
“Ini!?” Gofan terkejut.
Ketika muncul di permukaan, Gofan merasakan ada tekanan besar tenaga dalam yang membuat cuaca berubah. Gofan bertanya-tanya Ahli mana yang sedang mengamuk di Pulau Api.
Di sisi lain, Qimouzha menatap tajam ke arah dua orang Pendekar yang duduk di bagian Selatan Ring Tarung.
Qimouzha menunjuk salah satunya, “Katakan. Dimana saudara Banditmu itu? Katakan dimana Dongkho-!” Teriaknya.
Tekanan besar tenaga dalam mengalir menuju ke salah satu Pendekar, dia mengenakan topi bambu penutup wajah yang besar. Saat ditunjuk Qimouzha, angin kencang menerbangkan topi bambu itu. Terungkap wajah penuh ketakutan. Pendekar itu Zawugi. Keringat mengucur di wajahnya.
“Apa ini... Dongkho? Kenapa Nenek ini mencarinya?” Zawugi sama sekali tidak tahu menahu tentang tindakan Dongkho. Jika Qimouzha menanyainya, apa yang harus dijawabnya?
Di sampingnya, Mukene tidak kalah gemetaran. Dia sama tidak tahunya dengan Zawugi, mereka sudah lama berada di Pulau Api, jadi belum mengetahui kabar yang ada di Markas Bandit Serigala Biru. Jika bukan untuk membalas kematian Bulga, Zawugi mungkin akan mendengar berita tentang Dongkho.
“Bagus. Diam berarti MATI-!” Bentak Qimouzha melihat diamnya Zawugi.
Tangan Qimouzha membentuk cengkraman dan bayangan sebuah tangan besar melaju ke arah Zawugi.
“Tunggu! Tu-Tunggu... Senior Qimo. Maafkan aku, aku tidak tahu dimana dia, Sumpah... Tolong ampuni aku.” Tangan Zawugi mengatup, menyembah, memohon pengampunan dari Qimouzha.
Qimouzha begitu kecewa pada dirinya, jika bukan karena dia diracun dan budidayanya ditekan, dia tidak akan kalah dari Dongkho dan Xionghuo, Lengyue tidak akan diculik. Mengingat cucu kesayangannya diculik Dongkho, amarah kembali membara di mata Qiomuzha.
*Zyuut* Cengkraman tangan bayangan itu tidak berhenti dan melaju semakin kencang.
“Kakak! Awas!” Teriak Mukene, mendorong Zawugi menghindari cengkraman tangan bayangan Qimouzha.
Ledakan! *Bang*
Gagal mengenai Zawugi, cengkraman tangan bayangan mengenai bagian dinding area penonton.
Suasana langsung ricuh, para penonton yang berada di bagian Selatan langsung lari tunggang langgang.
Sementara itu, Para Penatua dan Murid Perguruan Lembah Bunga Kemboja, satu demi satu mendekati Yuniang. Mereka berkumpul di belakang Yuniang.
*Zyuut* Yuniang maju menghalangi Qimouzha.
“Senior. Gumulryong ada di area belakang Ring Tarung ini, sebaiknya kita segera mengejarnya. Untuk kedua Kapten Bandit itu, biar Penatua kami yang mengurus mereka.” Ucap Yuniang.
Salah satu Penatua berbisik kepada Yuniang dan mengatakan bahwa Gumulryong pergi ke area belakang--entah karena apa.
Saat Gofan tiba di Ring Tarung, dia melihat, satu demi satu para Pendekar menjauhi sisi Selatan. Hanya Pendekar di ranah Saint Master dan Holy Saint yang terlihat tidak bergeming.
“Gofan!? Kenapa di-dia? Dua!?” Duan Tianlang terkejut. Dia melihat Gofan yang lain melaju ke arah Gofan yang mematung kaku.
Luka tenaga dalam akibat ulah Ling Guo, membuat Gofan untuk sementara waktu belum mampu menggunakan Energi Sihirnya. Kekacauan Energi masih terjadi di dalam Titik Pusat Jiwanya. Gofan menyadari hal ini akan mengejutkan, tapi dia didesak waktu, semakin lama Gofan bertindak, semakin cepat proses transformasi selesai.
