Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 99. Selesaikan Satu Demi Satu


__ADS_3

Gofan mengangguk menjawab pertanyaan Vasudev sembari tersenyum kecil. Gofan sudah mengetahui cara untuk mengambil Tablet Dewa Naga dari kilasan masa depan yang diperlihatkan Lengyue.


Gofan menyimpan kembali Tongkat Emas Naga Kembar dan melangkah maju mendekati dinding. Kemudian Gofan menempelkan telapak tangan kanannya ke dinding tersebut.


Gofan menarik napas panjang dan menghisap energi langit dan bumi yang ada di sekitarnya saat tangan kirinya membentuk sebuah segel tangan.


Vasudev, Bianselong, dan Lengyue berjalan mundur beberapa langkah ketika melihat Gofan menyerap energi langit dan bumi di sekitarnya.


" Apa yang dia lakukan? Kenapa Gofan justru mengolah budidaya di saat seperti ini? " Bisik Bianselong kepada Lengyue.


" Gofan sedang mengolah Energi Elemen. Tepatnya dia sedang mengumpulkan Energi Tanah " Sahut Lengyue.


" Kapan dia mempelajarinya? Seingatku bocah ini hanya menguasai Energi Mental dan tenaga dalam " Tanya Bianselong kembali.


Lengyue mengangkat bahunya dan menggelengkan kepala pelan, sebelum menjawab dengan nada sedikit ragu, " Mungkin dia mengingat budidaya Energi yang dia pelajari di masa depan dari pengelihatan yang ku berikan "


" Apa itu mungkin? " Tanya Bianselong ragu.


" Mungkin. Jika kamu seorang jenius berbakat. Hahaha... Aku tidak salah memilih murid Hahaha " Tawa Vasudev sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Memang seperti yang dikatakan Vasudev. Dari kilasan ingatan masa depan, Gofan melihat dirinya pergi ke perpustakaan Perguruan Tunjung Putih dan meminjam Kitab Teknik pengolah budidaya khusus Energi Elemen Tanah, dari sanalah Gofan mengetahui cara mengolah Energi Tanah.


Sementara mereka bertiga terus berbincang, tubuh Gofan bergetar dan membuat tanah di sekitar kakinya ikut bergetar pelan.


Beberapa batu kecil melayang-layang di sekitar tubuh Gofan.


" Argghh !! " Teriak Gofan sembari menghentakkan sekali kaki kirinya ke tanah.


" Perisai Tanah "


*Druuaakk*


*Druuaakk*


Retakan demi retakan terlihat menghiasi dinding tersebut saat Gofan mengucapkan jurus Energi Tanah miliknya.


Gofan membuat tanah dan batu yang menyusun dinding tersebut berubah kembali menjadi kumpulan tanah dan batu untuk diubah menjadi sebuah perisai.


*Duaarr*


Beberapa puluh hela napas setelahnya, sebuah ledakan yang lumayan besar terjadi saat dinding belakang Perguruan Tunjung Putih itu menghilang.


Dinding itu kini menjadi sebuah perisai tanah yang berada di dalam genggaman tangan Gofan.


" Untung aku sudah membuat Formasi Ruang di sekitar sini, jika tidak, keributan pasti akan terjadi di perguruan ini " Ucap Vasudev.


Vasudev sudah membuat sebuah Formasi Ruang yang mengurung mereka semua di dalam sebuah ruang terpisah, sehingga suara ledakan hanya terdengar di dalam formasi itu.


" Inikah Tablet Dewa Naga? " Tanya Bianselong ketika dia mendekat menghampiri Gofan.


" Belum. Ini hanya sebuah perisai tanah. Aku masih perlu mempelajari cara mengubahnya ke bentuk aslinya " Sahut Gofan ketika dia menyimpan perisai itu ke dalam Cincin Dimensi miliknya.


" Lalu bagaimana dengan ini? " Tunjuk Vasudev ke arah bagian belakang Perguruan Tunjung Putih yang sudah tidak memiliki dinding belakang.


Gofan menggaruk kepalanya dan tersenyum pelan.


" Aku sudah kehabisan tenaga dalam. Aku perlu waktu untuk membuat sebuah dinding pengganti " Ucap Gofan sembari menyeringai kecil.


" Oh benar... Gofan. Aku hampir saja lupa memberitahumu. Ketika aku kembali ke Kota Langit Cahaya untuk mencari Xionan. Aku mendengar informasi tentang Yubing dan Nian " Ucap Bianselong menyela percakapan Gofan dan Vasudev.


