Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 199. Batu Surga, Sutra Surgawi


__ADS_3

[Gua Slime-Hutan Iblis Langit]


Gofan memandangi gulungan bambu di tangannya, aura kuno memancar dari sana. Seakan benda itu sudah ada sangat amat lama bahkan jauh sebelum dua Dewa Besar tercipta.


“Menurut para Slime, gulungan ini disebut Sutra Surgawi....” Gofan membaca sekilas isi gulungan bambu, “...Para tikus memanfaatkan ini sebagai Pujian Keimanan pada Tugu Suci, dari pujian itu mereka memperoleh Energi Surga yang murni. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di dalam Sutra Surgawi ini tersimpan salah satu dari tujuh Batu Surga, dari sanalah Energi Surga yang murni muncul...”


Sebelum Surga menghilang, Surga menciptakan sebuah batu dari pancaran energiNya, yang dikenal sebagai Batu Surga. Batu Surga pecah menjadi tujuh bagian dan tersebar di semua alam. Salah satu pecahan Batu Surga jatuh ke Alam Kecil dan ditemukan oleh Dewa Naga.


Dalam pertempuran melawan Dewa Cahaya dan Dewa Gelap, sebelum meninggal, Dewa Naga memecah pecahan Batu Surga miliknya menjadi sembilan bagian, yang kemudian dikenal sebagai Sembilan Batu Bertuah. Batu itu sekarang telah berhasil dikumpulkan oleh Dewa Gelap.


“Satu Batu Surga lainnya diberikan Dewa Perang Tianyuan padaku, tapi Dewa Gelap juga berhasil mengambilnya dariku.... Ditambah dengan Batu Surga di dalam Sutra Surgawi ini, sudah ada tiga yang muncul, sisa empat lainnya...Entah sudah dimiliki atau sedang menunggu seseorang untuk memilikinya.”


Gofan membentuk segel dua tangan, lalu mulai memutar basis budidayanya, sebuah pusaran emas kecil berputar di atas kepalanya. Mulutnya mulai menggumamkan lantunan Pujian Keimanan, membuat Sutra Surgawi bersinar dan Energi Surga keluar dari sana.


*Wuuuzz* Untaian Energi Surga dari gulungan Sutra Surgawi, bercampur Energi Matahari dan Bulan dari Langit Violet perlahan masuk ke dalam pusaran emas kecil. Terhisap masuk ke dalam tubuh Gofan.


Gofan tenggelam dalam budidayanya, terus menerus menyerap Energi Surga dan Energi Matahari-Bulan. Di saat bersamaan, semua Slime memandang rakus pada Energi Surga yang mengalir keluar, membuat mata mereka berubah dengan tatapan penuh kerakusan.


Saat mereka berlari liar mendekat ke arah Gofan, dengusan dingin muncul dari dalam ruang bawah tanah dan mencegah mereka mendekati Gofan. Para Slime ketakutan, tatapan rakus mereka perlahan menghilang dan membubarkan diri, perlahan mereka menjauh dari Gofan.


Dengusan dingin itu dikeluarkan oleh Slime terbesar yang ada di dalam ruang harta bawah tanah. Energi Surga dari Sutra Surgawi membuatnya terbangun dari tidur panjangnya. Setelah memastikan semua Slime menjauh dari Gofan, Slime besar itu kembali menutup mata dan tertidur. Slime besar itu adalah Raja Slime, dan dengusan dingin itu adalah perintah mutlak yang harus dituruti kawanan Slime.


**


Waktu berlalu, tiga minggu sudah berlalu, tapi Gofan bahkan belum menyerap 1% dari Energi Surga yang dikeluarkan Sutra Surgawi. Tingkat budidayanya masih belum sesuai dengan tingkat budidaya yang diakui di Alam Besar, memperlambat proses penyerapan itu.

__ADS_1


Di tempat lain, di Alam Langit Kedua, Jiang Hong menunggu dengan cemas di depan gerbang sebuah kediaman.


Kediaman itu besar dan megah, dari luar bisa dilihat bahwa ada banyak sekali bangunan berbeda berdiri di dalam kediaman, itu lebih mirip sebuah kota daripada kediaman biasa. Di atas gerbang tertulis kata 'Klan Jiang', di sanalah Jiang Hong menunggu.


“Salam Tetua Hong... Ayo kita berangkat.”


Seorang pria muda keluar dari gerbang, dia membungkuk sedikit kepada Jiang Hong, dia sombong dan tidak sedikit pun menunjukkan bahwa bahwa salam itu adalah rasa hormat, hanya sekedar basa-basi.


Jiang Hong membalas salam, “Tuan Muda Kang, apa hanya kamu yang akan pergi membantu kami?.”


