
Gofan melangkah menyusuri lebih jauh ke area belakang Asrama Murid Inti. Dia memeriksa setiap sudut, berharap menemukan petunjuk keberadaan Tablet Dewa Naga.
" Hari sudah begitu gelap. Di tempat seluas ini, bagaimana aku akan menemukan tablet itu?... Bentuknya saja aku tidak tahu " Gofan berhenti sejenak dan bersandar di dinding belakang Perguruan Tunjung Putih.
" Ini sudah sisi terjauh. Di luar dinding ini, maka itu berarti aku sudah keluar dari Perguruan Tunjung Putih. Ayah mengatakan tablet itu ada di perguruan ini, di halaman ini... " Gofan berjongkok dan memandang ke arah langit.
" Gofan. Benarkah tablet itu ada di sini? " Tanya Longwang dari dalam Kalung Kerang Ajaib.
" Iya Paman. Seharusnya ada di sekitar sini. " Sahut Gofan. Dari luar Gofan terlihat seperti sedang berbicara seorang diri.
" Paman. Apa paman tahu bagaimana bentuk tablet itu? " Tanya Gofan.
" Aku tidak tahu. Di catatan yang tersisa dari peninggalan trah Naga hanya ada keterangan, bahwa Tablet Dewa Naga dapat berubah bentuk dan ukuran "
" Sial. Kalau begitu, berarti bisa saja di antara rumput ini ada tablet itu, atau tumpukan batu itu, atau pohon-pohon ini... Haih... "
" Sepertinya ini akan memakan waktu lebih lama dari yang bisa ku bayangkan " Ucap Gofan setelah mendengar jawaban Longwang.
" Atau mungkin dinding yang kamu sandari itu adalah tablet yang kamu cari " Suara seorang gadis tiba-tiba terdengar di telinga Gofan.
Gofan terkejut mendapati seorang gadis muda, berusia sekitar 20 tahunan, duduk di atas sapu terbang dan melayang tepat di atas kepalanya.
' Kapan gadis ini muncul? Dari tadi aku memandang bulan di langit, aku tidak melihat dia... '
' Apa maksudnya dengan dinding ini adalah tablet itu? ' Batin Gofan saat matanya bertemu pandang dengan mata indah gadis tersebut.
*Zyuut*
Gadis yang menaiki sapu terbang itu, turun dan mendarat tepat di hadapan Gofan yang masih berjongkok.
" Kamu sakit perut? Kenapa berjongkok di sana? " Tanya gadis muda bermata indah tersebut.
Gofan mengernyitkan alisnya saat mendengar pertanyaan kocak gadis itu. Gofan berjongkok karena lelah setelah berkeliling halaman dan tidak menemukan keberadaan Tablet Dewa Naga.
Mendengar kata-kata gadis itu, Gofan beranjak bangun dan membenarkan pakaiannya.
" Ehem... Aku hanya lelah. Bukan sakit perut. Kakak salah paham "
" Aku tahu... Aku hanya bercanda " Sahut si gadis sambil tertawa kecil.
" Kakak? Setahuku, kamu lebih tua dariku beberapa hari. Lenfan, bukan? " Imbuh gadis itu dengan nada sedikit berbisik.
Gofan jelas terkejut, selain Xionan tidak ada yang tahu mengenai jati dirinya yang sebenarnya. Hanya Xionan yang tahu bahwa Gofan adalah Lenfan.
Gofan segera menyembunyikan ekspresi keterkejutannya dan tertawa kecil, " Apa maksud Kakak? Lenfan? Aku rasa Kakak salah orang "
Gofan menyangkal ucapan gadis tersebut.
__ADS_1
" Lenfan. Lahir di Perguruan Tanah Terlarang. Kakekmu adalah Lenming, Ayahmu bernama Lenhao dan Ibumu bernama Qimoruong. Kelahiranmu bertepatan dengan munculnya bulan purnama kesepuluh di tahun Naga Logam, hampir 22 tahun silam... " Ucap si gadis.
