
Setelah beberapa waktu berlalu, kesadaran Gofan terhubung pada seekor Tikus Sayap Perak yang memiliki wajah paling tua. Dia memilihnya, karena berpikir akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan dari tikus tua itu.
Selama dua puluh satu hari, kesadaran Gofan bersembunyi di dalam tubuh tikus tua, mempelajari semua hal yang dia ketahui, hingga akhirnya Gofan memutuskan untuk keluar.
“Jadi begitu. Setiap Suku Styx akan memiliki gudang harta yang disebut sebagai sumber daya suku dan semua itu dijaga dengan ketat dalam lindungan formasi... Selain Raja hanya Tetua suku yang tahu cara masuk dan keluar tanpa terdeteksi. Benda dalam ingatan Slime itu pasti ada di gudang itu..” Mata Gofan melihat ke kiri dan ke kanan seperti mencari-cari, “Itu dia!!.. Humanoid itu adalah Tetua mereka!.” Gofan menetapkan seekor Tetua suku sebagai target selanjutnya untuk dia pelajari.
“Jaraknya terlalu jauh dan dia hanya keluar dari lubang sesekali... Ah... Benar... Lompatan Besar-Kecil... dengan kemampuan langkah kaki itu, aku yakin, mereka tidak akan mencurigai jika ada yang menyusup.. Terlebih, aku masih tidak terlihat.” Gumam Gofan memikirkan cara untuk mendekati si Tetua tikus.
Dengan kemampuan langkah yang diperoleh dari pengetahuan si tikus tua, Gofan mulai mempelajari langkah tersebut, Lompatan Besar-Kecil. Termasuk dalam ilmu meringankan tubuh yang khusus dibudidayakan Suku Tikus Sayap Perak. Karena pendengaran mereka yang sangat peka, Gofan memutuskan menggunakan langkah Lompatan Besar-Kecil untuk mengelabui para tikus.
Dua belas hari selanjutnya...
“Kali ini aku pasti bisa... Pertama-tama melangkah cepat dengan jarak kecil-kecil... Lima, enam, tujuh, lalu langkah yang besar tapi pelan-pelan... Delapan, sembilan... Bergoyang-goyang, mendongak ke atas...Eee??.” Ekspresi Gofan tiba-tiba terkejut. Saat dia mempelajari Lompatan Besar-Kecil, setelah sedikit mendongak, dia merasa tubuhnya seperti memanjang dan ingin melompat tinggi.
“Wahh... Tubuhku seperti karet yang lentur... Menakjubkan... Ini menakjubkan.” Sebuah cahaya aneh terlintas di mata Gofan saat dengan penuh semangat dia melompat tinggi melewati batas luar kawasan Suku Tikus Sayap Perak.
Di dalam kawasan, Gofan diam tidak bersuara, bahkan napasnya pun di atur agar tidak terdengar berbeda dengan cara bernapas para tikus.
Gofan melangkah cepat, menuju ke sebuah lubang besar di salah satu dinding tebing. Setelah menghabiskan waktu selama pembakaran tiga batang dupa, Gofan tiba di depan lubang itu,“Ini tempatnya.. Dia pasti ada di bagian belakang... Aku akan menunggu di bagian depan, saat dia lewat, cahaya Mata Ilahi akan menghubungkan kami.” batin Gofan sembari dengan cepat melangkah masuk ke dalam lubang kediaman Tetua suku.
“Siapa!?? Siapa di sana?.”
Baru melangkah tiga langkah masuk, sebuah teriakan terdengar dari bagian belakang lubang. Membuat wajah Gofan langsung pucat, aliran tekanan mirip seperti milik Star Pioneer terasa menahan langkahnya.
Da Dum!! Da Dum!! Da Dum!! jantung Gofan berdetak cepat.
“Sial... Dia pasti mengira ada yang bertamu... Bagaimana ini?.”
*Zyuut* Tidak lama setelah aliran tekanan terasa semakin menekan, sesosok manusia berkepala tikus dan memiliki sayap perak tiba-tuba muncul di depan Gofan. Tepat di depannya. Itu si Tetua suku Tikus Sayap Perak, calon target Gofan, Kitab pengetahuan berjalannya.
“Tenang.. Dia pasti tidak melihatku...” batin Gofan saat mata Tetua suku itu melirik ke arahnya. Tatapan mereka bertemu, tapi mata Tetua suku masih memperlihatkan sedikit keraguan.
__ADS_1
“Apa dia melihatku?...” keringat mulai mengucur di pelipis wajah Gofan melihat salah satu tangan Tetua suku mulai diangkat mengarah ke arahnya... Da Dum!! Da Dum!! Da Dum!! jantungnya berdetak semakin cepat.
Gofan diam, tidak berani bergerak sedikit pun. Tapi tangan Tetua suku terus bergerak, semakin mendekat ke arah...
“Jantung?!...” melihat kemana arah tangan Tetua suku, Gofan segera menggunakan Suara Mental untuk mentransfer suara jantungnya agar terdengar di luar bagian depan lubang.
