
[Kota Hantu - Di Sebuah Kedai]
Gofan diam dan mendengarkan semua cerita tentang Kota Hantu. Dari cerita yang diceritakan oleh si Gadis pelayan, Gofan tahu bahwa Kota Hantu dipimpin oleh seorang Pemimpin Kota bernama Shijie.
Selain sebagai Pemimpin Kota, Shijie juga merupakan Guru Besar dari Perguruan Alam Mayat. Sementara siapa Mahaguru dari Perguruan itu belum diketahui hingga sekarang.
Semua perguruan kecil yang dulunya berada di Kota Larangan telah dimusnahkan oleh Perguruan Alam Mayat.
Semua Murid dan Guru dari perguruan kecil yang ditaklukkan itu direkrut paksa untuk menjadi bagian dari Perguruan Alam Mayat. Sedangkan yang melawan dan menolak akan dijadikan bahan pembuatan pasukan Mayat Hidup.
" Perguruan Alam Mayat didirikan di bekas reruntuhan lahan Perguruan Tanah Terlarang " Tutur si Gadis pelayan mengakhiri ceritanya.
" Terima kasih. Terimalah semua koin ini... Oh ya, hari apa dan bulan apa sekarang ini? " Gofan menyerahkan sepuluh koin emas yang masih ada di genggaman tangannya kepada si Gadis pelayan.
" Hari ini adalah hari ke-11 di akhir tahun Tuan " Sahut si Gadis pelayan sebelum lanjut menanyakan menu yang ingin dipesan Gofan, " Jadi, Tuan mau pesan apa? "
" Bawakan aku daging dan arak terbaik kalian " Sahut Gofan.
' Jika dihitung dari hari ketika aku memasuki Dimensi Haiwa, berarti aku hanya pergi selama 22 hari...'
' Aku harus memperbaiki lagi kemampuan pemindahan ruangku, kalau tidak ingin tersasar seperti sekarang...' Batin Gofan sembari menyaksikan si Gadis pelayan pergi untuk membuatkan pesanan makanannya.
" Kamu tahu, besok Pemimpin Kota akan memilih pendekar berbakat di seluruh Kota Hantu untuk menjadi calon suami dari putrinya " Ucap salah seorang pendekar yang duduk tidak jauh dari Gofan.
" Aku tahu.. Siapa juga yang mau menikahi putrinya yang mirip mayat itu? Kamu mau? " Sahut pendekar lainnya yang duduk di tempat yang sama.
" Stt... Pelankan suaramu. Kalau sampai putrinya mendengar apa yang kamu ucapkan sekarang, kamu bisa mati di tempat "
" Hahaha... Mana ada yang seperti itu, Gadis Mayat itu berada di kediaman Pemimpin Kota. Jaraknya ratusan kaki dari sini, bagaimana dia mendengarku? Haha..... Ukh!!... Arrggh!! " Teriak Pendekar itu kesakitan saat dia tiba-tiba tersedak karena tertawa keras.
*Gedebluk* Pendekar yang menghina putri Pemimpin Kota itu jatuh dan tewas secara tiba-tiba.
" Arghh! " Teriak kesakitan pendekar yang sebelumnya bercerita mengenai berita perjodohan putri Pemimpin Kota sesaat setelah temannya jatuh dan mati.
*Gedebluk* Pendekar itu juga ikut jatuh dan meregang nyawa.
Kedua pendekar itu akhirnya mendadak mati usai menceritakan tentang putri dari Pemimpin Kota.
' Energi Mental yang sangat kuat, dia bisa membunuh mereka berdua dari jarak yang sangat jauh ' Gofan merasakan adanya gelombang serangan Energi Mental yang tiba-tiba melesat dan membunuh kedua pendekar tersebut.
Gofan melihat ke sekeliling dan menyadari ada dua roh hantu yang sedang menatap ke arah dua mayat pendekar itu.
' Mereka pasti roh yang diutus putri Pemimpin Kota untuk mengawasi kota ini ' Batin Gofan menebak identitas kedua roh tersebut.