Mulut Gofan menganga mendengar ucapan gadis tersebut, bahkan Gofan beberapa kali memejamkan dan membuka mata, dia berharap gadis di hadapannya adalah mimpi.
Sebab mustahil ada orang yang tahu identitasnya dengan serinci itu.
" Oh ya.. Temanmu yang bernama Xionan sedang dalam bahaya. Para Dewa Kematian menyeretnya ke Neraka untuk menerima hukuman, karena melawan Hukum Kematian " Imbuh gadis tersebut.
" Si-siapa kamu? Darimana kamu tahu tentang aku dan apa maksudmu tentang tablet... juga Xionan, darimana kamu tahu? " Gofan menjauh selangkah, mundur dari gadis itu.
Ucapan yang dikatakan gadis bersapu terbang itu tepat sekali, tidak ada yang salah. Itu membuat Gofan berpikir, gadis di hadapannya mungkin adalah mata-mata dari trah darah murni.
*Blazh*
Tongkat besi muncul di tangan kanan Gofan.
" Oh.. Tongkat Emas Naga Kembar... Tapi sayang sekali, pria di dalamnya terpaksa tidur untuk waktu yang lama... "
" Tenang... Aku bukan berniat jahat, aku hanya memiliki sedikit kelebihan... "
" Namaku Lengyue dan terima kasih karena kamu telah menyadarkan Ibu ku " Ucap gadis yang ternyata bernama Lengyue.
' Lengyue? Ibunya? Kapan aku... Tunggu dulu.. Aku rasa, aku pernah mendengar nama itu.. '
' Lengyue? Bukankah itu... itu berarti dia putri Lengjing? ' Pikir Gofan.
" Kamu.. Lengyue si gadis cenayang yang gagal menunjukkan keberadaan Kitab Surga Sembilan Langit bukan? " Tanya Gofan setelah mengingat siapa Lengyue sebenarnya.
" Benar. Aku Lengyue itu... "
" Terawanganku saat itu tidak salah. Aku sengaja memberitahukan hal yang salah kepada keluarga Gu, karena Ayahku sangat menginginkan Gada Penghancur Bumi milik mereka " Sahut Lengyue.
" Jadi, kamu sengaja membuatku menjadi sasaran kesalahan karena dianggap menghilangkan Gada itu, padahal Ayahmu, Lengjing yang telah mengambilnya? " Tanya Gofan dengan nada sedikit kesal.
Lengyue mengangguk pelan sembari tersenyum. Lengyue kembali menaiki sapu terbangnya dan melayang tiga kaki dari atas permukaan tanah.
" Kamu juga diuntungkan bukan? Berkat aku, kamu diusir dari rumah keluarga itu... "
" Jika kamu masih hidup dan tinggal di sana, kamu hanya akan menjadi pelayan Guxiong "
' Diuntungkan apanya? Aku menderita, dengan hidup sebagai gelandangan selama hampir dua tahun berkat perbuatanmu itu... ' Batin Gofan geram.
Gofan mengingat kembali saat dimana dia diusir dari kediaman trah Gu, padahal Gofan sudah mulai menabung untuk membeli sebuah pondok kecil dan memulai hidupnya sendiri. Tetapi karena dia diusir secara paksa, semua uang tabungan Gofan-Lenfan- saat itu, tertinggal di kediaman tersebut.
" Hei... Kenapa justru melamun? Tablet itu ada di belakangmu dan teman hantumu itu sedang dalam bahaya... "
" Tapi tidak juga, selisih waktu di Neraka dan di sini hampir sebulanan dan perjalanan dari sini mencapai Neraka, sekitar empat hari, jadi kamu masih punya waktu selama empat bulan sebelum cukup kuat untuk menyelamatkannya " Kata Lengyue dari atas sapu terbangnya.
__ADS_1
Gofan bingung mendengar kata-kata Lengyue, tidak satu pun di antara semua kata-kata itu yang masuk akal untuk didengar.
