan tangannya


"Ini semua karna bocah itu, kenapa si! Zena mau mengangkat anak sepertinya,"


"Secepatnya aku harus menyingkirkan anak itu agar aku bisa leluasa dekat dengan Zena" Gumamnya lalu berdiri, Riski berjalan dengan mata yang melirik kanan kiri pada pedagang kaki lima di sekitarnya


"Akhirnya ketemu juga" Gumam Riski saat melihat Zena duduk sendiri di bangku taman, lalu dia berniat menghampirinya,


Belum sempat Riski sampai dihadapan Zena, terlihat Rio sedang menggandeng tangan kekar pria kearah Zena membuat Riski menghentikan langkahnya dan memantaunya dari jauh.


"Daddy, mommy ayo kita pulang" Titah Rio keras membuat Riski mendengar jelas ucapan Rio "Tapi aku mau di gendong sama daddy" Sambung Rio lagi


Deg!


"Da-dady" Gumam Riski tak percaya,


Matanya kembali terbuka lebar saat pria yang berada di samping Zena menggendong Rio dan berjalan menjauh bersama Zena

__ADS_1


Riski yang penasaran pun mengikuti langkah mereka sampai tak sengaja Riski menabrak anak kecil yang sedang berjalan karna tatapannya terlalu fokus pada Zena dan pria memakai masker


"Huaaaa.. " Anak kecil yang ditabrak Riski menangis karna makanannya tumpah ke tanah membuat Zena menoleh


Deg!


"Mas Riski" Gumam Zena yang dapat di dengar Steven,


Steven menoleh kebelakang dan melihat Riski yang sedang membantu anak kecil yang ditabraknya


"Zen tunggu! " Pekik Riski saat melihat Zena menoleh kearahnya membuat Zena menatap Steven,


Steven menganggukan kepalanya, "Aku beri waktu 10 menit untuk kamu bertemu dengan selingkuhanmu, aku dan Rio akan menunggumu dimobil, mobilku parkir tepat di dekat pintu masuk taman"


"Ingat! Jangan macam-macam, aku sudah memberimu kepercayaan itu" Bisik Steven lalu berjalan menuju mobilnya dengan meninggalkan Zena yang sedang mematung.


Saat Steven pergi, Riski datang, dia mencari keberadaan sosok Steven "Siapa pria itu Zen? Kenapa Rio memanggilnya dengan sebutan daddy? " Tanya Riski meminta penjelasan


"Kau tahu Zen, aku sangat mencintaimu, aku yakin kita ditakdirkan untuk berjodoh" Sambungnya lagi


"Mas-"


"Apa benar yang kau ucapkan, jika kau sudah mempunyai sosok pria yang kau cintai Zen"


"Siapa pria itu Zen, siapa! apa kurangnya aku Zen,! apa! "


"Mas, maafkan aku, aku sangat menghargai perasaan mu tapi aku minta maaf karna aku tidak bisa membalas rasa cintamu, kau pantas mendapatkan yang lebih baik daripada aku,"


"Sekali lagi aku minta maaf," Ujar Zena yang berjalan menjauh, dia tak mau menyia-nyiakan kepercayaan suaminya, karna jika dia menyia-nyiakan kepercayaan maka akan sulit untuk merebut hati Steven kembali


Melihat Zena pergi, Riski langsung mengejarnya, dia menarik tangan Zena agar jatuh dipelukannya


"Zen aku mencintaimu" Ujar Riski memeluk Zena sambil mengusap lembut rambut Zena yang tergerai, tak sengaja Riski melihat bekas kecupan di leher Zena


"Maaf mas, aku harus pergi" Zena berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Riski


"Jika kamu masih berkenan memberikan pekerjaan padaku, aku akan mulai bekerja besok" Sambungnya lagi


"Okeh, aku tunggu kamu besok dikantor Zen, tapi aku harus bertanya sesuatu padamu"


"Apa itu tanda pria tadi," Tanya Riski sambil menyibakan rambut Zena lalu memperlihatkan leher putihnya yang terdapat bekas kecupan Steven


"Oh... emm... ah ini aku habis kerokan mas, tubuhku beberapa hari ini sedang tidak fit dan aku meminta bibi untuk mengerok leherku dengan koin, mungkin bekasnya masih ada disini, "


"Ya sudah, aku harus kembali karna Rio sudah menungguku"

__ADS_1


"Memangnya Rio dimana? Dan aku akan antar kamu pulang, ini sudah hampir malam,"


Bersambung😘


__ADS_2