Ekspresi Tetua suku mendadak berubah, tangannya berhenti dan wajahnya berpaling ke arah luar lubang, “Apa aku salah dengar?...” dia menggeleng dan menggertakkan gigi atasnya yang menyembul keluar, lalu dengan cepat muncul di depan lubang.
Tetua suku berdiam melayang di luar lubang kediamannya, tapi suara yang dia dengar sebelumnya, tiba-tiba terdengar semakin menjauh.
Dia berbalik berputar ke kanan dan suara itu muncul di kiri, dia berpaling ke kiri dan suara itu muncul di kanan.
Setelah beberapa kali putaran, dia merasa pusing dan melemparkan tekanan Star Pioneer miliknya, itu satu Jiwa Binatang.
Sebuah cahaya emas berbentuk tikus bersayap melayang di sekitarnya dan melepaskan auman yang memecah udara....ROOAAAARRRRR!!!
Duuaaarrr!!! ledakan kecil menyibak udara, riak-riak ledakan membuat udara terlihat seperti kaca retak.
“Kenapa dia menyerang udara?”
“Sepertinya dia kambuh lagi!.”
Kerumunan di luar terperangah melihat apa yang dilakukan si Tetua tikus.
“Jiang Feng!. Ada apa ini?!!.” Humanoid dengan badan tikus tapi wajah dan kedua tangannya berbentuk manusia muncul, menyingkirkan riak auman di udara. Humanoid ini juga seorang Tetua Suku.
Jiang Feng, Tetua tikus itu, menarik kembali Jiwa Binatangnya, kedua matanya terlihat memancarkan kebingungan dan kekesalan.
Jiang Feng mendengus dingin, “Bukan apa-apa... Aku hanya sedang meregangkan otot-ototku!.” sahutnya kepada Tetua Suku yang melayang menghampirinya.
Tetua Suku itu berdehem, “Jika kamu punya masalah.. Cerita saja, aku pasti akan membantumu, terakhir kali, tabib Lu telah berpesan kepadaku, untuk membantumu jika kamu perlu berobat lagi. Jika kamu berhalusinasi lagi, aku...”
__ADS_1
“Kamu!!...” Jiang Feng menggeram menyela, tapi sesaat kemudian dia menarik wajah dan mengabaikan Tetua Suku itu dan bergegas kembali ke dalam lubang kediamannya.
Tetua Suku itu tertawa dalam hati lalu menoleh ke arah kerumunan, “Bubar!!.” ucapnya dengan penuh senyum, lalu pergi.
Kerumunan bergegas bubar tapi satu dua pihak masih membicarakan kejadian itu.
Di dalam lubang, Gofan menghela napas sangat amat pelan,“Syukurlah...” dia akhirnya berhasil menenangkan detak jantungnya... dan ketika Jiang Feng kembali melewatinya, dia bergegas menembakkan cahaya emas Mata Ilahi ke tubuh Jiang Feng. Menghubungkan kesadarannya ke tubuh Jiang Feng.
**
Kurang lebih sebulan kemudian, Gofan berhasil mendapatkan semua pengetahuan Jiang Feng termasuk beberapa kejadian yang membuat dia disangka gila oleh kawanan Tikus Sayap Perak lainnya. Gofan hanya bisa merasa sedikit bersalah, karena Suara Mental miliknya, kenangan sedih Jiang Feng kembali terungkit.
“Terima kasih Tetua Feng. Jika kita masih memiliki jodoh di lain waktu, aku akan membantumu menyelesaikan kenangan pahit itu.” batin Gofan sembari berdiri di depan Tugu suci milik kawanan tikus. Benda yang dia cari ada di dalam Tugu suci itu.
Tugu itu menjulang setinggi 10.000 kaki, selebar ratusan kali tubuh manusia, sangat besar. Gofan berdiri dan mengarahkan Saint Mentalnya ke arah bagian tengah Tugu suci. Dia membentuk segel tangan tertentu berdasarkan ingatan Jiang Feng.
*Blazh* Cahaya terang tiba-tiba memancar dari Tugu suci saat Saint Mentalnya masuk ke dalam Tugu.
Eee?? Celaka!? Mulut Gofan menganga, bukannya sebuah pintu yang muncul dari dalam Tugu suci tapi justru sebuah cahaya terang yang menarik perhatian semua kawanan suku yang muncul. Itu berbeda dengan ingatan yang dia peroleh dari Jiang Feng. Ingatan yang dia dapat dari Jiang Feng berbeda dari apa yang dia alami sekarang.
Segera setelah itu, tanah bergetar dan Formasi pelindung Suku diaktifkan. Humanoid-humanoid berbaju zirah besi muncul dan mengitari Tugu suci, mengepungnya.
“Penyusup!! Amankan artefak kuno!!.”
Bersambung...
Sedikit catatan; Like. Itu... yang gambar tangan jempolan... Gratis kok.
...Terima kasih sudah membaca...
...&...
__ADS_1
...Semoga terhibur...