Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 85. Apa Sebenarnya Yang Terjadi Kepadaku?


__ADS_3

[Benua Penda - Perguruan Tunjung Putih]


Sepuluh hela napas setelah Gofan dan Mouhuli dilempar ke dalam celah ruang oleh Vasudev, mereka tiba di halaman latihan Perguruan Tunjung Putih.


Ketika mereka tiba di halaman latihan tersebut, mereka bertiga segera dikepung oleh puluhan murid Perguruan Tunjung Putih. Beruntung, boneka burung pembawa pesan milik Duan Tianlang tiba tepat waktu dan mencegah pertikaian terjadi di antara mereka.


Boneka burung tersebut sengaja tidak dibekukan oleh Vasudev dalam jurus ' Rule Brekdetiid Magy ' miliknya dan membiarkan boneka burung itu menyelinap masuk ke dalam celah ruang yang dibuatnya.


Saat mereka bertiga batal dikepung, Mouhuli hanya terdiam kaku memikirkan banyak penyesalan dan kenangan sedih di masa lalunya, terutama kematian Suami dan kedua putranya. Sementara Gofan tidak sadarkan diri, akibat kelelahan dan kehabisan tenaga dalam.


Gofan tidak sadarkan diri selama delapan hari. Pada hari kedelapan, akhirnya kesadaran Gofan mulai berangsur pulih. Sekarang, Gofan sedang terbaring di atas sebuah ranjang, di salah satu kamar murid di Perguruan Tunjung Putih.


Kedua mata Gofan masih terpejam, saat dia mendengarkan dua orang murid Perguruan Tunjung Putih sedang berbincang dari luar pintu kamarnya.


" Ini sudah hari kedelapan. Apa dia akan sadarkan diri? Dia sudah pingsan begitu lama "


" Dia pasti akan sadar, katanya begitu. Dia hanya kelelahan dan kehabisan tenaga dalam "


' Siapa itu? Apa mereka membicarakanku? Aku pingsan delapan hari? ' Batin Gofan saat dia masih berbaring dengan mata terpejam di dalam kamar tersebut.


" Apa benar dia adalah si Pewaris selanjutnya dari perguruan kita? dia bahkan lebih muda darimu "


" Iya, kata Mahaguru Tianlang, dia adalah Pewaris Dewa Perang, pendiri Perguruan Tunjung Putih kita ini "


' Perguruan Tunjung Putih? Kenapa aku bisa ada di perguruan ini, apa yang terjadi? ' Pikir Gofan.


" Tapi, dia itu Setengah Siluman, lihat saja tangannya yang berambut emas itu, cakar dan taringnya juga. Tidak ada yang akan percaya bahwa dia adalah si Pewaris "


" Stt.. Hati-hati kalau bicara. Kalau sampai didengar yang lain, bisa-bisa kamu dihukum. Dengar... Wujudnya itu hanya sementara, katanya itu efek samping dari jurus yang dikeluarkannya "


" Jurus? Memang sehebat apa jurusnya itu? Sampai merubah wujudnya menjadi monster begitu "


' Monster? Apa yang mereka maksud? ' Batin Gofan.


" Haih, kamu ini... Dia itu adalah orang yang sudah membuat gempar Ibu Kota Kerajaan. Dia juga yang sudah membunuh Empat Penakluk Siluman generasi baru. Satu lagi, aku dengar... Dia juga yang menculik dan memperkosa putri saudagar Tianfuzi... "


" Apa !?. Yang benar? Aku tidak menyangka, meski dia lebih muda dari kita, dia sudah membunuh Empat Penakluk Siluman generasi baru, belum lagi menculik dan memperkosa. Dia benar-benar penjahat kecil "


' Apa benar yang mereka maksud itu aku? Kapan aku membunuh empat pemburu siluman itu? Kapan pula aku memperkosa Meiling? Apa yang sebenarnya sudah terjadi? ' Batin Gofan saat masih berusaha membuka kedua matanya.


" Penjahat kecil apanya? Dia itu disebut sebagai Iblis Putih. Semua penduduk di Kota Langit Cahaya memanggilnya begitu "


" Iblis Putih? Apa karena warna rambutnya itu? "


" Iya benar. Sekarang ini, gambar dan ciri-cirinya sudah tersebar hampir di seluruh Benua Penda. Dia dan teman-temannya adalah orang buronan "


' Iblis Putih? Apa yang terjadi padaku? ' Pikir Gofan di saat dia membuka kedua matanya.


Dia melihat ke sekeliling dan mencoba menggerakkan tubuhnya.

__ADS_1


' Apa ini !? ' Gofan terkejut melihat sekilas kedua tangannya memiliki rambut keemasan dan juga kuku-kuku jarinya menjadi panjang dan tajam.


' Sepertinya memang telah terjadi sesuatu, aku harus mencari tahu ' Gofan berusaha bangkit dari ranjang, namun dia kesulitan menggerakkan tubuhnya.


Gofan merasakan, tubuhnya kaku dan sakit di beberapa bagian. Beberapa perban masih membalut dada dan kaki Gofan. Tanpa sengaja Gofan yang berusaha keras untuk beranjak dari ranjang, akhirnya terjatuh.