Para pelayan dan pemilik kedai serta orang-orang yang berada di dalam Kedai, tidak panik melihat kedua pendekar itu tiba-tiba saja mati. Mereka seolah menganggap hal itu sebagai sebuah kejadian yang sudah biasa terjadi.
*Zyuut*
*Zyuut*
Tidak berselang lama setelah itu, muncul dua orang pria berpakaian serba putih dan menggunakan riasan wajah yang aneh mengangkat kedua mayat pendekar itu dan membawa mayat-mayat itu pergi.
__ADS_1
" Tuan. Ini hidanganmu. Silahkan dinikmati " Ucap si Gadis Pelayan sembari menyuguhkan makanan yang dipesan Gofan.
" Apa kamu tidak melihat kejadian tadi? Kenapa semua orang biasa saja? " Tanya Gofan heran kepada si Gadis pelayan.
" Aku melihatnya, semua orang di sini juga pasti melihatnya... Ini sudah biasa terjadi Tuan. Ini adalah bentuk aturan tidak tertulis untuk tidak mengkritik Pemimpin Kota dan Putrinya, jika Tuan tidak ingin seperti mereka " Sahut si Gadis pelayan yang kemudian berlalu pergi.
' Aturan macam apa itu? ' Gofan menggelengkan kepalanya sembari menenggak arak yang sebelumnya dia pesan.
Gofan memutuskan untuk bermalam di Kota Hantu. Dia penasaran dengan Si Pemimpin Kota dan Putrinya. Gofan berencana untuk menghadiri acara perjodohan Putri Pemimpin Kota.
***
Siang hari, keesokan harinya, seluruh jalanan di Kota Hantu mendadak sepi. Semua penduduk Kota dan para pendekar di Kota Hantu sedang berkerumun di depan Kediaman Pemimpin Kota.
Dari atas sebuah Podium. Seorang ajudan Pemimpin Kota sedang menyampaikan sambutan.
" Terima kasih untuk semua yang hadir... Hari ini, Hari terbaik bagi Kota kita karena Pemimpin Kota memutuskan untuk mengadakan pemilihan jodoh untuk Putri Kota kita, Putri Shiyuxin... " Ucap ajudan tersebut.
" Siapa pun yang berhasil terpilih, selain akan menjadi suami Putri, juga akan mendapatkan kitab ini... Ini adalah peninggalan dari Perguruan Tanah Terlarang... Kitab Raja Awan Hitam. Kitab inilah yang membuat Lenhao dijuluki sebagai Raja Gelap " Imbuh ajudan tersebut sembari mempertontonkan Kitab Raja Awan Hitam.
' Kitab Ayahku!? ' Batin Gofan terkejut ketika melihat Kitab Raja Awan Hitam kini dipertontonkan di depan podium.
Gofan sedang berdiri berdesakan dengan para pendekar lainnya yang juga datang menyaksikan acara pemilihan jodoh sang Putri Pemimpin Kota.
" Yang bisa mengikuti perjodohan ini hanya Pendekar Muda di usia 17 tahun sampai dengan 25 tahun... "
" Silahkan mendaftarkan diri di ruang sebelah kiri " Ucap Ajudan Pemimpin Kota.
Namun usai mendengar Kitab Raja Awan Hitam, semuanya berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk memenangkan kitab itu. Tujuan mereka jelas bukan untuk menikahi Shiyuxin, tapi untuk dapat memiliki Kitab Raja Awan Hitam dan menjadi pewaris gelar Raja Gelap generasi baru.
***
"Pendaftar berikutnya, silahkan maju " Ucap panitia pendaftaran.
" Aku... Lujiang dari Kota Angin Putih, ingin mendaftarkan diri "
" Usia? "
" 42 Tahun "
" Pfttt " Si panitia pendaftaran hampir tertawa mendengar jawaban Pendekar tersebut.
" Ditolak. Pendaftar berikutnya, silahkan maju " Ucap panitia pendaftaran mengabaikan Pendekar bernama Lujiang tersebut.
Lujiang sempat bersikeras namun dia dihadang oleh pengawal penjaga kediaman Pemimpin Kota.
Para pendekar muda yang berbaris mengantri untuk mendaftarkan diri menertawakan aksi Lujiang.
