
Suara keras Wanita tua itu menyebar keluar dari dalam Gunung dan membuat sebuah Kuil di puncak Gunung memancarkan cahaya ungu terang. Cahaya ungu dengan nuansa kuno membentuk tabung besar menjulang tinggi menembus ke Langit Violet. Kuil itu terlihat begitu kuno dengan tiga tulisan tertera di pintu utama Kuil, tertulis Sekte Pendalaman Musim, satu-satunya sekte di Tanah Surgawi Kecil.
Tiga Pria paruh baya yang duduk bermeditasi di dalam Kuil segera membuka mata. Mereka bangkit berdiri dan mengatupkan kedua tangan lalu membungkuk memberi hormat. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun ketiganya melesat keluar dari Kuil dan mulai menyebar ke tiga arah yang berbeda.
***
[Hutan Iblis Langit-Alam Langit Pertama-Tanah Surgawi Kecil]
Tidak sulit bagi Gofan untuk menemukan lokasi Hutan Iblis Langit, dengan petunjuk Haiwa, dia dengan cepat dapat menemukan lokasi Hutan itu.
Itu karena Hutan Iblis Langit sangat mudah dikenali, di antara semua hutan aneh yang pernah dilihat Gofan, Hutan Iblis Langit adalah salah satu hal yang paling aneh. Hutan itu sepenuhnya Hitam, tidak peduli apa itu tanahnya, batu-batunya, pohon dan tumbuhannya, semua hitam, bahkan beberapa Styx juga terlihat hitam serupa dengan hutan itu, membuat mereka sulit dibedakan dengan hutan itu sendiri.
Gofan sudah tiba hampir seminggu yang lalu, selama seminggu itu, dia terbang tanpa Kapal Langit dan berkeliling semakin dalam ke dalam hutan. Tidak ada Pembudidaya lain selain Kaum Styx dan Binatang Langit yang berkeliaran di hutan, tampak seperti hutan itu adalah habitat khusus mereka. Para Dewa Kecil bahkan terlihat menghindar dari menginjakkan kaki ke hutan, seperti ada sesuatu yang membuat mereka ketakutan.
Tidak ada hambatan yang terjadi selama perjalanan Gofan dari Gerbang hingga masuk ke hutan, itu karena Hutan Iblis Langit terletak sangat dekat dengan Gerbang Langit Pertama, itu seperti daerah pinggiran dari Tanah Surgawi Kecil. Tersisih dari dunia budidaya para Dewa Kecil. Itu membuat Gofan menarik napas lega, setidaknya tidak akan ada yang mengejar terkait permasalah di luar Gerbang Langit.
“Ketemu..” Gumam Gofan, dengan Saint Mentalnya dia memindai area di sekitar hutan mencari tempat yang bisa dia tinggali. Saat ini, dia menemukan sebuah gua kosong di dalam hutan. Gofan turun dan melesat masuk ke dalam gua.
“Seharusnya tidak ada apapun yang berbahaya di dalam sini, tapi kenapa aku merasa, gua ini telah dibuat secara khusus?.. Apa ada yang sengaja membuatnya untuk tempat tinggal dan kebetulan sedang pergi?.” Gofan meraba-raba dan melihat ke sekeliling gua.
Gua itu gelap, ditambah semua yang ada di hutan mayoritas berwarna hitam, membuat jarak pandang Gofan terbatas. Dia mengaktifkan Mata Iblis, meski tidak sekuat dulu saat masih disokong oleh Energi Batu Mental, itu masih cukup kuat untuk membantunya melihat dengan jelas.
Sembari terus berjalan ke dalam gua, Gofan menggelengkan kepala, mengingat semua Energi Surganya lenyap, “Tapi tidak masalah, di Alam Besar ini, satu-satunya Energi yang bisa dilatih adalah Energi Surga dan itu sangat melimpah di sini...” ucap Gofan menghibur dirinya.