" Sepertinya mereka akan segera dilelang di Paviliun Bunga Indah dalam satu minggu ke depan " Imbuh Bianselong.


' Paviliun Bunga Indah? Rumah pelacuran nomor satu di Benua Penda, di Kota Langit Cahaya? ' Gofan terhentak kaget mendengar berita yang disampaikan Bianselong.


" Wao... Apa teman-temanmu itu cukup cantik sampai Paviliun itu mau menjadikan mereka sebagai barang lelangan? " Tanya Lengyue saat dia menyimpan kembali sapu terbang miliknya.


" Katanya cenayang terhebat abad ini, kenapa masalah kecil seperti itu saja kamu bertanya kepada Gofan? " Sindir Vasudev sembari tertawa kecil.


" Paman... " Lengyue mengembungkan pipinya dan memalingkan wajahnya dari Vasudev.


Meski Lengyue telah berkali-kali menunjukkan bukti kehebatannya, Vasudev masih saja suka bercanda mengenai kemampuan Lengyue tersebut.


Vasudev terus tertawa kecil ketika melihat wajah Lengyue yang tampak kesal, sementara Gofan tidak menjawab langsung pertanyaan Lengyue melainkan hanya mengangguk pelan.


" Senior. Itu masih seminggu lagi bukan? " Tanya Gofan kepada Bianselong.


" Benar. Seharusnya begitu " Sahut Bianselong.

__ADS_1


" Gofan. Ingat, jika kamu tidak ingin pergi ke Benua Cang'An dan menemui Zhao Feng, maka kamu harus mendapatkan Mata Ilahi terlebih dahulu daripada Pria itu... "


" Aku permisi " Ucap Lengyue sebelum bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga.


" Baik. Terima kasih Lengyue " Sahut Gofan sembari mengatupkan kedua tangannya.


" Tidak perlu bingung. Selesaikan satu demi satu, mulai dari dinding pengganti ini... "


" Berapa lama yang kamu butuhkan untuk mengumpulkan tenaga dalam yang cukup untuk membuat dinding pengganti? " Tanya Vasudev ketika melihat pandangan mata Gofan seperti kebingungan.


' Benar. Selesaikan satu demi satu. Pertama dinding ini, lalu mempelajari Energi Sihir, kemudian ke Paviliun Bunga Indah, Rawa Bairawa, pergi ke Neraka, ke Pulau Api dan terakhir ke Lembah Bunga Kamboja sebelum aku ke Kerajaan Siluman ' Batin Gofan merencanakan rute petualangannya.


" Terima kasih Paman. Aku mungkin memerlukan waktu selama satu hari untuk mengumpulkan tenaga dalam yang cukup untuk membuat dinding pengganti berdiri seperti aslinya " Sahut Gofan kepada Vasudev.


Gofan bisa dengan mudah merubah dinding itu menjadi perisai dalam beberapa puluh hela napas, namun dia memerlukan satu hari untuk membuat dinding yang sama persis sebagai pengganti dinding yang telah dia curi.


Gofan bisa saja membuat dinding asal-asalan dengan Energi Tanah miliknya dalam waktu beberapa puluh hela napas, namun itu tidak akan sama dengan dinding aslinya.


" Mungkin ini yang disebut dengan menghancurkan sesuatu lebih mudah daripada membuat sesuatu itu " Gumam Vasudev.


" Gofan. Aku rasa kamu tidak perlu turun tangan masalah kedua gadis itu. Mereka murid Lembah Bunga Kamboja. Biar perguruan itu yang menolong mereka... "


" Kita tinggal memberitahu perguruan itu tentang berita pelelangan mereka " Bianselong berbisik pelan di telinga Gofan.


Meski Bianselong tidak membenci manusia tetapi dia juga tidak ingin terlalu terikat dengan manusia, apalagi sampai harus turun tangan dan membantu menyelamatkan Yubing dan Nian.


" Tidak apa Senior. Aku akan melakukan keduanya, aku akan mengirimkan berita ini ke Lembah Bunga Kamboja dan juga pergi menyelamatkan mereka " Sahut Gofan dengan berbisik kepada Bianselong.


Bianselong sudah menduga Gofan akan menjawab demikian, jadi dia tidak menanyakan lebih lanjut kesungguhan Gofan. Bianselong hanya menggeleng pelan.


Vasudev yang mendengar jawaban Gofan, mengangguk ketika dia melipat kedua tangannya ke belakang punggungnya dan berdiri memunggungi Gofan.


