Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 72. Pertikaian di Jalanan Ibu Kota bg. 2


__ADS_3

Tidak berselang lama, Kereta kuda itu pun ambruk akibat hantaman tubuh Mangrui. Kedua pangeran dan si Pemuda di dalam kereta berhasil melompat keluar sesaat sebelum Kereta kuda itu ambruk.


"Pangeran. Anda baik-baik saja?"


Tanya si Kusir Kereta kuda kepada Goyige.


Kusir kereta itu telah terlebih dahulu melompat menjauh saat tubuh Mangrui melayang ke arah Kereta kuda yang dia kemudikan.


"Aku baik-baik saja. Apa yang sebenarnya sedang terjadi Paman Rohshan? Siapa yang melakukan ini?"


Tanya Goyige ketika melihat keadaan menjadi sekacau itu.


"Ini perbuatan Bocah berambut putih itu Pangeran. Mangrui berhasil dikalahkan olehnya!"


Sahut Rohshan kepada Goyige dengan menunjuk ke arah Gofan.


"A-apa!? Di-dia hanya pendekar Holy Body tahap awal, bagaimana mungkin dia mengalahkan Mangrui?!"


Ucap Litaizhong penuh keheranan.


"Ada sesuatu yang aneh dengan kekuatan bocah itu Pangeran. Sesaat tadi kekuatannya meningkat sepuluh kali lipat"


Sambung Rohshan menjawab keheranan Litaizhong.


Rohshan adalah pengawal pribadi Goyige, dia adalah seorang pria paruh baya dengan tingkat budidaya berada di ranah Saint Master tahap pertengahan. Seorang pendekar dari Benua Meghalaya yang bertarung menggunakan gada besar. Saat ini, gada itu sudah berada di genggaman tangannya.


Mendengar perkataan Rohshan, kedua Pangeran dan si pemuda itu menjadi terkejut. Mereka tidak pernah melihat seseorang yang bisa meningkatkan kekuatannya sepuluh kali lipat tanpa menggunakan jurus terlarang.


Tapi saat melihat Gofan yang masih dalam keadaan baik-baik saja, mereka sadar bahwa Gofan tidak menggunakan jurus terlarang untuk meningkatkan kekuatannya. Penggunaan jurus terlarang pasti akan menimbulkan efek samping, seperti yang pernah dilakukan oleh Xionan dan Wukong.


Tidak hanya mereka yang keheranan dan terkejut karena hal itu. Bailaohu, Mouhuli, dan kawan-kawan Gofan yang lain pun juga terkejut melihat kekuatan Gofan yang mendadak meningkat sepuluh kali lipat.


Mereka heran, melihat Gofan yang awalnya terdesak dan hampir kalah, tiba-tiba saja membalikkan keadaan dan mengalahkan Mangrui.


Saat itu Pukulan Api Penakluk Badut milik Gofan berhasil dikalahkan oleh jurus Tarian Pedang Cahaya milik Mangrui, hingga membuat Gofan mengalami beberapa luka sayatan pedang di tubuhnya. Gofan terpukul mundur beberapa langkah sebelum akhirnya memuntahkan seteguk darah.


-Sial. Kialuan cahaya pedangnya menghalangi pandanganku-


Pikir Gofan yang berusaha mengalirkan tenaga dalam untuk menyembuhkan luka-lukanya.


Serangan Tarian Pedang Cahaya benar-benar merusak pandangan mata Gofan saat berusaha menyerang Mangrui. Setiap kali Mangrui menyerang, pantulan cahaya matahari di pedangnya akan membuat silau kedua mata Gofan. Hingga membuat Gofan tidak bisa fokus untuk menyerang.


"Apakah sekarang kamu sudah merasakan ketakutan?!"


Tanya Mangrui sembari tertawa dan mengayunkan pedangnya lagi ke arah Gofan.


"Tebasan Pedang Bayangan"


Mangrui mengerahkan gerakan jurus lainnya ke arah Gofan. Kali ini, setiap Mangrui mengayunkan pedangnya, akan terlihat bayangan yang tertinggal di setiap gerakan itu, membuat pedang Mangrui seakan-akan menjadi bertambah banyak.


