Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 31. Kakek Tua, Pendekar Jarum Emas


__ADS_3

Puluhan hela napas kemudian, Jingwu akhirnya berhasil mengumpulkan energi mental yang cukup untuk mengeluarkan jurus pahit lidahnya. Jingwu membentuk segel tangan dan berkata dengan lantang,


"....Membekulahh.....!!!"


*Zyuut*


Gelombang energi mental merambat dari kata-kata itu, dan membekukan gerakan seluruh kelompok Yanse, kecuali Xionan dan seorang kakek tua yang masih berkutat dalam pertarungannya melawan Guxiu.


"Kamu pikir bisa menggunakan jurus yang sama, saat aku ada di sini !"


Seru kakek tua itu kepada Jingwu, ketika dia menangkis beberapa serangan Guxiu. Kakek tua itu berada di tingkat Saint Master tahap awal, sehingga dia tidak terpengaruh oleh serangan pahit lidah Jingwu.


Kakek tua itu membentuk segel tangan, dan mengeluarkan sebuah jurus untuk membebaskan Yanse dan yang lainnya,


"Jarum Penebus Jiwa"


*Zyuut*


Beberapa jarum emas yang sudah dialiri energi mental keluar dari lengan jubah si kakek tua, jarum-jarum emas itu melesat menembak ke arah belakang leher Yanse dan yang lainnya.


*Jleb Jleb Jleb*


Jarum-jarum emas itu tepat tertancap sejenak di masing-masing bagian belakang leher Yanse, Yubing, Nian, Moyo, dan Hanbo, berkat jarum-jarum emas itu, mereka semua terbebas dari jurus pahit lidah Jingwu.


Setelah mereka semua bisa bergerak kembali, jarum-jarum emas yang sebelumnya tertancap di belakang leher mereka keluar dan jatuh dengan sendirinya.


Semua itu terjadi dalam hitungan tiga helaan napas, terlalu cepat, sehingga Jingwu dan anggotanya tidak dapat berbuat banyak setelah Yanse dan yang lain sempat mematung.


"Terima kasih Penatua"


Yubing mengucapkan terima kasih kepada si kakek tua itu, berkat jurus jarum dari si kakek tua, Yubing bisa selamat dari serangan pedang Jingwu yang diarahkan padanya saat dia mematung.


Yubing yang terbebas dari pengaruh jurus Jingwu, melanjutkan bertarung melawan Jingwu bersama Yanse, dia menangkis serangan pedang Jingwu yang dilancarkan sesaat sebelum dia terbebas.


Nian, Yanse, dan Hanbo juga mengucapkan terima kasih sambil terus bertarung dengan lawan mereka masing-masing. Mereka juga menyebut si kakek tua dengan sebutan Penatua dan menampilkan sikap hormat kepada si kakek tua.


"Terima kasih, Kek"


Moyo berterima kasih pada si kakek tua, tetapi dia tidak menyebut si kakek tua dengan sebutan penatua, seperti yang dilakukan empat orang lainnya, itu karena, si kakek tua itu adalah kakek kandung Moyo, ayah dari ayahnya.


Si kakek tua itu bernama Mogui, dia selalu mengawasi dan menjaga Moyo, cucu semata wayangnya, dari semenjak kematian ayah Moyo, Molui, yang meninggal pada usia yang cukup muda karena terbunuh dalam perang antara tiga perguruan beberapa tahun silam.


Mogui adalah penatua di Perguruan Tombak Naga, dia termasuk salah seorang pendekar yang namanya sudah sangat terkenal di dunia bela diri Benua Penda, dia dijuluki Pendekar Jarum Emas.


Jurus dan senjata andalannya adalah jarum-jarum emas yang dibuat khusus oleh dirinya sendiri, itulah yang membuat dia dijuluki Pendekar Jarum Emas.


Dalam perang tiga perguruan, dia adalah orang yang berperan besar dalam memenangkan peperangan, banyak pendekar lawan yang tewas oleh serangan jarum emas miliknya, sehingga kini banyak pendekar yang gentar ketika harus bertarung melawan jurus jarumnya.


Guxiu tahu hal itu, dia tahu kehebatan serangan jarum Mogui. Guxiu yang sebelumnya hampir membuat Yanse dan Moyo menelan pil tiba-tiba mati, diserang oleh jarum-jarum emas milik Mogui.


Tangan kanan Guxiu sempat mati rasa sejenak karena terkena serangan jarum-jarum itu, pil tiba-tiba mati yang dipegangnya hancur terkena serangan jarum-jarum Mogui. Jika saja Guxiu tidak cepat, mungkin saja, tangannya tidak hanya mati rasa, tetapi lumpuh total karena serangan itu.


Guxiu juga salah seorang pendekar yang selamat dari perang tiga perguruan, dia pernah hampir mati terkena serangan jarum Mogui selama perang itu berlangsung.


