
Jiwa Gofan melayang keluar dari dalam Kalung Kerang Ajaib.
Jiwa Gofan kini berada di dalam Kantong Ruang milik Qingyue.
" Jadi begini rasanya berada di dalam Kantong Ruang... "
" Nyonya Qingyue, aku tidak menyangka kamu sekaya ini " Gumam Jiwa Gofan saat melihat banyak tumpukan harta berharga di dalam Kantong Ruang itu.
*Zyuut*
Jiwa Gofan melayang keluar dari Kantong Ruang milik Qingyue dan muncul di hadapan Qingyue dan Xiongmeng. Keduanya sedang tertidur pulas, saat Jiwa Gofan muncul di sebuah ruangan tempat Qingyue dan Xiongmeng berada.
' Nyonya... Kamu berani mengambil sesuatu yang bukan milikmu, maka kamu harus menerima pelajaran dari perbuatan salah itu '
Jiwa Gofan berpendar dan mencoba masuk ke dalam tubuh Xiongmeng untuk merasukinya. Namun ketika Gofan berusaha merasuki Xiongmeng untuk mengambil alih kendali tubuh Xiongmeng, ternyata sudah ada makhluk lain yang menghuni tubuh Xiongmeng.
*Duagh*
Jiwa Gofan terpental melayang beberapa langkah akibat dihantam oleh kekuatan makhluk tersebut.
' Roh jahat?! ' Batin Gofan saat melihat sesosok roh pria dengan mata berwarna merah keluar dari tubuh Xiongmeng.
Makhluk yang menghantam Jiwa Gofan itu ternyata adalah sesosok Roh jahat. Roh jahat itu terlihat seperti melotot. Bagian putih bola matanya berwarna merah, seperti darah. Kuku jari tangannya berwarna hitam dan panjang. Dua buah taring juga terlihat menonjol di mulutnya.
" Hehehe... Aku kira siapa? Ternyata hanya jiwa lemah yang berusaha mengambil alih Tubuh Perjanjian milik ku! "
" Bocah. Sepertinya kamu sedang sial, kebetulan aku sedang lapar, biarkan aku melahap jiwa mu hehehe " Tawa Roh jahat itu.
Suasana di dalam ruangan itu mendadak terasa menjadi amat sangat kelam, udara dingin dan lembab memenuhi ruangan tersebut. Kabut asap putih terlihat mengelilingi sosok Roh jahat yang telah keluar dari tubuh Xiongmeng tersebut.
' Tubuh Perjanjian? Jadi Xiongmeng sudah melakukan kontrak dengan Roh jahat ini... Dia sudah menjual jiwanya kepada Iblis ' Batin Gofan.
Sedikit dijelaskan dalam Kitab Kompilasi Bela diri, bahwa Roh jahat merupakan keberadaan dari roh yang tidak kembali ke Alam Roh dan hidup bergentayangan di antara manusia, dengan menyerap jiwa-jiwa manusia yang melakukan dosa. Jiwa seperti itu dikenal sebagai jiwa pendosa.
Roh jahat yang telah berkembang, dibagi menjadi dua jenis yaitu Setan dan Iblis. Tergantung dari seberapa banyak jiwa pendosa yang berhasil dilahap oleh Roh jahat tersebut.
Roh jahat yang telah melahap jiwa pendosa lebih dari ratusan ribu jiwa akan berubah menjadi Setan, sementara yang melahap lebih dari jutaan jiwa pendosa akan menjadi Iblis.
Untuk melahap jiwa manusia hidup, Roh jahat akan menghasut manusia untuk berbuat dosa dan mengikat mereka dalam kesesatan. Hingga pada akhirnya, saat jiwa manusia itu lemah, roh jahat akan menawarkan perjanjian dengan imbalan akan mengabulkan satu hasrat yang paling diinginkan manusia tersebut.
Di dalam Kitab Kompilasi Bela diri juga dijelaskan mengenai tujuh hasrat pendosa, yaitu Amarah dan Pembunuhan, Nafsu dan Cinta, Fitnah dan Pertikaian, Harta dan Kekuasaan, Amal Palsu dan Kemunafikan, Ketamakan dan Kerakusan, serta Kebodohan dan Kemalasan.
Manusia yang setuju melakukan perjanjian dengan Roh jahat harus membayar dengan jiwanya saat hasratnya dipenuhi, perjanjian tersebut disebut sebagai melakukan kontrak. manusia yang melakukan kontrak disebut sebagai Tubuh Perjanjian.
Di Alam Kecil kejadian kontrak dengan Roh jahat sering dianggap sebagai menjual jiwa kepada Iblis.
