Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 96. Saatnya Mencari Tablet Dewa Naga


__ADS_3

Gofan sungguh tidak menyangka, hari dimana dia merasuki Xiongmeng adalah hari dimana dia harus menangani kasus cinta segitiga antara Xiongmeng, Qingyue, dan Lengjing.


Gofan awalnya berencana merasuki Xiongmeng hanya untuk mengambil Kalung Kerang Ajaib dan beberapa benda lain dari Kantong Ruang Qingyue, tapi siapa yang menyangka, karena hal itu, Gofan harus menghadapi Roh jahat.


Dan sekarang Gofan juga terpaksa harus menangani kemarahan Lengjing.


' Kamu berhutang banyak padaku, Xiongmeng ' Batin Gofan ketika melihat kemunculan Lengjing dengan tatapan penuh amarah mengarah kepadanya.


" Xiongmeng!! Aku sudah menganggap kamu sebagai saudara. Ternyata kamu tega berbuat seperti ini kepadaku!... "


" Tarik pedangmu! Hadapi aku atau kamu akan mati di tanganku! Hari ini, kamu yang mati atau aku yang mati! " Bentak Lengjing.


Raut wajah Lengjing benar-benar murka sekaligus malu, dia sungguh tidak menyangka perbuatan istrinya akan memaksanya mengangkat senjata kepada Xiongmeng.


Tangan kanan Lengjing mengepal erat saat sebuah tombak muncul di tangan kanannya dari Cincin Dimensi yang dia kenakan.


Lengjing maju dan menghunuskan tombaknya ke arah Xiongmeng. Namun baru dua langkah dia beranjak dari tempatnya, langkahnya dihalangi oleh Qingyue.


" Suamiku!! Apa yang kamu pikir, kamu lakukan?! " Qingyue berdiri menengahi keduanya.


" Apa yang aku lakukan? Minggir!! Jika kamu masih tidak menyingkir, jangan salahkan aku, jika aku terpaksa kasar kepadamu Qingyue!! " Sahut Lengjing dengan nada tinggi.


" A-aku tidak akan menyingkir. Kita selesaikan ini baik-baik... "


" A-aku tahu kami bersalah, ta-tapi... " Kata-kata Qingyue terhenti ketika sebilah pedang tiba-tiba bersarang di lehernya.


Melihat Qingyue berusaha melindungi Xiongmeng. Gofan yang masih mengendalikan tubuh Xiongmeng memanfaatkan kesempatan itu untuk menyimpan Kalung Kerang Ajaib dan beberapa benda yang dia ambil dari Kantong Ruang Qingyue.


Gofan beranjak dan meletakkan bilah pedang milik Xiongmeng di leher Qingyue.


" Ka-kakak Xiongmeng. Apa yang kamu lakukan ini? " Qingyue terkejut, pedang Xiongmeng telah menempel di lehernya.


" Adik. Bukankah kamu mencintaiku? Ini adalah cara agar kita bisa bersama selamanya " Sahut Xiongmeng saat kedua matanya sekilas memancarkan cahaya hijau.


" Ketua Lengjing. Aku akan membunuh Qingyue, lalu membunuh diriku. Apa itu cukup sebagai permintaan maaf kami? " Ucap Gofan melalui mulut Xiongmeng.


' Daripada aku repot bertarung menghadapi Ketua Partai ini, lebih baik kalian berdua mati saja ' Batin Gofan.


" Adik. Jika kita tidak bisa bersatu dikehidupan ini, mari kita bersama di kehidupan selanjutnya " Bisik Gofan dengan nada suara yang masih dapat didengar jelas oleh Lengjing.


" Ka-kakak... Aku mohon. Jangan gila! Jangan bertindak gila kak... "


" Hyaaa... " Teriak Qingyue ketika bilah pedang Xiongmeng menempel semakin dekat dengan lehernya.


Awalnya Qingyue mengira Xiongmeng tidak akan serius. Tetapi saat, dia berusaha melepaskan diri dari jeratan pedang di lehernya, tubuhnya medadak kaku. Sekilas Qingyue melihat pancaran mata menakutkan muncul dari sosok Xiongmeng.


" Su-suamiku. Ku mohon tolong selamatkan aku " Ucap Qingyue dengan wajah pucat.


' Dia sudah gila... Ma-matanya... Tolong aku...' Pikir Qingyue saat air mata mengalir di kedua sisi pipinya.


Qingyue benar-benar takut mati. Qingyue belum ingin mati, bahkan jika dia sangat mencintai Xiongmeng, dia tidak pernah berpikir untuk melakukan bunuh diri bersama.

