
Para Humanoid itu, semuanya bertubuh manusia dan berkepala tikus mirip Jiang Feng. Tekanan basis budidaya yang mereka pancarkan juga sama, Star Pioneer satu Jiwa Binatang. Mereka adalah para Penjaga Suku.
Hanya para Penjaga Suku yang diizinkan mengenakan baju zirah besi berwarna hijau itu. Gofan tahu baju zirah itu adalah baju zirah khusus yang digunakan Suku tikus untuk berurusan dengan kawanan Slime.
Ada belasan para Penjaga Suku yang muncul dan Enam di antara mereka mengepung Gofan, tapi setiap dari mereka berdiri memunggunginya. Gofan yang awalnya terkejut, pada akhirnya menghela napas lega melihat para humanoid mengepungnya seperti itu.
“Syukurlah mereka tidak melihatku... Tapi apa yang harus aku lakukan?.” tidak perlu waktu lama untuk berpikir, Gofan langsung melakukan hal yang serupa seperti yang dia lakukan pada Jiang Feng.
Suara Mentalnya meniru decitan suara kawanan Slime, bergema jauh di dalam kerumunan kawanan tikus dan humanoid lain yang muncul mendekati Tugu.
“Di sana! Dia ada di tengah-tengah mereka!.” Tunjuk salah seorang Penjaga Suku, bersamaan dengan lima penjaga lainnya, dia bergegas melesat ke arah kerumunan.
Mereka berenam melepaskan jaring tepat ke arah sumber suara. Jaring itu berderak dengan percikan-percikan kecil mirip kilat. Kerumunan segera membubarkan diri, menjauh dari sumber suara. Pendengaran mereka tajam, langkah mereka gesit, jadi, saat jaring jatuh, itu hanya mengenai permukaan tanah. Mereka semua sudah menjauh dari sumber suara.
Saat para Penjaga Suku melihat Jaring Kilat tidak mengenai apa pun selain tanah, wajah mereka pucat, “Dimana dia? Bagaimana Slime itu bisa bergerak cepat? Dia bahkan belum meniru salah satu dari kita...”
Para Penjaga itu tahu bahwa saat para Slime meniru makhluk lain, mereka akan menjadi sama seperti makhluk itu, jadi jika makhluk yang ditirunya tidak memiliki kemampuan kamuflase, dia juga tidak.
“Apa ada Suku Styx yang memiliki kemampuan kamuflase dan kecepatan super?.” Kelima lainnya menggeleng, selain Slime tidak ada yang bisa berkamuflase. Teknik menghilang itu, hanya dikuasai oleh Suku Slime.
Keenamnya melihat ke kiri dan kanan, telinga mereka bergerak-gerak pelan melacak suara lain yang terdengar berbeda dari milik Suku tikus.
“Di sana!! Kejar!!.” Jaring Kilat ditarik lalu dibawa pergi menjauh ke arah pinggiran kawasan, “Cepat! Jangan biarkan dia kabur!!.” Keenamnya berlarian, berpindah-pindah mengejar suara aneh yang berhasil mereka lacak.
Di depan tugu... Gofan berpikir keras, “Apa yang salah? Semua yang aku lakukan sudah sesuai dengan ingatan Jiang Feng....”
Setelah beberapa waktu...“Benar... Aku bisa mencoba cara itu.” Senyuman malu-malu muncul di wajah Gofan.
“72 Sihir Perubahan Abadi... Berubah!.”
Sebuah asap merah muda muncul dan merubah tubuh besar Gofan menjadi sebuah pintu, pintu itu mirip dengan Gerbang Langit Pertama, hanya saja ukurannya jauh lebih kecil, hanya seukuran dua kali tubuh manusia biasa.
Sihir perubahan Gofan pada dasarnya adalah sebuah ilusi yang diciptakan dengan Energi Sihir, bukan tubuh dan tulangnya yang berubah, itu berbeda dengan perubahan bentuk yang dilakukan para Slime.
Gofan menampakkan dirinya, kamuflasenya hilang dan sebuah pintu muncul melayang di tengah-tengah Tugu Suci, jelas menarik perhatian semua yang hadir di sana, tidak terkecuali para Penjaga Suku yang tersisa di dekat Tugu.
“Pi-pintu Suci... Pintu Suci terbuka... Siapa yang melakukan ini??.”
__ADS_1
“Slime!.. Itu pasti Slime... Lihat, daun pintunya terbuka dengan sendirinya...”
Seorang Penjaga Suku yang berada paling dekat dengan tugu bergegas melompat dan melempar Jaring Kilat.
*Blazh* Jaring menangkap udara dan jatuh kembali ke permukaan tanah.
“Terlambat... Pintunya sudah hilang! Dia sudah masuk, Slime sudah masuk ke Ruang Sumber Daya!!!.” Teriak Penjaga itu.
Tetua Suku yang sebelumnya bertemu Jiang Feng muncul di sebelah Penjaga, “Jiang Yan dan kamu, kalian berdua ikut aku! yang lain jaga di sekitar Tugu!.”
Segera Tetua suku itu melakukan segel tangan dan menyentuh Tugu Suci, semua yang dia lakukan persis sama seperti yang dilakukan Gofan sebelumnya.
Melihat itu, mata Gofan bersinar dengan jawaban, “Ternyata begitu.. Tugu ini mendeteksi garis darah keturunan...” Hanya Suku Tikus Sayap Perak yang disetujui yang bisa membuka Pintu Suci.
Gofan yang kembali tidak terlihat, melayang di belakang Tetua suku dan dua Penjaga. Dia melayang dengan hening, semua suara dia lemparkan menjauh dengan Suara Mental. Meski tidak bisa lama-lama melakukan itu, itu sudah cukup untuk memberinya waktu menyusup masuk di antara ketiganya.
