Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 80. Celaka ! Formasi Ini...


__ADS_3

Bailaohu dan Mouhuli juga bergegas menerjang ke arah para Pendekar Pengawal Kerajaan. Jadilah tiga Siluman Senior itu bertarung menghadapi 16 Pendekar Pengawal Kerajaan Penda.


" Mereka sudah pergi. Majulah.. !! " Ucap Gofan ketika cahaya ungu di tubuhnya berganti dengan cahaya hijau dari kekuatan Mata Iblis.


Gofan menguras hampir setengah dari Saripati Energi miliknya untuk menghadapi keempat pemburu siluman tersebut. Pertarungan satu lawan empat itu pun akhirnya dimulai.


" Baik. Rasakanlah kekuatan kami yang sebenarnya ! " Sahut Huangmei.


" Tarian Pedang Naga Air "


Jurus pedang Huangmei mengalir seperti air dan meliuk-liuk begitu susah ditebak, sebab Huangmei bergerak lincah seperti sedang menari. Terkadang muncul ilusi gambaran seekor Naga berenang di dalam air dari setiap tebasan pedangnya.


Meski Gofan berhasil menangkis setiap tebasan Pedang Qianlong, tapi tebasan pedang itu membuat tubuh Gofan sedikit gemetar ketakutan.


' Pedang ini memang Harta Rahasia yang terkuat... Entah kenapa Mata Iblisku terasa melemah karena pedang ini ' Batin Gofan ketika menangkis serangan Huangmei.


Belum usai serangan pedang Huangmei menerjang, Chengsui mengerahkan serangan jarak jauh menggunakan kedua kapak besarnya.


" Tebasan Kapak Ganda Menyilang "


Chengsui mengirim serangan kapaknya dari sisi kiri Gofan. Tebasan Kapak Xinku menghasilkan hembusan angin berbentuk tanda silang. Hembusan angin tebasan dari Kapak Xinku terlihat bercahaya putih dan melesat menyerang ke arah Gofan.


Gofan mencoba menangkis hembusan angin yang berbahaya itu. Namun karena harus menggunakan tongkat besinya untuk menangkis serangan pedang Huangmei, Gofan tidak punya cara lain selain jurus cakarnya untuk menangkis serangan hembusan angin silang dari Kapak Xinku.


" Langkah Kilat "


" Seribu Cakar Bayangan "


Gofan menambah kecepatannya dan melapisi serangan cakar miliknya dengan Energi Mental.


Gofan tidak hanya menangkis serangan kapak Chengsui, dia juga meluncurkan serangan cakar ke arah Chengsui. Bayangan cakar dari tangan kiri Gofan terlihat lebih padat memanfaatkan Energi Mentalnya.


Meskipun Gofan berhasil menangkis serangan Kapak Xinku, namun pergelangan tangan kiri Gofan terluka cukup parah.


' Sial. Serangan cakar ku tidak bisa melukainya, karena perlindungan pagoda itu ' Batin Gofan ketika dia melompat mundur beberapa langkah.


Serangan cakar Gofan ke arah Chengsui dihalangi oleh cahaya merah dari Pagoda Jindun. Pagoda emas itu memancarkan cahaya yang melindungi Chengsui, Huangmei dan Shanhu.


" Hahaha... Sudah lihat bukan? Serangan cakarmu bahkan tidak mampu menembus jurus Cahaya Pelindung dari kakak ku ! Hahaha... " Tawa Shanhu menggema saat melihat Gofan terluka.


Shanhu hanya menyerang beberapa kali dengan melakukan tebasan biasa, dia bahkan tidak mengalirkan tenaga dalam ke dalam setiap serangan pedangnya.


Sementara Heiwuya melindungi ketiga adiknya itu dengan mengerahkan cahaya merah dari Pagoda Jindun.


" Kembalikan cambuk ku ! " Teriak Shanhu.


Shanhu ingin segera kembali betarung menggunakan cambuk sakti miliknya. Shanhu tidak terbiasa bertarung dengan pedang, dia bahkan tidak mempelajari jurus-jurus dasar dalam berpedang. Shanhu hanya sembarangan menebas saja saat menyerang ke arah Gofan.


" Bocah. Kembalikan senjata adik ku. Kami tidak berniat membunuhmu. Menyerahlah ! " Ucap Heiwuya menimpali perkataan Shanhu.