__ADS_1


Lengjing juga ikut terkejut melihat tindakan yang dilakukan Xiongmeng. Lengjing tidak mengira, bahwa Xiongmeng akan bertidak sejauh itu.


" Pengecut! Jika kamu memang jantan. Jangan gunakan alasan mati bersama untuk menghindar. Lepaskan Qingyue dan hadapi aku! " Sahut Lengjing beberapa hela napas kemudian.


Gofan tertawa di dalam hati, setelah mendengar ucapan Lengjing tersebut. Gofan sungguh tidak mengerti dengan tindakan Lengjing.


Sedari tadi Lengjing hanya menyalahkan Xiongmeng tanpa pernah menyudutkan istrinya. Padahal keduanya, baik itu Xiongmeng ataupun Qingyue, telah bersalah kepada dirinya.


' Bukannya senang dengan kematian istri durhaka semacam ini... Dia masih saja membelanya. Sepertinya pria ini sudah cinta mati dengan istrinya ini... Haih... ' Pikir Gofan di dalam tubuh Xiongmeng.


" Hahaha... Ketua Lengjing. Ucapkan selamat tinggal pada istrimu ini " Sahut Xiongmeng sembari tertawa.


Baru saja Gofan hendak menyarangkan pedang Xiongmeng ke dalam leher Qingyue. Qingyue berteriak kencang dan Lengjing menjatuhkan tombaknya saat mendengar teriakan ketakutan istrinya tersebut.


*Klentang* Suara tombak itu jatuh menghantam lantai ruangan.


Lengjing jatuh bersimpuh di hadapan Gofan dan Qingyue. Lengjing bersimpuh menundukkan kepalanya.


" Aku mohon... Hentikan " Ucap Lengjing lirih.


Hati Lengjing kesakitan melihat sedikit luka berdarah muncul di leher istrinya. Itu membuat niat bertarung dan amarahnya berubah menjadi rasa takut. Lengjing takut kehilangan Qingyue.


Meski sesungguhnya Lengjing sakit hati dengan perbuatan istrinya, tetapi dia tidak bisa melihat istrinya itu mati di hadapannya. Lengjing masih mencintai Ibu dari putrinya itu.


" Aku mohon hentikan " Imbuh Lengjing sembari menunduk.


" Aku tahu. Kamu juga mencintai Qingyue, hingga kamu berniat mati bersamanya... "


" Aku berjanji akan melupakan masalah ini. Mohon kamu lepaskan dia " Ucap Lengjing saat tombak yang tergeletak di lantai ruangan kembali ke dalam Cincin Dimensi miliknya.


Setelah melepas Qingyue, Gofan bergegas pergi dan melompat keluar dari sisi kanan jendela ruangan tersebut. Gofan mengurungkan niatnya untuk membunuh kedua pasangan durjana tersebut.


' Anggaplah ini karena ketulusan Lengjing. Aku harap kamu akan berubah, Xiongmeng! ' Ucap Gofan dari dalam batinnya ketika dia berada di sisi luar ruangan.


Tidak ada yang mengetahui kejadian itu, selain mereka bertiga. Hanya mereka bertiga, Xiongmeng, Qingyue dan Lengjing yang ada di sekitar tempat tersebut. Tentu saja selain Gofan yang merasuki Xiongmeng serta Longwang dan Longyun yang menyimak kejadian singkat itu dari dalam Kalung Kerang Ajaib.


Sesaat setelah kepergian Xiongmeng. Qingyue jatuh bersimpuh, kedua kakinya gemetar ketakutan. Beberapa saat sebelumnya, kematian begitu terasa dekat dengan dirinya.


' Aku tidak menyangka. Kakak Xiongmeng telah berubah segila itu... ' Batin Qingyue ketakutan mengingat tatapan mata Xiongmeng yang amat menakutkan.


Lengjing mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Qingyue.


Mereka saling menatap cukup lama. Tidak ada yang bicara, hanya air mata yang mengalir di wajah mereka.


Qingyue menyesali perbuatannya dan Lengjing merasakan sakit hati yang mendalam.


Lengjing mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya saat dia menghapus air mata dari wajahnya. Lengjing mengeluarkan sebuah kain dan mendekat ke arah Qingyue.


" Su-suamiku.. "


" Sudahlah " Ucap Lengjing singkat menyela ucapan Qingyue.

__ADS_1


Lengjing menghapus air mata di wajah Qingyue dan membalut luka di leher Qingyue dengan kain tersebut. Mereka berpelukan namun tidak saling bicara, hanya diam dalam pelukan.