" Kamu hanya Roh jahat, bahkan belum menjadi Setan. Jika tidak ingin musnah, sebaiknya kamu hentikan ini dan kembalilah ke Alam Kematian " Sahut Gofan.
Gofan menyebut Alam Roh yang tercantum di dalam Kitab Kompilasi Bela diri sebagai Alam Kematian. Itu karena dia telah mendapat pemahaman baru dari Tianyuan tentang alam ketiga, yaitu Neraka atau yang disebut sebagai Alam Kematian.
__ADS_1
Roh jahat itu tertawa keras mendengar kata-kata Gofan, " Bocah. Aku bisa merasakan aroma manis dari jiwa mu... Meskipun aku belum menjadi Setan, aku sudah cukup kuat untuk melahap jiwa lemah sepertimu! "
*Zyuut*
Roh jahat itu memanjangkan lengan kanannya yang berkuku panjang itu ke arah leher Jiwa Gofan.
" Mata Iblis "
Jiwa Gofan berusaha menggunakan kekuatan Mata Iblis, kekuatan Mentalnya itu untuk menghentikan serangan si Roh jahat. Tetapi ternyata serangan itu masih berhasil menyerang Jiwa Gofan dan mencekik lehernya dengan amat sangat erat.
' Ukh.. Kenapa ini? Kenapa Energi Mental tidak berguna padanya? ' Batin Gofan.
Gofan tadinya berpikir, bahwa dia tidak akan mengalami kesulitan dalam menghadapi Roh jahat tersebut. Gofan berpikir dengan kekuatan Energi Mentalnya, semua masalah itu akan bisa dia atasi dengan cepat.
*Zyuut*
Lengan Roh jahat yang masih mencengkram leher Jiwa Gofan tersebut kembali memendek. Kini Jiwa Gofan tepat berada di hadapan Roh jahat tersebut.
" Hehe.. Apa itu Mata Iblis? kekuatan sesat? Hehe.. Kamu pikir aku ini apa? Aku ini perwujudan kesesatan dan Iblis adalah sumber dari kesesatan. Kamu ingin mengalahkan kesesatan dengan kesesatan Hehe.. " Ucap si Roh jahat dengan lidah yang menjulur keluar.
" Bersiaplah untuk musnah... Hehe " Lidah Roh jahat itu memanjang dan menjilati permukaan wajah Jiwa Gofan.
Seperti yang dikatakan si Roh jahat, dia adalah perwujudan mental yang sesat. Sehingga percuma jika Gofan menghadapinya dengan kekuatan Mata Iblis yang tergolong pada kekuatan sesat. Kekuatan sesat adalah kekuatan yang bertentangan dengan kekuatan murni yang berasal dari Surga.
" Mata Surga "
*Blazh* Jiwa Gofan memancarkan cahaya ungu terang. Cahaya ungu tersebut membuat si Roh jahat terpental melayang mundur hingga menembus keluar ruangan.
Berkat ucapan si Roh jahat, Gofan menyadari bahwa kekuatan Mata Iblisnya tidak berpengaruh pada si Roh jahat. Oleh karena itu, Gofan akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan Mata Surga miliknya.
" Panas! Panas! Panas!! " Teriak si Roh jahat berkali-kali.
Tangan Roh jahat yang mencengkram leher Jiwa Gofan terlihat seperti terbakar, lidahnya juga terlihat demikian. Itu semua karena kekuatan Mata Surga. Cahaya ungu yang dipancarkan Jiwa Gofan membuat si Roh jahat merasa seperti dibakar.
" A-Ampun. A-aku mohon... To-tolong ampuni aku tuan " Si Roh jahat berubah ke wujud normalnya.
Kini mata Roh jahat tersebut tidak lagi bercahaya merah, taringnya juga menghilang, lidahnya pun sudah kembali ke ukuran semestinya.
" Tu-tuan.. Mohon ampuni aku, aku berjanji akan pergi ke Alam Kematian dan menerima hukumanku " Ucap si Roh jahat itu sambil bersujud menyembah Jiwa Gofan yang bercahaya ungu.
Jiwa Gofan melayang mendekati Roh jahat tersebut.
" Sudah terlambat. Tidak ada kesempatan kedua bagimu! " Sahut Gofan.
Jiwa Gofan memancarkan cahaya ungu dari telapak tangannya dan mengarahkannya ke arah Roh jahat.
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gofan, si Roh jahat itu ketakutan dan pergi melayang menjauh secepat mungkin yang dia bisa. Roh jahat itu hendak melarikan diri.