Secara tingkat budidaya, Guxiu setara dengan Mogui, sama-sama berada di ranah Saint Master tahap awal, hanya saja, dia mengolah budidaya energi dari Kitab Raja, sementara Mogui mengolah budidaya energi dari Kitab Suci, ini membuat tenaga dalam Mogui lebih padat dan lebih murni daripada tenaga dalam milik Guxiu, sehingga Guxiu kewalahan melawan Mogui.


-Sialan, Senior tua ini, lagi-lagi menghancurkan seranganku-

__ADS_1


Pikir Jingwu yang saat ini terdesak oleh serangan kombinasi Yubing dan Yanse. Ini adalah kedua kalinya, Mogui membebaskan Yanse dan kelompoknya dari pengaruh jurusnya.


"Kamu... Minggir !!"


Guxiu berteriak pada Jingwu yang saat itu terdesak oleh serangan Yubing dan Yanse. Guxiu memanfaatkan kesempatan, ketika Mogui yang masih belum fokus pada pertarungan melawan dirinya, karena sebelumnya harus membebaskan Moyo dan yang lain dari pengaruh jurus Jingwu, untuk melancarkan serangan ke arah Yubing.


"Telapak Lima Racun"


*Duaaggh*


Guxiu melancarkan jurus tapak beracunnya ke arah Yubing, dan tepat mengenai pundak kiri Yubing.


Guxiu bergerak terlalu cepat, sehingga Mogui tidak sempat bergerak menengahi serangan itu. Mogui baru sempat menyerang balik Guxiu setelah Yubing terkena serangan tapak beracun Guxiu.


"Ukh....hueft.."


Yubing memuntahkan segumpal darah karena terkena serangan tapak beracun Guxiu. Pundak kiri Yubing yang terkena racun tampak membiru, perlahan membuat lengan kirinya menjadi lumpuh.


"Tenang... Alirkan tenaga dalammu untuk memblokir gerakan racun"


Kata Mogui setelah memukul mundur Guxiu. Mogui bergerak cepat menotok beberapa bagian aliran darah di pundak kiri Yubing, mencegah racun menyebar ke bagian tubuh lain.


Mogui juga menyalurkan tenaga dalam, membantu Yubing menenangkan aliran darahnya, yang sempat kacau karena serangan mendadak itu.


"Senior...!"


Nian tampak panik melihat, Yubing memuntahkan darah setelah terkena serangan, dia menjadi tidak fokus pada pertarungannya melawan Putuo.


"Lihat kemana kamu? Aku lawanmu... Rasakan ini...!"


Kata Putuo saat melihat Nian yang menoleh ke arah Yubing, dia kemudian mengerahkan jurus untuk menyerang Nian yang sedang tidak fokus.


Putuo mengerahkan jurus serangan tapak dengan kombinasi tebasan pedang yang setajam cengkraman taring serigala. Jurus ini adalah jurus umum yang dikuasai oleh hampir semua anggota kelompok Bandit Serigala Biru, jurus ini diturunkan turun temurun oleh pendiri kelompok Bandit Serigala Biru.


Nian yang lengah terkena serangan itu dan terpukul mundur delapan langkah, sebelum akhirnya darah keluar dari sudut bibirnya, tubuhnya juga menderita beberapa luka sayatan.


-Sial aku lengah-


Nian yang terpukul mundur, bergerak kembali menyerang ke arah Putuo, dia tidak memiliki waktu untuk memastikan keadaan Yubing.


Mogui yang baru saja menotok aliran darah Yubing, melihat keadaan Yubing sudah sedikit lebih tenang, dia kembali menyerang Guxiu yang tampak hendak kabur setelah terpukul mundur sebelumnya.


"Punuk tua, serahkan penawarnya, jangan harap kamu bisa kabur !"


Seru Mogui saat dia menyerang ke arah Guxiu. Mogui membentuk segel tangan dan melempar sejumlah jarum emas ke arah Guxiu.


"Jarum Emas Tidak Berbakti"


Jurus Mogui kali ini, membentuk kumpulan jarum-jarum emas yang melayang-layang di sekitarnya, jarum-jarum ini tampak melayang tidak beraturan, mereka melayang di segala arah, bergerak seolah-olah tidak menuruti perintah Mogui, seperti mereka bergerak dengan kemauan mereka sendiri. Jarum-jarum itu satu demi satu menyerang Guxiu, mengepungnya dari segala arah.


"Hehehe, Coba saja, Apa kamu bisa menghentikanku jarum tua !"


Sahut Guxiu sambil terus bergerak menjauh. Guxiu membentuk segel tangan dan mempercepat langkahnya.


"Bayangan Kabut Beracun"


Guxiu menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, dari punuk di belakang punggungnya keluar asap hijau beracun, perlahan-lahan punuk itu mengempis sehingga Guxiu tidak bungkuk lagi, dia tampak seperti tidak pernah memiliki punuk di belakang punggungnya, gerakannya menjadi bertambah cepat, kini Guxiu tidak lagi tampak, dia tertutupi oleh asap hijau yang keluar dari punuk di punggungnya, dia menghilang di dalam asap yang kini berbentuk kabut itu.

