Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 117. Pertempuran di Paviliun Bunga Indah bg. 4


__ADS_3

Semua yang berada di dalam Paviliun Bunga Indah terkejut. Guncangan dari serangan bola energi Vasudev membuat kepanikan terjadi di tempat hiburan malam tersebut.


Tetapi berkat Formasi Garis Pengurung, ledakan dari serangan Vasudev hanya menghasilkan suara keras dan getaran sesaat. Tidak ada bagian bangunan yang hancur karena ledakan tersebut.


' Apa yang terjadi? Kenapa ada ledakan yang begitu besar dari dalam? ' Batin Ximenhong sembari berdiri dan membenahi pakaiannya.


Ximenhong baru saja terjatuh akibat terdorong mundur oleh gelombang ledakan yang keluar dari Ruang Penyekapan. Dia terjatuh tidak jauh dari ruangan tersebut.


Sebelumnya, Ximenhong datang ke Ruang Penyekapan bersama Ziyishi untuk menjemput Goxianlong serta melakukan pertukaran antara mayat Kucing Petir Tundra dengan salah satu di antara Yubing dan Nian.


Ziyishi setuju untuk melakukan pertukaran, tetapi hanya dengan satu di antara dua gadis yang akan dilelangnya itu.


" Ximenhong. Apa yang terjadi? " Tanya Kongchu dari belakang Ximenhong.


Kongchu baru saja tiba di depan Ruang Penyekapan itu. Kongchu datang bersama dengan Goyige, Litaizhong, Putra Mahkota Penda, Guxiong, dan lima orang gadis berparas cantik.


Setelah mendengar suara ledakan yang begitu keras mereka bergegas mendatangi Ruang Penyekapan, mereka tahu sumber suara ledakan itu berasal dari Ruang Penyekapan.


Sementara Tianfuzi memilih untuk memeriksa keadaan Meiling. Tianfuzi menyadari akan terjadi pertempuran di Paviliun tersebut. Sebisa mungkin, dia memilih untuk tidak terlibat dan jika keadaan memburuk, dia berencana untuk pergi bersama dengan Meiling.


" Be-begini Senior... Ketika kami tiba di sini, kami melihat pintu ruangan ini sudah terbuka. Senior Ziyishi menyadari bahwa Formasi Dunia Mimpi sudah menghilang. Katanya, orang yang dia sewa untuk memasang formasi itu juga menghilang... "


" Lalu, Senior Ziyishi masuk sendirian ke dalam untuk memeriksa apa yang terjadi. Dia menyuruhku menunggu, tapi... " Sahut Ximenhong menceritakan kejadian yang baru saja dia alami.


" Tapi ledakan terjadi? " Celetuk Litaizhong.


" Benar Pangeran. Ledakan terjadi beberapa saat setelah Senior Ziyishi menutup pintu itu dari dalam... Sepertinya Senior Ziyishi sudah mengaktifkan formasi yang lain, makanya ruangan ini tidak hancur meski ledakan tadi terjadi " Lanjut Ximenhong.


" Para Pangeran. Mohon tunggu di sini, sepertinya istriku sudah mengaktifkan Formasi Garis Pengurung, aku akan memeriksa apa yang terjadi di dalam. Permisi " Usai mendengar penjelasan Ximenhong, Kongchu bergegas memasuki Ruang Penyekapan.


*Krieet* Kongchu membuka pintu Ruang Penyekapan dan memasukinya.


Meski pintu itu terbuka, tidak satu pun dari semua yang berada di depan Ruang Penyekapan itu bisa melihat kondisi di dalam ruangan.


Sebuah dinding cahaya menghalangi pandangan mata mereka. Sehingga mereka hanya bisa melihat sekilas, saat Kongchu masuk menembus dinding cahaya itu saja. Selebihnya, pandangan mata mereka dihalangi dinding cahaya itu.


Goyige dan yang lainnnya tahu tentang Formasi Garis Pengurung yang diucapkan Kongchu. Mereka tahu bahwa, sekali mereka memasuki formasi itu, mereka tidak akan bisa keluar kecuali si pembuat formasi membatalkan formasi tersebut.


