Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 43. Mouhuli Bertemu Xionan


__ADS_3

Pikiran Gofan terlaku fokus pada pembuatan obat penawar lima racun, sehingga dia tidak menyadari bahwa hari sudah berganti.


Sinar cahaya pagi sebenarnya terlihat di antara celah-celah dinding bambu gubuk itu, namun karena pikiran Gofan sudah tidak pada tempatnya, dia tidak menyadari hal itu.


"Lho... Ini apa? Kenapa hanya berbentuk serbuk begini? Kamu yakin ini manjur? "


Xionan tidak menemukan kuali obat dan dia juga tahu, Gofan bukan seorang pengolah energi api, jadi Gofan tidak mungkin bisa membuat pil obat. Oleh karena itu, Xionan penasaran dengan apa yang diracik oleh Gofan dan memeriksa isi botol obat penawar itu.


"Aku bukan tabib, jadi aku melakukan sedikit modifikasi pada resep obatnya. Aku yakin khasiatnya akan manjur "


Sahut Gofan dengan nada lesu sambil merapikan sisa-sisa herbal obat dan membersihkan meja tempat dia meracik obat.


"Fanfan, darimana kamu mendapatkan resep obat ini ?"


Melihat bentuk obat yang diracik Gofan sedikit tidak wajar, Xionan menjadi ragu dengan resep obat yang digunakan Gofan untuk meracik obat tersebut.


Setelah beberapa hela napas, karena Gofan belum juga menjawab pertanyaannya. Sambil menyilangkan kedua tangannya, Xionan melayang mondar mandir mengikuti Gofan yang sedang membersihkan meja.


"Nannan, bisakah kamu diam dulu? Jangan mengikutiku kemana-mana, Huahem"


Gofan menguap dan duduk di kursi, dia baru saja selesai membersihkan meja.


"Aku tanya, darimana kamu mendapatkan resep obat ini ?"


Sekali lagi Xionan mengulang pertanyaannya, dia ingin tahu, kenapa Gofan begitu percaya diri dengan obat racikannya itu.


*ZzZzZz*


Gofan tertidur, tangan kirinya berada di atas meja menopang kepalanya. Kedua matanya tertutup dan suara napasnya terdengar nyenyak sekali, meskipun posisi tidurnya agak tidak nyaman dilihat.


Mendapati Gofan yang sudah tertidur di depan matanya, Xionan mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu lebih lanjut, dia hanya diam menatap Gofan,


-Bocah ini semakin tampan saja, tidak percuma dia membudidayakan teknik pengolahan tubuh-


Waktu terus bergulir, sementara Gofan masih tertidur di atas meja di temani Xionan yang masih duduk melayang. Xionan tidak membangunkan Gofan, dia kasihan melihat Gofan yang sudah bekerja keras, tidak tidur seharian hanya demi menyelesaikan obat penawar lima racun untuk Yubing.


-Gadis itu beruntung sekali, ada laki-laki seperti Gofan yang memperhatikannya seperti ini-


Pikir Xionan, dia merasa sedikit iri dengan Yubing. Ada lelaki yang rela begadang semalam suntuk demi meracik obat untuknya, bahkan sampai tidak ingat waktu. Dulu saat Xionan masih hidup, hanya kakaknya yang akan bertindak seperti yang dilakukan Gofan sekarang ini.


-Gofan ini sangat mirip denganmu Kak, dimana kamu sekarang? tapi....ini sudah 700 tahun lebih...-


Xionan merindukan kakaknya, dia masih penasaran mengenai keberadaan kakaknya.


Tengah hari pun tiba dan Mouhuli muncul di depan dapur gubuk bambu, dia masuk dan memeriksa isi dapur.


"Apa yang terjadi, Kenapa tidak ada makanan? Apa yang dilakukan anak itu? Pantas saja tidak ada aroma masakan yang tercium hari ini"


Mouhuli datang setelah menunggu hari mencapai tengah hari, sebab dia tidak mencium aroma masakan seperti hari-hari sebelumnya.


Di dalam gubuk, Xionan mendengar suara yang datang dari arah dapur,


-Celaka, gadis siluman itu sudah datang, bagaimana ini? Gofan belum juga bangun... Ah, benar... begitu saja -


Xionan berusaha membangunkan Gofan, tetapi Gofan masih saja tertidur lelap. Xionan bahkan mencoba menggunakan cahaya panah jiwa untuk membangunkan Gofan, tapi itu sia-sia, Gofan masih tertidur, dia terlalu kelelahan.


-Sudahlah, nanti dia pasti akan mengerti jika sudah sadar-


Xionan mendengar langkah kaki Mouhuli yang mendekat dari arah dapur ke kamar tempat Gofan yang sedang tertidur.


Xionan membentuk segel tangan dan tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya putih dan masuk ke tubuh Gofan. Xionan memutuskan untuk merasuki Gofan dan mengambil alih kendali tubuhnya.


*Kriieet*

__ADS_1


"Gofan, apa yang kau lakukan? Kenapa hari ini tidak ada makanan?"


Mouhuli membuka pintu kamar gubuk, lalu melangkah masuk. Dia melihat Gofan sedang duduk berpangku tangan di atas meja.


