Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 82. Mouhuli Mengamuk bg. 2


__ADS_3

Berita kekacauan itu akhirnya sampai kepada seorang Jendral di Markas para Pendekar Pengawal Kerajaan.


" Katakan sesuatu ! Apa yang sebenarnya terjadi di Ibu Kota? Kenapa ada banyak binatang bergerombol ke arah timur? " Bentak seorang Jendral Pendekar Pengawal Kerajaan kepada salah seorang Kapten.


Jendral itu bernama Lixiayo, seorang jendral wanita pertama dalam sejarah Kerajaan Penda.


Di kalangan Kerajaan Penda, para Pendekar Pengawal Kerajaan dikenal dengan sebutan Pasukan Taizongbudui, yang terdiri dari para pendekar terpilih dan terlatih dari seluruh dataran Benua Penda.


Pasukan Taizongbudui bertugas khusus melindungi keamanan Kerajaan dan Ibu Kota Kerajaan. Pasukan itu disusun dalam lima hierarki kepemimpinan, dengan jabatan kepemimpinan tertinggi hingga jabatan kepemimpinan terendah, yaitu Panglima Tertinggi, Kapten Jendral, Jendral, Kapten, dan Ketua.


Saat ini di Markas Pasukan Taizongbudui, Lixiayo sedang meminta penjelasan dari seorang Kapten yang tadinya bertugas di area Ibu Kota.


Markas Pasukan Taizongbudui itu berada tepat di antara Ibu Kota dan Istana Kerajaan Penda.


" Be-begini Jendral. Bocah berambut putih itu ternyata benar adalah Setengah Siluman dan dia mempunyai teman seekor manusia serigala. Sekarang manusia serigala itu sedang mengamuk dan memanggil para binatang dengan teriakannya " Sahut Kapten Pasukan Taizongbudui itu.


" Ini semua karena Empat Penakluk Siluman generasi baru gagal mengidentifikasi si manusia serigala " Imbuh si Kapten.


" Hanya mengatasi dua ekor siluman saja Empat Penakluk Siluman itu harus membuat kekacauan seperti ini. Tidak becus ! " Teriak Lixiayo.


" Jangxi ! Beritahukan hal ini pada Pasukan Lieren dan kamu segera siapkan pasukan untuk menenangkan penduduk " Seru Lixiayo kepada si Kapten yang ternyata bernama Jangxi.


" Baik. Jendral " Jangxi bergegas pergi dan melaksanakan perintah Lixiayo.


' Untung saja formasi pelindung istana ini melindungi kerajaan dari teriakan manusia serigala itu ' Batin Lixiayo saat dia melihat keluar dari jendela markas.


Keadaan di luar Markas Pasukan Taizongbudui benar-benar kacau, ada banyak jenis binatang yang bergerombol ke arah timur. Jika saja Istana Kerajaan tidak dilindungi oleh formasi, mungkin semua binatang di istana juga akan ikut mengamuk dan berlarian ke arah timur Ibu Kota.


Setelah kepergian Jangxi, kini tinggal Lixiayo yang ada di ruangan pertemuan Markas Taizongbudui, dia sedang menatap keluar dari jendela.


" Xiong Ma. Kamu di sini? " Tanya Lixiayo.


Dari kekosongan muncul seorang pria yang seluruh tubuhnya tertutup kain berwarna merah. Hanya dua bola mata yang terlihat di wajahnya, saat dia muncul dari kekosongan.


" Hamba di sini Putri " Sahut Xiong Ma.


" Ini kesempatan yang bagus, gunakan kesempatan ini untuk menuang minyak ke dalam api ! Laksanakan rencana itu sekarang. Kita akan jadikan, para siluman itu sebagai kambing hitam " Ucap Lixiayo memunggungi Xiong Ma.


" Baik Putri " Sahut Xiong Ma yang kemudian menghilang kembali ke dalam kekosongan.


Senyum tipis terpatri di wajah Lixiayo saat dia melihat kerumunan binatang yang mengamuk dari balik jendela.


Sementara Jangxi memanggil Pasukan Lieren. Para Pendekar Pengawal Kerajaan atau Pasukan Taizongbudui yang dipimpin Qiangzhuang dan Yilanren sedang berada dalam kepanikan.


Mereka diserang oleh berbagai macam binatang, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari Semut hingga Banteng menyerang Pasukan Taizongbudui tersebut.


" Arrgghh... Kenapa kamu membakarku ! " Teriak salah seorang Pasukan Taizongbudui yang tanpa sengaja dibakar oleh rekannya.


" Maaf.. Maaf.. Lebah-lebah ini mengacaukan konsentrasiku " Sahut pendekar yang baru saja menggunakan Energi Api miliknya untuk membakar para Lebah yang menyerangnya.