" Haha... Ada apa dengan Paman itu?.. Sudah jelas Ajudan Shifuyue mengatakan 17 sampai 25 tahun. Apa dia tuli? "
" Dia itu Lujiang, si Pendekar Angin Putih. Aku dengar dia sengaja datang karena memang ingin menikahi Shiyuxin "
__ADS_1
" Hahaha... Sudah tua begitu ingin menikahi gadis muda Hahah "
Gofan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para pendekar muda tersebut. Dia juga sedikit tahu tentang sepak terjang Lujiang. Seorang pendekar pengelana yang telah menumpas banyak Makhluk Buas dan Siluman yang menyerang beberapa Kota dan Desa.
' Aku sebaiknya, merubah penampilanku ' Batin Gofan saat dia pergi ke belakang bangunan Pemimpin Kota dan membentuk sebuah segel tangan.
" 72 Sihir Perubahan Abadi... Berubah! "
Gofan merubah penampilannya menjadi mirip dengan Yanse yang dulu dia temui di Hutan Bambu Kemarau.
" Aku rasa ini cukup. Dengan begini, aku bisa mengambil kembali kitab itu " Ucap Gofan ketika dia hendak berjalan kembali ke barisan pendaftar.
" Tunggu! " Lujiang menghalangi langkah Gofan.
' Apa maunya Paman ini? Apa tadi dia melihatku berubah wujud? ' Gofan heran mendapati kemunculan Lujiang yang tiba-tiba mengahalangi dirinya.
" Maaf Pendekar. Saya ingin mendaftarkan diri, jadi mohon beri jalan " Sahut Gofan sopan.
" Bocah. Kamu mungkin bisa menipu yang lain, tapi aku sudah melihat perubahan yang tadi kamu lakukan " Ucap Juliang.
' Ternyata benar.. dia melihatku berubah wujud '
" Mohon minggir. Aku tidak ingin membuat masalah dengan Paman, jadi tolong beri jalan " Sahut Gofan ketus.
" Tenang.. Sabar... Dengarkan dulu. Aku tahu, kamu bukan bocah biasa. Di usia begini muda sudah mampu merubah wujud sesempurna ini.. Aku ingin menawarkan kerja sama denganmu "
" Maaf Paman. Aku tidak tertarik "
" Kamu tidak khawatir, aku akan mengatakan kepada para panitia bahwa kamu masih di bawah umur? " Ancam Lujiang.
Gofan tersenyum sinis dan mengabaikan Lujiang.
" Aiya... Tunggu.. Aku sungguh tidak berniat mengancammu.. Begini... Aku dan Shiyuxin saling mencintai namun orang tua itu bersikeras ingin putrinya menikahi yang seumuran... "
" Aku tahu kamu ingin Kitab Raja Awan Hitam. Aku akan memberikannya padamu.. Jadi... " Imbuh Lujiang dengan senyuman tanggung di wajahnya, dia sedikit ragu untuk mengutarakan niatnya kepada Gofan.
" Jadi Paman ingin aku mengubah penampilan Paman menjadi muda?... "
" Aku bisa melakukannya. Tapi kalau cuma untuk mendapatkan kitab itu, aku tidak perlu bantuan Paman " Gofan menebak niat Lujiang.
" Benar. Benar. Aku yakin kamu bisa melakukannya.. Aku... Aku... Aku akan menjadi pelayanmu selama satu hari. Bagaimana? " Lujiang mengajukan tawaran kepada Gofan.
Gofan diam tidak menjawab.
" Dua hari? Aku akan menjadi pelayanmu selama dua hari, bagaimana? " Melihat Gofan diam, Lujiang meningkatkan tawarannya.
Gofan masih diam dan tidak menjawab tawaran Lujiang.
" Satu Minggu.. Bagaimana? " Imbuh Lujiang.
" Dua Bulan. Jadi pelayanku selama dua bulan dan aku akan merubah Paman menjadi berusia 24 tahun. Bagaimana? " Sahut Gofan dengan mengajukan tawaran lain kepada Lujiang.
__ADS_1
Bersambung...