
" Bodoh! Jelas-jelas mereka sedang melakukan tipuan. Bagaimana bisa dia justru langsung menyerang Tuan Kongchu? " Teriak salah satu gadis dari Lima Dewi Bunga ketika melihat Ximenhong menerjang pertempuran para Kongchu.
" Meigui. Apa maksudmu? Bukankah sudah jelas sekarang para Kongchu palsu itu menyerang bersama-sama Senior Kongchu yang asli? " Tanya Guxiong heran mendengar perkataan Meigui, gadis yang tertua di antara Lima Dewi Bunga.
" Salah. Coba Tuan Muda Guxiong lihat, pedang yang dipegang Kongchu yang itu memancarkan cahaya mirip api yang meredup, itu adalah ciri khas serangan Tuan Kongchu yang asli.. "
" Kemudian, lihat juga keempat lainnya yang ikut membantu Tuan Kongchu, mereka tidak benar-benar membantu, mereka hanya ingin mengecoh kita agar menyerang Tuan Kongchu yang asli " Jawab Meigui menjelaskan pemikirannya kepada Guxiong.
Guxiong menoleh ke arah para Kongchu dan memperhatikan serangan pedang dari Kongchu yang ditunjuk Meigui.
' Benar. Gadis ini benar. Sepertinya Ximenhong telah salah mengira... Aku harus memperingatkannya ' Pikir Guxiong sebelum menerjang ke arah Ximenhong.
Goyige, Litaizhong, dan Litaihyun mendengar percakapan Guxiong dan Meigui, tetapi mereka masih diam menonton, tidak langsung ikut membantu Guxiong menyerang para Kongchu yang palsu.
Litaizhong menoleh ke arah Litaihyun, " Kak. Bukannya kamu bilang mau membantu Senior Kongchu mengatasi penyusup, lalu kenapa masih diam? "
" Sebentar lagi. Aku masih ingin mengamati pertarungan mereka "
' Aku hanya penasaran dan ingin bertemu langsung dengan si Iblis Putih. Jika bukan karena itu, buat apa aku masuk kemari... Tapi penyamaran para penyusup ini hebat juga. Ini lebih mirip sihir perubahan wujud daripada teknik merubah wajah milikku ' Batin Litaihyun usai menjawab pertanyaan Litaizhong.
Litaihyun menoleh ke arah Meigui dan empat Dewi Bunga lainnya, " Bagaimana keadaan Nyonya kalian? Apa dia baik-baik saja?... "
" Jika dia mati, aku khawatir, kita tidak akan bisa keluar dari formasi ini "
" Pangeran tenang saja. Nyonya hanya pingsan. Setelah Nyonya sadar, kita pasti akan bisa keluar dari ruangan ini " Sahut Meigui kepada Litaihyun.
*Trang*
*Trang*
*Trang*
Kini pertarungan menjadi semakin ramai. Ximenhong menyerang dengan ganas keempat Kongchu Palsu dan Kongchu Asli yang dia kira palsu.
" Ximenhong. Hentikan!... Dia itu yang asli, yang palsu itu yang itu, di belakangmu! " Teriak Guxiong memperingatkan Ximenhong tentang apa yang baru dia sadari berkat ucapan Meigui.
' Asli? Dia yang asli? ' Pikir Ximenhong sembari masih menyerang ke arah Kongchu yang asli.
" Begundal kurang ajar!! Beraninya kamu menyerangku... Aku ini yang asli, Bodoh!! " Kongchu benar-benar marah kepada Ximenhong.
Bagaimana Kongchu tidak marah, tadinya Kongchu hampir saja berhasil menyarangkan tebasan pedangnya ke arah Kongchu palsu yang sedari awal pertempuran selalu menyerang dirinya.
Tetapi karena kemunculan Ximenhong, serangan pedang Kongchu gagal membunuh si Kongchu palsu. Ximenhong menangkis serangan jurus Cerminan Matahari Di Air Terjun milik Kongchu.
Mendengar teriakan Guxiong, si Kongchu palsu yang sebelumnya dilindungi oleh Ximenhong tersenyum tipis dan menebaskan pedangnya ke punggung Ximenhong.
*Crash*
__ADS_1
" Arggghhh!!! " Teriak Ximenhong kesakitan karena punggungnya baru saja ditebas oleh si Kongchu palsu yang sebelumnya dia lindungi.
*Zyuut*
Keempat Kongchu palsu merubah haluan dan menyerang ke arah Kongchu asli dan Guxiong. Masing-masing dari mereka menghadapi dua orang Kongchu palsu.
*Trang*
*Trang*
Sembari terus menangkis serangan dua orang Kongchu palsu, Guxiong memperhatikan keadaan Ximenhong yang baru saja diserang secara tiba-tiba dari belakang.
Ximenhong masih bisa bertahan, dia menjauh dari pertarungan sembari menahan rasa sakit di punggungnya.
' B*ngs*t! Dia menipuku... ukh...' Batin Ximenhong.
Rasa sakit dan perih dari luka dipunggungnya memaksanya menjauh sementara dari pertarungan. Ximenhong mengeluarkan pil dari Cincin Dimensi dan meminumnya.
' Bocah bodoh.. itulah karma karena menghalangi seranganku tadi ' Batin Kongchu ketika melihat Ximenhong menelan pil obat untuk menghentikan pendarahan di punggungnya.
