Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 108. Tentu Saja, Kami Adalah Kami


__ADS_3

' Aku rasa, selama ini aku telah keliru... Aku terlalu mudah mempercayai orang... Tidak kusangka, dia adalah Suami Ziyishi, Kapten Kedua dari 13 Kapten Bandit Serigala Biru ' Gofan benar-benar marah setelah mengetahui bahwa selama ini, hidupnya dikelilingi oleh kumpulan orang-orang palsu.


' Gofan. Tampaknya kamu sudah rugi besar. Kamu memberi resep Sup Jiwa Raga kepada orang yang salah ' Longyun mengirimkan suara batinnya kepada Gofan.


Longyun dan Longwang selalu mengamati hal yang terjadi melalui layar air di dalam Kalung Kerang Ajaib.


' Andai aku tahu kebenarannya sebelum ini, aku tidak akan pernah memberikan resep itu padanya ' Sahut Gofan kepada Longyun.


Satu hal yang tidak diketahui Gofan. Kelak di masa yang akan datang, akibat dari pemberian resep itu, sebuah perang besar terjadi. Perang Dunia Siluman Kedua terjadi akibat tersebarnya resep Sup Jiwa Raga tersebut.


" Aku dengar pada akhirnya, kamu justru membuang bocah itu ke Markas ke-13? Bukankah itu sama saja dengan menyiksanya? Kenapa tidak dilakukan dari awal " Tanya Tianfuzi.


" Hahaha... Aku tidak menyangka, informasi itu pun terdengar ke telingamu... "


" Benar, aku memang mengirimnya ke Markas ke-13. Aku sudah mencoba mengulik semua kemampuan bocah itu dalam hal pengobatan... Tapi dia hanya terus mengulangi cara-cara pembuatan Arak Cenchu " Sahut Kongchu.


" Sesekali saat pelayanku yang lain sakit, dia baru menunjukkan kebolehannya itu. Dari situ aku mendapat beberapa tambahan pengetahuan baru tentang obat... "


" Meski aku merasa dia bukan anak biasa, tapi dia tidak pernah menunjukkan teknik pengobatan lainnya. Akhirnya setelah iparku ini menemukan Kunci Peraknya, aku memutuskan mengirim Cenfan ke Markas Ke-13. Kebetulan, waktu itu, di Markas itu banyak anggota kami yang sakit. Aku berharap dia akan menunjukkan kemampuannya di sana... "


" Tapi, setelah beberapa tahun di sana, dia masih juga sama, hingga akhirnya dia dipindahkan " Imbuh Kongchu.


' Jadi dalang di balik semua penderitaanku di Markas ke-13 adalah karena dirimu...' Batin Gofan geram.


Waktu masih berada di Markas ke-13 Bandit Serigala Biru, hampir setiap hari Gofan-Lenfan- harus menjadi koki sekaligus tabib paksaan untuk para Bandit yang terluka dan kelaparan sehabis merampok.


Pernah sesekali Lenfan menaruh obat cuci perut yang membuat hampir setengah Bandit di Markas itu mengalami buang air akut. Semua itu Lenfan lakukan saat ada persiapan besar, semisal para Bandit akan pergi menjarah sebuah Desa. Lenfan sengaja meracuni mereka, agar mereka membatalkan kepergian mereka untuk menjarah Desa tersebut.


Jika bukan berkat Bulga yang memilih dirinya untuk dipekerjakan di Tambang Batu Darah, mungkin selamanya Lenfan akan hidup di Markas Bandit tersebut.


Tianfuzi mengangguk mendengar jawaban Kongchu, sebelum lanjut berkata, " Lalu dimana Kunci yang ketiga? Dimana Kunci Emas berada? "


" Kami tidak tahu. Karena itulah kami memanggilmu... Kamu memiliki informan terbaik di Benua ini. Aku yakin dengan bantuanmu, kita akan dapat menemukan lokasi Kunci ketiga berada " Sahut Ziyishi.


