
Kesadaran Gofan menatap ke arah pembentukan bayangan Jiwa Mo Yun, dia memperhatikan dengan jelas bentuk bayangan Jiwa itu, itu seorang Pendekar Pedang, “Senior kenapa begitu marah? Jalang seperti Li Xue itu bukankah memang pantas mati... Menyerahlah, aku akan membantumu bersatu dengan Jalangmu itu.”
“Matilah!!!.” Mo Yun menerjang ke arah boneka manusia.
Bentuk Jiwa Mo Yun mengayunkan pedang besarnya dan menghantam Tongkat Emas Naga Kembar... Trang!!
Trang!!
Trang!!
Trang!!
Kali ini, dua naga cahaya dari Tongkat Emas Naga Kembar dengan mudah dilibas bentuk Jiwa Mo Yun.
RROOOOAAAARRRRR!!!
BOOMMMM!! Serangan bilah angin berbentuk bulan sabit meledak tepat di saat tongkat emas menangkis serangan bilah angin terbut.
BOOMMMM!!
BOOMMMM!!
BOOMMMM!!
Serangan bilah angin beruntun, ledakan beruntun, memukul mundur boneka manusia.
Ratusan kaki terseret mundur, dengan posisi berlutut satu kaki, boneka manusia tampak dalam keadaan compang-camping.
Meski kekuatan boneka itu setara pembudidaya di ranah Mighty Star tahap pembentukan awal, tapi Gofan hanyalah pembudidaya di ranah Star Pioneer dua Jiwa Bintang. Itu membuat Gofan tidak mampu mengeluarkan kekuatan asli dari boneka tersebut.
“Tidak ada salahnya, meski kekuatan Jiwa Bintangku belum menyatu, ini lebih dari cukup untuk memukul mundur pria busuk ini.” Gofan membentuk segel tangan. Dua cahaya Jiwa Bintang muncul di belakang boneka manusia.
“Semut belaka berani memamerkan taring di hadapanku!! Star Pioneer remeh sepertimu... Harusnya MAATTIIII.....”
BOOMMMM!!
Dua Jiwa Bintang milik Gofan bertahan sebentar dari serangan bilah angin Mo Yun, sebelum akhirnya, dia terdorong mundur beberapa langkah.
“Ukh....” boneka manusia itu terlihat seperti memuntahkan darah, tapi pada kenyataannya tidak ada darah yang keluar.
Justru tubuh asli Gofan yang berada di dalam tanah, tiba-tiba memuntahkan seteguk darah. Serangan kali ini tepat mengenai Jiwa Bintangnya dan itu melukai Gofan secara langsung.
Di dalam Pagoda Jindun, Chen Feng dan yang lain melihat Gofan memuntahkan seteguk darah, “Saudara Fan... biarkan kami keluar, kami akan membantumu menghadapi mereka.” ucap Chen Feng.
__ADS_1
Rasanya tidak benar, Chen Feng dan yang lainnya lebih kuat dari Gofan, tapi sekarang justru mereka bersembunyi di dalam Pagoda dan membiarkan Gofan bertarung sendirian.
“Benar Saudara Fan. Biarkan kami keluar... Jika kita bersama, kita pasti bisa mengahadapi mereka.” imbuh Liu Ling dan anggota lainnya.
“Tenanglah, aku ada cara... Mereka pasti akan mati hari ini.” suara Gofan menggema di dalam Pagoda Jindun.
Awalnya mereka terkejut saat masuk ke dalam Pagoda, mereka belum pernah melihat Harta Ilahi sejenis pagoda milik Gofan. Meski terkejut, mereka tidak punya waktu untuk bertanya. Selain itu, mereka juga heran dengan kemampuan Gofan menembus tanah, dia seperti seekor tikus tanah yang masuk menyelinap ke bawah tanah tanpa diketahui musuh. Jejak langkahnya pun cepat dan nyaris tidak bersuara.
“Ketua... Bagaimana ini?.” tanya Liu Ling.
Chen Feng menggeleng pelan, “Sudahlah... Kita berharap saja semua berjalan seperti yang dikatakan Saudara Fan.”
Di atas, pertarungan Mo Yun dan boneka manusia telah berlangsung lebih dari ratusan pertukaran serangan.
Ning Rui tiba dan memperhatikan pertarungan itu. Dia cukup terkejut melihat Mo Yun mengerahkan kekuatan penuh untuk mendorong mundur boneka manusia. Namun dia tidak langsung menerjang membantu pertarungan Mo Yun. Dia diam berdiri dan terus memperhatikan.
“Boneka ini diaktifkan dengan menyuntikkan sebagian Jiwa, seharusnya tubuh asli bocah itu masih ada di sekitar sini... tapi dimana?.” Ning Rui memindai setiap sudut di ruangan tersebut, berharap menemukan jejak keberadaan tubuh asli Gofan.