Keadaan mereka benar-benar kacau. Pasukan Taizongbudui itu tidak bisa lagi menyerang Mouhuli. Mereka terlalu sibuk mengatasi serangan berbagai jenis binatang.


" Kurang ajar ! Kamu pikir hanya dengan binatang- binatang ini, aku akan menyerah ! " Teriak Qiangzhuang dengan nada kesal.


Qiangzhuang mencoba melangkah maju sembari menebas berbagai binatang yang menerjang ke arahnya.


Anjing, Kucing, Tikus, Sapi, Kerbau, Banteng, Ular, semuanya dia tebas. Qiangzhuang hanya kesal, dia tidak bisa menebas para Nyamuk yang mengerumuni dirinya.

__ADS_1


Yilanren melompat-lompat menghindari serangan para binatang. Yilanren memilih untuk mengincar Mouhuli dari jarak jauh. Namun saat dia bersiap untuk menembakkan panah ke arah Mouhuli, para burung gagak terus menerus mematuknya.


Sementara itu Mouhuli yang masih terbang melayang memusatkan kembali pandangannya ke arah kubah empat warna.


" Hyaaaa !! " Teriak Mouhuli.


Mouhuli kembali menyerap energi roh alam dan mengumpulkannya tepat di depan dadanya. Sebuah bola api raksasa berwarna biru menyala-nyala di depan dada Mouhuli.


" Kakak ! Sepertinya Siluman Serigala itu akan menyerang dengan kekuatan penuhnya ! " Seru Huangmei kepada Heiwuya.


" Huangmei ! Tetap konsentrasi, segera habisi Bocah ini dulu ! " Sahut Heiwuya.


Keempat pemburu siluman itu terus menerus mengerahkan tenaga dalam mereka untuk mengendalikan keempat Harta Rahasia milik mereka masing-masing. Agar keempat Harta Rahasia tersebut menyerap habis budidaya energi Gofan.


' Seberapa banyak tenaga dalam Bocah ini? Biasanya kami tidak perlu waktu selama ini...' Pikir Heiwuya ketika melihat Gofan menunduk tidak sadarkan diri.


Tentu saja tenaga dalam Gofan lebih banyak dari yang bisa diperkirakan Heiwuya. Sebab Gofan melatih budidaya energi dengan Kitab Surga. Kitab yang hanya ada tiga buah di seluruh Alam Kecil.


Saat Gofan tidak sadarkan diri, Julala menyelinap keluar dari dalam saku Gofan dan merubah wujudnya kembali ke wujud Ular Sisik Naga.


*Blazh* Julala muncul tepat di depan Heiwuya.


" Sshhh... Matilah !! " Teriak Julala saat membuka lebar-lebar rahang mulutnya dan menerkam ke arah Heiwuya.


" Jangan harap ! "


" Pagoda Jindun Tujuh Lapisan "


Heiwuya memang terkejut melihat kemunculan Julala, begitu juga dengan ketiga saudaranya. Namun Julala salah menyerang orang. Heiwuya adalah orang yang memiliki Pagoda Jindun, Harta Rahasia dengan pertahanan yang kuat.


Heiwuya mengerahkan jurus 'Pagoda Jindun Tujuh Lapisan' dan Pagoda yang masih berputar-putar di atasnya itu langsung berpendar dan menghisap Julala, masuk ke dalam Pagoda tersebut.


Shanhu tertawa terbahak-bahak melihat hal itu, " Ular bodoh ! Dia sungguh tidak tahu berurusan dengan siapa Hahaha "


" Aku tidak menyangka Bocah Setengah Siluman ini mempunyai teman Makhluk buas yang bisa berbicara " Ucap Chengsui.


Ketiga saudaranya yang lain mengangguk mendengar ucapan Chengsui. Mereka baru kali ini melihat Makhluk buas yang bisa berbahasa manusia.


Tiga hela napas setelah Shanhu tertawa, dia merasakan sesuatu yang salah tengah terjadi pada Formasi Kamapat Empat.


Mereka berempat tiba-tiba merasakan hawa mengerikan muncul dari tubuh Gofan. Ketika tubuh Gofan sebagian bercahaya ungu dan sebagian lagi bercahaya hijau.


" Ka-Kak.. Kenapa ini ? " Ucap Shanhu dengan wajah meringis.


" Ada apa !? Ii-ni... Bagaimana mungkin? " Ucap Heiwuya dengan wajah kaget dan meringis kesakitan.


" Ke-Kenapa... Ukh... Kenapa ini kak? " Tanya Huangmei.


" Kak ! Jika terus begini, kita yang akan kehabisan energi !.. Ukh... " Ucap Chengsui dengan peluh yang menetes di wajahnya.


' Tidak mungkin! Kenapa bisa begini? Si-siapa sebenarnya Bocah ini? ' Batin Heiwuya saat menahan serangan balik dari Gofan yang masih tidak sadarkan diri.