" Cerminan Matahari Di Air Terjun "
Sekali lagi Kongchu mengerahkan jurus pedang apinya dan menyerang tepat ke arah kedua Kongchu palsu yang menyerangnya.
*Cruat*
*Crash*
Kedua Kongchu palsu tumbang usai menerima tebasan panas dari pedang Kongchu.
" Dua mati tinggal tiga... " Gumam Kongchu sebelum menerjang ke arah Kongchu palsu yang sebelumnya melukai Ximenhong.
" Cerminan Matahari Di Musim Gugur "
Kongchu melesat dengan cepat ke arah Kongchu palsu. Serangannya kali ini dikenal dengan jurus Cerminan Matahari Di Musim Gugur, merupakan jurus kedua dari jurus Pedang Cerminan Matahari yang dia kuasai.
Cahaya yang tadinya hanya bersinar redup di pedang Kongchu, kini bersinar makin terang. Lidah-lidah api terlihat menjulur disepanjang tubuh pedangnya. Hawa panas dari jurus itu juha terasa memenuhi Ruang Penyekapan.
" Tebasan Pembalik 96 Langkah "
Ucap Si Kongchu palsu sebelum menangkis serangan pedang panas milik Kongchu.
Kongchu terkejut melihat jurus pedangnya berhasil ditangkis, sebelumnya dia mengira bahwa Kongchu palsu itu hanya menguasai jurus-jurus dasar berpedang.
*Trang*
*Trang*
__ADS_1
' Akhirnya, kamu menunjukkan kemampuanmu juga ya... baik... ' Batin Kongchu sembari menarik mundur serangan pedangnya.
" Cerminan Matahari Di Atas Danau "
' Coba tangkis seranganku kali ini.. ' Batin Kongchu saat dia memutar-mutar pedangnya.
Api panas terbentuk dari putaran pedang itu dan menyembur tepat ke arah Kongchu palsu.
*Byuur*
*Cruat*
*Gedeblug*
Kongchu palsu jatuh dan tewas terbakar oleh serangan pedang api Kongchu.
' Aneh... Kenapa dari ketiga yang kubunuh, tidak ada satupun yang tampaknya berdarah? yang satu ini bahkan tidak terlihat seperti mayat, tapi terlihat seperti tanah yang gosong ' Pikir Kongchu ketika menyadari tidak ada noda darah sedikit pun di tubuh pedang miliknya.
Di sisi lain, Guxiong juga telah berhasil mengalahkan dua orang Kongchu palsu yang menerjang ke arahnya.
Guxiong berjalan menghampiri Kongchu, " Senior. Sepertinya mereka hanyalah boneka tanah... lihatlah " Tunjuk Guxiong pada salah satu mayat Kongchu palsu yang berhasil dia bunuh.
Guxiong menebas leher salah satu Kongchu palsu, dan dia dengan jelas melihat tidak ada darah yang keluar dari tubuh Kongchu palsu tersebut.
Kongchu melihat ke arah yang ditunjuk Guxiong, " Jadi karena itu tidak ada darah sedikit pun " Gumam Kongchu sembari memperhatikan ke sekeliling Ruang Penyekapan.
Litaihyun juga melihat boneka tanah tersebut, karena penasaran, dia mendekati tubuh boneka tanah yang dipenggal lehernya oleh Guxiong.
' Boneka tanah? Ini sepertinya dibuat dengan Energi Tanah... Tapi wajah dan posturnya benar-benar mirip manusia, ini pasti karena Energi Sihir. Tapi aku belum pernah mendengar ada yang bisa menggerakkan boneka tanah selincah gerakan manusia, itu kemungkinan digerakkan dengan Energi lainnya... '
' Sial... Orang ini memiliki lebih dari dua jenis energi ' Pikir Litaihyun sembari mengamati boneka manusia mirip Kongchu tersebut.
" Kak... Sampai mereka kalah pun, kamu hanya menjadi pengamat " Sindir Litaizhong yang kini berdiri tepat di sebelah Litaihyun.
" Belum. Ini belum selesai. Mereka semua hanya boneka tanah, pengendali aslinya pasti masih ada di sekitar sini " Ucap Litaihyun sembari ikut mengamati sekeliling Ruang Penyekapan tersebut.
" Kamu tidak apa-apa? " Guxiong menghampiri Ximenhong yang duduk bersila.
Ximenhong sedang menggunakan tenaga dalamnya untuk mempercepat kesembuhan luka di punggungnya. Ximenhong tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Guxiong.
Guxiong kemudian melemparkan sebuah botol obat tepat ke arah lipatan kaki Ximenhong yang masih bersila.
" Itu disebut Bubuk Seratus Luka, sepupuku yang pernah belajar dari Tabib Ajaib memberikannya padaku. Itu pasti cukup untuk mengobati lukamu " Usai memberikan bubuk obat itu, Guxiong pergi dan ikut mengamati sekeliling Ruang Penyekapan.
' Guxiong... Pengkhianat! Bahkan bubuk obat yang kuberikan padamu pun, kamu berikan pada begundal itu ' Pikir seekor lalat yang hinggap tepat di atas kerah bagian punggung dari jubah Litaizhong.
Bersambung...
__ADS_1