Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 121. Resmi Menjadi Putali


__ADS_3

" Gofan. Ikut aku! " Seru Vasudev.


Vasudev bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar dari kamar Meiling.


" Tapi Guru... "


" Ikut aku! " Ucap Vasudev menyela perkataan Gofan.


Gofan hanya menghela napas dan mengikuti Vasudev pergi meninggalkan kamar Meiling. Sebenarnya, Gofan ingin menyaksikan bagaimana proses pemanggilan roh yang akan dilakukan oleh Xunialiang. Tetapi karena Vasudev bersikeras mengajaknya pergi, Gofan tidak membantah.


Gofan dan Vasudev berpamitan kepada yang lain dan pergi ke sebuah kamar lain yang terletak di posisi timur laut bangunan gubuk milik Xunialiang tersebut.


" Aku tahu, kamu ingin tahu tentang gadis itu, tapi setelah ku hitung kembali, malam ini adalah malam yang paling baik untuk melakukan Upacara Putali " Vasudev masuk ke dalam kamar tersebut.


Gofan tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan mengikuti langkah Vasudev.


Semerbak aroma dupa menyebar keluar ketika Vasudev membuka pintu kamar yang ternyata merupakan sebuah kamar tempat pemujaan.


Di dalam kamar pemujaan tersebut, terdapat empat patung besar seukuran manusia. Masing-masing patung mengenakan pakaian mirip dengan pakaian seorang jendral perang. Masing-masing patung itu membawa senjata yang berbeda. Dari kiri ke kanan, ada yang membawa pedang, tombak, tongkat dan trisula.


" Gofan. Keempat Patung ini adalah simbolis dari Empat Dewa Penjaga Gerbang Langit. Kamu tahu? " Tanya Vasudev sembari menunjuk keempat patung tersebut.


" Aku tidak tahu Guru "


" Baik.. Akan aku terangkan. Patung ini adalah Dewa Penjaga Gerbang Langit Selatan, disebut dengan nama, Tian Nanmen " Tunjuk Vasudev pada patung Dewa yang membawa pedang.


" Ini adalah Patung Dewa Penjaga Gerbang Langit Utara, dikenal dengan nama Tian Yanbei " Tunjuk Vasudev pada patung Dewa yang membawa tongkat.


" Kemudian ini... Patung Dewa Penjaga Gerbang Langit Barat, disebut Tian Xifang " Vasudev menunjuk pada patung yang membawa senjata tombak.


" Dan terakhir, tentunya adalah Dewa Penjaga Gerbang Langit Timur, Tian Dongfang... "


" Ambil dupa itu dan persembahkan masing-masing tiga batang kepada keempat Dewa dan ikuti gerakanku " Ucap Vasudev usai menerangkan Gofan tentang identitas keempat patung.

__ADS_1


Gofan mengikuti perintah Vasudev, dia mengambil 12 batang dupa dan mempersembahkannya kepada masing-masing Dewa.


" Gofan. Sekarang pakailah jubah ini " Vasudev memberikan sebuah jubah lusuh berwarna putih.


" Baik Guru " Gofan mengenakan jubah itu tanpa banyak bertanya.


Kemudian Gofan mengikuti gerakan Vasudev yang mirip orang menari. Mereka menari di hadapan keempat patung Dewa.


Gofan tidak mengeluh. Dia hanya heran melihat ritual semacam itu. Gofan tahu, bagi seorang Vhala, ritual semacam itu sudah merupakan kepercayaan yang dipegang erat. Oleh karena itu, Gofan mengikuti apa yang diperintahkan Vasudev.


Para Penyihir percaya bahwa keempat Gerbang Langit adalah jalan menuju keabadian. Menghormati dan memuja Dewa Penjaganya berarti mereka akan mendapatkan kesempatan lebih mudah untuk melewati Gerbang Langit, jika saatnya telah tiba.


Para Penyihir berharap dengan melakukan pemujaan kepada keempat Dewa tersebut, maka para Dewa itu akan mengenali mereka dan mempermudah jalan mereka jika kelak mereka bisa mencapai Gerbang Langit.


Sembari menari, sesekali pikiran Gofan teringat kembali tentang Yubing dan Meiling. Gofan masih penasaran dengan kisah kedua gadis yang mungkin saja adalah saudari kembar itu.


Selanjutnya Gofan melakukan sujud sembah, tiga kali sujud kepada Surga, tiga kali sujud kepada keempat Dewa, dan tiga kali sujud kepada Vasudev.


Vasudev memberikan Gofan sebuah kitab berwarna hitam. Di sampulnya tertulis nama kitab itu, yaitu Kitab 42 Sihir Dimensi.