Saat ini keempat bersaudara itu sedang terkejut dan tidak menyangka bahwa Gofan yang sudah tidak sadarkan diri akan melakukan serangan balik kepada mereka berempat. Gofan menyerap budidaya energi keempatnya melalui Harta Rahasia mereka masing-masing.


" Kak. Apa yang terjadi... Ukh.. Jelas-jelas dia pingsan.." Ucap Huangmei sembari menahan serangan hisapan dari tubuh Gofan.


" Kak? Apa yang harus k-kita lak-lakukan? " Tanya Shanhu sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


" Lepaskan! Bubarkan formasi dan segera pergi sejauh mungkin ! Bocah ini berbahaya !! " Teriak Heiwuya saat merubah segel tangannya.


Segel tangan merupakan sebuah gerakan tangan tertentu untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sebuah jurus, Harta Rahasia, Senjata tertentu, Budidaya energi, dan banyak hal yang berkaitan dengan ilmu yang dipelajari oleh seorang pendekar.


Mengikuti perkataan Heiwuya, sekarang mereka berempat merubah segel tangan dan bersiap membubarkan formasi.


" Darah kembali mengaliri tubuh ! Jindun berhentilah !! " Seru Heiwuya setelah melakukan segel tangan.


Pagoda Jindun berhenti memancarkan cahaya hitam namun masih melayang berputar-putar di atas Heiwuya.


" Ari-ari kembali ke pertiwi ! Berhentilah Gongzhu ! " Teriak Shanhu.


Selendang Gongzhu juga berhenti bercahaya merah namun masih melayang berputar-putar di atas Shanhu.


" Ketuban kembalilah ke dalam rahim ! Qianlong berhenti ! " Teriak Huangmei.


Pedang Qianlong kehilangan cahaya kuningnya tetapi tetap melayang berputar-putar di atas Huangmei.


" Lemak dan Daging menyatulah dalam tubuh ! Berhentilah Xinku ! " Teriak Chengsui.


Kedua kapak milik Chengsui masih melayang terbang dan berputar-putar di atasnya namun sudah tidak lagi memancarkan cahaya berwarna putih.


" Formasi Kembalilah "


Teriak keempat bersaudara itu bersamaan, namun keempat Harta Rahasia mereka masih melayang berputar-putar di atas kepala mereka masing-masing.


" Ti-tidak mu-mungkin !! Bagaimana bisa !? " Keempatnya terkejut. Mereka gagal membubarkan Formasi Kamapat Empat.


Formasi itu masih utuh dan masih terus menyerap budidaya energi mereka.


" Arrgghh... !! "


Satu per satu mereka berempat mulai berteriak kesakitan, ketika budidaya energi di dalam tubuh mereka ditarik keluar secara paksa.


*Krincing Krincing*


Rantai-rantai cahaya yang tadinya berwarna-warni, kini berubah menjadi berwarna hijau dan ungu. Begitu pula dengan keempat Harta Rahasia yang masih melayang berputar-putar, keempat Harta Rahasia itu, kini dilapisi cahaya hijau dan ungu.


*Zyuut*


" Ukh... Ran-rantai i-ni.. " Ucap keempat bersaudara itu saat satu per satu leher mereka dijerat oleh rantai bercahaya hijau ungu.


Rantai-rantai cahaya yang semula muncul dari dalam tanah dan mengikat tubuh Gofan. Kini keluar dari tanah dan menjerat leher keempat pemburu siluman tersebut.


Ujung dari setiap rantai yang menjerat leher Heiwuya, Huangmei, Chengsui, dan Shanhu kini terhubung langsung dengan Gofan.


Keempatnya berusaha keras melepaskan jeratan rantai, namun mereka justru semakin melemah.


Keadaan menjadi terbalik. Sekarang keempat bersaudara itu yang kesakitan merasakan budidaya energi mereka diserap habis oleh Gofan di dalam kubah berwarna hijau ungu.


Semua yang berada di luar masih belum menyadari apa yang terjadi, sebab mereka masih sibuk menangani serangan para binatang.


Sedangkan Mouhuli baru saja usai membuat bola api biru raksasa terkumpul tepat di depan dadanya. Ketika bola api biru raksasa itu sudah berukuran dua kali tubuh pria dewasa, Mouhuli mengangkatnya tinggi-tinggi dan melemparkannya ke arah kubah hijau ungu.


Mouhuli tidak menyadari perubahan yang terjadi di dalam kubah, dia hanya berpikir untuk terus menyerang.


*Duuaarrr !!! *

__ADS_1


Ledakan yang amat dahsyat terjadi saat bola api biru raksasa buatan Mouhuli tepat mengenai kubah hijau ungu.


Bersambung...


__ADS_2