Partner Ranjang Om Duda

Partner Ranjang Om Duda
Episode 85_Selai Kacang


__ADS_3

"No, daddy gak ha-" Ucapan Steven terhenti lalu segera mungkin dia mengibaskan selimutnya


"A-apa kau bilang hamil?? " Sambungnya lagi sambil berjalan pelan memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa mual lagi


"Iya, mungkin Tuan mempunyai wanita simpanan atau mommy dari anak kecil ini sedang hamil atau lagi-"


"Huekk... Huekk.. Huekk" Steven berlari kedalam kamar mandi membuat dokter riyan tak tega, tapi mau bagaimanapun dia hanya bisa memberikan kode untuk Steven, dia tidak bisa mengatakan bahwa Zena hamil karna ulahnya,


Mendengar semua cerita yang diucapkan Dave jika Zena sudah menikah membuat tubuh dokter riyan shock, dan dokter riyan langsung menuju jika Steven lah suami Zena, apalagi saat anak kecil yang memanggil Steven dengan sebutan Daddy membicarakan soal mommynya


"Kalau begitu saya pamit dulu" Ujar dokter riyan yang langsung beranjak pergi dari kamar Steven, melihat dokter riyan sudah berjalan, sekertaris Nanda langsung berlari mencegah dokter riyan


"Apa maksudmu, Tuan ku sedang merasakan seperti tri semester awal kehamilan yang seperti di yang dirasakan ibu hamil pada umumnya? " Tanya sekertaris Nanda yang diangguki dokter riyan


"Iya benar"


"Apa ucapanku salah? Atau jika kalian masih ragu, kalian bisa membawa Tuan Steven kerumah sakit" Jawabnya tersenyum lalu berjalan menuju lift


Saat tengah bertarung dengan pikirannya, tiba-tiba sekertaris Nanda menutup mulutnya tak percaya "Berarti, dalam arti lain Nyonya sedang hamil? Tapi bagaimana bisa aku menyimpulkan, bisa saja simpanan Tuan yang sedang hamil, jika Nyonya hamil makan Nyonya tidak akan ikut dengan temannya ke luar negri" Gumam sekertaris Nanda di dekat pintu, dia berfikir sambil menggigit salah satu jarinya


Melihat Steven keluar dari kamar mandi, sekertaris Nanda langsung berlari, dia hendak membantu Tuannya berjalan menuju ranjang


"Dimana dokter itu? " Tanya Steven dengan wajah pucatnya, dia memegang kepalanya yang terasa pusing


"Sudah pulang Tuan,"

__ADS_1


"Bodoh! Kenapa kau membiarkan dia pergi!!! Aku masih membutuhkannya! " Pekik Steven membuat Rio yang sedang menatap keduanya heran


"Dadd! Daddy lagi sakit tapi kenapa hobi Daddy marah-marah"


"Bagaimana mommy betah dengan sikap Daddy yang seperti ini, Rio cuma mau kasih tahu aja, kalau hari ini omah akan datang" Gerutu Rio


"Sayang, siapa yang marah, Daddy cuma lagi berbicara dengan om Nanda, pendengaran om Nanda sedang bermasalah, jadi Daddy harus berbicara teriak-teriak" Ujar Steven halus, dia tidak bisa bersikap kasar di depan anaknya karna kemarin saat melihat wajah Rio ketakutan membuat hati Steven terasa sakit, dia takut jika Rio akan takut dan tidak menyayanginya lagi


"Rio pergi dulu ya dari kamar daddy" Sambungnya yang diangguki Rio


Setelah melihat anaknya pergi dari kamar, Steven langsung menyampaikan beberapa pertanyaan yang sedang di fikirkan


"Nda, apa yang dikatakan dokter riyan? Apa benar Zena hamil? " Tanya Steven pada sekertarisnya


"Mungkin, atau jangan-jangan simpanan tuan yang hamil?? " Jawab sekertaris Nanda cepat, tak bisa dipungkiri ucapan Jeff yang mengantarkan Tuannya kedalam hotel untuk menemui simpanannya sangat terngiang-ngiang jelas dan tak bisa dilupakan olehnya


"Argkkh siial! Kenapa ponselnya tidak aktif!! " Umpat Steven yang melempar ponselnya ke atas ranjang


"Kau pergilah! Cari tahu riwayat kondisi istriku di seluruh rumah sakit, termasuk rumah sakit yang di kerjakan oleh dokter itu, jika benar istriku hamil....aku akan menyusulnya sendiri, aku tidak bisa membiarkan istri dan anakku mendapatkan perhatian dari pria lain" Seru Steven yang diangguki sekertarisnya


"Ba-baik Tuan, tapi sebelumnya saya akan menyuruh bibi untuk membawakan sarapan pagi untuk Tuan, Tuan harus makan agar bisa mencari Nyonya"


"Hemm benar, ya sudah pergi sanah dan suruh bibi untuk membawakanku sandwich selai kacang, aku sedang ingin memakan itu, tapi kau harus pastikan selai kacang itu baru dibuat karna aku tidak mau memakan selai kacang sisa kemarin atau selai kacang yang berada di supermarket"


"Aku tunggu 20 menit, sebelum 20 menit sandwich itu harus ada di kamarku" Titah Steven membuat sekertaris Nanda menelan salivanya susah,

__ADS_1


"Ta-tapi Tuan, di rumah tidak ada kacang, dan bibi harus membeli kacang kualitas terbaik untuk dimakan Tuan, waktu 20 menit itu tidak akan cukup" Tawar sekertaris Nanda


"Ya sudah, kau saja yang membelikan kacang itu, apa susahnya...


"Waktumu dimulai dari sekarang, jangan sampai kau buat nafssu makanku hancur lagi, karna telat membawakan makanan untukku" Ujar Steven enteng, dia menaiki ranjangnya dan meraih ponselnya yang tergeletak di samping tempat tidurnya


"Baik Tuan" Jawab sekertaris Nanda yang langsung pergi dari kamar Tuan nya


"Dan saya semakin yakin jika Nyonya benar-benar hamil," Gumamnya dalam hati, "Bagaimana bisa Tuan nya yang sedang sakit menjadi menyebalkan seperti ini"


***


Setelah sampai di apartemen miliknya, Dave pun membantu Zen untuk membereskan sisa debu yang menempel di setiap ruangan,


"Apartemen ini dijaga ketat oleh beberapa satpam yang sudah berpengalaman, jadi kamu tidak perlu merasakan cemas atau khawatir," Ujar Dave yang sedang mengambil kain putih menutupi semua barang di apartemennya


Zena tersenyum saat mendengar ucapan temannya karna sejujurnya dia juga khawatir jika sewaktu-waktu suaminya atau mantan bossnya menemukan dirinya disini


Tak mendengar jawaban dari temannya membuat Dave menoleh kebelakang, dia melihat temannya Zena sedang tersenyum padanya "Kenapa senyum hem? " Tanya Dave berjalan menghampiri Zena lalu mengusap rambut panjang Zena


"Gak papa, cuma bahagia aja, aku bisa punya teman sebaik kamu, yang sudah memberiku tumpangan untuk tinggal sama memberiku sebuah pekerjaan"


"Aku gak tau bagaimana jadinya jika aku sewaktu itu tidak ditolong mu"


"Suamimu sakit" Ujar Dave tiba-tiba membuat Zena terkejut

__ADS_1


"Aku mendapatkan kabar dari dokter riyan, dia baru saja mengecek keadaan suamimu, benar kan suamimu bernama Steven? " Sambungnya lagi sambil memapah Zena untuk duduk di sofa


Bersambung😘


__ADS_2