" Senior semua, maafkan kebodohanku. Jika tidak keberatan, bisakah Senior menjelaskan tentang Gerbang Dewi Ruyi ini? " Pinta Guxiong dengan hormat. Sedari tadi, dia tidak mengerti Kunci dan Gerbang apa yang dibahas orang-orang tersebut.


" Biar aku saja yang menjelaskan... "


" Saudaraku. Saat Alam Kecil ini diciptakan, Dewi Ruyi yang merupakan Dewi Takdir Kehidupan, bertugas mengatur kehidupan manusia dengan menggunakan sebuah Senjata Dewa pemberian Surga, yang disebut sebagai Roda Nasib... "

__ADS_1


" Dewi Ruyi menciptakan sebuah Gerbang yang menghubungkan Alam Kecil dengan Istana miliknya di Alam Besar "


" Untuk memasuki Gerbang tersebut, kita harus memiliki tiga buah kuncinya, yaitu Kunci Emas, Kunci Perak, dan Kunci Perunggu " Ucap Ximenhong.


" Konon, siapa pun manusia yang berhasil masuk ke Istananya, akan dipersilahkan memutar Roda Nasib... "


" Jika kita bisa memutar roda itu, maka kita bisa mengubah takdir kita. Menjadi Dewa dan menjadi Yang Abadi tidak lagi mustahil " Imbuh Ximenhong sembari meragakan gerakan tangan seakan-akan dia telah berhasil memutar Roda Nasib.


' Begundal muda ini berpikir seakan-akan dia sudah memutar Roda Nasib... Apa dia tidak tahu? bahkan Dewa Cahaya dan Dewa Gelap pun gagal menemukan Kunci-kunci ini ' Batin Tianfuzi heran melihat cara bicara Ximenhong.


Guxiong mengangguk mendengar penjelasan Ximenhong tersebut. Kini dia sudah mengerti mengapa Kunci-kunci itu menjadi begitu berharga.


" Aku akan mencoba sebisaku, tapi aku tidak berani memastikan kapan akan menemukan kunci ketiga " Sahut Tianfuzi dengan nada malas.


Dalam hatinya, Tianfuzi tidak terlalu tertarik dengan Gerbang Dewi Ruyi, sebab pendekar sekelas Dewa Cahaya dan Dewa Gelap pun gagal menemukan keberadaan Kunci Emas dari Gerbang Dewi Ruyi.


" Apa sebenarnya latar belakang keluarga Bocah bernama Cenfan itu? Dari mana Cenfan bisa mendapatkan Kunci Perak ini? " Tianfuzi penasaran dengan hal itu, dia menoleh ke arah Ziruyue.


" Oh.. Benar. Mengenai identitas Cenfan. Dia hanya anak yatim piatu dari sebuah Desa yang diserang Siluman. Itu yang dulu dia katakan kepadaku. Aku pikir, dia jujur. Dia sudah menganggapku sebagai Saudarinya. Tidak mungkin dia membohongiku... Sementara untuk Kunci Perak itu, mungkin hanya secara tidak sengaja dia dapatkan " Sahut Ziruyue.


' Puih... Untung saja saat itu aku berbohong. Jika tidak, mungkin Tianfuzi akan tahu bahwa Batu Reinkarnasi ada bersamaku ' Pikir Gofan saat mendengar ucapan Ziruyue.


Meski sudah menganggap Muruyue alias Ziruyue sebagai Saudari angkatnya. Saat itu, Gofan-Lenfan- ingin agar Muruyue mengenalnya sebagai Cenfan, seorang anak yatim piatu korban serangan para Siluman. Selain juga untuk merahasiakan identitas aslinya sebagai Lenfan, putra Raja Gelap yang selamat dari pembantaian trah Len.


' Ini semua berkat Gugu... Jika bukan karena Gugu, mungkin Kultus Abu-Abu akan menemukanku jauh sebelum aku bertemu Quila dan Cangu... '


' Tapi.. Apa Gugu adalah memang Gugu? ' Batin Gofan.


Setelah menyadari dirinya telah tertipu oleh Ziruyue dan Kongchu, kini Gofan menjadi curiga dengan identitas asli Guzhimei.


