Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 60_Berkumpul di depan kamar


__ADS_3

Mendengar istrinya mendessah, Steve semakin liar, dia semakin erat meremas dua benda kenyal itu dan menciumi setiap lekuk tubuh istrinya


Setelah puas bermain, kini Steven akan menggerakan senjatanya agar masuk tepat ke sarangnya


Melihat keringat membasahi wajah cantik istrinya, Steven dengan telaten mengusap keringat itu agar tak membasahi wajah istrinya


"Aku akan melakukannya, bersiaplah" Ujar Steven


"Pelan-pelan," Titah Zena saat Steven menggoyangkan pinggulnya naik turun,


Steven mengangguk, dia melakukannya dengan pelan, sampai dimana mereka akan mencapai titik puncak, tiba-tiba terdengar ketukan dan suara anak kecil dibalik pintu kamarnya


Tokk.. Tok.


"Mommy! "


"Daddy! " Teriak Rio yang baru saja selesai mandi, dia berniat ingin mengajak mommynya pergi ke taman dekat komplek karna kata bi sari ditaman itu banyak sekali pedangan yang menjual makanan ringan


"Mommy! " Teriak Rio lagi membuat Zena tersadar lalu berusaha menghentikan aktivitas suaminya


"Mas, Rio diluar memanggilku" Ujar Zena yang menyadarkan suaminya


"Mas" Ulangnya lagi


"Nangung Zen, sebentar lagi" Jawab Steven, ya kini Steven menyetujui kesepakatan istrinya, toh lebih baik seperti ini, karna dia juga tak tahan melihat istrinya terluka karna ulahnya


Di luar sana, Rio semakin cemas karna kedua orang tuanya tidak menjawab atau membukakan pintu untuknya, membuat Rio terpaksa menyuruh kedua pengawal yang menjaga pintu kamar orang tuanya agar mendobrak atau membuka paksa pintu kamar itu


"Om, cepat buka pintunya, Rio takut mommy dan daddy Rio kenapa-napa di dalam" Ujar Rio sambil memegang lengan Riki,


Riki menatap Fahri, dia meminta pendapat tentang perintah Tuan kecilnya "Bagaimana? " Tanyanya pada Riki


Fahri hanya mengedikan bahunya lalu menatap lurus tak mau mengambil pusing tentang perintah Rio "Aku tak tahu, jangan tanya aku" Jawabnya enteng membuat Riki pusing karna Rio merengek terus padanya


"Om! Jangan diam saja, ayo buka pintunya" Rengek Rio lagi yang berusaha membuka membuka pintu kamar kedua orang tuanya


"Tuan kecil yang menggemaskan, mommy dan daddy Rio sedang tidur jadi jangan ganggu mereka, okeh" Ujar riki yang sudah mensejajarkan tubuhnya pada Rio, dia takut jika dia menuruti perintah Rio dia akan terkena masalah besar

__ADS_1


"Mungkin saja mereka sedang melakukan aktivitas panasnya karna pintunya sengaja dikunci" Gumam Riki dalam hati


Di dalam kamar Steven, saat mereka hampir mencapai titik puncak, tak sengaja ponsel Steven berdering, ponsel yang berada di atas ranjang membuat konsentrasi Steven yang hendak melakukan penyatuan menjadi buyar.


"Angkat dulu, siapa tahu itu penting" Ujar Zena dengan nafas tersenggal-senggal


Steven mengambil ponselnya lalu melemparkan ponsel itu keatas nakas sebelumnya dia sudah men silent ponselnya agar tak mengganggu aktivitas panas


Prangg, tak sengaja ponsel itu menyenggol gelas kaca dan gelas itu terjatuh kelantai.


Zena dan Steven terkejut saat mendengar suara gelas jatuh, tapi semenit kemudian, Steven kembali fokus pada tubuh menggoda istrinya.