Tetapi semua sudah terlambat. Cahaya ungu dari telapak tangan Gofan melesat menyerang dan tepat mengenai punggung Roh jahat tersebut. Sebuah nyala api berwarna ungu muncul di punggung si Roh jahat dan perlahan-lahan membakarnya.
__ADS_1
" Arrgghh... Panas! Ba***at! Panas!! Raja Iblis.. Mohon selamatkan ak... " Si Roh jahat tidak berhasil menyelesaikan kata-katanya. Nyala api ungu telah memusnahkannya.
' Raja Iblis? Apakah sudah muncul seorang Raja Iblis di dunia ini? Berapa banyak Jiwa Pendosa yang telah dilahapnya? '
' Aku rasa, Alam Kecil akan semakin kacau saja...' Jiwa Gofan menggeleng-gelengkan kepala dan melayang masuk kembali ke dalam ruangan.
' Xiongmeng. Apa sebenarnya keinginanmu, hingga kamu menjual Jiwamu kepada Iblis? ' Pikir Gofan saat memandang tubuh Xiongmeng.
Sesungguhnya manusia yang telah menjual Jiwanya kepada Iblis telah lama mati. Mereka hidup namun mati, hati dan pikiran merekalah yang mati. Sehingga tindakan mereka akan selalu di dalam kesesatan, hingga akhirnya mereka meninggal dan jiwa mereka dilahap oleh si pemegang perjanjian, para Roh jahat, Setan, dan Iblis.
' Untung saja yang ku hadapi hanya Roh jahat, jika itu Setan atau bahkan Iblis, aku ragu, semua akan selesai secepat ini... '
' Xiongmeng. Aku telah membantumu terlepas dari perjanjian, pinjamkan aku tubuhmu sebentar sebagai imbalan ' Senyum Gofan sebelum melesat merasuki tubuh Xiongmeng.
Tubuh Xiongmeng bergetar pelan saat Gofan mengambil alih kendali tubuhnya. Hal itu membuat Qingyue yang berada di sebelah Xiongmeng terhentak bangun.
" Kakak. Kamu sudah bangun? Syukurlah... Aku harus segera kembali. Aku takut, suamiku akan mencariku " Ucap Qingyue sesaat setelah melihat Xiongmeng membuka kedua matanya.
Tentu saja itu bukan Xiongmeng, tetapi Gofan yang telah berhasil mengambil alih tubuh Xiongmeng.
Usai berkata demikian, Qingyue bergegas hendak beranjak pergi.
" Tu-tunggu Nyo... Qingyue " Gofan menarik lengan Qingyue dan mencegahnya pergi.
" Kaka... " Qingyue ingin berkata bahwa hari terlihat sudah gelap dan dia harus segera kembali. Jika tidak, keadaan akan menjadi runyam. Tetapi Qingyue menghentikan kata-katanya saat Xiongmeng merangkulnya.
" Qingyue. Tunggu sebentar, sebentar saja "
' Aku terpaksa melakukan ini. Maafkan aku Surga ' Batin Gofan saat tubuh Xiongmeng yang dia kendalikan memeluk Qingyue.
Tangan kirinya memeluk Qingyue, tetapi tangan kanannya menyelinap mengambil Kalung Kerang Ajaib dan beberapa benda dari dalam Kantong Ruang milik Qingyue.
" Sudah. Pergilah dan terima kasih banyak " Ucap Gofan beberapa saat kemudian, setelah dia melepaskan pelukannya.
" Tumben. Biasanya Kakak tidak pernah mengucapkan terima kasih. Apa kamu berusaha bersikap romantis hari ini? " Senyum Qingyue saat mengenakan pakaiannya.
Gofan hanya tersenyum tanpa berkata untuk membalas pertanyaan Qingyue itu.
" Aku pergi. Ingat, jangan temui aku mendadak lagi, aku takut dia akan mengetahui in... "
*Druaagghh*
Pintu ruangan tersebut mendadak melayang dan hancur menjadi beberapa bagian saat Qingyue berhenti mengucapkan kata-katanya. Sebuah tendangan membuat pintu ruangan tersebut terlepas dari tempatnya.
" Takut apa? Takut aku mengetahui ini?! " Teriak Lengjing sembari melangkah memasuki ruangan.
' Celaka! Kenapa harus di saat seperti ini? ' Batin Gofan dari dalam tubuh Xiongmeng.
Bersambung...
__ADS_1
"Seorang penulis fiksi merupakan seorang pembohong alami yang menemukan sesuatu dari pengetahuannya atau dari orang lain." -BUS(Bukan Ucapan Saya)-
Terima Kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.