
-Bertaruh!? Apa maksudnya? Siapa pria ini? Apa dia Dewa Perang, Tianyuan?-
"Terima kasih senior, perkenalkan saya Gofan, saya datang kemari untuk menghancurkan segel kutukan dari Tongkat Emas Naga Kembar"
"Saya seorang manusia, namun karena sesuatu hal saya berhasil menyerap jiwa dari seekor Beruang Bambu, dan karena itu saya memiliki hawa siluman"
"Benar Senior. Sekarang, tubuh yang sedang duduk bersila di depan adalah tubuh saya yang baru, karena sesuatu hal, tubuh saya yang asli telah meninggal, karena itu jiwa dan tubuh saya menjadi berbeda seperti sekarang"
Gofan duduk dan membalas semua pertanyaan dari pria berpakaian serba putih itu.
"Aih... Jangan terlalu serius begitu, jangan panggil aku senior.. sejak kapan kamu menjadi juniorku?, panggil saja aku Haiwa, itu namaku"
"Gofan, mari kita bertaruh, tiga kali taruhan, jika kau menang, maka segel kutukan ini akan aku hancurkan, tapi jika kamu kalah, kamu harus tinggal di sini menggantikanku. Bagaimana?"
Pria itu menyentuh dagunya saat melayangkan tantangan itu kepada Gofan.
-Apa maksudnya ini? Aku pikir dia akan menantangku bertarung, tapi... Aku tidak bisa merasakan tingkatan budidayanya. Bagaimana jika dia lebih kuat dariku?, Apa yang harus aku lakukan?....-
Gofan tidak langsung memberikan jawaban, dia masih memikirkan baik buruknya jika dia menerima taruhan itu.
Setelah beberapa puluh hela napas, Gofan masih belum memberikan jawaban kepada Haiwa.
"Taruhan ini akan tergantung dari niatanmu, dari hatimu, ini hanya tiga kali taruhan... dan kamu harus bisa memenangkan setiap taruhan ini, bagaimana?"
Kata Haiwa, mencoba membujuk Gofan yang masih berpikir keras akan memberikan jawaban apa.
Beberapa puluh hela napas selanjutnya, Gofan masih terlihat seperti berpikir, dia masih belum memberikan jawaban.
"Mm...baiklah. Jika kamu menang dua kali saja dari tiga taruhan ini, aku akan menghancurkan segel kutukan. Kamu cukup menang dua kali saja, Bagaimana?"
Haiwa yang sudah mulai bosan menunggu jawaban Gofan, membujuk dengan memberikan sedikit kemudahan kepada Gofan.
Tetapi meskipun puluhan hela napas lagi telah berlalu, Gofan masih saja diam, belum memberikan jawaban apa pun kepada Haiwa.
"Mm... Baiklah... Kalau kamu menang satu kali saja dari tiga taruhan ini, aku akan menghancurkan segel kutukan. Kamu cukup menang sekali saja, Bagaimana?"
Haiwa yang sudah bosan menunggu memberikan kesempatan terakhir kepada Gofan untuk menjawab tantangan taruhan darinya.
Haiwa sudah memberikan kelonggaran penuh kepada Gofan, sebab jika dia memberikan kemudahan lagi, maka itu akan menjadi sebuah taruhan yang tidak perlu dimenangkan Gofan agar bisa menjadi pemenang taruhan. Gofan hanya perlu kalah dan dia akan menang, tentu saja itu bukan taruhan namanya.
"Baik. Aku terima. Aku setuju."
Ucap Gofan segera setelah mendengar kata-kata Haiwa.
-Apa-apaan anak ini? Apa dia sengaja berpura-pura berpikir, agar aku memberinya kemudahan ini? -
Haiwa merasa seperti Gofan sedang mengakali dirinya, tidak sampai tiga hela napas sejak Haiwa berkata 'kau cukup menang sekali saja', Gofan yang selama ini diam, langsung menyahut dan berkata setuju.