"Salam leluhur, Maaf semalaman tadi saya sibuk meracik obat hingga lupa waktu, saya belum sempat memasak "


Sahut Xionan, yang kini sudah berhasil mengambil kendali tubuh Gofan. Dia bangun dari kursi dan menyapa Mouhuli.


"Siapa kamu!? Kenapa kamu merasuki tubuh anak ini? Keluar !!"


Teriak Mouhuli saat dia melihat sesuatu yang aneh pada diri Gofan.


-Aku yakin, itu cahaya mata orang yang kerasukan, matanya berbeda dari biasanya-


Pikir Mouhuli, saat dia menatap mata Gofan yang menyapa dan menjawab pertanyaannya, dia melihat sekelebat cahaya putih di dalam sorot mata itu, cahaya mata Gofan terlihat tidak seperti biasanya.


-Bagaimana siluman ini bisa tahu?-


"Apa maksud leluhur? Saya tidak mengerti, mohon tenang, ini saya Gofan"


Xionan sempat terkejut ketika mendengar Mouhuli berteriak, tapi Xionan tidak mengakui keberadaannya. Xionan berusaha meyakinkan Mouhuli, dia mengakui dirinya sebagai Gofan sambil menunduk memberi hormat.


-caranya memberi hormat jelas-jelas berbeda dari anak ini, roh ini masih berani menipuku-


"Begitukah? Siapa yang mau kamu bodohi? Keluar sekarang juga atau aku akan membakar rohmu sampai lenyap...!"


Mouhuli melihat dengan jelas, ketika Xionan memberi hormat dengan tubuh Gofan, dia melakukannya dengan cara layaknya seorang perempuan memberi hormat, dia lupa bahwa dia sekarang harusnya memberi hormat dengan tidak menekuk kaki.


Laki-laki saat memberi hormat akan menangkupkan kedua telapak tangan mereka dan sedikit membungkukkan badan. Sementara bagi perempuan, mereka juga melakukan hal yang sama, hanya saja dengan tambahan saat membungkuk, mereka juga akan sedikit menekuk lutut kaki mereka. Biasanya kaki kanan akan dibawa mundur satu langkah, saat mereka menekuk lutut.


-Sial, aku lupa, sudahlah, sudah terlanjur-


Xionan menyadari bahwa dirinya telah salah dalam memberi hormat.


Sudah terlanjur basah, Xionan akhirnya mengakui dirinya. Dengan ini maka akhirnya, secara tidak langsung Xionan telah bertemu dengan Mouhuli. Tanpa basa-basi, Xionan langsung menanyakan keberadaan Xioming.


-Kenapa kata-kata ini tidak asing, siapa roh ini ?-


"Apa maksudmu?, Keluar!! Jangan banyak bicara lagi !"


Mouhuli melakukan segel tangan dan kekuatan mentalnya berkumpul membentuk sebuah bola merah yang berputar melayang di depan tangannya yang membentuk segel.


*Wuuzz Wuuzz Wuuzz*


"Keluar !! "


Tangan kanan Mouhuli meraih bola merah kumpulan energi mentalnya dan mengacungkannya ke arah Xionan yang kini merasuki tubuh Gofan, tetapi dia belum melempar bola mental itu. Mouhuli tidak langsung menyerang.


"Hihihi, Kenapa berhenti? Kalau mau serang, serang saja langsung, kamu pikir aku takut, lihat saja apa yang bisa kulakukan pada bocah ini?"


*Zyuut*


Sebuah belati kecil muncul di udara setelah melayang keluar dari kantong ruang Gofan. Xionan menangkap belati itu dan mengarahkannya ke arah leher Gofan.


"Aku akan membawanya mati bersamaku Hihihi, Ayo... Serang !!"


Ancam Xionan. Saat ini di dalam ruangan kamar itu, Gofan berdiri seperti seseorang yang ingin melakukan bunuh diri.


*Blazh*


Bola merah energi mental Mouhuli tiba-tiba berpendar sebentar sebelum menghilang dari genggaman tangan Mouhuli.


"Dasar setan licik! , Katakan, Apa maumu ?"

__ADS_1


Mouhuli menarik energi mentalnya saat tangannya melakukan kibasan pelan. Mouhuli khawatir roh yang merasuki Gofan akan membuat Gofan melakukan bunuh diri, jadi Mouhuli menghentikan rencananya untuk menyerang.


"Kamu tidak mengingatku? Ratusan tahun lalu aku pernah menantangmu, hingga aku harus mati dan dikutuk di tanah hutan ini. Kamu tidak ingat ?"


Tatapan mata Gofan sekilas bercahaya putih, itu karena Xionan yang merasukinya benar-benar marah mengingat semua kejadian masa lalu yang menimpa dirinya. Semuanya diakibatkan oleh Mouhuli dan kedua mendiang putranya.


"Memangnya siapa dirimu? Ada banyak orang yang menantangku, aku tidak mungkin mengingat kalian satu per satu"


Sahut Mouhuli ketus, dia sempat mengingat logat tawa dan cara bicara Xionan, tapi Mouhuli tidak bisa mengingatnya dengan jelas.