Jika ada dua Gofan, apa yang akan terjadi? Itu yang membuat Gofan bergegas menghentikan Fanjia memperoleh kehidupannya.
Di tengah suasana ricuh, suara terkekeh terdengar dari balik tudung hitam, “Oh... Jadi ini dia Gofan yang asli..” Ucap Ling Guo. Tubuhnya gemetar ketakutan, tapi melihat ekspresi khawatir Gofan, entah kenapa dia merasakan kebahagian tersendiri. Ini seperti, merasakan menusuk musuh bebuyutan berkali-kali hingga mati. Hehehe...
“Ke-Ketua... Ketua. Bagaimana ini? Semua orang pergi, kita... Kita..” Murid Partai Ling Guo ketakutan, ingin pergi juga, seperti yang lainnya. Setidaknya menjauh dari dua Wanita Human God itu.
Mendengar suara yang mengganggu kebahagiaannya, Ling Guo menggeram.
“Pergi!!” Bentaknya. Dia tidak peduli dengan mereka. Para Murid itu hanyalah bidak bagi Ling Guo, bidak untuk meningkatkan budidayanya.
Mendapat bentakan semacam itu, tanpa berbasa-basi lebih lanjut, pemuda itu dan beberapa Murid Partai Sejuta Jiwa lari sekencang-kencangnya, bahkan ada yang berpikir untuk berhenti menjadi Murid Partai itu.
“Bagi yang tidak kembali ke Partai dan mengkhianati Partai. Berarti...” Imbuh Ling Guo, diakhiri tawa terkekeh. Hehehe..
Iblis! itulah yang dipikirkan di benak para Murid itu. Mereka menjauh keluar dari Area Ring Tarung, keluar dari Area Turnamen Pulau.
Gofan melirik ke arah Ling Guo, meski Energi Mentalnya lemah, dan Energi di dalam tubuhnya belum teratur, dia masih bisa memastikan, bahwa ini adalah ulah Ling Guo.
*Zyuut* Meski terdengar panjang, kejadian itu berlangsung cepat. Gofan berlari semakin dekat, dia menyambar topi bundar besar milik Zawugi yang terjatuh dan mengenakannya.
Kini, Di atas Ring Tarung hanya tersisa Yuniang dan Penatua Perguruan Lembah Bunga Kamboja. Qimouzha beranjak sendiri pergi ke Area belakang Turnamen Pulau. Dia memutuskan untuk bergerak seorang diri mengejar Gumulryong.
Belum sampai di luar, beberapa Pendekar dari beragam Ranah budidaya mencegah langkah Qimouzha. Beberapa meneriakinya dari bawah, dua orang mencegahnya di udara. Menghalangi lintasan terbang Qimouzha.
“Semut belaka! Minggir!” Qimouzha mengibaskan lengan bajunya dan angin kencang berbentuk tengkorak muncul menerjang dua Pendekar yang menghalanginya terbang.
“Cangkang Besi Kura-Kura Hitam”
Kedua pendekar itu menyatukan tenaga dalam mereka dan membentuk pelindung yang mirip dengan bentuk cangkang kura-kura.
__ADS_1
*Duuuaarr!* Ledakan terjadi. Qimouzha mendelik, sementara kedua Pendekar itu mundur selangkah di udara.
Lapisan pelindung cangkang kura-kura masih menghalangi pandangan Qimouzha.
“Dua Bersaudara Li. Jika tidak ingin mati, minggirlah-!” Qimouzha sudah tidak sabar ingin mencekik Gumulryong hingga mati, tapi kedua Pendekar yang dikenalnya sebagai Dua Bersaudara Li, menghalanginya.
“Kamu sudah membunuh saudari kami. Aku Litong. Akan membalas semua ini!”
“Aku Likong. Jika membiarkanmu pergi, maka lebih baik mati... Kami akan membunuhmu!”
Keduanya, Litong dan Likong, memiliki saudari yang menikah ke Keluarag Gu, menjadi istri salah satu Penatua keluarga itu. Melihat kepala Saudarinya tergeletak di tanah, air mata darah membanjiri wajah mereka.