"Baiklah, karena kamu sudah setuju, mari kita mulai taruhannya"
*Blazh*
Sebuah awan hitam muncul saat Haiwa membentuk sebuah segel tangan.
Awan hitam ini berputar-putar tanpa henti, di tengah-tengah putarannya, terdapat sebuah lorong hitam berbintang. Sebuah lorong yang amat sangat gelap, terdengar suara mendengung dari dalam lorong berbintang itu.
"Ini adalah Lorong Masa, kamu akan dikirim ke masa dimana hatimu berada, semua tergantung pada dirimu sendiri"
"Masuklah...yang perlu kamu lakukan hanya mencoba untuk kembali kemari"
Haiwa menunjuk ke arah lorong itu, dan mempersilahkan Gofan untuk masuk ke dalam lorong.
"Kita tidak bertarung?"
Gofan heran, Haiwa menyuruhnya memasuki lorong hitam yang gelap berbintang itu.
Haiwa tertawa mendengar perkataan Gofan, sebelum berdiri dan berkata,
"Bertarung? Tingkat budidayamu hanya di tingkat kedua, apa yang bisa kamu gunakan untuk mengalahkanku?"
"Energi mentalmu juga hanya di tingkat keempat. Apa kamu berpikir dengan itu, bisa mengalahkanku?... dengan semua kemampuanmu itu, bahkan sehelai rambutku pun tidak akan mampu kamu sentuh."
"Sudahlah... Tidak ada pertarungan... Kamu hanya perlu memasuki lorong masa ini, dan mencoba kembali kemari. Kalau kamu bisa kembali, berarti kamu memenangkan taruhan. Tenang saja, kamu punya tiga kali kesempatan"
Sahut Haiwa yang kini berdiri di dekat Lorong Masa.
"Baiklah..."
-Apa maksudnya lorong ini akan membawaku kemana hatiku berada?-
Setelah memikirkan kata-kata Haiwa, Gofan akhirnya memutuskan untuk memasuki lorong gelap itu, meskipun dia belum bisa memastikan apa yang menantinya setelah memasuki lorong masa buatan Haiwa itu.
*Zyuut*
Gofan menghilang begitu saja setelah memasuki lorong masa.
Setelah Gofan masuk ke dalam dimensi lorong masa, seorang pria berjubah merah muncul dari kekosongan dan berjalan mendekat ke arah Haiwa.
Pria ini tidak terlalu tinggi, dia bahkan hanya sedikit lebih tinggi daripada Gofan, membuat pria ini terlihat seperti seumuran dengan Gofan. Rambutnya berwarna kuning, terkadang berkilau bagaikan emas.
__ADS_1
"Tuan, semua berjalan sesuai perintah"
Haiwa membungkuk dan menangkupkan kedua tangannya, memberi hormat kepada pria berjubah merah itu.
"Bagus, kita lihat dulu... Apa dia bisa lolos dari permasalahan hatinya?"
Sahut pria berjubah merah itu, saat duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Haiwa.
***
_Di sisi luar Hutan Bambu Kemarau_
"Kakak, mereka semua tewas seperti yang dikatakan Jingwu"
Kata Mukene kepada Zawugi yang masih berada di atas kudanya.
Zawugi dan Mukene beserta rombongan Bandit Serigala Biru, baru saja tiba di sisi luar Hutan Bambu Kemarau. Tujuh hari sebelumnya, mereka tiba di Kota Gimora, sesuai perjanjian dengan kelompok Jingwu, mereka akan menunggu hasil laporan keberhasilan kelompok Jingwu di Kota Gimora.
Setelah tiga hari menunggu, kelompok Jingwu tidak juga tiba sesuai janji. Hingga, Zawugi memutuskan untuk menyusul ke Hutan Bambu Kemarau.
"Bagaimana kondisinya?"
Tanya Zawugi kepada Mukene, tentang keadaan Jingwu yang hampir seluruh tubuhnya dibalut dengan perban.
"Sekarang, dia sudah lebih baik"
Sahut Mukene.