' Apa dia benar-benar seorang cenayang? Dia menebak dengan benar tentang identitasku, dia tahu tentang Xionan, dan juga Tablet Dewa Naga... '
' Tapi kenapa dulu dia salah menerawang keberadaan Kitab Surga Sembilan Langit? ' Gofan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
" Lengyue. Apa maksudmu dengan aku menyadarkan Ibumu? Apa juga maksudmu dengan dinding di belakangku ini adalah Tablet Dewa Naga? Lalu darimana kamu tahu Xionan sedang dalam bahaya? "
Lengyue mengelus dagunya dan berucap dengan nada sedikit agak sombong, " Aku ini seorang cenayang terhebat di abad ini, cucu dari salah satu trah Qimo yang tersisa. Nenek ku itu adalah teman baik dari Ayahnya Ibumu " Ucap Lengyue.
" Trah Qimo? Apa hubungannya dengan Ibu ku? "
" Jangan mengalihkan pertanyaanku, jawab saja yang aku tanyakan " Kata Gofan sembari berbalik untuk menekan-nekan dinding yang tadinya ada di belakang punggungnya.
' Apa benar dinding ini tablet yang aku cari? ' Pikir Gofan.
Lengyue menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat tindakan Gofan.
" Sepertinya Ibumu, Qimoruong, tidak pernah menceritakan tentang asal-usulnya kepadamu... "
" Baik. Karena aku baik hati, akan ku beri tahu... " Lengyue menceritakan tentang kisah trah Qimo, trah keluarga Ibu Gofan.
Lengyue menceritakan tentang kejadian Malam Bulan Darah, yaitu malam pembantaian trah Qimo yang terjadi sebelum legenda Hantu Buiyan muncul dan membuat orang lupa dengan kejadian Malam Bulan Darah.
Berpuluh hela napas kemudian, Gofan akhirnya cukup mengerti maksud ucapan Lengyue. Ternyata keluarga Ibunya adalah salah satu dari dua keluarga trah pengendali hantu. Persaingan di antara dua keluarga itu, akhirnya menimbulkan terjadinya pembantaian pada trah Ibunya.
' Jadi karena pembantaian itu, Ibu tidak pernah bercerita tentang keberadaan sanak keluarga yang lain... ' Batin Gofan.
Gofan juga akhirnya menyadari bahwa, Nenek Lengyue, yaitu Ibu dari Lengjing adalah seorang keturunan trah Qimo yang berhasil selamat dari pembantaian trah Qimo.
Dari darah keturunan Neneknya itulah, Lengyue menjadi memiliki kemampuan menerawang, hingga akhirnya dijuluki sebagai Cenayang Gunung Angkasa.
' Itu berarti Lengyue ini adalah kerabat jauhku ' Pikir Gofan setelah mengetahui hubungan trah Qimo dengan dia dan Lengyue.
" Aku sudah pernah menerawang, bahwa kamu akan membuat hubungan Paman Xiongmeng dan Ibuku, Qingyue, akan menjadi hancur... Berkat perbuatanmu, perlahan ibuku menjadi sadar bahwa cinta Ayahku itu tulus..."
" Mengenai tablet itu... Aku melihat sekilas bahwa tiga bulan dari sekarang, kamu akhirnya menyadari bahwa dinding itu adalah Tablet Dewa Naga dan mencuri dinding itu dari perguruan ini " Ucap Lengyue.
" Kalau Xionan itu, aku melihat sendiri dia dijemput beberapa Dewa Kematian, saat aku membantu Paman Vasudev mencari teman hantumu itu " Imbuh Lengyue.
" Lengyue. Jika aku boleh tahu, apa alasanmu memberitahuku semua ini? dan jika kamu memang cenayang terhebat, kenapa dulu kamu salah menebak keberadaan Kitab Surga Sembilan Langit? "
Gofan sekarang mengerti maksud ucapan Lengyue, ternyata semua kata-kata membingungkan yang diucapkan Lengyue sebelumnya, berasal dari hasil penglihatan masa depan yang dia miliki.
" Karena kamu akan mati tiga bulan dari sekarang! "
Bersambung...
__ADS_1
"Yang membuatmu patah hati sebenarnya bukan cinta, melainkan besarnya harapan yang kau pertaruhkan untuknya." -BUS-