Dari semula, Heiwuya dan ketiga adiknya memang berniat menangkap Gofan hidup-hidup. Semua hal itu dilakukannya demi hadiah yang dijanjikan Istana kepada mereka.

__ADS_1


Pihak Istana menjanjikan kepada mereka, akan diberikan posisi penting di dalam Satuan Gugus Utama Pemburu Siluman, yaitu pasukan khusus milik Kerajaan Penda yang bertugas untuk melindungi kerajaan dari serangan para Siluman dan Makhluk buas.


Keempat pemburu siluman ini memang terkenal di seantero Benua Penda, namun mereka masih kalah hebat daripada para Penyihir ketika berkaitan dengan kedekatan hubungan mereka dengan pihak kerajaan.


Pihak Kerajaan lebih mempercayai Tujuh Penyihir Keajaiban sebagai Satuan Gugus Utama Pemburu Siluman atau yang dikenal dengan sebutan Pasukan Lieren.


' Kali ini kami harus berhasil menjadi Pasukan Lieren. Dengan menangkapmu... maka kami akan mendapat perhatian dari pihak Istana ' Pikir Heiwuya sembari tersenyum menatap Gofan.


" Kalau hanya sebegini saja. Aku tidak akan menyerah. Majulah lagi ! " Sahut Gofan.


Usai berkata demikian, Gofan menggantikan Mata Iblisnya kembali ke Mata Surga. Sekarang tubuh Gofan kembali bercahaya keunguan.


" Pukulan Petir Penakluk Iblis "


Gofan bersiap-siap menghadapi keempat pemburu siluman itu dengan tongkat petir bercahaya keunguan di genggaman tangannya.


Setelah serangan Energi Mental miliknya gagal menembus jurus Pelindung Cahaya dari Pagoda Jindun, Gofan memutuskan untuk menggunakan kekuatan Mata Surga.


" Kalian. Berhati-hatilah ! Cahaya ungu itu muncul lagi di tubuhnya " Ucap Heiwuya.


Heiwuya sudah mencurigai dari awal, bahwa cahaya ungu di tubuh Gofan kemungkinan meningkatkan kemampuan Gofan dalam bertarung. Kini Heiwuya dapat menebak dengan jelas bahwa cahaya Energi Petir milik Gofan berubah menjadi ungu pasti karena cahaya ungu tersebut.


" Benar Kak. Budidaya Bocah ubanan itu bahkan terlihat seperti meningkat melebihi budidaya energi kita ! " Kata Chengsui menyetujui ucapan Heiwuya.


" Bagaimana kalau kita gunakan formasi itu Kak ? Kita bisa menghilangkan seluruh energi di tubuhnya dengan formasi itu " Saran Huangmei kepada Heiwuya dan dua kakaknya yang lain.


" Tapi cambuk milikku masih di tangannya, kita tidak akan bisa mengaktifkan formasi tanpa cambuk ku " Sahut Shanhu.


" Gunakan saja ini Kak. Fungsinya tidak akan berbeda jauh dengan cambuk milikmu " Huangmei memberikan selendang berwarna merah muda itu kepada Shanhu.


" Ta-Tapi ini... "


" Sudahlah Kak. Gunakan saja. Setelah dia kita kalahkan. Kakak bisa mendapatkan kembali Cambuk Jingshen " Kata Chengsui kepada Shanhu.


" Benar. Mungkin ini saatnya kita mencoba menggunakan formasi itu. Baik. Ayo Serang !! " Seru Heiwuya setelah menyetujui saran Huangmei.


Meski dengan berat hati Shanhu akhirnya ikut menyetujui gagasan Huangmei dan menggunakan selendang merah muda itu sebagai pengganti sementara Cambuk Jingshen.


Shanhu meletakkan kembali pedang biasa miliknya ke dalam Kantong ruang dan menggunakan selendang pemberian Huangmei itu untuk bertarung melawan Gofan.


Selendang merah muda itu bernama Selendang Gongzhu. Dulunya itu adalah senjata Huangmei sebelum dia diwariskan Pedang Qianlong. Selendang itu mampu melebar dan memanjang. Lawan yang diringkus atau dibalut oleh Selendang Gongzhu akan kehilangan kekuatannya untuk sementara waktu.