Dua hari setelah menuju ke Hutan Bambu Kemarau, rombongan Zawugi dan Mukene dikejutkan oleh Jingwu yang tergeletak setengah sadar, di tepian jalan menuju ke Kota Gimora.
Jingwu sudah terluka parah ketika berpapasan dengan rombongan Zawugi dan Mukene saat mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Hutan Bambu Kemarau.
Setelah diberi pengobatan, Jingwu dengan sekuat tenaganya berusaha menceritakan semua yang terjadi. Jingwu melaporkan kepada Zawugi dan Mukene bahwa Perdekar Bunga Kamboja yang mereka incar ternyata mendapat bantuan dari sekelompok pendekar, terutama oleh Pendekar Jarum Emas, Mogui dan seekor Siluman Harimau Putih yang menghadang mereka, ketika berusaha kabur dari dalam hutan.
Jingwu mengira bahwa Siluman Harimau Putih yang menghadang mereka adalah senior lain yang sudah membunuh kedua anggotanya saat bertarung melawan kelompok Yanse. Jingwu salah mengira Xionan sebagai Siluman Harimau Putih alias Bailaohu.
Bailaohu saat itu sedang menuju ke kediaman Mouhuli. Guna menghemat waktu perjalanan, Bailaohu menggunakan wujud Makhluk buasnya, yaitu sebagai Harimau Putih.
Ketika Bailaohu, tiba di depan Hutan Bambu Kemarau, dia melihat Jingwu dan tiga orang anggotanya, tanpa basa-basi Bailaohu langsung menyergap mereka, karena dia sangat membenci manusia.
Bailaohu menyerang dalam wujud Makhluk buasnya, sehingga Jingwu bisa langsung mengenalinya sebagai Siluman Harimau Putih, seandainya Bailaohu menyerang dengan wujud manusia, Jingwu hanya akan mengira Bailaohu sebagai manusia, sebagai seorang pendekar senior.
Bailaohu membuat Jingwu terluka parah dan membunuh serta merampok ketiga anggota Jingwu. Bailaohu bukannya tidak ingin membunuh Jingwu, hanya saja Jingwu begitu lincah dan memiliki Jurus Pahit Lidah yang memberinya waktu beberapa hela napas untuk kabur dari serangan Bailaohu.
"Kamu dan kalian... Kuburkan mayat mereka!!, yang lain berjagalah, jika ada yang terlihat keluar dari hutan ini, segera laporkan !!"
Perintah Zawugi kepada beberapa anak buahnya, sembari turun dari atas kuda dan berjalan menghampiri Mukene.
Tanya Zawugi yang kini sudah berdiri di sebelah Mukene, saat memperhatikan beberapa anak buahnya melakukan penguburan jenazah Daksa, Putuo, dan Ligong.
"Entahlah Kak. Seharusnya kaum siluman akan membenci manusia, jika kita menyerang sekarang, itu sama saja dengan kita masuk ke mulut harimau"
"Lihatlah Kak, siluman itu sepertinya bukan siluman biasa, mereka bertiga terbunuh hanya dengan satu serangan"
Mukene menunjuk ke arah tiga mayat anggota Jingwu yang kini sedang dikuburkan oleh beberapa anak buahnya.
"Siluman Harimau Putih sudah lama tidak terdengar. Kenapa mereka bisa muncul lagi?, Apa Kerajaan Siluman belum musnah ?"
Gumam Mukene setelah mengingat kembali, bahwa kaum Siluman Harimau sudah lama dikabarkan musnah dan menghilang bersamaan dengan menghilangnya keberadaan Kerajaan Siluman.
"Ini tidak akan mudah..."
Zawugi menggeleng-geleng setelah mendengar jawaban dan gumaman Mukene.
Kaum Siluman Harimau adalah salah satu dari empat kaum siluman elit yang bernaung langsung di bawah perintah Kaisar Siluman.