" Ini adalah Kitab Teknik yang mengajarkan pengolahan budidaya energi sihir. Tapi karena kamu sudah mengolah budidaya sihir yang lebih tinggi dari kitab ini, maka kamu cukup mempelajari bagaimana mengendalikan ruang dan waktu dengan Energi Sihir... "


" Selanjutnya terimalah ini.. Entah kamu menyadari atau tidak, saat kita menari tadi, tiga dari empat Dewa telah menganugerahkan ini untukmu " Vasudev menyodorkan tiga buah batu kristal sebesar kuku jari telunjuk kepada Gofan.


" Kristal apa ini Guru? "


Vasudev menggelengkan kepala pelan. Dia tidak tahu menahu tentang batu kristal itu. Ini adalah pertama kalinya Vasudev melihat ketiga patung Dewa menganugerahkan sesuatu.


' Tapi kenapa hanya Patung Dewa Penjaga Gerbang Langit Selatan saja yang tidak menganugerahkan apa pun untuk Gofan? Apa rumor tentang hancurnya Gerbang Langit Selatan itu adalah sebuah kenyataan ' Batin Vasudev saat melihat Gofan memperhatikan ketiga batu kristal yang baru diterimanya itu.


" Gofan.... Tianfuzi, Ziyishi, Kongchu, dan kawanan Bandit Serigala Biru pasti tidak akan tinggal diam atas apa yang kita perbuat. Mau tidak mau kamu harus memperkuat diri... "


" Sekarang kamu berlatihlah dan pelajari kitab itu. Guru akan memberikanmu waktu satu tahun untuk berlatih di dalam Payung Tangisan Surga... Tapi, jika sebelum satu tahun.. kamu berhasil menguasai pengendalian ruang dan waktu, kamu boleh keluar " Vasudev mengeluarkan Payung Tangisan Surga.

__ADS_1


" Sebentar Guru. Sebelumnya, izinkan aku menemui Yubing dan Nian " Pinta Gofan kepada Vasudev.


Gofan tahu berlatih di dalam Payung Tangisan Surga sama baiknya dengan berlatih di dalam Ruang Dimensi Mouhuli. Dengan berlatih di sana, Gofan dapat menghemat waktu untuk melakukan budidaya.


Vasudev tidak menolak dan menyanggupi permintaan Gofan. Vasudev mengizinkan Gofan untuk menemui Yubing dan Nian, dengan tujuan untuk menyampaikan bahwa dia akan pergi berlatih di dalam Payung Tangisan Surga.


Gofan akhirnya berpamitan dengan Yubing dan Nian usai mendengar hasil dari pemanggilan roh nenek Yubing. Ternyata, semuanya memang seperti yang diduga oleh Gofan.


" Aku minta maaf karena tidak mengabarkan ini kepada Perguruan kalian. Tetapi, itu karena Ximenhong mendadak muncul dan ingin menukar kalian dengan tubuh dari Kucing Petir Tundra " Ucap Gofan menceritakan tentang kemunculan rombongan Ximenhong.


Rencana awal Gofan adalah menculik Yubing dan Nian dengan bantuan dari Perguruan Lembah Bunga Kamboja saat pelelangan diadakan, namun karena Ximenhong muncul dan ingin menukar Yubing dan Nian sebelum pelelangan diadakan, Gofan merubah rencananya.


" Tidak masalah. Kita bisa berencana tapi Surga yang akan menentukan " Sahut Yubing mendengar penjelasan dan cerita Gofan.


" Benar. Lagi pula kami memang tidak ingin merepotkan para Guru dan Saudara seperguruan. Terima kasih Kakak Gofan " Ucap Nian menimpali perkataan Yubing.


' Kakak Gofan!? ' Gofan terkejut mendengar panggilan Nian.


" Haha... Benar. Akhirnya kamu memenuhi janjimu juga " Tawa Yubing pelan sembari menutup bibir dengan tangan kanannya.


" Aku mengaku kalah. Jadi, mulai sekarang aku akan memanggilmu Kakak " Imbuh Nian.


Gofan ikut tertawa mengikuti Yubing. Gofan tidak menolak, juga tidak mengiyakan. Gofan merasa lucu, dia bahkan tidak ingat dengan taruhan itu. Gofan tidak menyangka, Nian akan menepati kata-katanya yang dulu dia ucapakan saat berada di Ruang Dimensi Mouhuli. Gofan mengira itu hanya sebuah celetukan canda.


Usai bercakap-cakap dengan kedua gadis cantik itu, Gofan mengeluarkan Goxianlong dan membiarkan Gurunya untuk menyembuhkan pangeran itu.


Kemudian, sesuai rencana, Gofan masuk ke dalam Payung Tangisan Surga dan berlatih di dalamnya.


***


" Kita bertemu lagi, sepertinya kali ini kamu akan lama berada di tempatku ini... Ayo, ikut aku, aku akan menunjukkan rumah untuk kamu tinggali " Haiwa muncul dan menuntun Gofan ke arah sebuah rumah yang akan ditempati Gofan selama melatih diri di dalam Payung Tangisan Surga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2