Steven kembali mencium dan melummaat bibir mungil istrinya agar tenang, dia takan menyia-nyiakan kesempatan ini


Suara yang ditimbulkan gelas kaca itu terdengar sampai luar kamar membuat Rio dan kedua pengawal yang sedang terjaga terkejut


"Om, suara apa itu om" Tanya Rio pada kedua pengawalnya


"Apa yang sedang mommy dan daddy lakukan, kata om mereka sedang tidur, tapi kenapa ada suara dari dalam? " Tanya Rio cemas, dia semakin yakin jika kedua orang tuanya tidak tidur


"Jangan bohongi Rio om!! " Sambung Rio kembali


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat sekertaris Nanda yang keluar dari lift, dia berjalan menuju Rio dan kedua pengawal.


"Apa yang Tuan kecil Rio lakukan disini?" Tanya sekertaris Nanda sambil membawa beberapa dokumen yang harus dia bahas dengan Tuan mudanya


Dibelakang sekertaris Nanda sudah ada Jeff yang baru saja datang "Ada apa? Kenapa berkumpul di depan kamar Tuan? " Tanya Jeff kebingungan


"Om, Rio dengar suara dari dalam" Timpal Rio cemas "Rio mau ke kamar mommy tapi dikunci" Sambungnya lagi sambil memutar gagang pintu agar sekertaris Ayahnya percaya "Ini dikunci om"


Sekertaris Nanda dan Jeff menatap kedua pengawal yang sedari tadi berjaga di depan pintu kamar


"Benar boss, kami mendengar suara pecahan kaca dari dalam" Ujar Fahri yang diangguki Riki dan Rio


Mendengar penuturan Fahri, tiba-tiba wajah Jeff berubah pucat, dia teringat dengan Steven yang masuk ke hotel dengan simpanannya


"Apa mereka sedang bertengkar, karena aku mengantarkan Tuan ke hotel untuk menemui simpanannya" Bisik Jeff ditelinga Nanda

__ADS_1


Mata Nanda membulat sempurna apalagi saat Rio berbicara bahwa daddy menari di dalam ipadnya


"Om aku dan mommy juga lihat daddy menari dengan wanita cantik" Ujar Rio yang mendengar bisikan Jeff kepada sekertaris Nanda


Seketika wajah sekertaris Nanda memucat, dia meminta kedua pengawalnya untuk membuka paksa pintu kamar Tuan mudanya


"Cepat buka pintunya, jangan diam saja! bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka di dalam!"


"Maaf boss, kami takut-"


"Apa yang kau takutkan hah! cepat dobrak pintunya!" Titah sekertaris Nanda yang geram kepada kedua pengawalnya


"Cepat bodoh!! " Jeff ikut menimpali karna yang berada di fikiran mereka adalah kekejaman Steven, mereka takut Steven akan membunuh istrinya sendiri


"Ta-tapi Tuan"


"Cepat! Aku tidak butuh tapi tapian dari kalian!" Seru sekertaris Nanda membuat dua pengawal mau tak mau mendobrak pintu kamar Steven


"Baik bos, Rik! hitungan ke tiga kita dobrak bersama" Ujar Fahri yang diangguki Riki


Jeff dan sekertaris Nanda menarik Rio agar menjauh dari kamar Tuan mudanya


"Menjauh bos," Titah Fahri yang mengayunkan tangannya agar semua orang yang di dekat pintu menjauh


"Kita mulai Fah" Ujar Riki yang tak yakin, "Emm kau yakin? " Bisiknya sekali lagi


"Aku tidak yakin tapi ini perintah" Bisik Fahri, melihat kedua pengawalnya berbisik, sekertaris Nanda semakin geram


"Cepat bodoh! " Geram sekertaris Nanda


"Baik Tuan, kita lakukan Fah, hitungan ke tiga kita didobrak" Ujar Riki sambil menggulung lengan kemejanya


"Dan satu! "


"Dua! "


"Ti--"

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2