Mengetahui ada Siluman Harimau yang membantu melindungi Yubing, membuat Zawugi dan Mukene menghela napas panjang, itu berarti Yubing berada dalam perlindungan Kerajaan Siluman.
"Ternyata kerajaan siluman masih ada dan bersembunyi. Sudah hampir 600 tahun tidak ada penampakan Siluman Harimau, ternyata mereka belum musnah"
Imbuh Zawugi.
Setelah menghilangnya Kerajaan Siluman, empat kaum siluman elit kerajaan itu juga ikut menghilang tanpa jejak, itulah yang menyebabkan para pendekar di Benua Penda berani bertindak semena-mena terhadap kaum siluman yang tersisa. Tidak ada lagi siluman kuat yang tersisa dan berkeliaran di Benua Penda setelah kerajaan itu menghilang.
"Masih ada satu cara untuk mengatasi ini Kak... Kita bisa mengabarkan penampakan siluman ini kepada Tuan Tianfuzi, aku yakin dia akan sangat senang mendengar hal ini"
"Kita tidak perlu turun tangan langsung, biar Tuan Tianfuzi yang mengatasi Siluman Harimau Putih itu"
Ucap Mukene dengan mata berbinar dan penuh harapan, dia yakin Tianfuzi yang tergila-gila dengan mutiara siluman dan daging makhluk buas, tidak akan menolak berita kemunculan kembali Siluman Harimau Putih, setelah 600 tahun menghilang.
Zawugi tersenyum cukup lebar setelah mendengar kata-kata Mukene,
"Kamu benar. Ayo... Kita akan menuju ke Pulau Api! Aku yakin si licik Tianfuzi itu pasti akan ke pulau itu"
"Baik Kak"
Sahut Mukene.
Mukene kemudian memanggil seluruh anak buahnya dan menginstruksikan kepada mereka untuk merapikan perbekalan dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
***
"Hasyiim....!!"
"Kenapa muridmu lama sekali?,... Ini sudah mau pagi, dan dia masih belum kembali"
Bailaohu bersin-bersin saat dia mengeluh kepada Mouhuli tentang Gofan yang tidak kunjung kembali.
Hari sudah hampir berganti dan Gofan masih berada di dalam dimensi Lorong Masa milik Haiwa.
Saat ini, Bailaohu dan Mouhuli masih berada di dalam gua, berbincang-bincang mengenai keadaan terkini dari Kerajaan Siluman, sembari menunggu Gofan menghancurkan segel kutukan.
"Kamu ini,... kalau mau bersin, tutuplah hidung dan mulutmu, bagaimana kalau ada kuman? Kamu mau menulariku ?"
Keluh Mouhuli, karena cipratan ingus Bailaohu sedikit mengenai lengannya. Mouhuli mengeluarkan dua buah saputangan dari cincin dimensi.
"Ini...pakai ini, bersihkan dan tutupi hidungmu jika kamu ingin bersin lagi"
"Kita tunggu saja,... Aku tahu kamu sudah ingin makan sup buatannya lagi kan?,...Aku juga sama, tapi... kita harus bersabar"
"Tunggu saja,..."
Mouhuli memberikan satu saputangan kepada Bailaohu dan satu lagi untuk dirinya, dia membersihkan lengannya yang terkena sedikit ingus Bailaohu.
-Aneh...sudah 200an tahun ini aku tidak pernah bersin, apa ada siluman lain yang sedang menggosipkanku?, awas saja nanti kalau aku sudah kembali ke kerajaan, akan ku hajar yang berani melakukan itu...-
Pikir Bailaohu.
"Tumben kamu baik padaku, perhatian seperti ini, sampai memberiku saputangan...tapi, terima kasih, Senior..."
Bailaohu menerima saputangan Mouhuli dan membersihkan hidungnya setelah mengucapkan terima kasih.
"Itu bukan untukmu, itu demi kesehatanku,... Kalau kamu terus menerus bersin sembarangan, aku juga yang akan susah,... lebih baik mencegah daripada mengobati"
"Minum ini juga...Aku menerimanya dari Julala, itu air Ginseng Merah, katanya baik untuk menjaga kesehatan tubuh"
Ucap Mouhuli seraya memberikan sebuah botol yang terbuat dari kayu kepada Bailaohu.