"Oh begitukah? Benar juga, orang jahat sepertimu pasti punya banyak musuh. Baik. Lihat ini dengan jelas, apa kamu masih tidak bisa mengingatku...."


Gofan yang dirasuki Xionan melakukan segel tangan, lalu mengibaskan lengan kanannya dan sebuah gambar sosok perempuan muncul di udara melayang-layang di depan Gofan.


"Kamu!?, Bagaimana kamu bisa masih ada di dunia ini? Seharusnya rohmu sudah di jemput Surahatma"


Mouhuli melihat gambar sosok perempuan terbentuk di udara dan seketika itu dia langsung mengenali bahwa sosok di gambar itu adalah Xionan, gadis yang menantangnya bertarung untuk mencari tahu keberadaan kakaknya.


Menurut Mouhuli, Xionan yang sudah meninggal lama itu, seharusnya sudah bereinkarnasi kembali atau paling tidak rohnya seharusnya ada di alam roh. Surahatma tidak akan membiarkan roh-roh berkeliaran bebas di alam manusia.


Surahatma adalah sebutan untuk Dewa Kematian, yang bekerja atas perintah Raja Neraka. Mereka bertugas menjemput roh manusia yang baru saja meninggal dan membawa para roh tersebut ke alam roh untuk menjalani sidang penghakiman.


"Sudah ku bilang, aku tidak tahu menahu tentang kakakmu, Kenapa kamu masih saja keras kepala ?"


Imbuh Mouhuli, setelah dia mengingat kembali semua tentang Xionan. Mouhuli ingat bahwa setelah 13 tahun dia dikutuk terkurung di dalam gua itu, Xionan muncul menantangnya bertarung.


Saat itu Xionan baru berusia 28 tahun, dia baru saja mencapai ranah Human God tahap awal. Selama 13 tahun, Xionan bekerja keras meningkatkan budidaya bela dirinya. Siang dan malam, Xionan berlatih bela diri di perguruan yang menyelamatkan dirinya saat dia tidak sadarkan diri terkena hempasan ledakan tenaga dalam Mouhuli.


Perguruan itu bernama Perguruan Awan Langit. Xionan sangat disayangi oleh seorang penatua inti di Perguruan Awan Langit, sehingga dia dijadikan anak angkat oleh penatua inti itu. Banyak pertemuan beruntung yang diberikan oleh penatua itu untuk mempercepat laju pertumbuhan budidaya Xionan, sehingga hanya dalam 13 tahun Xionan telah berhasil mencapai ranah Human God tahap awal.


Sesungguhnya semua itu juga dikarenakan oleh akumulasi jumlah ikan marah yang dikonsumsi Xionan sedari kecil, ikan itu bukan ikan biasa. Ikan itu sebenarnya bernama Ikan Batu Darah, ikan yang terlahir dari batu darah yang sudah berusia puluhan juta tahun, sebelum pada akhirnya ikan-ikan itu beranak pinak dan memperbanyak jumlah mereka.


"Jika kamu tidak tahu, Siapa lagi yang tahu? Saat itu kamu bertarung dengan Wukong dan Zuena, bukan? Mereka juga menghilang tanpa jejak... atau jangan-jangan kamu sudah membunuh mereka bertiga ?"


Xionan menggerakkan maju tubuh Gofan satu langkah, tangannya masih menggenggam belati yang di arahkan ke leher.


Mouhuli tertawa pendek sebelum berkata,


"Kamu pikir kenapa aku terkurung di gua ini? Dan kenapa pula Hutan Tanpa Malam berubah menjadi Hutan Bambu Kemarau ?"


Mouhuli melangkah maju mendekati Xionan yang masih merasuki Gofan, dan duduk di salah satu kursi yang ada di dekat meja.


"Duduklah dulu, aku akan memberitahumu apa yang terjadi saat itu, sudah 700an tahun berlalu, untuk apa kau bersikeras memendam dendam lama?, Aku pun sudah mengiklaskan kematian suami dan kedua putraku"


Imbuh Mouhuli.


"Kalau mau beritahu ya beritahu saja. Cepat katakan !"


Xionan menolak untuk duduk, belati kecil itu masih menempel di dekat leher Gofan.


"Terserah kamu saja. Asal kamu tahu, alasanku menyuruh Gofan berlatih juga ada hubungannya dengan ini"


Mouhuli meletakkan tangan kirinya di atas meja lalu menatap ke arah Gofan yang masih dirasuki Xionan.


Kemudian Mouhuli mulai menceritakan apa yang terjadi setelah dia melepaskan tenaga dalamnya yang membuat Xionan terhempas hingga tidak sadarkan diri,


"Waktu itu, aku bertarung melawan pendekar yang menggunakan tongkat itu, ternyata dia bukan pendekar biasa, dia adalah keturunan tidak langsung dari Dewa Perang"


"Dewa perang? Maksudmu, Tianyuan si Raja Siluman Kera yang berhasil menjadi dewa setelah berhasil menembus langit ke sembilan? Bukankah itu hanya dongeng!"


Kata Xionan menyela cerita Mouhuli


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2