Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 157. Tidak Ada Gadis Lainnya


__ADS_3

Surahatma yang disebut sebagai Petugas Dewa 29102 itu mendekat ke arah Gofan.


“Ayo. Saatnya memberikan bunga kepada Tuan.” Ucapnya kepada Gofan, masih dengan nada yang kaku.


“Tuan? Apa yang Petugas Dewa 29102 maksud adalah Raja Neraka?.” Gonegon menghampiri Gofan dan Surahatma. Dia mengira Tuan yang disebut oleh si Surahatma adalah Raja Neraka.


Surahatma mengangguk pelan.


‘Petugas Dewa 29102? Nama macam apa itu?.’ Batin Gofan sembari tersenyum tipis memperhatikan Formasi Sembilan Kutukan Langit yang kini melindungi seluruh tubuhnya, ‘Apa Formasi di tubuhku ini, juga bisa meniadakan Budidaya lawanku? Sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak tentang hal ini.’


“Baik Dewa.” Sahut Gofan menjawab ajakan si Surahatma dengan sopan.


Gofan mencoba bertingkah seperti menurut kepada si Surahatma. Di hadapan Gonegon dan kedua Setan Neraka lainnya, Gofan tidak ingin terlihat mencurigakan.


“Tunggu....” Gonegon mencegah kepergian Gofan dan Petugas Dewa 29102.


Petugas Dewa 29102 berhenti dan menoleh ke arah Gonegon.


“Maaf Petugas Dewa... Maaf. Saya hanya ingin tahu siapakah roh ini? Apakah dia adalah Putra Raja Neraka yang hilang?.” Tanyanya.


Sekali lagi Surahatma itu mengangguk pelan menjawab pertanyaan Gonegon.


“Yah.. Gonegon, apa yang kamu lakukan?Percuma saja kamu bertanya padanya. Sudah.. Sudah... Sebaiknya kita pergi.” Bisik Setan Neraka lainnya kepada Gonegon.


“Pergi? Bukankah seharusnya kalian yang pergi... Aku memang bertugas di tempat ini.” Sahut Gonegon saat Petugas Dewa 29102 dan Gofan telah berjalan jauh menuju ke arah Gerbang Neraka.


**


“Surahatma. Tunggu. Tolong periksa lagi, apakah Xionan sudah tiba di sini atau belum?.” Ucap Gofan ketika mereka berdua tiba di depan Gerbang Neraka Tingkat Satu.


Surahatma itu berhenti dan mengeluarkan Catatan Daftar Kematian, “Tidak ada.” Ucapnya singkat.


Gofan menyimpan Bunga Api Ribuan Roh saat Formasi Sembilan Kutukan Langit berhenti bercahaya.


“Tunjukkan jalan. Aku ingin mencarinya di lorong dimensi yang menuju kemari.” Daripada menunggu, Gofan berniat untuk langsung menghampiri Xionan.


Surahatma itu diam sesaat, sebelum mengangguk pelan dan pergi menuju ke sebuah dinding berbintang di depan Gerbang Neraka.


*Blazt* Surahatma itu masuk menembus dinding berbintang. Gofan mengikuti di belakang.


Mereka berdua berjalan menelusuri sebuah lorong yang diterangi oleh nyala redup dari bintang-bintang kecil yang ada di sekitar dinding lorong.


Puluhan hela napas berlalu...

__ADS_1


Meski ramai roh dan Surahatma lain yang terlihat melintasi lorong itu, tapi Xionan dan dua orang Surahatma yang menjemputnya, belum juga terlihat melintas.


Ratusan hela napas kemudian...


Akhirnya Gofan berpapasan dengan Xionan dan dua orang Surahatma yang menjemputnya.


“Xionan!?.” Gumam Gofan pelan, sebelum mengirimkan pesan suara melalui pikirannya kepada Xionan yang terikat rantai dan tampak lemas tidak bertenaga, ‘Nannan... Ini aku.. Gofan. Lihatlah ke arah kirimu.’


Xionan yang sepanjang perjalanan tertunduk lemas, mengangkat pelan kepalanya dan menoleh ke arah kiri, ‘Fanfan... Kamu datang? Bagaimana dengan gadis itu?.’


Gofan tidak mengerti Gadis mana yang dimaksud oleh Xionan, ‘Gadis lain? Apa maksudmu? Tidak ada Gadis lain... Aku datang untuk membawamu keluar dari Neraka ini... Bersiaplah-!.’


Xionan masih terlihat tidak bersemangat, dia masih mengajukan pertanyaan lain kepada Gofan, ketika Gofan memutar dan mengikutinya dari belakang, ‘Benarkah? Benarkah tidak ada Gadis itu lagi? Kamu datang hanya untukku?.’


*Krincing Krincing* Rantai ditarik.


“Ayo cepat-!.” Seru salah seorang Surahatma yang menangkap Xionan.