Karena hal itulah mereka hanya mengangguk, menuruti perkataan Kongchu untuk menunggu di luar ruangan ketika melihat Kongchu bergegas memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


" Apa di dalam ada penyusup? " Tanya Putra Mahkota Penda beberapa hela napas setelah Kongchu masuk ke dalam Ruang Penyekapan.


Ximenhong mengangguk, " Ada Pangeran. Sekilas, saat Senior Ziyishi memasuki pintu itu, saya melihat seseorang berambut putih dan seseorang berpakaian putih berdiri memunggungi pandangan saya dari luar. Selain itu, saya tidak sempat melihat yang lain, dinding cahaya itu menghalangi pandangan saya... "


' Berambut putih? Apa dia si Bocah ubanan itu? Tidak mungkin... Mana mungkin bocah itu berani muncul lagi di Ibu Kota ' Batin Litaizhong usai mendengar perkataan Ximenhong.


Litaizhong mendekat ke arah Ximenhong, dan berbisik " Ximenhong. Apakah orang yang berambut putih itu terlihat seperti seorang bocah? "


" Aku tidak yakin. Aku hanya melihat sekilas saja " Bisik Ximenhong.


" Tapi kemungkinan penyusup itu adalah para Pendekar dari Benua Cang'An. Sebelumnya Senior Kongchu mengatakan bahwa ada dua orang Pendekar Cang'An yang menanyakan tentang diriku dan tentang pelelangan dua gadis itu " Imbuh Ximenhong sembari masih berbisik pelan kepada Litaizhong.


' Benar... Pasti itu bukan dia. Bagaimana pun, aku sudah melipat gandakan pencarian untuknya, tidak mungkin dia bisa berkeliaran bebas di sini ' Pikir Litazhong sembari tersenyum sinis.


Putra Mahkota diam sesaat usai mendengar jawaban Ximenhong, sebelum lanjut berkata kepada semua yang lain, " Percuma saja kita menunggu, di dalam sudah ada penyusup, bukankah lebih baik kita ikut masuk dan membantu kedua Senior? "


" Tapi Pangeran Litaihyun.. Ruangan itu dilapisi Formasi Garis Pengurung. Sekali kita masuk kita tidak mungkin bisa keluar lagi, kecuali Senior Ziyishi membatalkan Formasinya " Sahut Guxiong kepada Putra Mahkota Penda, Litaihyun.


" Aku tahu. Aku yakin semua yang ada di sini juga tahu tentang formasi itu, kita tidak perlu khawatir berlebihan. Setelah kita melenyapkan para penyusup itu, buat apa lagi Senior Ziyishi mempertahankan formasi ini, benar tidak? " Litaihyun membalas ucapan Guxiong yang terlihat ragu.


" Benar. Aku setuju Kak. Biar aku yang lebih dulu masuk " Ucap Litazhong yang tanpa basa-basi lebih lanjut langsung memasuki Ruang Penyekapan.


Litaihyun membalik badan dan ikut menyusul Litaizhong masuk ke dalam Ruang Penyekapan.


Setelah melihat kedua pangeran itu masuk, lima gadis berparas cantik yang berada di belakang Guxiong juga ikut memasuki Ruang Penyekapan.


" Guxiong. Jika ada apa-apa dengan kedua pangeran, mungkin kita yang akan disalahkan... Ayo! " Seru Ximenhong menyusul masuk ke dalam Ruang Penyekapan.


Pada akhirnya, Guxiong bersama dengan Goyige memasuki Ruang Penyekapan. Kini, semua orang sudah memasuki Ruang Penyekapan itu.


*Trang*


*Trang*


*Trang*


Suara beberapa bilah pedang beradu terdengar di telinga mereka, ketika mereka semua tiba di dalam Ruang Penyekapan.


" Apa ini?! Kenapa dia ada enam? " Tanya Goyige dengan terheran-heran.

__ADS_1


' Benar... Bukannya hanya ada dua penyusup dari Benua Cang'An? Kemana mereka? Kenapa bisa ada enam Kongchu? ' Batin Litaizhong yang telah tiba lebih dulu di dalam ruangan tersebut. Dari tadi dia juga terheran-heran melihat apa yang terjadi di dalam ruangan rersebut.