*Blazh* Pintu Suci yang asli muncul, Tetua dan dua lainnya masuk, begitu pula Gofan. Semua itu berlangsung cepat hanya beberapa kali helaan napas.
**
Ratusan hela napas berlalu... Tetua Suku dan dua lainnya memasang raut wajah bingung. Mereka sudah mencari di semua celah di Ruang Sumber Daya, tapi tidak menemukan apa-apa.
“Sudah Tetua... Tidak ada satu pun yang hilang, juga tidak ada tanda-tanda keberadaan Slime itu.” Penjaga Suku bernama Jiang Yan menjawab dengan yakin.
“Tetua Hong.. Apakah mungkin Artefak kuno ini dipalsukan oleh Slime itu?.” Tanya seorang Penjaga lainnya, seorang Styx betina. Memandang aneh ke arah Artefak kuno di belakang Tetua tikus, Jiang Hong.
“Palsu...” Jiang Hong tertawa, “Bahkan jika Slime itu bisa merubah tulang dan tubuhnya menjadi apa pun, dia tidak akan bisa meniru aura kuno dari Artefak ini.. Ini asli!.. Hahaha...”
“Aura kuno.. Tapi.. Tetua, bukankah sekarang tidak ada aura apa pun dari Artefak itu?.” Tanya Styx betina itu sekali lagi.
*Deg* Wajah Jiang Hong pucat, dari tadi pikirannya fokus pada pencarian penyusup. Ketika dia melihat sekilas bahwa Artefak masih ada, dia tidak menaruh curiga apa pun. Tapi sekarang... Ketika dia mengibaskan lengannya... Blazh!!! Artefak kuno itu berubah menjadi sebongkah Kristal Semesta.
“I-Ii.. Ilusi!!?? Ini sihir ilusi.” Mata Jiang Hong membelalak dan dia meraung marah, urat hijau menyembul di dahi kepalanya, “KELUAR!! Tunjukkan dirimu... Dasar makhluk lembek pengecut!!! KELUAR!!!.” teriaknya.
Kedua lainnya terkejut, mereka lebih terkejut melihat reaksi Jiang Hong daripada menghilangnya Artefak kuno. Keduanya mundur menjauh, bukan karena ingin, tapi karena didorong menjauh oleh tekanan Jiwa Binatang Jiang Hong yang muncul dan melepaskan semua kekuatan budidayanya.
“Pengecut!! KELUUUUAAAAARRRRRR.”
__ADS_1
BLAAAAZZZHHH!! Riak udara berbentuk lingkaran cahaya emas buram mengguncang Ruang Sumber Daya. Tidak meledak, tapi angin kencang berhembus karenanya.
Angin kencang itu melempar beberapa harta berharga, jatuh satu demi satu, semuanya berantakan.
Jiang Hong marah karena dialah yang saat ini bertugas menjaga Ruang Sumber Daya. Jika Artefak yang paling berharga hilang, akan ditaruh dimana mukanya, apalagi benda itu hilang tepat di depan hidungnya, dia tadi tertawa... dan itu ternyata sihir ilusi.
Selain itu, kejadian yang dia alami sekarang mengingatkannya pada kejadian yang dulu dialami Jiang Feng. Dia takut, pada gilirannya, dia yang akan ditertawai Jiang Feng.
Dia terus mengamuk, mencari membabi buta ke seluruh ruangan, semuanya semakin berantakan.
**
Di luar batas pinggiran kawasan Suku tikus.
Styx dengan tubuh yang tidak terlihat, tertawa di dalam hati saat tangannya menggenggam sebuah gulungan bambu. Styx itu berlari kencang menjauhi kawasan para tikus.
Dia berlari dengan sangat cepat, bahkan sesekali dia akan terlihat seperti melompat-lompat. Meski tubuhnya besar seperti Gajah, tapi dia tetap gesit dan lincah. Rambutnya yang putih berayun-ayun diterpa angin saat dia terus berlari maju menuju ke arah sebuah Gua. Tentu saja itu Gofan. Dia berhasil!
“Hahaha... Aku berhasil!.”
Setelah memasuki Ruang Sumber Daya, matanya langsung jatuh ke arah gulungan bambu yang sekarang dia bawa, itu adalah Artefak kuno suku Tikus Sayap Perak. Dengan Energi Sihirnya, Gofan merubah sebongkah Kristal Semesta yang ada di ruangan itu menjadi serupa dengan gulungan bambu.
“Untung saja, untuk keluar, hanya perlu menempelkan token ini... Hahaha... Terima kasih Tetua Hong.”
Melalui teknik baru Mata Ilahi, Gofan mengetahui bahwa dengan token identitas Jiang Hong, dia bisa keluar dari dalam Tugu. Jadi, saat Jiang Hong kalap dan mengamuk, Gofan bergerak cepat, menyambar token identitas yang tersemat di pinggang Jiang Hong dan bergegas keluar dari dalam tugu.
**
Sementara Gofan sampai dengan bahagia di Gua Slime. Di dalam Tugu Suci suku tikus...
“Tetua Hong.. Bagaimana ini? Kapan kita bisa keluar?.” Tanya Jiang Yan.
Styx betina di sebelahnya menggeleng dan menghela napas, “Artefak itu hilang.. dan sekarang....” dia menghela napas lagi.
Jiang Hong diam. Pikirannya kosong. Aku gagal menjaga Artefak kuno! Apa yang akan dikatakan Jiang Feng dan Tetua lainnya?....
Bersambung...
__ADS_1
Catatan singkat; LIKE