__ADS_1


Jarum-jarum emas Mogui masih terus menyerang, masuk ke dalam kabut asap. Mogui tidak bisa memastikan apakah serangannya berhasil mengenai Guxiu atau tidak, sebab pandangannya terhalangi oleh kabut asap beracun itu.


Di dalam kabut asap beracun, Guxiu bergerak cepat menghindari serangan jarum Mogui, tetapi secepat apapun dia, beberapa jarum masih tetap mengenai bagian tubuhnya.


Setiap serangan jarum yang mengenai tubuhnya, Guxiu akan merasakan sensasi sakit yang luar biasa, sebab jarum-jarum yang dikerahkan Mogui telah dialiri tenaga dalam yang akan menyerang hingga ke bagian dalam tubuh lawan. Jika jarum tepat mengenai bagian dada lawan, tenaga dalam dari jarum itu bahkan bisa merambat ke arah jantung dan membunuh lawan seketika.


-Keparat, meski sudah dengan jurus meringankan tubuhku, dia masih bisa melukaiku,...hueft...-


Guxiu memuntahkan seteguk darah saat sebuah jarum berhasil mengenai punggungnya.


Guxiu menghentikan serangan tenaga dalam dari jarum itu dengan tenaga dalam miliknya, hal ini membuatnya muntah darah, karena terjadi benturan tenaga dalam di dalam tubuhnya. Meski demikian, kecepatan Guxiu tidak melambat, dia berusaha mengerahkan semua tenaga dalamnya yang tersisa untuk melarikan diri.


"Guxiu!! Serahkan penawarnya, atau kamu akan ku bunuh di sini...!!"


Sekali lagi Mogui yang bergerak cepat mengejar kabut asap Guxiu, berteriak meminta penawar lima racun untuk Yubing.


Serangan telapak lima racun Guxiu adalah serangan yang mematikan, sebab dalam serangan tapak itu, Guxiu menyertakan lima jenis racun mematikan.


Racun-racun itu adalah lima racun dari lima makhluk buas beracun, ada bisa dari Ular Hijau Bertanduk, racun dari ekor Kalajengking Hitam, racun dari Katak Pengerat, bisa dari Kelabang Mata Seribu, dan yang paling mematikan adalah racun dari Ulat Mayat.


Guxiu sendiri belum memiliki penawar dari lima racun itu, dia hanya memiliki pil untuk memperlambat kematian dari serangan racun itu. Guxiu mengabaikan kata-kata Mogui dan menambah kecepatannya, berlari sekencang mungkin untuk segera kabur dari serangan Mogui.


Melihat gerakan kabut asap Guxiu semakin cepat, Mogui menjadi geram, dia membentuk segel tangan dan kembali mengeluarkan jurus.


"Jarum Emas Pembunuh"


Kali ini hanya sebuah jarum emas yang dikeluarkan Mogui untuk menyerang Guxiu. Jarum emas ini berbeda dari jarum-jarum emas yang sebelumnya dikeluarkan Mogui, jarum emas ini lebih tipis, lebih kecil, tetapi lebih tajam daripada yang lainnya.


*Zyuut*


Jarum emas itu melesat menyerang, masuk ke dalam kabut asap beracun Guxiu.


"Arrgghh... !!!"


Suara erangan Guxiu terdengar dari dalam kabut asap, meski Mogui tidak bisa melihat jarum itu mengenai Guxiu, dia bisa memastikan bahwa Guxiu telah terkena serangannya.


"Berhenti !! dan Serahkan penawar lima racun !!"


Sambil terus mengejar, Mogui tidak henti-hentinya meminta penawar racun, Mogui tampak melakukan segel tangan, mengendalikan jarum emas yang baru saja dia gunakan untuk menyerang Guxiu.


"Baik, Baik, akan ku serahkan, tapi... Ukh... ke-keluarkan dulu jarum ini"


Kata Guxiu dari dalam kabut asap, sambil terus berlari. Guxiu berkata terbata-bata karena menahan sakit dari serangan jarum emas pembunuh milik Mogui.


Jarum emas pembunuh telah bersarang di dalam tubuh Guxiu. Serangan Mogui kali ini adalah serangan tanpa henti, sekali jarum emas pembunuh berhasil masuk ke dalam tubuh lawan, jarum kecil itu akan terus menerus menyerang di dalam tubuh lawan, selama lawan berada dalam jarak jangkauan tenaga dalam Mogui, selama itu, Mogui dapat mengendalikan jarum emas pembunuh untuk terus menerus menyiksa lawan dari dalam tubuhnya. Guxiu tidak tahan dengan siksaan jarum kecil di dalam tubuhnya itu.


"Serahkan dulu ! atau Aku akan menambah jarum emas pembunuh lainnya untukmu !"


Mogui menolak untuk menarik jarum emas pembunuh keluar dari tubuh Guxiu, sebelum Guxiu memberikan obat penawar lima racun.


*Tyuungg*


Sebuah botol obat meluncur keluar dari dalam kabut asap.


*Tap*


Mogui menangkap botol obat itu dan berhenti mengejar Guxiu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2