
Gofan masih hinggap di kerah bagian punggung jubah Litaizhong, dia diam tidak bergerak. Gofan berusaha tetap tenang, dia berusaha tidak mengepakkan sayapnya, agar tidak menimbulkan suara.
" Aku juga tidak menyangka, situasinya akan menjadi seperti ini " Sahut Gofan singkat.
Rencana yang dibuat Gofan sebenarnya tidak melibatkan para pangeran itu, namun siapa yang menyangka bahwa semua pangeran itu justru ikut masuk dan terperangkap dalam Formasi Garis Pengurung.
" Istriku. Akhirnya kamu siuman juga " Ucap Kongchu ketika menyadari Ziyishi mulai membuka matanya.
Ziyishi akhirnya sadar, dia masih berbaring sembari memegang kepalanya. Kepalanya terasa sakit dan pusing.
" Ukh... Ini? Kenapa kalian semua di sini? " Tanya Ziyishi.
Kongchu menjawab dan menceritakan semua yang dia ketahui kepada Ziyishi. Dari cerita Kongchu, Ziyishi menyadari bahwa Gofan dan Vasudev beserta Yubing, Nian dan Goxianlong sudah menghilang. Ziyishi tidak mengerti bagaimana cara Gofan dan Vasudev bisa menghilang keluar dari Formasi Garis Pengurung.
Usai mendengar jawaban suaminya, Ziyishi juga menceritakan semua yang dia alami. Dari cerita Ziyishi, semua yang berada di ruangan itu mengetahui bahwa dua orang penyusup yang telah menolong dua gadis pendekar dan membawa Pangeran Goxianlong pergi adalah Iblis Putih dan Vasudev.
Pada akhirnya, meski dengan berat hati, Ziyishi membatalkan Formasi Garis Pengurung dan pergi keluar bersama semua yang lain.
Tianfuzi yang menunggu di luar, marah besar ketika mengetahui bahwa Iblis Putih adalah pelaku penyusupan. Iblis Putih alias Gofan sekarang berada di peringkat teratas dalam daftar musuh yang harus dibunuh Tianfuzi.
" Guru. Apa tidak masalah dengan ini? Sekarang para pangeran itu, menjadikanmu buronan kerajaan juga? " Tanya Gofan saat dirinya terbang dari kerah baju Litaizhong, menjauh dari Ruang Penyekapan secepat yang dia bisa.
" Tidak masalah. Setelah Pangeran Goxianlong sembuh, aku punya cara untuk meyakinkan Raja... Tenanglah " Sahut Vasudev.
" Sekarang bagaimana? Kamu mau kembali ke Perguruan Tunjung Putih? " Tanya Vasudev yang masih berada di dalam Pagoda Jindun.
" Kita ke tempat Meiling. Aku ingin melihat keadaan Meiling " Sahut Gofan sembari terbang menyusuri lorong di pintu rahasia.
" Baik. Kalau begitu... Aku akan mengenalkanmu pada orang yang merawat Meiling " Sahut Vasudev.
Gofan, Vasudev, dan yang lain akhirnya berhasil lolos dari Paviliun Bunga Indah.
Selanjutnya, melalui celah ruang dimensi Vasudev, mereka tiba di luar sebuah gubuk yang terletak jauh di wilayah luar Ibu Kota.
[Desa Luiyang-Bukit Sembilan Batu]
Gofan yang sudah kembali ke wujud aslinya, kini berdiri di luar gubuk bersama dengan Yubing dan Nian, menunggu Vasudev yang telah terlebih dahulu memasuki gubuk tersebut. Sementara Julala dan Goxianlong yang masih tidak sadarkan diri, masih berada di dalam Pagoda Jindun.
" Aku pikir kepergianmu kali ini akan lebih lama dari satu minggu.. Tapi ternyata hanya dua hari kurang. Apa gadis muda itu sangat berarti bagimu? " Tanya seorang wanita tua berambut keriting dengan jubah berwarna kuning pucat. Usianya berkisar antara 60an tahun.
" Sudah ku bilang gadis itu kenalannya muridku. Aku pergi untuk menjemput muridku... "
" Gofan masuklah! Ajak juga teman-temanmu itu " Seru Vasudev kepada Gofan.
__ADS_1
" Baik Guru... "
" Kak. Ayo! " Ajak Gofan kepada Yubing dan Nian memasuki gubuk tersebut.
' Ini?! ' Batin Gofan, Yubing, dan Nian ketika mereka tiba di dalam gubuk.
" Tidak perlu terkejut. Nenek tua ini juga seorang ahli sihir... "
" Kenalkan, dia Seniorku di Perguruan Tujuh Jalan Kebajikan, namanya Xunialiang " Vasudev menunjuk ke arah wanita tua kenalannya itu.
Gofan, Yubing, dan Nian terkejut ketika melihat isi dari gubuk tersebut. Meski dari luar penampilan gubuk tersebut sangat kumuh, dengan dinding yang terbuat dari tanah liat dan atap yang terbuat dari ijuk. Tetapi ketika mereka tiba di dalam gubuk, segala fasilitas mewah penginapan kelas atas ada di dalam gubuk itu.
" Wah.. Ini tidak kalah dari ruangan di dalam Pagoda milikmu " Gumam Nian dari sebelah kiri Gofan.
" Ehem... " Xunialiang berdehem dan membuat Gofan, Yubing, dan Nian tersadar dari keterkejutan mereka.