*Zyuut*


*Zyuut*


Mereka berempat berpencar dan mengelilingi Gofan dari empat penjuru mata angin.


Heiwuya di utara, Chengsui di timur, Huangmei di barat, dan Shanhu di selatan. Mereka berempat membentuk segel tangan secara bersamaan.


" Harta rahasia. Empat penjuru menghadang. tunjukkan kekuatanmu !! " Teriak keempat penakluk siluman generasi baru itu bersamaan.

__ADS_1


" Dengan darah di Utara. Tunjukkan kekuatanmu Jindun ! " Teriak Heiwuya saat dia melempar Pagoda Jindun ke atas.


Pagoda Jindun bercahaya hitam dan melayang berputar-putar di atas Heiwuya.


" Dengan Ari-ari di Selatan. Tunjukkan kekuatanmu Gongzhu ! " Teriak Shanhu ketika dia melempar Selendang Gongzhu ke atas.


Selendang Gongzhu bercahaya merah dan melayang berputar-putar di atas Shanhu.


" Dengan Ketuban di Barat. Tunjukkan kekuatanmu Qianlong ! " Teriak Huangmei saat dia membuat Pedang Qianlong melayang di atas kepalanya.


Pedang Qianlong memancarkan cahaya berwarna kuning dan melayang berputar-putar di atas Huangmei.


" Dengan Lemak dan Daging di Timur. Tunjukkan kekuatanmu Xinku ! " Teriak Chengsui.


Kedua kapak milik Chengsui melayang terbang dan berputar-putar di atasnya saat kedua kapak itu memancarkan cahaya berwarna putih.


" Formasi Kamapat Empat "


Teriak keempatnya ketika empat warna di empat penjuru mata angin menyatu di tengah, tepat di atas kepala Gofan.


Cahaya hitam, merah, kuning dan putih itu mengurung Gofan di dalam sebuah kubah berantai dan membuat Gofan merasakan Energi di dalam tubuhnya terhisap keluar.


' Ukh... Formasi apa ini? Rantai-rantai cahaya ini... Mereka menghisap budidaya energiku... ' Batin Gofan.


Gofan tidak pernah menyangka keempat pemburu siluman itu memiliki teknik formasi yang begitu kuat.


Tangan kanan Gofan diikat oleh sebuah rantai cahaya berwarna kuning. Tangan kiri Gofan terikat oleh rantai cahaya berwarna hitam. Leher Gofan dijerat oleh rantai cahaya berwarna merah. Sementara kedua kaki Gofan diikat oleh rantai cahaya berwarna putih.


Semua rantai cahaya itu terus menerus menghisap seluruh energi di dalam tubuh Gofan. Semakin kuat Gofan melawan untuk membebaskan dirinya dari ikatan rantai-rantai cahaya itu, semakin cepat pula energi di dalam tubuhnya terhisap keluar.


Semakin lama, Gofan semakin melemah. Hingga akhirnya Gofan menjatuhkan tongkat besinya saat dia terjatuh dengan satu lutut mencapai tanah.


Rasa sakit yang teramat sangat dirasakan Gofan ketika semua rantai cahaya itu menghisap habis kekuatannya.


" Aarrgghh.... !!! " Teriak Gofan dari dalam kubah empat warna tersebut.


" Gofan !? " Mouhuli, Bailaohu, dan Bianselong yang masih sibuk menghajar dan merampok para Pendekar Pengawal Kerajaan terkejut mendengar teriakan Gofan.


" Celaka ! Formasi ini... Formasi Kamapat Empat !? " Ucap Bailaohu kaget.


Dalam sejarah Kerajaan Siluman, Formasi Kamapat Empat adalah salah satu dari lima formasi pembunuh siluman yang sangat kuat. Kaisar Siluman sebelumnya tewas akibat Formasi Kamapat Empat itu.


" Lepaskan Gofan !! " Teriak Mouhuli ketika dia mengerahkan semua kekuatan aslinya.


*Blazh*


Tubuh Mouhuli berubah bercahaya biru, telinganya berubah menjadi telinga serigala. Tangan dan kaki Mouhuli berubah menjadi cakar serigala dan ekor berwarna cokelat putih muncul di tubuh Mouhuli.


" Ka-kamu ?! Siluman Serigala Mata Biru ? " Ucap Huangmei ketika melihat mata Mouhuli berubah menjadi mata serigala berwarna biru.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2