
Pertarungan Mouhuli dan Bailaohu belum juga berhenti, meski hari sudah mulai petang. Puluhan lubang-lubang kecil menghiasi halaman depan gubuk, debu bertebaran dimana-mana selama kedua ekor siluman itu bertarung.
"Senior, kamu terlalu meremehkanku, aku sudah bukan Bailaohu yang dulu, kerahkan semua kemampuanmu !!"
Tantang Bailaohu.
Mouhuli tertawa keras mendengar kata-kata Bailaohu,
"Kucing kecil, kamu pikir karena tingkatan budidayamu sudah menyamaiku, kamu lebih hebat dariku. Kamu hanya orang buta yang baru bisa melihat, tidak tahu apa-apa"
Tingkat budidaya para siluman sebelum menjadi manusia tidaklah sama, tergantung dari ilmu apa yang mereka budidayakan.
Misalkan saja, Uroro yang mengolah Ilmu Raja Siluman, ketika dia mencapai tingkat ketujuh, tingkat jiwa raja, dan berhasil mencapai tubuh manusia, Uroro akan langsung menjadi pendekar di ranah Holy Saint tahap awal.
Sementara Julala yang membudidayakan Ilmu 36 Perubahan Abadi, setelah sampai ke tahap akhir dan berubah wujud menjadi manusia, Julala secara langsung akan menjadi pendekar yang berada di ranah Holy Saint tahap akhir.
Budidaya Julala lebih tinggi dua tingkat daripada budidaya Uroro saat mencapai tahap akhir, jika saja Uroro dan Julala sama-sama tidak berhasil menjadi manusia, maka Julala akan selalu menang menghadapi Uroro.
Hanya setelah berwujud manusia, para siluman akan dapat menyamakan tingkat budidaya di antara mereka. Mereka dapat melakukan pengolahan budidaya dengan melakukan pertapaan untuk menyerap energi roh alam.
Itu berarti, hanya saat menjadi manusia, Uroro akan mampu menyamai tingkatan budidaya Julala, dengan jalan bertapa menyerap energi roh alam, yaitu energi yang lebih murni satu tingkat daripada energi langit dan bumi.
Saat ini, Mouhuli dan Bailaohu sama-sama berada di ranah Human God tahap akhir, hanya saja akumulasi energi roh alam yang dimiliki Mouhuli jauh lebih banyak daripada Bailaohu, karena itu Mouhuli meremehkan Bailaohu.
"Fanfan, Apa yang kamu lakukan?"
Tanya Xionan, saat melihat Gofan berjalan ke dapur dan membawa keluar panci sup buatannya.
"Jika mereka terus seperti ini, bisa-bisa aku tidak akan memiliki tempat untuk berteduh"
Sahut Gofan, sambil meletakkan panci sup di atas dua batu kecil yang mengapit api unggun, untuk dihangatkan.
"Kamu akan memasak di sini ?"
Xionan akhirnya menyadari bahwa yang dilakukan Gofan sedari tadi adalah membuat api unggun untuk menghangatkan sup buatannya. Gofan memasak di hadapan Mouhuli dan Bailaohu yang masih terus bertarung.
"Iya. Aku akan memasak sup ini lagi, akan ku tambahkan herbal-herbal obat lagi, kita lihat seberapa lama mereka akan terus bertarung setelah ini"
Gofan berniat menghentikan pertarungan mereka dengan memasak sup di hadapan mereka, berharap perhatian kedua siluman itu akan tertuju padanya, sehingga mereka akan berhenti bertarung.
Aroma lezat dari sup yang dihangatkan Gofan terbang tertiup angin ke arah Mouhuli dan Bailaohu. Hanya dalam hitungan dua hela napas, Mouhuli mencari celah dan melesat pergi meninggalkan pertarungannya.
*Zyuut*
Mouhuli muncul di depan Gofan yang tengah duduk bersila sambil memasak.
"Gofan. Kenapa kamu membawa sup ini keluar? Apa maksudmu dengan ini ?"
Mouhuli menghentikan serangannya dan bergerak menghindari Bailaohu lalu melesat menuju ke arah Gofan. Dia sedikit kecewa melihat apa yang dilakukan Gofan, dia tidak rela supnya dibagi dengan si kucing kecil.
Saat tengah asyik bertarung Bailaohu mencium aroma masakan yang semakin menyengat dan semakin dekat, dia pun melirik ke arah sumber bau dan mendapati Gofan sedang memasak sup tidak jauh dari tempatnya bertarung.
*Zyuut*
Giliran Bailaohu yang muncul di depan Gofan yang tengah duduk bersila sambil memasak.