*Gedebug*


Suara Gofan terjatuh terdengar oleh dua orang murid yang sebelumnya berbincang di luar kamar Gofan. Mereka bergegas masuk dan memapah Gofan kembali ke ranjang tersebut.


Salah satu dari mereka pergi untuk memberitahu bahwa Gofan akhirnya sadar, sementara yang lain berjaga di samping Gofan.


Belasan hela napas kemudian, Duan Tianlang, Vasudev, Mouhuli, Bailaohu dan Bianselong tiba di kamar Gofan.


Mereka berdiri tepat di hadapan ranjang Gofan dan menanyakan keadaannya. Namun Gofan masih belum bisa membalas pertanyaan mereka. Gofan kesulitan berbicara.


' Apa yang terjadi? Kenapa lidahku kaku? Tubuhku juga, sulit sekali digerakkan ' Batin Gofan ketika dia dicerca dengan banyak pertanyaan oleh orang-orang tersebut.


" Vasudev. Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia hanya diam memandangi kita? " Tanya Duan Tianlang.


" Entahlah... Mungkin efek samping jurusnya belum hilang semua. Bagaimana dengan Tabib Zuena? Apa dia bisa datang? Mungkin dia bisa menjelaskan mengenai keadaan Gofan kepada kita " Sahut Vasudev sembari bertanya kepada Duan Tianlang.


' Dia Vasudev? Mengapa dia begitu mengkhawatirkanku? ' Batin Gofan.


Gofan sudah mengetahui siapa Duan Tianlang, sebab dulu dia pernah bertemu dengannya. Gofan juga tahu tentang identitas Vasudev, hanya saja ini pertama kalinya Gofan melihat langsung wajah salah satu dari Tujuh Penyihir Keajaiban itu.


" Gofan. Kamu tenang saja. Jika para manusia ini tidak bisa mengobatimu, aku akan membawamu ke Kerajaan, di sana ada ahli obat yang bahkan lebih hebat dari Zuena itu " Ucap Bailaohu ketika duduk di tepi luar ranjang Gofan.


" Haih.. Bukannya kami tidak bisa. Selain Tabib Ajaib, hanya Tabib Zuena yang mungkin mengetahui tentang kondisi Gofan saat ini " Kata Vasudev.


' Jangan meminta bantuannya, mereka bukan saudagar dan tabib biasa, mereka kelompok orang-orang jahat ' Batin Gofan berusaha mengatakan sesuatu. Tetapi tidak satu pun kata-kata itu terdengar oleh mereka.


Gofan menyadari bahwa Tabib Zuena yang dimaksud oleh Duan Tianlang dan Vasudev adalah Tabib Zuena dari Kultus Abu-Abu yang pernah disebutkan oleh Quila di lorong masa Haiwa. Oleh karena itu Gofan ingin mengatakan kepada mereka agar tidak meminta bantuan Tabib Zuena.


" Coba saja Julala bisa kita keluarkan dari Pagoda Jindun. Dia mungkin tahu, pil mana yang cocok untuk Gofan " Ucap Mouhuli sembari melipat kedua tangannya.


Mouhuli sudah memeriksa ada banyak pil obat di dalam Kantong ruang warisan Lenchan, hanya saja dia tidak tahu pil mana yang bisa mengobati Gofan.


Ketika Mouhuli menunjukkan Kantong ruang itu kepada yang lain pun, mereka tidak tahu pil mana yang akan berguna bagi Gofan. Mereka hanya terkejut mengetahui bahwa Gofan adalah murid dari Tabib Ajaib.


" Kita bisa menunjukkan Kantong ruang ini kepada Tabib Zuena, tapi.... " Duan Tianlang menghentikan kata-katanya dan menggeleng-gelengkan kepala.


" Haih... Tidak baik menunjukkan harta ini kepada orang luar. Jika mereka tahu ada peninggalan dari Tabib Ajaib, maka akan ada masalah lain yang harus ditangani anak ini " Ucap Vasudev menimpali perkataan Duan Tianlang.


" Ada satu cara. Kita harus menemukan teman hantu Gofan itu, aku rasa dia bisa berkomunikasi lewat pikiran dengan Gofan " Ucap Bianselong.


Bianselong dan Bailaohu dibawa ke Perguruan Tunjung Putih oleh Vasudev atas permintaan Mouhuli. Sementara Xioming dan Zuena memutuskan pergi ke cabang Perguruan Bambu Kuning ketika Vasudev menemukan keberadaan mereka.


' Dimana Xionan, Xioming, dan Pendekar Zuena? Apa yang terjadi? ' Tanya Gofan dalam hati, saat menyadari hanya teman silumannya saja yang ada di kamar tersebut.

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Gofan. Dirinya hanya tahu, bahwa dia telah pingsan selama delapan hari dan selama itu, ternyata dia telah difitnah memperkosa Meiling serta dijuluki Iblis Putih oleh penduduk Ibu Kota.