Di Alam Kecil, untuk melatih budidaya, dia harus menyerap Energi Langit dan Bumi, kemudian di atas itu ada Energi lain yang disebutkan dapat dibudidayakan di atas ranah Holy Saint. Setelah berada di Alam Besar, Gofan bisa menebak bahwa energi lain itu mungkin adalah Energi Surga, meskipun di Alam Kecil disebut dengan nama berbeda.
__ADS_1
Setelah beberapa puluh langkah Gofan berbalik dan memutuskan untuk duduk di luar, di depan mulut gua, dia bersila dan menutup mata, mulai mengolah Kitab Surga Sembilan Langit, “Jika sekarang aku masih di Benua Penda, mungkin setiap hari nyawaku akan diburu karena kitab ini....”
Bersila di depan gua, Gofan perlahan menyerap Energi Surga yang ada disekitarnya. Sebuah pusaran cahaya emas terbentuk di atas kepalanya. Pusaran itu kecil dan menyerap Energi Surga dengan sangat lambat, ternyata dengan tingkat budidayanya saat ini, sulit baginya untuk mengikat dan menyerap Energi Surga di sekitarnya.
“Mungkin jika aku berhasil mencapai Saint God, penyerapan ini akan berlangsung lebih cepat....” Gofan menarik napas pelan, “Energi Surga ini begitu kotor, ini tidak semurni Energi Surga dari Batu Bertuah dan Batu Surga... Ini lebih mirip Energi Matahari dan Bulan.”
Setelah menyerap beberapa untai Energi Surga, Gofan menyimpulkan bahwa Energi Surga di Alam Langit Pertama sebenarnya adalah Energi yang dilepaskan oleh Matahari dan Bulan, bukan Energi murni milik Surga. Energi Matahari dan Bulan itu sangat melimpah di Langit Violet dan memenuhi seluruh Tanah Surgawi Kecil. Gofan bisa menebak, bahwa semakin dekat dengan langit semakin melimpah Energi yang tersedia.
**
Waktu terus berlalu. Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Setelah dua bulan dalam posisi budidaya, tubuh Gofan bergetar. Dia akhirnya mencapai ranah Human God tahap akhir dan itu merupakan batas puncak dimana dia bisa kapan saja memulai persiapan untuk menerobos ke ranah Saint God.
“Aku sengaja berbudidaya di sini, menunggu si pemilik gua datang. Tapi sepertinya, gua ini memang sudah ditinggalkan.” Gofan bangkit dari tempatnya, dia memeriksa area sekitar dengan Saint Mental, “Kenapa aku merasa ada sesuatu yang salah... Ini!?? Cincin Dimensiku...” Ketika dia memeriksa tubuhnya, Cincin Dimensi yang dia kenakan ternyata telah menghilang.
“MUSTAHIL!!.” Gofan meraung marah, seseorang pasti telah merampoknya, tapi entah bagaimana dia dan Haiwa tidak mengetahui kapan itu terjadi.
Gofan memindai area sekitar sekali lagi, lalu dua kali, lalu tiga kali, dan semua hasilnya sama. Tidak ada orang lain di sekitar, hanya dia.
*Zyuut* Gofan terbang melayang dan mulai mengerahkan semua Saint Mentalnya untuk mengaktifkan Mata Ilahi.
BLAZH!! Cahaya terang memancar dari dahi Gofan, saat sebuah mata muncul di antara kedua alis matanya. Mata itu sepenuhnya putih dan memancarkan cahaya keemasan. Dengan basis budidaya Human God, dia memiliki kesempatan beberapa puluh hela napas untuk mengaktifkan kekuatan Mata Ilahi.
Gofan terbang berkeliling di atas gua, memindai area di bawahnya dengan Mata Ilahi.
“Makhluk apa itu?!!.” Berkat Mata Ilahi, Gofan melihat beberapa ekor Styx dalam bentuk aneh keluar masuk gua. Jika tidak dengan Mata Ilahi, tidak akan ada yang bisa melihat kawanan Styx aneh itu. Kemampuan kamuflase mereka persis sama dengan kemampuan kamuflase yang dimiliki Bianselong.