" Aku akan membantumu untuk menyingkat waktu selama satu hari. Apa kamu mau? " Tanya Vasudev.


' Ini adalah saat yang terbaik untukku menunjukkan kemampuan yang aku miliki di depannya, dengan begini, Gofan pasti akan setuju untuk menerimaku sebagai gurunya ' Pikir Vasudev sembari tersenyum-senyum kecil.


" Terima kasih Paman Vasudev. Tapi aku rasa tidak perlu. Guruku memiliki Ruang Dimensi, dengan ruang itu, aku rasa bisa menyingkat waktu " Sahut Gofan menolak bantuan Vasudev.


' Apa? Siluman serigala itu punya ruang dimensi? Sial... Gagal rencanaku ' Batin Vasudev saat Gofan menolak tawarannya.


" Gofan. Sebaiknya kamu terima saja sarannya. Menurutku Ratu belum berhasil memulihkan ruang dimensi miliknya setelah kejadian di Hutan Bambu Kemarau tempo hari " Ucap Bianselong membujuk Gofan menerima tawaran Vasudev.


" Benar juga. Sepertinya Leluhur memang belum melakukan itu... "


" Baiklah. Paman. Aku mohon bantuanmu " Ucap Gofan menerima tawaran Vasudev.


' Bagus. Sepertinya aku harus mentraktir Bunglon ini minum arak... Hahaha ' Vasudev membalik badannya dan mengeluarkan Payung Tangisan Surga dari dalam Cincin Dimensi miliknya.


" Gofan. Karena kamu sudah setuju, maka ambil dan buka payung ini " Vasudev menyodorkan Payung Tangisan Surga kepada Gofan.


Gofan menerima payung itu dan membukanya sesuai perintah dari Vasudev.


*Jedar*


Petir menyambar ketika Gofan membuka payung itu. Gofan terkejut melihat langit yang tadinya gelap gulita kini berhiaskan kilat dan petir. Hujan pun turun rintik demi rintik beberapa hela napas kemudian.


' Hujan?! ' Batin Gofan dan Bianselong.


Sementara Gofan terlindung di bawah payung, Vasudev melapisi dirinya dengan tenaga dalam agar tidak kebasahan akibat hujan yang turun.


" Payung ini adalah Payung Tangisan Surga. Setiap kali dibuka akan menurunkan hujan, dan setiap orang yang terkena hujan ini akan merasakan kesedihan dan depresi yang teramat sangat. Lihatlah dia... " Tunjuk Vasudev ke arah Bianselong.


Gofan menoleh ke samping dan melihat Bianselong tertunduk sedih. Raut wajah Bianselong terlihat seperti menahan penyesalan yang demikian banyaknya.


' Payung ini, bisa membuat orang seperti itu? Pantas saja, aku bisa disadarkan dari pengaruh Mata Surga dan Mata Iblis saat itu ' Gofan mengingat kejadian yang ditampilkan Longwang di layar air di dalam Kalung Kerang Ajaib.


" Rule "


Ucap Vasudev sembari membentuk segel tangan.


Rintik-rintik hujan tiba-tiba terhenti, segalanya menjadi terhenti, membeku seketika, segalanya menjadi sunyi dan senyap.


Hanya Gofan yang memegang payung dan Vasudev yang membentuk segel tangan, yang terlihat tidak membeku saat itu.


" Rule Tiidalapse Magy "


Ini adalah jurus kedua selain Rule Brekdetiid Magy yang dimiliki Vasudev. Jurus ini tidak menghentikan waktu sementara seperti Rule Brekdetiid Magy, melainkan menyediakan ruangan lompatan waktu, khusus bagi orang yang berada di bawah payung.

__ADS_1


*Blazh*


Gofan menghilang dan masuk ke dalam Payung Tangisan Surga.


" I-ini?! Aku dimana? " Tanya Gofan kebingungan.


Sebelumnya Gofan baru saja terkagum-kagum melihat rintik-rintik hujan yang membeku, tapi dua hela napas kemudian, Gofan berpindah tempat.


Sekarang Gofan berada di sebuah hamparan padang rumput hijau yang asri. Angin sepoi-sepoi begitu sejuk dan membuat perasaan menjadi begitu nyaman.


" Kamu ada di dalam rumahku " Suara seorang gadis kecil terdengar dari belakang punggung Gofan.


Gofan berbalik dan menatap mata gadis kecil yang kira-kira berusia 8 sampai 9 tahun itu. Gadis kecil berkepang dua itu memakai sebuah gaun merah muda, yang terlihat imut jika dilihat.