*Crash*


*Trang*


Gofan berhasil menangkis tebasan pedang Mangrui, namun hanya beberapa kali sebelum tubuhnya tersayat oleh beberapa sayatan pedang dari bayangan pedang Mangrui.

__ADS_1


"Gofan. Biar aku bantu atasi dia"


Kata Julala dari saku baju Gofan, ketika Gofan terpukul mundur beberapa langkah.


"Tidak perlu!, Aku masih punya cara untuk menghadapinya"


Ucap Gofan, ketika menerjang maju kembali ke arah Mangrui.


Julala diam tidak membantah keputusan Gofan, dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Gofan saat bertarung.


Gofan sadar dirinya belum mampu untuk mengendalikan perpaduan kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis. Oleh karena itu, Gofan memutuskan untuk hanya menggunakan salah satu di antara kedua kekuatan itu. Gofan yakin bahwa dirinya akan bisa mengendalikan diri dari penggunaan salah satu di antara dua kekuatan Mata yang dia miliki.


"Mata Surga"


"Pukulan Naga Api"


Gofan memutuskan untuk mengaktifkan kekuatan Mata Surga miliknya. Bola mata kanan Gofan berubah warna menjadi ungu dan setengah tubuhnya diselimuti cahaya ungu. Gofan kemudian memadukan kekuatan Mata Surganya dengan jurus Pukulan Naga Api.


Oleh karena sekarang Tongkat Emas Naga Kembar telah berubah menjadi tongkat besi biasa, Naga Api bercahaya ungu tidak bisa muncul dan keluar saat Gofan menggunakan jurus tersebut, hanya hembusan api berwarna ungu yang keluar dari ayunan tongkat besi Gofan.


*Bhuur*


Hembusan api berwarna ungu itu melesat ke arah Mangrui.


-Ti-tidak mungkin! Kekuatan apa ini? Budidaya miliknya meningkat ke ranah Great Master tahap akhir!?-


Mangrui heran melihat hal yang sedang terjadi.


Tadinya Gofan yang masih berada di ranah Holy Body tahap awal, sudah terluka oleh serangannya dan berkali-kali terpukul mundur, tapi anehnya Gofan bisa pulih dengan cepat dan bahkan kekuatannya mendadak meningkat sepuluh kali lipat. Kini Gofan mendadak menjadi pendekar Great Master tahap akhir.


*Trang*


Meski Mangrui berhasil menangkis serangan Gofan, namun dia tetap terpukul mundur dan memuntahkan seteguk darah.


Kekuatan Gofan meningkat sepuluh kali lipat berkat kekuatan dari Mata Surga, meskipun kekuatan itu tidak semematikan perpaduan kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis.


Jika Gofan menggunakan perpaduan kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis serta ditambah dengan Haiwa yang masih tersadar, mungkin kepala Mangrui sudah terpisah dari badannya.


"Kurang ajar!!"


Mangrui menyeka darah di sudut bibirnya dan membuat segel tangan dengan tangan kirinya.


"Sayap Malaikat Petir"


*Zreet*


*Zreet*


Kilatan-kilatan petir kecil berkilauan muncul di punggung Mangrui. Kilatan petir itu menyatu dan sekilas membentuk sepasang sayap di punggung Mangrui.


-Budidaya Energi Petir!?-


Pikir Gofan ketika pertama kali melihat pendekar yang membudidayakan Energi Petir.


*Zyuut*

__ADS_1


Tiba-tiba Mangrui menghilang dari pandangan mata Gofan. Hanya sisa percikan petir yang terlihat tersisa dari tempat Mangrui sebelumnya berada. Mangrui tidak terbang, dia masih memijakkan kakinya di tanah sama seperti Gofan, hanya saja dia tidak terlihat.