' Paman Longwang. Longyun. Apakah kalian memang kalian? ' Gofan mengirimkan suara batinnya ke dalam Kalung Kerang Ajaib.


" Ayah. Apa maksudnya? " Tanya Longyun bingung, saat mendengar pertanyaan aneh Gofan dari dalam Kalung Kerang Ajaib.


" Entah " Sahut Longwang sembari menggelengkan kepalanya, dia juga bingung, tidak mengerti maksud pertanyaan Gofan.


" Lalu, bagaimana kita akan menjawabnya? " Tanya Longyun kembali.


" Haih... Sudah. Biar Ayah saja yang jawab " Sahut Longwang sebelum mengirimkan suara batinnya menjawab pertanyaan Gofan, ' Tentu saja, kami adalah kami, trah Naga yang tersisa di Alam Kecil ini '

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Longwang, justru Gofan yang bingung. Sesaat kemudian, setelah mencerna jawaban dari Longwang, barulah Gofan tersadar, bahwa dia telah salah mencurigai tanpa bukti kepada Longwang, Longyun, dan Guzhimei.


' Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku harus curiga kepada mereka? ' Batin Gofan. Jika saja Gofan sudah kembali ke wujud manusianya, dia mungkin akan menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Tuan Kongchu, kamu tahu dimana Cenfan sekarang? " Tanya Tianfuzi setelah mendengar jawaban Ziruyue.


" Dia sudah mati... "


" Siang tadi, Dua Pendekar dari Cang'An mampir ke kedaiku dan mengabari bahwa Cenfan sudah mati " Sahut Kongchu kepada Tianfuzi.


" Oh ya.. Dua Pendekar Cang'An itu sepertinya berniat menyelamatkan dua Gadis pendekar yang akan kamu lelang istriku... "


" Seorang di antara mereka yang bernama Zhao Feng bahkan terlihat seperti menaruh dendam pada Tuan Muda Ximenhong " Imbuh Kongchu menceritakan pertemuannya dengan Gofan dan Vasudev.


' Benar. Awalnya aku memang ingin sedikit memberi pelajaran pada Ximenhong demi Muruyue, tapi... Sekarang aku justru ingin membalas kalian, Kongchu, Ziruyue ' Batin Gofan.


Ziyishi dan Ximenhong terkejut mendengar Dua orang Pendekar Cang'An datang untuk berurusan dengan mereka.


[Istana Tamu-Istana Kerajaan Penda]


Sehari sebelum Gofan dan Vasudev tiba di Kota Langit Cahaya.


Di sebuah ruangan di Istana Tamu Kerajaan Penda, Goyige sedang duduk menunggu kabar dari Burka dan yang lain mengenai pencarian adiknya.


" Hormat Pangeran " Salam hormat dari Burka, Shingha, dan Rajhu ketika mereka tiba di hadapan Goyige.


" Sudah. Berdirilah! Cepat katakan, apa kalian sudah menemukan keberadaan adik ketigaku? " Ucap Goyige.


" Kami menemukan petunjuk, kemungkinan Pangeran Ketiga ada di Paviliun Bunga Indah, yang Mulia " Sahut Shingha.


" Benarkah? Bagus! Kerja bagus.. Lalu, apa kalian tahu, apa yang sedang dilakukan oleh adik keduaku saat ini? " Raut wajah Goyige mendadak menjadi lebih ceria usai mendengar jawaban Shingha.


" Pangeran Kedua masih belum berangkat ke Benua ini, dia belum melakukan gerakan apa pun Yang Mulia " Sahut Rajhu.


" Kemungkinan, Pangeran Kedua memutuskan untuk menyerah " Imbuh Burka.


Goyige tertawa puas, dia merasa tujuannya untuk menjadi Putra Mahkota sudah semakin dekat.


" Sampaikan kepada Pangeran Litaizhong bahwa besok aku akan mengunjungi Paviliun Bunga Indah " Perintah Goyige kepada ketiga Pendekar Muda Meghalaya tersebut.

__ADS_1


" Baik Yang Mulia " Mereka bertiga pergi dan menyampaikan pesan Goyige kepada Litaizhong.


Bersambung...


__ADS_2