__ADS_1
Styx itu berbentuk seperti gelembung cairan mirip agar-agar tapi padat dan kenyal. Mereka memiliki beragam warna dan ukuran serta bentuk yang berbeda-beda, tapi pada dasarnya, mereka berbentuk bulat dengan empat kaki pendek.
Gofan menjelaskan apa yang dia lihat kepada Haiwa dan menanyakan tentang Styx itu. Saat Haiwa mendengar, dia terengah-engah, dia tiba-tiba teringat sesuatu, “Mereka adalah penguasa Hutan Iblis Langit.. Mereka disebut 'Slime'. Mereka terpisah dari 12 Suku Styx yang berada di hutan ini, tapi setiap Kepala Suku pasti tidak akan berani berurusan dengan kawanan Slime ini.”
Gofan sudah tahu tentang penghuni Hutan Iblis Langit. Dia sudah melihat ke-12 Suku Styx yang tinggal di 12 kawasan khusus di Hutan Iblis Langit. Ke-12 Suku itu, masing-masing memiliki sebuah tugu batu besar berwarna ungu dengan patung binatang langit tertentu di puncak tugu.
Setiap Suku akan melakukan pemujaan kepada tugu itu untuk mendapatkan penerobosan pada budidaya mereka. Mereka bertindak sangat protektif pada tugu dan wilayah mereka. Tapi hanya area gua ini yang tidak berani mereka masuki, ini seperti area khusus ke-13.
Di sisi belakang gua, juga ada sebuah tugu batu tapi tidak terlalu besar, itu hanya seukuran tiga kali tubuh manusia biasa dan tidak ada patung binatang langit apa pun di puncak tugu. Sesekali akan ada Kepala Suku yang datang dan memberikan sesembahan, tapi Gofan tidak pernah menyangka, bahwa gua kosong itu ternyata adalah rumah dari Penguasa Hutan Iblis Langit.
“Penguasan Hutan Iblis Langit? Tidak salah?!.” Di mata Gofan kawanan Slime lebih terlihat imut daripada menyeramkan. Bagaimana makhluk yang terlihat begitu lemah itu bisa menjadi tuan dari 12 Suku Styx yang liar?
Seekor Slime berwarna biru cerah tampak menyadari tatapan Mata Ilahi Gofan, dia berbalik dan menatap tajam ke arah Gofan. Sesaat kemudian Slime berwarna biru cerah itu menjulurkan lidahnya dan menunjukkan bahwa Cincin Dimensi ada padanya.
“Itu?! Kembalikan Cincinku!!.” Teriak Gofan, dia menukik dan turun ke bawah ke arah Slime yang memamerkan Cincin Dimensi.
Eeee?? Namun tiba-tiba Gofan berhenti di tengah jalan, matanya membelalak melihat Slime itu tiba-tiba berubah bentuk menjadi dirinya. Sangat mirip dan identik. Slime itu kini memiliki tubuh sebesar Gajah dan Ekor bersisik seperti Naga.
“Tidak Mungkin!.” Bukan hanya fisik mereka yang sama, Gofan bisa merasakan bahwa Slime itu juga memiliki basis budidaya yang serupa dengannya.
Keterkejutan Gofan tidak berakhir di situ, ketika dia semakin dekat. Slime itu menciptakan sebuah tongkat emas dan tongkat itu terlihat sama persis seperti Haiwa, seperti Tongkat Emas Naga Kembar.
Haiwa keluar dari telinga Gofan dan sama terkejutnya dengan Gofan. Sekarang ada seseorang yang sangat mirip dengan mereka, “Inilah kenapa Suku Styx lain tidak berani mengganggu para Slime....” Gumam Haiwa dari dalam tongkat, “Mereka bisa menjadi siapa dan apa saja, terutama mereka tidak bisa dibunuh.”
Bersambung...
__ADS_1