*Crash*


*Cruuat*


Beberapa tebasan pedang tiba-tiba melukai tubuh Gofan entah darimana, membuat Gofan kembali menderita luka-luka sayatan. Terlebih lagi setiap luka sayatan yang diterima oleh Gofan akan berisi percikap Energi Petir yang membuat luka yang diterima Gofan semakin parah.


-Kalau terus seperti ini, aku yang akan mati!-


Pikir Gofan.


Gofan menonaktifkan kekuatan Mata Surga serta mengembalikan tongkat besi yang berada di dalam genggamnya menjadi seukuran seruling. Gofan menyematkan tongkat besinya kembali ke sela ikat pinggang sebelum membentuk sebuah segel tangan.


"Kamu pikir dengan memejamkan mata, kamu bisa menemukan keberadaanku!... Mimpi!!"


Ucap Mangrui yang keberadaannya masih tidak terlihat.


Mangrui terus menerus bergerak dan hanya menyisakan jejak sisa petir saat dia terus menerus menyarangkan luka di tubuh Gofan yang saat ini diam memejamkan mata.


-Sombong sekali! Setelah tusukan ini, ucapkan selamat datang kepada Alam Neraka-


Pikir Mangrui saat hendak menyarangkan serangan tusukan terakhir ke tubuh Gofan yang masih saja diam memejamkan mata.


-Apa yang dilakukan Gofan? Kenapa dia membiarkan dirinya terus dilukai?-


Pikir Julala yang beberpa kali secara diam-diam menangkis serangan Mangrui.


Tubuh Gofan sudah terluka parah. Darah dan percikan petir terlihat di tubuhnya yang diam mematung. Meski Gofan bisa menyerap Energi Langit dan Bumi setiap saat seperti bernapas, namun Gofan masih perlu melakukan budidaya Kitab Surga Sembilan Langit, jika ingin menyerap energi baru tertentu. Gofan diam karena sedang membudidayakan budidaya energinya.


Satu hela napas sebelum ujung pedang Mangrui berhasil bersarang di tubuh Gofan. Tubuh Gofan bergetar pelan dan semua percikan petir yang bersarang di luka-luka sayatannya, tiba-tiba terserap dan menjadi satu dengan Saripati Energinya. Gofan menyerap Energi Petir itu dan merubahnya menjadi Saripati Energi di dalam Kubus Oktagon dua tingkat miliknya.


"Mata Iblis"


Bola mata kiri Gofan berubah warna menjadi hijau dan kedua matanya bercahaya hijau saat Gofan menghentikan laju terjangan pedang Mangrui.


"Argghh....!"


Mangrui yang terdiam kaku, berteriak kesakitan di hadapan Gofan, saat Gofan menyerap semua Energi Petir yang dia miliki.


Gofan mencengkram pundak kanan Mangrui dan terus menerus menyerap Energi Petir yang tersimpan di dalam titik pusat jiwa Mangrui.


"Seribu Cakar Bayangan"


Saat merasakan titik pusat jiwa Mangrui sudah kering tanpa ada energi yang tersisa, Gofan berhenti menyerap Energi Petir Mangrui. Gofan kemudian menyarangkan ratusan serangan cakar ke tubuh Mangrui yang telah kehabisan tenaga dalam.


Begitulah pada akhirnya, karena serangan cakaran Gofan, tubuh Mangrui yang sudah kehilangan kesadaran terpental dan jatuh di atap Kereta kuda.


"Pangeran Goyige. Izinkan aku untuk menghadapinya. Aku yakin bisa mengalahkannya"


Ucap si Pemuda yang sebelumnya berada di dalam kereta bersama kedua Pangeran itu.


Goyige mengangguk pelan sebelum berkata,


"Berhati-hatilah Shadev, bagaimana pun dia baru saja mengalahkan Mangrui, dia pasti bukan Bocah biasa"

__ADS_1


Pemuda bernama Shadev ini adalah salah satu dari empat Pendekar muda yang terpilih sebagai perwakilan Kerajaan Meghalaya dalam Turnamen Pulau yang akan berlangsung tiga bulan lagi di Pulau Api.


Bersambung...


__ADS_2