' Rumahnya? Dia? Jangan-jangan dia roh senjata payung ini.. ' Batin Gofan setelah menyadari dirinya berada di dalam Payung Tangisan Surga.


" Aku tidak menyangka Vasudev akan membiarkan orang lain masuk kemari. Sepertinya lain kali, dia harus ku beri pelajaran.. "


" Namamu Gofan bukan? " Tanya Gadis kecil itu setelah terlihat cukup marah dengan perbuatan Vasudev.


" Benar. Aku Gofan. Apakah kamu roh senjata dari Payung Tangisan Surga? " Gofan memberanikan dirinya untuk bertanya.


*Zyuut*


Gadis kecil itu melayang beberapa kaki dan mendekat ke arah Gofan.


" Benar. Aku roh senjata. Namaku Haiwa. Berbudidayalah di sini. Vasudev sudah menyingkat waktu selama satu hari untukmu, jadi gunakan baik-baik " Ucap Gadis yang ternyata bernama Haiwa tersebut.


Gofan tentu terkejut mendengar jawaban Gadis itu, namanya sama persis dengan nama roh senjata dari Tongkat Emas Naga Kembar.


" Ha-Haiwa?! Benarkah itu namamu? " Tanya Gofan memastikan kembali apa yang didengarnya.


" Benarlah.. Memangnya kenapa? Untuk apa aku berbohong kepadamu " Sahut Haiwa.


*Zyuut*


" Lihatlah ini " Gofan mengeluarkan Tongkat Emas Naga Kembar dan memperlihatkannya pada Haiwa.


" Iya. Sudah ku lihat. Lalu kenapa? "


" Tongkat ini juga memiliki roh senjata. Namanya sama dengamu, Haiwa, tapi dia sedang tertidur untuk waktu yang tidak ku ketahui "


" Aku tahu. Lalu kenapa? "


" Mm.... " Gofan kebingungan menjawab pertanyaan Haiwa tersebut.


" Haih.. Kamu pikir darimana datangnya roh senjata? " Tanya Haiwa saat melihat Gofan kebingungan.


Gofan diam tidak menjawab.


" Kami muncul dari jiwa para penempa kami. Dari cinta yang diberikan oleh si pembuat kami. Saat kami terus menerus terpapar Energi Surga, kami akhirnya lahir dan terbentuk bersama dengan cinta dari kegigihan si pembuat kami... "


" Kebetulan yang membuatku dan tongkat itu adalah Dewa yang sama, yaitu Dewa Haiwa. Sudah mengerti? " Ucap Haiwa menjelaskan kesamaan nama yang dia miliki dengan Haiwa dari Tongkat Emas Naga Kembar.


" Jadi maksudmu, nama kalian adalah nama dari pembuat kalian, yaitu Dewa Haiwa? " Tanya Gofan yang dibalas dengan anggukan oleh Haiwa.


" Haiwa bisakah kamu menolong Haiwa yang ada di dalam tongkat ini? Aku ingin dia bisa kembali seperti dulu " Imbuh Gofan.


" Tidak bisa. Itu urusanmu... "


" Tapi aku akan memberitahu cara membangunkannya. Salurkan Energi Surga milikmu padanya, cukup itu saja dan dia akan bangun kembali " Sahut Haiwa.


" Sekarang. Cepatlah berbudidaya. Waktumu hanya satu hari di dalam sini " Imbuh Haiwa.


Gofan mengangguk dan menyimpan kembali tongkat miliknya. Lalu duduk bersila dan membentuk segel tangan untuk mulai berbudidaya.


Satu hari kemudian Gofan berhasil mengumpulkan Energi Tanah yang cukup untuk membuat sebuah dinding pengganti yang sama persis dengan dinding yang dia curi.


Gofan kembali lagi muncul ke halaman belakang Asrama Murid Inti. Tapi ternyata waktu hanya berlalu beberapa hela napas saat dia muncul kembali di halaman tersebut.


Gofan menutup Payung Tangisan Surga dan hujan pun berhenti.


" Terima kasih Paman " Ucap Gofan kepada Vasudev saat dia mengembalikan Payung Tangisan Surga kepada Vasudev.


Vasudev mengangguk dan mempersilahkan Gofan untuk membuat sebuah dinding yang baru. Vasudev memapah Bianselong yang masih depresi, melangkah menjauh dari Gofan.


Saat mentari terbit di timur, Gofan telah menyelesaikan dinding pengganti dan mereka bertiga pun kembali ke area dalam Perguruan Tunjung Putih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2