' Apa sebenarnya yang telah terjadi? Xionan kamu dimana?' Batin Gofan mengkhawatirkan keadaan Xionan.


Saat mereka semua sedang berbincang mengenai teman hantu Gofan, seseorang datang dan memasuki kamar tersebut. Orang itu adalah salah satu dari dua murid yang tadinya berjaga di samping ranjang Gofan.


" Mahaguru. Pasukan Taizongbudui datang, sepertinya mereka mengikuti rombongan Mahaguru ketika kembali ke perguruan tiga hari yang lalu " Ucap murid tersebut.


Duan Tianlang beserta kelompok Tongkat Sakti tiba di Perguruan Tunjung Putih setelah lima hari perjalanan dan selama itu, ternyata seorang Pasukan Taizhongbudui mengikuti mereka secara diam-diam.


" Aku sudah tahu. Beritahu Guru besar untuk menyambut mereka... Ngomong-ngomong siapa yang memimpin pasukan itu? " Kata Duan Tianlang.


Duan Tianlang telah mengetahui, bahwa pergerakan kelompoknya yang dalam jumlah besar itu pasti akan menimbulkan kecurigaan bagi Pasukan Taizhongbudui, karena itu mereka dibuntuti. Duan Tianlang memilih untuk membiarkannya, agar tidak menimbulkan kecurigaan.


" Jendral Lixiayo. Dia mendesak ingin bertemu langsung dengan Mahaguru " Sahut si murid.


" Antar mereka ke Aula Tamu, aku akan ke sana setelahnya " Sahut Duan Tianlang sembari memegang dagunya yang tidak berjanggut.


' Jendral wanita itu sangat jarang bergerak sendiri. Ada apa dia datang dan mendesak ingin bertemu denganku? ' Pikir Duan Tianlang ketika si murid pergi melaksanakan peritahnya.


" Saudaraku. Jika mereka bertindak macam-macam, aku akan membantumu mengatasi mereka " Ucap Vasudev.


" Tenang saja, itu tidak akan terjadi. Lagi pula jika kamu bertindak demikian, maka kamu akan dijadikan orang buronan kerajaan juga. Semua akan baik-baik saja. Cari dulu teman hantu Gofan itu, dia mungkin benar-benar bisa membantu. Aku permisi " Duan Tianlang kemudian keluar dari kamar menuju ke Aula Tamu Perguruan Tunjung Putih.


" Siapa hantu yang kamu maksud tadi? Benarkah dia akan membantu kita menemukan obat yang tepat untuk Gofan? " Tanya Vasudev kepada Bianselong.


Vasudev tadinya sempat heran mendengar kata-kata Bianselong, bahwa Gofan memiliki teman hantu. Vasudev tidak menyangka Gofan berteman dengan berbagai jenis makhluk.


" Namanya Xionan. Setahuku mereka bisa berkomunikasi dua arah melalui pikiran, meskipun tanpa menggunakan tenaga dalam atau Energi Mental " Sahut Bianselong.


Vasudev dan yang lain mengangguk-angguk mendengar ucapan Bianselong. Sedari tadi mereka sudah mencoba berkomunikasi secara batin dengan Gofan, namun Gofan tidak juga menanggapi. Itu karena Gofan sudah kehabisan tenaga dalam.


" Baik. Kamu ikut aku ! Ayo kita cari hantu itu " Vasudev kemudian merobek udara dan mengajak Bianselong masuk ke dalamnya. Mereka kembali lagi ke Kota Langit Cahaya untuk menemukan Xionan.


" Senior. Aku sudah sangat muak berada di lingkungan ini. Aku akan pergi ke Tanah Halimun untuk sementara waktu, kabari aku jika kalian akan melanjutkan perjalanan " Ucap Bailaohu beberapa saat setelah Vasudev dan Bianselong menghilang dalam kekosongan.


" Kucing kecil. Sebaiknya kamu pulang saja, tidak ada untungnya kamu mengikuti kami, aku saja cukup untuk mengantarnya ke Kerajaan Siluman " Sahut Mouhuli.


" Aku tetap ingin ikut. Selain itu, kamu juga hampir saja membunuh Gofan. Untung saja, penyihir itu datang dan menyadarkan kalian. Kalau lain kali hal seperti itu terjadi dan hanya ada kalian berdua saja, Apa yang kamu pikir akan terjadi? "


" Senior. Aku punya alasanku sendiri mengikuti Gofan. Beri tahu aku jika kalian sudah akan beranjak ke Pulau Api. Aku Pergi " Ucap Bailaohu.


Bailaohu kemudian melesat pergi tanpa menunggu balasan dari Mouhuli. Sementara Mouhuli menatap luka-luka pada tubuh Gofan. Semua luka itu, akibat serangan yang dia lakukan saat dia tidak sadarkan diri. Mouhuli menarik napas panjang setelah melihat luka-luka Gofan.


' Leluhur hampir membunuhku? Apa maksud Huhi? '


' Apa sebenarnya yang terjadi kepadaku? ' Gofan benar-benar tidak mengetahui bahwa ketika dia pingsan karena Formasi Kamapat Empat, tubuhnya dikuasai oleh Kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2