Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 204. Li Bersaudara


__ADS_3

Ratusan langkah di depan Gua sarang Lebah Punggung Taring.


Di balik sebuah Pohon kayu besar, tiga pemuda tengah bersembunyi mengamati sembilan Dewa Kecil tengah memerangi para Lebah Punggung Taring.


“Li Cheng... Kita sudah menunggu tiga hari di sini, jika kita tidak segera bertindak akan banyak Dewa Kecil lainnya yang mengambil peluang untuk mendapatkan mereka.”


“Biarkan saja mereka bertindak lebih dahulu... Kita hanya perlu menangkap Ratunya, dengan begitu, kita akan mendapatkan Inti Madu terbaik, bukan begitu Kakak Cheng?”


“Li Wu.. Aku tidak bertanya padamu, kenapa selalu kamu yang menjawab atas nama Li Cheng?.”


“Kenapa tidak? Dia adalah Kakakku, aku yang paling mengerti apa yang diinginkan Kakak Cheng, yang terbaik dari yang terbaik... Bukan begitu Kakak Cheng?.”


“Diamlah kalian. Jangan sampai keberadaan kita diketahui mereka. Li Derang, bukankah sudah ku bilang dari awal, tujuan kita bukan hanya untuk mendapatkan Inti Madu biasa... Jika kamu tidak bisa bersabar lagi, maju saja ke sana dan bergabung dengan mereka.” tunjuk Li Cheng ke arah pertarungan di depan Gua Lebah Punggung Taring.


“Itu...”


“Heh... Pikir apa lagi? Pergi sana, bukankah kamu sudah tidak sabar!.” sela Li Wu sambil mendorong pelan pundak Li Derang.


“Ya... Tiga pecundang! Apa kalian sedang menunggu durian runtuh?.” suara seorang Gadis terdengar di telinga ketiga pemuda itu, ketiga berbalik dan menoleh ke arah sumber suara.


“Li Yuan!?.” ucap Li Wu dan Li Derang bersamaan.


“Adik Yuan, kenapa kamu di sini? dan siapa pemuda ini?.” tanya Li Cheng, kepada Gadis yang sebelumnya memanggil ketiganya, sembari menunjuk ke arah Pemuda dengan rambut dan alis putih yang datang bersama Gadis tersebut. Keduanya adalah Li Yuan dan Gofan, mereka baru saja tiba di hadapan ketiganya.


“Li Yuan? Adik Yuan?... Li Cheng. Apa kamu masih pantas memanggilku seperti itu? Hanya Putra Suci yang pantas memanggilku seperti itu, atau kamu masih berpikir bahwa kamu masih seorang Putra Suci?.”


Wajah ketiganya mendadak masam mendengar ucapan Li Yuan, terutama Li Cheng, kata-kata itu seperti menabur garam di atas kenangan pahitnya.


Li Cheng adalah mantan seorang Putra Suci dari Aliansi Pendalaman Musim. Dia baru saja dikalahkan oleh seorang murid lain yang kemudian menggeser posisinya dan menjadi Putra Suci yang baru.

__ADS_1


“Li Yuan, kamu jangan lupa, meski Kakakku kalah dari Li Wuhui, dia masih lebih kuat darimu!.” bibir Li Wu melengkung, tersenyum meremehkan, saat dia membanggakan budidaya Kakaknya yang memang sedikit di atas Li Yuan.


“Diam kamu! Kamu hanya pengekor yang tidak bisa bertindak sendiri, beraninya kamu memanggilku seperti itu, kamu ingin mati?.” Li Yuan mengibaskan lengannya, dengan menunjuk dua jari, telunjuk dan jari tengahnya, seberkas sinar pancaran energi lima Jiwa Bintang melesat ke arah Li Wu.


Blazh!!


Ziiutt... Li Cheng menghadang dan menangkis serangan Li Yuan. Dengan mudah, Li Cheng meniadakan semua pancaran energi serangan itu, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


“Putri Suci. Mohon maafkan kami... Jangan diambil hati, saudaraku ini hanya bercanda... Mohon Putri Suci bermurah hati mengingat bagaimana hubungan kita di masa lalu.” Li Cheng melirik marah ke arah Li Wu.


Li Wu mengerutkan alis tidak terima, tapi hanya bisa menunduk dan ikut menangkupkan tangan seperti yang dilakukan Li Cheng. Sementara Li Derang yang juga menangkupkan tangan, tersenyum melihat hal itu.


Dalam Aliansi ada peraturan tidak tertulis yang mewajibkan anggota Aliansi Pendalam Musim untuk memanggil hormat pada Putra dan Putri Suci Aliansi. Meskipun peraturan itu hanya berlaku di kalangan dalam Aliansi. Oleh karena itu, Li Cheng pada akhirnya memanggil Li Yuan dengan panggilan 'Tuan Putri'.


“Mantan Putra Suci?, orang ini dengan mudah menangkis serangan Li Yuan, tentunya dia orang yang tangguh...Tidak tahu seperti apa kekuatan Putra Suci yang baru yang telah mengalahkannya.” pikir Gofan dalam hati saat terperangah sekejap melihat aksi santai Li Cheng mengibaskan lengan, meniadakan serangan Li Yuan.


Dalam perjalan mendaki Gunung Lingjiu, Gofan telah melihat bagaimana unjuk kekuatan Li Yuan, saat dia membunuh beberapa Binatang Langit. Jika dia membandingkan dirinya dengan Li Yuan, dia pasti akan terbunuh hanya dengan dengusan napas Li Yuan, apalagi jika dibandingkan dengan Li Cheng itu, itu akan lebih mudah lagi.