"Oh... Jadi ini masakan yang beraroma lezat itu. Hmm... Sup apa ini? Kenapa aromanya menggiurkan sekali ?"
Bailaohu mengabaikan keberadaan Mouhuli dan langsung bertanya kepada Gofan saat dia melihat Gofan tengah memasak sup beraroma lezat.
"Aku tidak punya maksud apa-apa. Coba Leluhur lihat kediamanku saat ini! "
Gofan berhenti mengaduk sup dan menjawab pertanyaan Mouhuli, dia menunjuk ke arah salah satu lubang yang cukup besar tepat di depan jalan masuk ke dalam kamar gubuk.
"Jika leluhur tetap bersikeras menentang nona utusan ini, bukankah itu hanya akan menghancurkan kediamanku? Lalu bagaimana selanjutnya? Haruskah aku berhenti latihan dan pergi keluar dari ruang dimensi ini?"
"Dan untukmu nona utusan. Kamu sebagai tamu harusnya menghormati keputusan tuan rumah, Kenapa kamu begitu keras kepala hanya untuk sup buatanku ini"
Imbuh Gofan kepada dua siluman yang kini diam terpaku memandangi dirinya.
Gofan berdiri dan memberikan sebuah mangkuk kepada masing-masing siluman itu.
"Leluhur, jangan terlalu dipikirkan, aku janji akan membuatkanmu sup yang lebih lezat lagi jika kamu bersedia menghentikan pertarunganmu"
Kata Gofan saat menyerahkan mangkuk kosong ke tangan Mouhuli.
-Lebih lezat lagi daripada sup ini? Seberapa enak itu?-
__ADS_1
"Baik. Kali ini aku akan mengalah, tapi jangan lupa janjimu"
Sebelumnya Mouhuli sangat kesal karena tidak ingin membagi sup miliknya itu, tetapi setelah mendengar janji dari Gofan, dia melupakan kekesalannya dan tersenyum senang, Mouhuli tersenyum tipis.
"Ini adalah sup pemulih jiwa dan sup nutrisi tenaga, mungkin kamu bisa menyebutnya sup jiwa raga. Karena Leluhur telah mengizinkan, mari kita makan bersama"
Gofan menjawab pertanyaan yang ditanyakan Bailaohu sebelumnya, saat dia muncul di hadapan Gofan.
Gofan memberi nama baru untuk perpaduan dua resep sup buatan pamannya itu, yaitu sup jiwa raga, karena efek dari keduanya akan menguatkan dan memulihkan energi mental serta memulihkan kembali stamina dan tenaga dalam, sehingga singkat kata, sup itu baik untuk jiwa dan raga.
-Andai aku sudah punya tubuh baru, aku mungkin bisa tahu rasa dari masakanmu-
Pikir Xionan saat melihat Bailaohu, Mouhuli, dan Gofan yang duduk mengelilingi panci sup sambil menyantap sup di mangkuk mereka masing-masing. Xionan sedikit iri melihat hal itu, sebagai seorang roh, dia tidak bisa menikmati sup itu bersama Gofan.
"Wah... Ini benar-benar sup terlezat yang pernah ku makan. Sup jiwa raga, sesuai namanya, jiwa dan ragaku menjadi lebih kuat, aku bahkan sudah tidak lelah lagi akibat pertarungan sebelumnya Hahaha... Ini hebat, Hebat sekali"
"Namamu Gofan, bukan? Bagaimana kalau kamu ikut aku? Aku akan menjadi guru yang lebih baik daripada dia"
Kata Bailaohu setelah menyantap beberapa suap sup jiwa raga.
"Apa maksudmu?!, Kamu lebih baik dariku?... Tidak hanya ingin merasakan kelezatan makananku. Sekarang kamu bahkan lancang ingin mencuri muridku. Kamu ingin ku hajar lagi?"
*Sruput*
Meski berkata dengan nada marah, Mouhuli terlihat tersenyum-senyum tipis sambil melanjutkan menyantap sup di dalam mangkuknya.
"Tentu aku lebih baik darimu, sebagai guru. Kamu pasti hanya memberinya perintah latihan dan memberinya kitab, kamu pasti tidak membimbingnya. Bukankah kamu selalu begitu?"
Bailaohu menambah sup di dalam mangkuknya yang sudah kosong saat menjawab perkataan Mouhuli.