Keduanya tidak akan sanggup menghalangi Qimouzha, mereka hanya di Ranah Holy Saint tahap pertengahan, jarak yang terlalu besar, jika ingin melawan Qimouzha yang dalam keadaan mengamuk.
Cara mereka terbang pun, tidak semulus Qimozha dan Yuniang, mereka memaksakan diri untuk terbang dan mengorbankan beberapa tahun usia mereka untuk melakukan itu. Seorang Holy Saint seharusnya belum mampu untuk terbang.
Qimouzha tertawa, “Mau membunuhku? Dimana kalian saat Perang Tiga Perguruan, kalian bahkan belum mencapai Great Master saat itu... Beraninya mengancamku!”
Qimouzha menyilangkan kedua lengannya, kemudian dia mengibaskannya. Saat dia berteriak, “Hyaaa!!!” Gelombang besar tenaga dalam menerjang ke segala penjuru.
*Bang!* Dorongan tekanan tenaga dalam menyakiti orang-orang yang masih berada di sekitar Ring Tarung.
Banyak yang pingsan tidak sadarkan diri, sementara yang masih mampu bertahan terluka dalam.
Yuniang membentuk batas pelindung dengan tenaga dalamnya. Dia melindung anggota Perguruannya dari terjangan tenaga dalam Qimouzha.
Mouhuli bergegas mendekat ke arah Gofan, Fanjia, dan Shiyuxin. Dia membentuk dinding pelindung yang juga melindungi mereka.
“Wanita ini sudah gila!” Ucap Mouhuli tidak suka melihat tingkah barbar Qimouzha.
“Baginda. Anda tidak apa-apa?” Tanya Ximenbao, yang baru saja mengerahkan tenaga dalamnya untuk membentuk pelindung di bagian Utara. Melindungi Raja, Tamu Undangan, dan Para Bangsawan.
Litaihwang menyeringai pelan dan mengangguk. Dia baik-baik saja.
“Senior Qimo! Bertindaklah lebih sopan. Ada Raja di sini, beraninya melepaskan serangan seperti ini. Ini pemberontakan-!” Teriak Guxiong. Jika bukan karena perlindungan Ximenbao, dia pasti sudah pingsan.
Guxiong sadar dirinya lemah, tapi dengan tindakan barbar Qimouzha, dia mengambil keuntungan. Mencoba mengadu Qimouzha dan Kerajaan Penda.
“Siapa pemuda itu?” Bisik Litaihwang, dia tidak mengerti kenapa Guxiong menyebut Qimouzha pemberontak. Bagi Litaihwang itu jelas adu domba.
“Oh.. Jadi begitu.” Sekarang Litaihwang tahu alasannya.
Litaihwang tersenyum pelan, “Tidak. Tidak masalah. Senior Qimo adalah sesepuh Kerajaan Penda, dia hanya ingin mencari Gu...siapalah, bukan memberontak.” Ucapnya lantang. Dia tidak mengingat nama Gumulryong atau sengaja tidak mengingatnya.
Mendengar ucapan itu, Guxiong berdiri kaku, dia terkejut, tidak manyangka bahwa Rajanya tidak akan melakukan apa-apa pada Qimouzha.
Guxiong memutar badan, menghormatbke arah Litaihwang, “Yang Mulia. Baginda. Aku Guxiong. Memohon keadilan untuk Keluargaku, Keluarga Gu. Kami juga merupakan salah satu keluarga yang menyokong Kerajaan ini, Mohon Baginda bertindak adil. Mohon tangkap dan adili Senior Qimouzha.”
Cabang keluar Gu dan Kerabat keluarga Gu yang masih berada di sekitar juga melakukan hal yang sama. Mereka meniru Guxiong, meminta keadilan untuk Keluarga Gu. Jika bukan karena Guxiong yang memberanikan diri mengadu pada Raja, yang lain ini mungkin hanya akan diam.
Melihat adegan itu, seorang pria tua berjubah putih, yang duduk di barisan tempat duduk Tianfuzi terbang melayang. Pria tua ini adalah orang yang disebut Tuan oleh Tianfuzi. Namanya Tianjong. Orang nomor satu di Keluarga Tian.