Sementara kedua suami istri itu tengah berpelukan, Gofan tiba di halaman belakang Perguruan Tunjung Putih. Gofan secara tidak sengaja tiba di halaman belakang Asrama Murid Inti perguruan tersebut.


" Sial. Di sini dingin sekali... " Keluh Gofan yang masih merasuki Xiongmeng. Gofan lupa mengenakan pakaian atasan sebelum melompat keluar ruangan.


' Dari ingatan Xiongmeng. Sekarang aku berada di Asrama Murid Inti... Itu berarti Tablet Dewa Naga ada di sekitar sini... '


' Tapi.. Tempat ini luas sekali... Bagaimana cara ku menemukan tablet itu? ' Pikir Gofan ketika mengingat kata-kata Ayahnya saat bertemu di Lorong Masa Haiwa.


" Maafkan aku Nyonya Qingyue. Hehe, aku hanya mengambil beberapa barangmu yang terlihat menarik. Anggap saja ini sebagai balasan, karena kamu berani mengambil barang milik orang lain " Ucap Gofan membenarkan tindakannya.


Sebuah Kantong Ruang ada di dalam genggaman tangan Xiongmeng-Gofan-, tempat Gofan menyimpan Kalung Kerang Ajaib dan beberapa benda milik Qingyue.


Kantong Ruang tersebut adalah milik Xiongmeng, di dalamnya terdapat harta benda Xiongmeng, namun Gofan tidak tertarik pada harta benda milik Xiongmeng tersebut.


Gofan hanya tertarik pada sebuah jubah berwarna perak dan dua buah sarung tangan berwarna hitam yang dia ambil dari dalam Kantong Ruang Qingyue bersama dengan Kalung Kerang Ajaib.


Gofan mengeluarkan Kalung Kerang Ajaib dan meletakkannya di atas tanah.


" Paman. Keluarkan tubuhku " Ucap Gofan.


*Blazh*


Tubuh Gofan yang masih duduk bersila sembari membentuk segel tangan muncul di sebelah Kalung Kerang Ajaib.


" Terima kasih Paman " Ucap Gofan sekali lagi, tanpa ada balasan dari Longwang.


Xiongmeng-Gofan- duduk bersila di hadapan tubuh Gofan dan membentuk segel tangan. Jiwa Gofan keluar dari tubuh Xiongmeng dan kembali ke tubuhnya. Saat itu, tubuh Xiongmeng langsung jatuh tertidur di hadapan Gofan.


" Akhirnya aku bisa kembali " Gofan mengambil benda yang dia ambil dari Kantong Ruang Qingyue dan memindahkannya ke Kantong Ruang miliknya.


' Cincin ini? ' Gofan melihat Cincin Dimensi pemberian Bailaohu.


Gofan mengingat kejadian dimana Lengjing dengan mudah mengeluarkan dan memasukkan tombaknya ke dalam Cincin Dimensi.


' Sudah waktunya aku juga menggunakan ini' Gofan menggigit ibu jari tangan kanannya hingga berdarah dan mengoleskan darah itu ke Cincin Dimensi yang tersemat di jari manis tangan kirinya.


Cincin Dimensi itu memancarkan cahaya putih dan menyerap darah Gofan. Bersamaan dengan itu, kesadaran Gofan ditarik masuk ke dalam Cincin Dimensi. Sekarang Gofan bisa mengetahui dengan jelas isi di dalam Cincin Dimensi tersebut.


" Untung saja, pemilik sebelumnya tidak meletakkan formasi penghalang apa pun di dalam cincin ini " Ucap Gofan sembari tersenyum.


Ada banyak harta berharga di dalam Cincin Dimensi pemberian Bailaohu tersebut, bahkan ada sebuah kitab lusuh yang membuat kesadaran Gofan sedikit terkejut.


" Nanti akan ku periksa lagi. Saatnya mencari Tablet Dewa Naga " Ucap Gofan ketika dia memakai kembali Kalung Kerang Ajaib dan beranjak bangun.


" Oh iya... " Gofan yang baru hendak melangkah pergi, mengeluarkan sehelai selimut dari dalam Cincin Dimensinya.


Gofan sudah memindahkan semua kekayaannya ke dalam Cincin Dimensi, termasuk juga dengan Tongkat Emas Naga Kembar.


" Tidurlah yang nyenyak " Gofan menyelimuti Xiongmeng sebelum beranjak pergi meninggalkan dia tertidur di halaman tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


"Kebohongan dan penghianatan bisa di sembunyikan pada setiap orang. Namun tidak pernah bisa disembunyikan dari diri sendiri" -BUS-


__ADS_2