Dulu, Bailaohu adalah junior yang dilatih oleh Mouhuli, Mouhuli bisa dibilang sebagai setengah guru Bailaohu. Saat itu, Mouhuli hanya memberi instruksi dan memberinya banyak kitab untuk berlatih sendiri. Mouhuli tidak pernah mendampingi atau memberi bimbingan khusus kepada Bailaohu, setelah memberi kitab dan instruksi, Mouhuli akan menghilang tanpa jejak.
"Kamu..! Mana mungkin aku seperti itu. Siapa bilang aku begitu?, Gofan jangan percaya padanya"
Bantah Mouhuli sambil terus menyantap sup jiwa raga, dia melirik ke arah Gofan, berharap Gofan akan membela dirinya dan menolak ajakan si kucing kecil.
"Terima kasih tawarannya nona utusan, tapi saat ini aku hanya bisa berguru kepada Leluhur Mouhuli"
Sahut Gofan yang secara sopan menolak ajakan Bailaohu.
Mouhuli yang duduk tidak terlalu jauh dari Gofan, tersenyum bangga mendengar jawaban Gofan dan melirik dengan tatapan meremehkan ke arah Bailaohu.
Bailaohu memberikan sebuah cincin kepada Gofan.
"Cincin dimensi!? nona utusan, apa tidak salah?, hanya demi sup, kamu memberiku cincin dimensi ini?"
Gofan kini sudah jauh lebih berwawasan, semenjak dia selesai membaca Kitab Kompilasi Bela diri, dia tidak perlu lagi bertanya-tanya mengenai benda-benda ajaib yang berguna bagi pendekar.
Cincin dimensi yang diberikan oleh Bailaohu juga termasuk dalam golongan benda ajaib. Cincin dimensi tergolong benda ajaib yang langka, sehingga harganya cukup mahal. Hal ini membuat para pendekar lebih memilih membeli kantong ruang daripada membeli cincin dimensi.
Cincin dimensi yang Gofan terima memiliki fungsi yang hampir sama dengan kantong ruang, hanya saja, cincin dimensi jauh lebih praktis dan daya tampungnya dapat meningkat seiring peningkatan budidaya si pemilik cincin.
*Sruput*
"Tidak apa, itu hanya sebuah cincin, aku merampoknya dari seorang pendekar saat perjalanan kemari"
"Oh ya, Berhenti memanggilku nona utusan, panggil saja aku 'Huhi', aku lebih suka dipanggil itu"
Sahut Bailaohu saat dia memberi tahu nama panggilannya kepada Gofan.
Sebagai tuan putri dari keturunan trah Siluman Harimau Putih, tidak sembarang orang bisa memanggil Bailaohu dengan nama panggilan 'Huhi', hanya kedua orang tua dan tiga orang kakak laki-lakinya saja yang diijinkan memanggilnya demikian, tentu saja kini ditambah satu orang lagi, yaitu Gofan.
"Cih..Huhi?, Kamu itu 900 tahun lebih tua daripada Gofan, seharusnya dia memangguilmu nenek Hu...Hahaha"
Mouhuli tertawa terbahak-bahak, dia geli mendengar Bailaohu memperkenalkan dirinya dengan panggilan Huhi.
Menurut Mouhuli dengan usia yang sudah mencapai 912 tahun, Bailaohu lebih pantas dipanggil dengan sebutan nenek.
Bukannya kesal atau marah, Bailaohu malah ikut tertawa mendengar kata-kata Mouhuli,
"Senior, sepertinya kamu lupa bahwa kamu lebih tua 111 tahun dariku, jadi kamu yang lebih pantas disebut nenek di sini Hahaha"
-Eh... Ternyata usianya hanya 1023 tahun, prediksiku meleset jauh-
Pikir Xionan saat mendengar perdebatan dua siluman tua itu, kini Xionan tahu bahwa usia Mouhuli adalah 1023 tahun bukan 1300an tahun seperti yang pernah dia katakan kepada Gofan.
"Setidaknya aku tidak meminta Gofan memanggilku dengan nama aneh sepertimu. Bagaimana pun aku dipanggilnya dengan sebutan Leluhur dan itu sesuai dengan usiaku, tidak sepertimu... Huhi?... Hahaha"
__ADS_1
Mouhuli tidak mau kalah berdebat dengan Bailaohu.
Mereka berdua terus berdebat, saling sahut menyahut sambil terus menyantap sup di mangkuk mereka masing-masing, hingga hari akhirnya berganti malam.
"Leluhur, bolehkah aku bertanya?"
Gofan menyela perdebatan Mouhuli dan Bailaohu.
"Tentu, tanyakan saja"
Sahut Mouhuli.
"Tenang, aku juga akan membantu menjawab pertanyaanmu jika dia tidak bisa. Tanyakan saja !"