Ning Rui memindai setiap sudut ruangan altar, berusaha mencari keberadaan tubuh asli Gofan.
“Jika tidak dipermukaan mungkinkah dia di balik dinding ini?.” gumam Ning Rui sembari menebas beberapa bagian luar dinding ruangan altar.
Bang!! Bang!! Bang!!
Lubang-lubang besar menganga di setiap sisi dinding ruangan tersebut.
Mo Yun masih terus menghujani Gofan dengan serangan bayangan Jiwa miliknya, tapi tubuh boneka itu lebih kuat sepuluh kali, itu membuatnya hampir kehabisan energi.
“Kakak Yun, yang kamu hadapi itu hanya kesadarannya, jika aku membunuh tubuh aslinya, dia akan langsung mati... tunggulah sebentar, aku pasti akan menemukan dimana dia bersembunyi.”
Mo Yun sejatinya bukan orang bodoh, dia tahu yang dia hadapi hanya boneka yang digerakkan Gofan dengan kesadarannya. Tapi untuk menemukan keberadaan tubuh asli Gofan bukan perkara mudah, kecuali...
“.. Semua ruangan ini harus hancur... Maka kamu tidak akan bisa bersembunyi lagi...Hahaha.”
Melihat Ning Rui terus menerus melubangi dinding ruangan, Mo Yun justru mengalihkan setiap serangan pedang bayangan Jiwanya ke arah bawah.
“Pedang Pembelah Bumi!!.”
Setelah berhasil mengambil jarak dari boneka manusia, Mo Yun melancarkan serangan penuh. Bola besar bilah cahaya pedang muncul di ujung pedang bayangan Jiwanya dan BOOOMMMMM!!!
Saat bola cahaya bilah pedang itu menghantam permukaan tanah, --KREETTAAKK KREETTAAKKK-- retakan-retakan mirip jaring laba-laba mengular dari titik serangan hingga ke dinding dan atap ruangan.
Ruangan altar itu akan runtuh!.
__ADS_1
Wuusss... Gofan terpaksa keluar dari dalam tanah, dengan perlindungan energi miliknya, dia melayang menghindari reruntuhan batu-batuan ruangan.
“Ning Rui! Dia sudah keluar! Apa kamu masih akan melakukan hal sia-sia itu?! Serang dia!!.” Mo Yun melesat menyerang ke arah Gofan.
“Senior. Apakah kamu selemah itu? Sampai-sampai harus menyerangku bersama Mighty Star lainnya? Ckckckc.”
“Diam Bocak licik! Terima saja kematianmu!!.” Ning Rui menyusul, menyerang ke arah Gofan, tapi dalam batinnya dia tidak bisa tidak memikirkan beberapa kejanggalan, “Kenapa hanya dia? Dimana belasan anggota lainnya?.”
Trang!!
Trang!!
Trang!!
Gofan bertahan sebisa mungkin, tubuhnya tidak sekuat boneka manusia. Jadi, saat serangan mematikan dilancarkan Mo Yun dan Ning Rui, boneka manusia akan maju dan menghadangnya.
Ratusan pertukaran serangan terus berlangsung, sementara ruangan altar semakin mendekati kehancuran.
“Dua Senior... Apa kalian benar-benar seputus asa ini pada hidup kalian? Lihatlah ruangan ini... Sebentar lagi kita semua akan terkubur hidup-hidup di sini...”
Trang!!
Trang!!
Trang!!
Ning Rui sebenarnya memikirkan hal itu juga, tapi dia tidak bisa menahan amukan Mo Yun. Mo Yun sudah dilalap api amarah, dia tidak memperdulikan semua kehancuran yang terjadi di sekitarnya. Sekarang satu-satunya jalan yang bisa dilakukan Ning Rui adalah membantu Mo Yun secepat mungkin membunuh Gofan.
Keempatnya terus bertarung sembari menghindari reruntuhan batu-batu ruangan altar.
DUUUUUAAARRRRRRRR!!! Ledakan cahaya putih besar terjadi saat seluruh ruangan altar benar-benar hancur.
Keempatnya terpelanting ke berbagai arah.
Saat ledakan cahaya mereda, Gofan melihat perubahan yang terjadi di sekitarnya. Dia kini melayang di dalam dimensi terpisah lainnya.
Bersambung...
Di ujung luar cabang lorong ke-15. Xuan Hong berdiri diam memperhatikan sekitar, tapi setelah sekian lama menunggu, dia hanya merasakan kesepian. Tidak ada siapa pun di sana selain dia.
“ Author... Apa Ning Rui sudah menemukan mereka? Apa aku sudah bisa ikut bertarung lagi?.”
“Pulang saja... Adeganmu cuma sampai di sini.”
__ADS_1
“APA!!?? Author. . tolong masukkan adeganku lagi... Aku mohon.. Jurus Rantai besiku belum sempat aku tampilkan.”
Author : “.......”