" Salam Senior " Ucap ketiganya berbarengan.
" Hmm... Jadi kamu murid baru dari Juniorku ini? Namamu Gofan bukan? " Xunialiang mengangguk menerima salam dari ketiganya dan berjalan menghampiri Gofan.
" Benar Senior. Saya Gofan, murid baru Guru Vasudev "
" Lumayan... Berapa usiamu? " Tanya Xunialiang lagi.
" Bagus... Muda dan berbakat, 13 tahun tapi sudah mencapai ranah Grand Master. Kamu lebih berbakat daripada gurumu itu..."
Vasudev mengerutkan alis mendengar ucapan Xunialiang tersebut.
" Apa kamu dari Benua lain? Rambutmu kenapa putih begini? "
" Sudah. Sudah. Aku saja, sebagai gurunya belum pernah menanyainya serinci itu... " Sela Vasudev.
" Bagaimana keadaan gadis itu?, Biarkan Gofan menjenguknya " Sambung Vasudev.
" Tunggu dulu. Apa gadis ini kembarannya? Kenapa wajah mereka sama persis? " Tanya Xunialiang usai ucapannya di sela Vasudev. Xunialiang menunjuk ke arah wajah Yubing.
Yubing dan Nian sudah tidak lagi mengenakan topeng atau pun cadar semenjak diselamatkan oleh Gofan. Sehingga Xunialiang bisa melihat wajah Yubing yang sangat mirip dengan wajah Meiling.
' Kembaran? Apa maksudnya? ' Batin Yubing, bingung dengan apa yang diucapkan Xunialiang.
" Senior. Kakak Yubing belum tahu dan belum pernah melihat Meiling... Sebenarnya itu juga tujuanku kemari, aku ingin mempertemukannya dengan Meiling " Ucap Gofan mewakili Yubing yang tidak menjawab karena kebingungan.
" Gofan. Apa maksudmu? " Tanya Yubing.
__ADS_1
" Nanti.. Kakak akan tahu " Ucap Gofan.
" Gadis itu masih belum sadarkan diri. Tapi dia sudah baik-baik saja, kalau ingin menjenguknya... Ayo! " Xunialiang berjalan menuju ke arah sebuah kamar. Gofan dan yang lain mengikuti Xunialiang dari belakang.
***
" Dia!? " Ucap Yubing ketika tiba di kamar Meiling dan melihat wajah Meiling yang begitu mirip dengan wajahnya.
' Wajahnya mirip sekali dengan wajah Senior ' Pikir Nian saat dia juga terkejut melihat wajah Meiling yang mirip dengan Yubing.
" Si-siapa dia? " Tanya Yubing.
" Namanya Meiling, putri angkat dari Tianfuzi... " Sahut Gofan yang disambung dengan cerita mengenai pertemuan pertamanya dengan Meiling.
Gofan juga menceritakan tentang penyiksaan yang dilakukan Tianfuzi pada Meiling, karena dia adalah Gadis Teratai Emas.
" Saat aku mengetahui dia adalah anak angkat Tianfuzi. Aku mengira, Meiling dan Kakak Yubing mungkin adalah saudara kembar yang terpisah " Lanjut Gofan.
Yubing tidak mengomentari apa yang diceritakan Gofan, dia duduk di pinggiran tempat tidur Meiling. Meiling masih terbaring tidak sadarkan diri dengan banyak perban membalut tubuhnya.
" Senior.. Apa mungkin dia adalah saudarimu? " Tanya Nian.
Yubing menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak tahu bahwa dirinya mungkin memiliki sorang saudari kembar.
" Nenek yang membesarkanku tidak pernah bercerita bahwa aku memiliki saudari kembar " Sahut Yubing.
Selama ini, setahu Yubing, dia adalah seorang anak tunggal. Kedua orang tuanya sudah meninggal dibunuh perampok. Sampai dia berusia tujuh tahun, dia hidup dan dibesarkan oleh Neneknya. Setelah tujuh tahun, dia memutuskan untuk masuk ke Lembah Bunga Kamboja dan menjadi murid di perguruan tersebut.
" Ini mudah... Kamu tinggal pergi dan tanyakan pada nenekmu, apakah kamu memiliki saudari yang lain atau tidak? " Ucap Xunialiang setelah mendengar ucapan Yubing.
Yubing menunduk dan meneteskan air mata. Dia tidak menjawab ucapan Xunialiang.
" Nenek Senior Yubing, sudah lama meninggal " Sahut Nian pelan.
" Tidak masalah. Yang hidup bisa ditemui, yang mati bisa dipanggil " Ucap Xunialiang tanpa ekspresi bersalah sedikit pun.
*Blazh*
Sebuah bola kristal berwarna jingga muncul di telapak tangan kiri Xunialiang. Xunialiang membentuk segel tangan dengan tangan kanannya.
" Beri aku selembar rambutmu, maka aku akan memanggil roh nenekmu untuk datang kemari " Pinta Xunialiang usai bola kristal jingga di tangan kirinya memancarkan sebuah cahaya putih terang.
Gofan, Yubing, dan Nian terkejut mendengar dan melihat apa yang dilakukan Xunialiang. Sementara Vasudev hanya duduk di sudut kamar itu, sembari memikirkan persiapan upacara pengangkatan Gofan sebagai Putalinya.
__ADS_1
Bersambung...