‘Ada apa dengan Xionan?. Kenapa di saat seperti ini?, Kenapa dia justru menanyakan hal aneh semacam ini?.’ Batin Gofan sebelum membalas pertanyaan Xionan, ‘Tentu saja. Aku datang hanya untuk menyelamatkanmu...Tidak ada Gadis lainnya... Bersiaplah-!.’


‘Hmm.’ Xionan mengangguk memunggungi Gofan dan Petugas Dewa 29102 yang mengekorinya dari belakang.


Sebuah senyum kecil terlihat di wajah Xionan. Meskipun tubuhnya masih terlihat lemas, namun matanya berbinar dengan sesuatu yang masih belum dimengerti Gofan.


“Lancang! Beraninya berdiri mengahalangi kami... Dimana petugas yang membawa roh tidak tahu diri ini? Keluar dan bereskan masalah ini-!.” Teriak roh wanita yang berpakaian serba merah, dia adalah salah satu Surahatma yang menangkap Xionan.


“Aku di sini.” Sahut Petugas Dewa 29102 dari belakang mereka.


“Petugas 29102! Kenapa kamu membiarkannya berbuat seperti ini? Cepat bereskan roh ini!.” Tunjuk si Surahatma wanita itu ke arah Gofan.


“Baik. Maaf Petugas Dewi 12668. Maaf Petugas Dewa 12530.” Ucap si Petugas Dewa 29102 masih dengan nada yang kaku dan ekspresi wajah yang datar.


Petugas Dewa 29102 mengangguk pelan dan melangkah maju menghampiri Gofan, “Serang aku dan selamatkan temanmu.” Bisiknya pelan kepada Gofan, saat dia memegang pergelangan tangan kanan Gofan.


*Krincing Krincing*


Melihat situasi yang tengah menegang di antara Gofan dan kedua Surahatma yang membawa Xionan. Para Surhatma lainnya, yang juga melintasi lorong tersebut menarik kencang roh-roh yang mereka bawa.


Mereka memilih menghindar, agar tidak terlibat di dalam kejadian itu. Mereka tidak ingin, karena hal itu, roh yang mereka bawa akhirnya telepas.


Bagi para Surahatma, keberhasilan membawa roh untuk diadili adalah segalanya. Sebab, jika mereka gagal, mereka akan menerima hukuman di antara salah satu dari 18 siksaan di 18 Tingkatan Neraka.


“Mata Surga”

__ADS_1


“Jejak Kaki Menyapu Angin”


“Seribu Cakar Bayangan”


Tanpa ragu, Gofan segera mengerahkan segenap kemampuannya dan menyerang Petugas Dewa 29102.


*Zyuut*


*Duagh*


*Cruaats*


Petugas Dewa 29102, terpukul mundur hingga terjatuh. Dia berpura-pura tidak sadarkan diri.


‘Kenapa Surahatma ini begitu lemah?.’ Batin Surahatma yang sebelumnya disebut sebagai Petugas Dewa 12530.


“Pecundang. Menghadapi satu roh saja sampai jatuh tidak sadarkan diri!.”Petugas Dewi 12668 itu membentak keras ke arah Petugas Dewa 29102 yang kini terlihat tidak sadarkan diri.


*Cetas* Petugas Dewi 12668 mengeluarkan Cambuk Alam Kematian miliknya.


Cambuk Alam Kematian adalah senjata khusus dari Neraka yang berfungsi untuk menangkap dan menghancurkan roh. Tidak ada satu pun roh yang bisa lolos dari serangan cambuk tersebut.


*Zyuut*


*Cetas* Cambuk itu memanjang dan menerjang ke arah Gofan.


Gofan mundur beberapa langkah. Namun ujung cambuk itu, justru semakin memanjang dan mengejar ke arahnya.


‘Cambuk apa ini?, dia seperti memiliki nyawa.’ Batin Gofan saat dia mencoba menangkap ujung cambuk tersebut.


*Tep*


*Krieet* Gofan menggenggam erat ujung cambuk tersebut.


Sementara itu Petugas Dewi 12668, tersenyum tipis. Dia berpikir bahwa Cambuk Alam Kematian miliknya akan segera melilit dan menangkap Gofan.


Tidak berselang lama, ujung cambuk itu kembali memanjang dan benar-benar melilit setengah badan Gofan, tepat seperti yang diperkirakan Petugas Dewi 12668.


“Berhentilah melawan.. Semakin kuat kamu melawan lilitannya, semakin kuat pula dia akan melilitmu.” Ucap Petugas Dewi 12668 ketika melihat Gofan berusaha keras membebaskan dirinya.


Kekuatan Mata Surga tidak memberikan dampak apa pun saat menghadapi para Dewa Kematian ini, itulah yang dipikirkan Gofan ketika dia hampir saja putus asa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2