Imbuh Bailaohu.
"Kucing kecil. Kamu tuli ya? Gofan ingin bertanya kepadaku, bukan kepadamu"
Mouhuli melirik ke arah Bailaohu dengan tatapan sedikit menghina.
"Heh... Aku kan hanya menawarinya bantuan. Siapa tahu kamu tidak bisa menjawab pertanyaan yang dia tanyakan"
*Sruput*
Balas Bailaohu, kini dia sudah menyantap sup yang ketujuh, satu mangkuk lebih banyak daripada Mouhuli.
"Jika telah bebas dari segel kutukan ini, bisakah Leluhur pergi ke alam langit pertama?"
"Aku dengar, pendekar dengan usia 1000an tahun sudah bisa pergi ke alam langit pertama di alam besar"
Tanya Gofan kepada Mouhuli.
Mouhuli mendadak diam, dia bahkan berhenti menyantap sup di dalam mangkuk yang ada di tangannya, begitu juga dengan Bailaohu, mereka cukup terkejut mendengar pertanyaan itu.
Mouhuli menarik napas pelan, lalu berkata,
"Pertanyaan bagus, sejauh ini selain Raja Siluman Kera, hanya ada satu pendekar yang sudah pergi ke alam langit pertama dari sembilan tingkat lapisan alam langit, pendekar itu adalah Pendekar Sembilan Langit, Lenzhufu."
"Saat itu usianya 1000an tahun lebih, karena itu para pendekar mengira, jika mereka sudah mencapai ranah Human God tahap akhir dan berusia 1000an tahun, mereka akan bisa pergi ke alam besar tingkat pertama itu"
"Tetapi, semua pendekar itu gagal meski sudah berusia 1000an tahun dan mencapai ranah Human God tahap akhir"
"Sementara, belakangan ini, aku baru menyadari bahwa Tianyuan berhasil menembus alam langit itu bahkan saat dia belum mencapai usia 100 tahun. Ini berarti usia bukanlah ukuran agar bisa menembus alam langit. Ada hal lain, selain tingkat budidaya yang harus dipenuhi untuk bisa pergi ke Alam Besar"
Ucap Mouhuli memberi penjelasan kepada Gofan.
Gofan cukup terperangah mendengar penjelasan Mouhuli, dia tidak menyangka bahkan seorang ahli di ranah Human God tahap akhir masih belum bisa menembus lapisan pertama dari sembilan alam langit.
"Apakah hal lain itu leluhur?"
Tanya Gofan dengan sangat penasaran. Ini pertama kalinya Gofan merasa, mustahil bagi dirinya untuk menembus sembilan langit.
Sebelumnya Gofan sudah bertekad untuk berbudidaya hingga mencapai ranah Human God tahap akhir dan menunggu hingga usianya mencapai 1001 tahun untuk berangkat pergi menembus alam langit pertama, kini semua itu buyar setelah mendengar kata-kata Mouhuli.
"Aku sendiri belum tahu, apa hal itu..."
Mouhuli menggeleng-gelengkan kepalanya, dia terlihat begitu sedih, sebab usianya sudah sangat tua, jika dia belum juga bisa mencapai alam besar saat usianya mencapai 1500 tahun, maka kemungkinan besar dia akan segera mati.
Rata-rata usia siluman hanya 1500an tahun, kebanyakan dari mereka sudah tidak bisa lagi menyerap energi roh alam setelah mencapai usia tersebut, sehingga perlu untuk pergi ke Alam Besar dan menyerap energi baru yang ada di Alam Besar, agar bisa memperpanjang usia mereka.
Konon energi di Alam Besar jauh lebih murni daripada energi roh alam serta energi langit dan bumi yang ada di Alam Kecil.
"Nah... kan benar. Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan Gofan"
Ucap Bailaohu tiba-tiba saat Mouhuli berkata tidak tahu.
"Aku tahu hal lain yang membuat Tianyuan menembus alam langit. Ini adalah sesuatu yang baru saja aku ketahui dari Penasihat Kaisar"
"Katanya, Tianyuan, si Raja Siluman Kera itu, bukan berada di ranah Human God tahap akhir saat menembus alam langit pertama tetapi berada satu tingkat di atas ranah itu"
Kata Bailaohu membantu menjawab pertanyaan Gofan yang tidak mampu dijawab Mouhuli.
-Apa!?-
-Satu tingkat di atas Human God tahap akhir !?-
Gofan, Xionan, Mouhuli dan Bianselong terkejut mendengar kata-kata Bailaohu.
__ADS_1
Bersambung...