“Yang Mulia. Aku juga seorang praktisi Human God dan aku juga mengetahui sebatas mana kami seharusnya memakai kemampuan kami, seharusnya bukan untuk menindas yang lemah....”
“Yang Mulia. Mohon tegakkan keadilan” Tianjong tiba-tiba saja mengajukan diri membela Keluarga Gu.
Tidak ada yang menyadari, tapi sebenarnya itu semua atas perintah Litaihwang sendiri. Secara diam-diam, Litaihwang memerintahkan Tianjong untuk menghentikan tindakan Qimouzha.
Jika Qimouzha tidak dihentikan, keberadaan Lengyue mungkin akan diketahui. Dengan alasan itu, itu baik untuk menghentikannya. Raja tampak seolah tanpa motif, tapi dialah dalang dibalik semua kejadian itu. Litaihwang tersenyum dalam hati.
“Senior Tian. Sebenarnya aku tidak keberatan, kalian mencari keadilan untuk keluarga Gu. Tapi kita harus tahu penyebab semua ini. Senior Qimo adalah sesepuh dan pantas dihormati.” Sahut Litaihwang.
Semua yang lain mungkin berdebat memohon keadilan untuk Keluarga Gu. Tapi, di udara, Qimouzha masih berusaha menghancurkan Cangkang Besi Kura-kura Hitam. Berpuluh gerakan dilancarkan Qimouzha, mencoba untuk menghancurkan pelindung tenaga dalam yang menghalanginya tersebut.
Di sisi Selatan, sesuai ucapannya, Yunian menangkap Zawugi dan Mukene. Dia menanyai mereka perihal keberadaan Dongkho, Xionghuo dan Lengyue. Yuniang melakukan sedikit penyiksaan lembut kepasa mereka. Tapi tentu saja itu sia-sia, mereka tidak tahu apa-apa. Betapa naasnya nasib mereka.
“Am-ampun Senior Yu. Ampun. Sumpah... Aku tidak tahu dimana mereka.” Zawugi meringis kesakitan, tangan kirinya terpelintir kebelakang. Hanya dipandang oleh tatapan Yuniang, tubuhnya terpelintir begitu saja.
Hal serupa juga dialami Mukene, jari-jari tangannya patah, hampir semuanya. Wajahnya tak kalah menyedihkan, belum sempat menjalankan rencana menangkap Siluman Harimau Putih tapi derita menghampiri mereka. Rencana mereka gagal total.
“Mimpi apa aku semalam? Jika aku berhasil selamat dari siksaan ini, aku akan membalas Dongkho untuk semua ini” Batin keduanya, Zawugi dan Mukene.
Bailaohu tertawa puas, dia begitu senang melihat semua kejadi di depan matanya. Mulai dari manusia membunuh manusia, perdebatan di antara mereka, dan yang paling membuatnya puas adalah kejadian yang menimpa Zawugi dan Mukene. Bandit yang dia ketahui sebagai penyebab Tianfuzi ingin mencelakainya.
Di sekeliling Ring Tarung, dua orang pasukan Taizongbudui yang tampak tidak asing bagi Bailaohu, juga tersenyum senang. Keduanya Bailian dan Hexuan.
__ADS_1
“Hexuan. Mundurlah! Jangan semakin mendekati bangkai kepala itu” Bisik Bailian.
Berkali-kali Hexuan menelan ludah mencium aroma manis darah dari kepala-kepala mayat itu. Hexuan mendengus dan mundur beberapa langkah. Menuruti bisikan Bailian.
**
“Fanfan apa yang terjadi? Kenapa kamu di sini?” Shiyuxin bingung, dia berdiri di depan dua Gofan bersama dengan Mouhuli. Mouhuli juga menanyakan perihal yang sama.
“Seseorang berusaha menghidupkan Fanjia.” Sahut Gofan saat dia menempatkan tangan kanannya di pundak Fanjia.
Gofan tentu tahu, teman-temannya menamai boneka manusia tanahnya sebagai Fanjia. Dia selalu terhubung dengan boneka manusia tanahnya.