Jiang Hong sudah menunggu selama dua hari untuk mendapatkan bantuan dari Klan Jiang. Tapi ketika dia melihat, Klan Jiang hanya mengirim satu orang untuk membantunya, dia ragu.


Pemuda itu mengerutkan alis, menatap Jiang Hong, “Tetua Hong. Kamu datang di saat yang tidak tepat, sekarang Tiga Klan Suci sedang disibukkan dengan perekrutan murid baru. Sudah untung aku menyempatkan diri untuk mendengar keluhanmu.. Apa itu belum cukup?”


“Aku sudah membentuk tiga Jiwa, akan ku selesaikan dengan cepat, tenang saja..kalau begitu tunggu apalagi?.. Ayo...”


Jiang Kang ini adalah salah satu Styx tingkat tinggi dari Suku Tikus Sayap Perak, dia adalah orang yang sombong, dia memiliki keyakinan yang tinggi bahwa dia akan mampu berurusan dengan para Slime.


“Baik.. Baik.. Mari.” Keduanya terbang munuju portal dimensi dan akan muncul di Alam Langit Pertama dalam waktu seminggu setelahnya.


**


Di depan sembilan lubang portal dimensi di hamparan Sungai Bintang Kehampaan...


Sembilan altar uji coba telah didirikan oleh Tiga Klan Suci. Masing-masing Klan Suci menjaga tiga altar di tiga portal dimensi yang terhubung ke Alam Kecil.

__ADS_1


Di Alam Kecil, di luar sembilan portal terdapat sembilan batuan langit besar, itu asteroid besar dengan Formasi pelindung khusus. Tiga Klan Suci telah menyediakan asteroid itu sebagai tempat khusus bagi pembudidaya ranah Human God untuk menyerap Energi Matahari-Bulan. Membantu mereka mempercepat proses mencapai ranah Saint God.


Di salah satu asteroid yang dijaga Klan Jiang, seorang Gadis berkepang dua dengan gaun merah muda bangkit dan bersiap untuk melintasi portal untuk mengajukan diri mengikuti seleksi.


Meskipun tidak terlalu cantik, Gadis ini memiliki mata yang indah, dan jelas terlihat bahwa dia baru saja selesai mencapai ranah Saint God.


“Yubing... Aku akan pergi terlebih dahulu. Jaga dirimu.” ucap Gadis berkepang dua pada salah satu pembudidaya Human God di atas asteroid yang sama.


Ada beberapa puluh orang di setiap asteroid, tanpa kekangan dari Aliansi Dunia Gelap, kini ada ratusan pendekar Alam Kecil yang berhasil mencapai ranah Human God.


Gadis berkepang dua itu Xionan, setelah pertempuran di Pulau Api, dia disembuhkan oleh sisa-sisa anggota Perguruan Lembah Bunga Kamboja dan di sinilah dia sekarang, di asteroid yang sama dengan beberapa pendekar dari Lembah Bunga Kamboja, salah satunya Yubing.


“Selamat saudari Xionan. Sampai jumpa lagi.” Sahut Yubing.


Setelah gagal menemukan keberadaan Lengjing dan Qingyue, Yubing dan seorang Penatua Lembah Bunga Kamboja kembali ke Pulau Api dan mendapati Pulau yang terlihat kacau dengan api dan mayat kulit kering berserakan di sekitar Pulau. Di sana dia menemukan Xionan dan beberapa orang lain yang masih sekarat.


Kemudian mereka kembali ke Perguruan Lembah Kamboja. Yubing dan yang lain berusaha menyembuhkan Xionan, dan kini setelah ratusan tahun berlalu, mereka bersama-sama mengikuti seleksi murid Tiga Klan Suci dari Alam Besar.


Xionan menangkupkan kedua tangan, menekuk sedikit kakinya dan membungkuk hormat, tidak hanya pada Yubing, itu juga ditujukan pada anggota Lembah Bunga Kamboja lainnya. Setelah itu, dia melompat masuk ke dalam lubang portal dimensi.


Bersambung...


Catatan kecil; Saya berusaha membuatnya sangat-sangat singkat, tidak menceritakan secara rinci bagaimana Yubing bertemu Xionan atau apa pun tentang perjalanan mereka selama 270 tahun setelah kepergian Gofan, termasuk juga bagaimana Vasudev dan Mouhuli sekarang. Tapi di episode-episode selanjutnya, akan saya selipkan sekilas tentang itu, tidak panjang-panjang kok... termasuk cerita Urore dan Xiaobai yang dulu dibawa ke Kekaisaran Siluman. Jadi saya membuatnya sesingkat itu, semoga Anda terhibur. LIKE.


Terima kasih sudah membaca, Semoga Tuhan memberkati.

__ADS_1


__ADS_2