Sekarang di mata Goyige dan di mata semua orang, terlihat dengan jelas Kongchu sedang bertarung dengan Kongchu. Ada enam orang Kongchu yang sedang bertarung di dalam Ruang Penyekapan itu.


Mereka juga melihat Ziyishi tergeletak di lantai ruangan. Selain itu, mereka tidak melihat apa-apa lagi kecuali puing-puing benda dan debu yang berserakan. Semua benda yang berada di dalam Ruang Penyekapan itu sudah hancur berserakan.


" Ximenhong! Dimana adik ketigaku? Bukankah kamu bilang dia ada di sini? " Bentak Goyige panik. Dia khawatir Goxianlong sudah tewas menjadi abu karena ledakan.


" Pangeran tenanglah dahulu... Aku yakin Pangeran Goxianlong ada di tangan salah satu Kongchu itu. Lima di antara mereka pastilah penyusup yang menyamar, kita hanya perlu memastikan , yang mana yang merupakan Senior Kongchu yang asli " Sahut Ximenhong berusaha menenangkan Goyige yang masih panik.


Bisa hancur harapan Goyige untuk menjadi Putra Mahkota jika sampai dia gagal membawa kembali Goxianlong hidup-hidup ke Kerajaan Meghalaya. Hal itulah yang membuat Goyige panik.


" Jadi bagaimana? Siapa di antara mereka yang asli? " Imbuh Goyige bertanya.


" Pangeran Goyige. Tenanglah. Kita lihat dulu bagaimana mereka bertarung... "


" Si Penyusup mungkin bisa meniru penampilan Senior Kongchu, tapi dia tidak akan bisa meniru jurus pedang beliau " Sahut Litaihyun menengahi ketegangan di antara Goyige dan Ximenhong.


Akhirnya Goyige mengikuti saran Litaihyun. Dia diam dan mengamati pertarungan keenam Kongchu tersebut. Mereka semua masih memperhatikan pertarungan itu, mereka belum yakin harus menyerang Kongchu yang mana.


Di sisi lain, kelima gadis penghibur dari Paviliun Bunga Indah menolong Ziyishi dan memapahnya mendekati pintu keluar Ruang Penyekapan. Mereka berlima adalah Lima Dewi Bunga.


Sementara itu, pertarungan Kongchu melawan Kongchu masih berlanjut. Ada tiga pertarungan Kongchu melawan Kongchu.


' Dari tadi peniruku ini hanya menggunakan jurus dasar pedang, selain penampilanku, sepertinya dia tidak bisa meniru yang lainnya... Kenapa juga empat lainnya ini justru bertarung melawan teman mereka sendiri? ' Batin Kongchu yang asli.


Dari lima orang Kongchu yang palsu, hanya satu orang yang terus menerus menyerangnya, sementara empat lainnya justru bertarung dengan sesama mereka.


" Heh.. Apa kamu hanya pemula pedang? Aku pikir kamu bisa meniruku sampai jurus-jurus pedangku juga " Ucap Kongchu yang asli sembari melangkah mundur beberapa langkah. Dia memasang ancang-ancang.


" Cerminan Matahari Di Air Terjun "


Kongchu asli bergerak menyerang kembali dengan jurus pedang elemen api miliknya. Kongchu adalah pengguna Energi Elemen Api. Pedangnya berkilauan dan terlihat bersinar bagai sinar matahari yang redup, langkah serangannya meliuk-liuk bagaikan arus air.


Setelah Kongchu asli melakukan serangan lagi, barulah keempat Kongchu palsu berhenti bertarung dengan sesama mereka. Mereka membantu Kongchu yang asli menghadapi Kongchu palsu yang hendak diserang Kongchu asli.


" Lihat.. Ini yang kita tunggu-tunggu. Aku yakin Senior Kongchu yang asli adalah yang dikeroyok oleh lima Kongchu palsu itu.. Ayo kita bantu dia! " Seru Ximenhong sebelum menghunuskan pedangnya dan terjun ke dalam pertarungan Kongchu melawan Kongchu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2