Bailaohu mengangguk-angguk dan menerima botol kayu itu dari Mouhuli, sebelum berkata,
"Senior. Bisakah kamu panggil ular itu kemari? Aku ingin tahu, apa yang terjadi pada muridmu itu"
Sembari meminum air ginseng merah, Bailaohu mengingat bahwa Julala mengekori Gofan pergi, itu membuat Bailaohu ingin menanyai Julala, perihal yang terjadi kepada Gofan.
"Diam dan istirahatlah!, Ini bahkan belum satu hari. Kenapa kamu begitu tidak sabar?"
Mouhuli dengan ketus menjawab permintaan Bailaohu yang memintanya untuk memanggil Julala.
***
Julala terkejut, setelah mendapati tubuh Gofan mendadak menjadi dingin dan napas Gofan terkadang ada, terkadang tidak.
-Kenapa ini?, Apa Gofan baik-baik saja?, Dia seperti orang yang setengah hidup, setengah mati-
Pikir Julala, yang kemudian melingkarkan tubuhnya mengelilingi Gofan, dia berniat menghangatkan tubuh Gofan.
Xionan tersenyum kecil melihat tingkah Julala, dia berpikir Julala itu sedikit aneh,
-Sebagai makhluk berdarah dingin, bukankah dia hanya akan membuat tubuhnya sendiri ikut menjadi dingin, itu tidak akan menghangatkan tubuh Gofan, tapi justru membuatnya semakin dingin...-
Meski demikian, Xionan tidak terlalu merisaukan hal yang dilakukan oleh Julala. Xionan lebih mengkhawatirkan keadaan jiwa Gofan di dalam batang bambu.
Beberapa kali Xionan mencoba menerobos masuk ke dalam batang bambu itu, namun dia selalu gagal, ada sebuah formasi pelindung yang menghalangi Xionan.
Xionan memandangi batang pohon bambu itu, berharap Gofan akan segera keluar dan berhasil menghancurkan segel kutukan Tongkat Emas Naga Kembar,
-Fanfan. Apa yang sedang kamu lakukan?-
***
Gofan sedang kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Setelah memasuki lorong masa, Gofan kembali ke masa sepuluh tahun lalu, ketika Perguruan Tanah Terlarang diserang oleh serangan gabungan suku langit cahaya dan suku langit gelap.
-Apa-apaan ini?, Ini...ini tubuh siapa? Siapa aku?... Kenapa aku membunuh murid perguruanku?-
Gofan bingung, saat dia sampai di dimensi lorong masa tersebut, dia berada di dalam tubuh orang lain yang baru saja menebas mati seorang murid dari Perguruan Tanah Terlarang.
"Xingmou!!, Kenapa kamu melamun? Ayo..cepat menghadap Ketua!"
Seseorang yang berpakaian serba hitam memanggil Gofan dengan sebutan Xingmou.
"A-aku? Kamu memanggilku Xingmou?"
Gofan ingin memastikan lagi, bahwa dia tidak salah dengar, yang dipanggil oleh orang itu adalah dirinya, yang saat ini berada di dalam tubuh Xingmou.
"Iya...benar, Kamu..Xingmou, Kalau bukan kamu, siapa lagi?, Ayo...Ketua sudah menunggumu!"
Sahut pria yang berpakaian serba hitam itu.
-Ini, Paman Xingmou? Kenapa aku di dalam tubuhnya? Dan kenapa dia membunuh murid perguruan?...-
__ADS_1
Gofan terkejut setelah memastikan bahwa tubuh orang yang dia rasuki sekarang adalah Xingmou, Guru besar Perguruan Tanah Terlarang, Wakil dari ayahnya yang menjabat sepuluh tahun lalu sebelum Perguruan Tanah Terlarang rata dengan tanah.
Bersambung...