Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 24_Mengantar Nyonya Muda bekerja


__ADS_3

Ke esokan harinya, Zena terbangun dari tidurnya saat ponselnya berdering, dia segera meraih ponselnya yang berada diatas nakas berharap suaminya yang menelfon


"Sekertaris sialan, ada apa telfon pagi-pagi seperti ini" Gumam Zena, dia menggeser tombol hijau lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya


"Hem" Ucap Zena dengan malas, dia menarik selimutnya lagi sampai leher


"Nyonya saya sudah di depan kamar anda, sekarang anda bangun dan bersiap-siap untuk bekerja, karna selama Tuan Muda pergi, nyonya harus pergi kemana-mana dengan saya, termasuk mengantarkan nyonya ke tempat kerja nyonya"


Mata Zena membulat, disibaknya selimut yang membungkus dirinya "Apa! Kenapa bisa begitu!! " Pekik Zena membuat sekertaris Nanda menjauhkan ponselnya


"Hei jawab, kenapa diam saja" Kesal Zena, dia berjalan dan membuka pintu kamarnya


Krek, pintu terbuka, Zena bisa melihat sekertaris Nanda sedang berdiri dihadapannya sambil memegang ponsel yang masih berada ditelinganya


"Aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa mencari ojek dan aku bisa mengendarai mobilku, bukankah Tuan mudamu sudah memberikan aku fasilitas, jadi aku akan menggunakan fasilitas itu"


"Kau berangkatlah bekerja, aku tidak akan mengadu pada Tuan mudamu" Ucap Zena sambil menutup pintu, dia berjalan memasuki kamar mandi, hawa kantuknya sudah hilang dan dia ingin pergi ke restoran pagi buta


Setelah berdandan ala kadarnya Zena sekarang sudah siap, walaupun awal bekerja dia selalu di mintai foto dan tanda tangan tapi Zena tetap semangat menghadapi fansnya, Zena sempat berfikir bahwa karirnya akan hancur karena video yang sempat viral tentang dirinya yang menjadi simpanan om-om tapi tak disangka baru beredar 5menit video itu sudah terhapus dan beruntung belum banyak orang yang mengetahuinya,


Dave teman sekaligus pemilik caffe tersebut merasa bahagia karna caffenya selalu ramai pengunjung karna adanya Zena,mantan model yang dikagumi oleh kaum adam, dan Zena juga tak pernah memakai mobilnya, menurutnya seorang pelayan caffe tidak pantas jika memakai mobil mewah, lebih baik dia memakai gojek


Pintu terbuka oleh Zena, terlihat sekertaris Nanda yang masih berada di depan pintu kamarnya


"Sekertaris Nanda, aku sudah bicara denganmu, aku tidak butuh bantuanmu, bukankah Tuan Mudamu yang bilang sendiri bahwa tidak ada yang boleh menceritakan pernikahan ini, lalu jika aku ketahuan turun dari mobil mewahmu apa kata mereka" Kesal Zena


"Maaf Nyonya, ini perintah dari Tuan muda, saya tidak berani melawannya"


"Okeh baiklah aku akan menelfon Tuan Mudamu dan kau diam di situ" Zena meraih ponselnya lalu mencari kontak suaminya


Beberapa kali Zena menelfon tapi Steven tidak pernah mengangkatnya


"Sekertaris Nanda, apa Steven pergi seorang diri? " Tanya Zena ragu, tapi rasa penasarannya sangat besar, dia mengingat kembali sebelum menjadi istri Steven, dia pernah mengobati luka Steven lalu tak sengaja melihat undangan yang menurutnya tepat di tanggal Steven pergi ke luar negeri, mendengar istri Tuan mudanya bertanya, sekertaris Nanda pun bingung harus menjawab apa, karna Steven sudah memperingatkannya untuk merahasiakan kepergiannya dengan Sheila

__ADS_1


"Hei jawab jangan melamun, pagi-pagi sudah melamun"


"Saya rasa Nyonya mulai peduli dengan Tuan muda" Ucap sekertaris Nanda membuat Zena mencibir, ucapannya selalu diabaikan jika berhubungan dengan Tuan mudanya


"Sudahlah, aku hanya bertanya, jangan sampai kau berfikiran yang tidak-tidak"


"Ayo kita berangkat" Ajak Zena sambil turun lewat liftnya


"Jika Tuan muda pergi dengan seorang wanita apa Nyonya tidak akan marah? " Tanya sekertaris Nanda yang sedang memancing perasaan Nyonya mudanya


"Hahaha kenapa aku harus marah? Bukankah itu bagus, artinya aku akan bebas dari penjara ini"


"Tapi di dalam hatiku yang paling dalam, aku tidak ikhlas, karna bagaimanapun dia suami aku" Gumam Zena dalam hati, melihat istri Tuan mudanya melamun, dia menarik kedua sudut bibirnya tersenyum


"Mulut terkadang tak sejalan dengan hati"


"Anda bisa mengelak tapi hati anda tidak bisa berbohong, anda sudah mulai jatuh hati pada Tuan muda" Sindir sekertaris Nanda yang langsung mendapatkan pukulan di pundaknya


"Ish kau!!! Jangan asal bicara! Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada singa seperti dia"


"Jangan seperti ini Nyonya, bagaimana jika Tuan tahu, dia akan marah!