Li Yuan berdehem, sedikit malu Kemampuan Ilahinya ditangkis semudah memotong rumput kering, “Aku kemari untuk misi dari Aliansi dan orang ini adalah yang akan membatuku.” sahutnya ketus saat dagunya terangkat sedikit, tidak bisa tidak sombong, meskipun kalah.


“Ternyata, seorang yang cacat ini bisa membantu Tuan Putri kami, tentunya kamu memiliki semacam kemampuan khusus, jika boleh tahu siapakah kamu?.” ucap Li Cheng setelah memindai bahwa ranah budidaya Gofan berada di bawah ranah Saint God.


Di Alam Besar hanya ranah Star Pioneer yang dianggap Pembudidaya, sementara ranah Saint God dianggap sebagai kalangan umum dan untuk yang tidak memancarkan aura Saint God akan dianggap sebagai orang cacat, tidak mampu berbudidaya.


“Apa orang cacat tidak boleh membantuku? Jangan menghinanya! Dia bahkan lebih berguna daripada kalian bertiga!.” sela Li Yuan, ketika melihat ekspresi wajah Gofan yang tidak sedap dipandang.


Sebelumnya, dengan kemampuan boneka manusia tanah Gofan. Gofan telah memalsukan wujud Styxnya dan membuat seolah-olah Li Yuan telah hampir berhasil menemukan wujud Styxnya dan berusaha untuk menangkapnya, meski pada akhirnya Gofan membuat wujud Styxnya berlari dan menghilang. Karena itu, Li Yuan percaya bahwa Gofan memang benar-benar mampu melacak keberadaan Styx yang dicarinya, yang bahkan tidak bisa dilacak oleh Cermin perunggu miliknya.


“Tuan Putri jangan salah paham, aku tidak menghinanya, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Jadi, siapakah kamu?.” ucap Li Cheng sembari memperhatikan perubahan wajah Li Yuan.

__ADS_1


“Aku Mo Fan.” Gofan maju dan menengahi keduanya, tidak berharap memperpanjang perdebatan mereka.


“Mo Fan? Apakah selain untuk membantu Putri Suci, kamu juga ingin mendapatkan Inti Madu?.” tanya Li Cheng.


“Tentu saja Kak, tidak perlu ditanyakan lagi, dari arah mereka datang, jelas mereka akan menuju ke sarang para lebah... Mo Fan ini pasti ingin Putri Suci menangkapkan beberapa lebah itu sebagai ucapan terima kasih Hehehe...” tawa Li Wu, memandang remeh ke arah Gofan.


“Li Wu. Kamu pikir semua orang seperti dirimu? Meski dia sudah hampir membantuku, aku tidak akan melakukan apa pun untuk membantunya mendapatkan Inti Madu. Dia bukan seorang pengekor sepertimu!.” kata Li Yuan.


Li Wu menggeram dalam hati, tapi tidak bisa membantah kata-kata Li Yuan. Bagaimana pun itu benar. Dia datang bersama Kakaknya, Li Cheng. Berharap mendapatkan beberapa Inti Madu dari Li Cheng secara cuma-cuma.


“Benarkah itu saudara Fan? Apakah kamu sanggup menaklukkan lebah-lebah itu?.” Li Derang adalah yang paling penasaran dengan perkataan Li Yuan, dia merasa, jika tanpa bantuan Li Yuan, Gofan hanya seperti bunuh diri untuk menangkap para lebah itu.


“Benar. Sanggup atau tidak, aku masih harus berusaha. Aku tidak berharap diberi Inti Madu secara cuma-cuma oleh Nona Li. Aku hanya berharap Putri Suci bersedia menolongku jika saja aku dalam bahaya.” ucap Gofan menjawab rasa penasaran Li Derang.


“Heh... Bukankah itu sama saja.” gumam Li Wu, mencibir ke arah Gofan.


“Oh... Bagus sekali. Sangat percaya diri. Kalau begitu silahkan, di depan, sembilan pembudidaya lain telah bertarung dengan para lebah itu, kenapa saudara Fan tidak langsung bergabung dengan mereka?.” Li Cheng bertindak seperti mempersilahkan Gofan untuk lewat dan maju ke arah sarang Lebah Punggung Taring.


“Tentu... Tapi jika boleh tahu, kenapa kalian bertiga masih menonton di sini? Kalian jauh lebih hebat dariku, tapi kenapa bersembunyi di balik pohon ini? Apakah benar kalian sedang menunggu durian runtuh, seperti yang diucapkan Nona Li.” tanya Gofan.


“Kurang ajar!.” Li Wu marah mendengar kata-kata Gofan, dia hendak maju dan memberi Gofan pelajaran, tapi tangan Li Cheng menghadang langkahnya.


Li Cheng tertawa pelan, “Benar.. Kami memang sedang menunggu dan ingin memanfaatkan aksi dari sembilan pembudidaya di sana untuk memancing Ratu Lebah keluar.”


“Sudah ku duga....” ucap Li Yuan pelan, sebelum melihat ke arah Gofan, “Mo Fan, tidak usah perdulikan mereka, kamu maju saja, jangan menunggu Ratu Lebah itu keluar, itu justru tidak akan menguntungkanmu. Ayo kita pergi!”


“Baik Nona Li...” Gofan kemudian menatap ketiga lainnya, “Kalau begitu, kami undur diri.”


Gofan dan Li Yuan bergegas pergi ke arah Gua sarang para lebah, mengabaikan ketiganya yang masih memutuskan untuk bersembunyi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2