Setelah beberapa saat, Gofan terdorong mundur. Tiga langkah.
Di balik topi bundar besar, Gofan mengernyitkan alisnya, dia tidak menyangka keluatan Mental dari Jiwa yang hendak menguasai Fanjia begitu kuat.
“Leluhur. Mohon bantu aku.” Gofan kembali mencoba menarik keluar Jiwa itu dari tubuh Fanjia.
“Hmm..” Mouhuli mengangguk, dia mengerti dengan jelas apa yang tengah terjadi dan menyalurkan kekuatan Mentalnya ke dalam tubuh Gofan, sementara Gofan menarik keluar pecahan Jiwa Ling Guo.
Ling Guo berhenti tertawa, dia meringis. Setelah Mouhuli membantu Gofan, dia merasakan sakit. Kekuatan Mental Mouhuli setingkat di atasnya, dia kesulitan meneruskan proses transformasi Fanjia.
“Bang***t... Orang ini memiliki Ahli Human God dibelakangnya... Tidak bisa... Aku harus berhasil.” Gumam Ling Guo meringis mempertahankan kekuatan Mentalnya.
Mata Ling Guo menjadi liar, dia melihat ke kiri, ke kanan, ke depan dan belakang, menghitung dan memindai berapa orang yang tersisa di dekatnya.
Ada lima orang san semuanya lebih lemah dalam kekuatan Mental dari pada dirinya, Ling Guo tersenyum jahat. Dia membentuk segel tangan dan membuka lebar-lebar mulutnya saat kekuatan Mentalnya menarik roh kelima orang tersebut.
“Arrgghhh!” Kelimanya mati begitu saja. Mereka bahkan tidak sadar, roh mereka ditarik keluar begitu saja.
Matinya kelima orang itu menarik perhatian beberapa orang termasuk Gofan, Mouhuli, dan Shiyuxin. Gofan dan Mouhuli dapat menebak apa yang terjadi, sementara Shiyuxin sedikit mencuriagi Ling Guo, dia belum bisa memastikan.
Tarik menarik Jiwa pun terus berlangsung, usai menyerap lima roh tambahan, kekuatan Mental Ling Guo meningkat sedikit, dia membaik.
Di udara terdengar suara retakan yang keras, disusul oleh suara ledakan besar.
Ledakan! *Bang*
Cangkang Besi Kura-kura Hitam hancur dan Dua Bersaudara Li jatuh dari ketinggian, terluka parah. Bisa bertahan tapi tidak mungkin bisa menang, keduanya kalah dalam ranah menghadapi Qimouzha.
“Mati-!” Qimouzha tanpa ampun. Dia marah besar kepada kedua bersaudara Li itu.
Mereka sudah terluka parah, tapi Qimouzha masih menyerang mereka. Serangan itu jelas membuat mereka mati, jika saja Tianjong tidak bergerak cepat menyelamatkan mereka.
Setelah perdebatan singkat, Litaihwang mengizinkan Tianjong menghadapi Qimouzha. Dengan catatan, hanya untuk menenangkannya dan kemudian mereka akan mencari keadilan untuk Keluarga Gu. Pengadilan bersama.
Bersambung...
###
Urutan Ranah Budidaya.
Masing-masing ranah melalui tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir.
Ranah Budidaya Alam Kecil (Benua Penda dan Benua Lainnya)--> Body Binding--> Holy Body--> Big Master--> Great Master--> Grand Master--> Saint Master--> Holy Saint--> Human God.
Ranah Budidaya Alam Besar (Alam Langit Pertama)--> Saint God--> ????--> ????.
*Budidaya di Alam Besar, sejauh ini hanya diceritakan sampai di ranah Saint God.
*Saat ini, Gofan berada di ranah Grand Master tahap akhir.
WARNING!
Jika menyukai Novel ini, silahkan dukung Penulis asli untuk terus berkarya dengan Like, Vote, Favorite dan Comment.
Saat seorang Penulis mendapat tanggapan baik atas karyanya, maka dia akan fokus untuk menulis.
Terima Kasih dan Semoga Terhibur.
___________________+++____________________
__ADS_1