"Dan lalu tipe Nyonya seperti apa? Bukankah Tuan Muda orangnya sangat tampan, wajahnyapun berwibawa, banyak kaum hawa yang mengangguminya tapi tidak bisa memiliki Tuan Muda, Nyonya termasuk orang yang beruntung"


"Hahaha tidak ada yang tahu kalau aku memukulmu atau membunuhmu disini, ini lift sekertaris Nanda! dan kita hanya berdua, mari kita lakukan bunuh membunuh" Zena menaik turunkan alisnya membuat sekertaris Nanda geleng-geleng


"Bunuh? "


"Iya" Zena memukul dan mencubit lengan sekertarisnya sampai meringis kesakitan tak sampai disitu, Zena menginjak kaki sekertaris Nanda dengan kencang membuat sekertaris Nanda mengadu kesakitan


Tang..


Pistol yang berada di saku sekertaris Nanda terjatuh membuat Zena yang sedang menindas sekertaris Nanda terkejut, dia memundurkan langkahnya saat sekertaris Nanda mengambil pistol itu dan memasukannya kedalam saku jasnya

__ADS_1


"Se-sekertaris Nanda"


"Iya Nyonya, apa anda takut? silahkan pukul saya lagi" Senyum sekertaris Nanda terlihat mengerikan di mata Zena


"Tidak-tidak, aku tidak akan memukulmu lagi, kau sangat mengerikan, " Zena lalu diam dan mematung, dia berharap semoga liftnya cepat terbuka


Setelah pintu lift terbuka, Zena berjalan menuju pintu utama, bi sari yang melihat Nyonya mudanya pergi tanpa sarapanpun berusaha mencegah tapi dihalangi oleh sekertaris Nanda


"Biarkan saja bi, aku sudah membelikan makanan di dalam mobil"


Tak membutuhkan waktu lama bagi sekertaris Nanda mengantarkan Nyonya mudanya bekerja, Zena yang tak ingin ada gosip pun meminta sekertaris Nanda menurunkannya sedikit jauh dari caffe milik Dave


"Turunkan aku disini, aku tak mau teman-teman berfikir kalau aku simpanan om-om"


"Ta-tapi Nyonya"


"Sekertaris Nanda, anda lihatkan disana? " Tunjuk Zena menggunakan jarinya


"Disana banyak teman-temanku yang sedang menunggu di depan cafe, apa kata mereka jika mereka tahu aku diantar oleh pria sepertimu"


"Memangnya ada apa dengan wajah saya? Bukankah saya tampan Nyonya? "


"Hei! Kau pikir semua orang akan memuji ketampananmu?? Bagaimana jika mereka membuat cerita kalau kita sepasang kekasih, bisa-bisa singa kita marah"


"Kau mau melihat singa marah?? Aku tak mau, aku cape setiap malam menjadi santapan singa mu"


"Dan lagi kau selalu membawa pistol itu bagaimana jika mereka tahu, pasti mereka akan mengira kalau sekertaris Nanda seorang pria yang kejam! "


"Saya memang kejam Nyonya dan saya sudah rekam ucapan Nyonya, saya akan mengirimkan rekaman itu pada Tuan" Ancam sekertaris Nanda sambil melirik kaca spion belakang


Glek, mata Zena membulat, diremasnya pakaian kerja dengan kasar, lalu semenit kemudian Zena menampilkan senyumanan manisnya


"Sekertaris Nanda adalah sekertaris paling baik dan tampan, jadi aku mohon jangan kirim rekaman itu pada Singa eh maksudku Steven, apa sekertaris Nanda tidak kasihan kepadaku?dan aku akan rahasiakan tentang kau membawa pistol ke dalam rumah" Zena berusaha menampilkan senyum manisnya, walaupun di dalam hati dia memaki dan mengumpat sekertaris suaminya yang menjengkelkan

__ADS_1


"Oh Tuhan hidupku selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyebalkan" Gumam Zena dalam hati


Bersambung😘


__ADS_2