Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 156. Bunga Api Ribuan Roh


__ADS_3

Gofan diam, dia tidak tahu harus berbuat apa. Surahatma itu dengan mudah memerintahkannya untuk masuk ke dalam kawah darah yang mendidih.


Gofan memutar otaknya, dia memikirkan cara untuk dapat mengambil bunga tersebut. Tapi dia penasaran, untuk apa bunga tersebut. Kenapa Tuobha menginginkannya.


‘Untuk apa sebenarnya Bunga Api Ribuan Roh ini?.’ Gofan menoleh ke arah Surahatma, ‘Apa Surahatma ini akan menjawab peetanyaanku jika aku menanyakan untuk apa bunga ini?.’


“Surahatma. Apa khasiat dari bunga ini, jika Tuanmu itu memakannya?.” Tanya Gofan setelah ragu sesaat.


“Dengan Bunga ini, Tuan akan memiliki tubuh baru dan tidak perlu mengulang kembali Budi dayanya, dengan kata lain Tuan akan hidup kembali dengan kondisi persis sama saat Beliau meninggal.” Sahut Si Surahatma itu seperti sedang mengeja teks, sangat kaku.


‘Bukankah Bunga ini, sangat bagus untuk Xionan? Jika dia menggunakannya, dia bisa hidup dengan tubuhnya sendiri.. Ini bagus...’


Batin Gofan sebelum bertanya kembali pada si Surahatma, “Apa masih ada bunga seperti ini di dalam Neraka?”


Surahatma itu menggeleng.


Bunga Api Ribuan Roh, bunga yang tercipta dari roh-roh yang tersiksa hingga lenyap di dalam kawah tersebut. Hanya ada satu di Neraka dan sangat jarang bisa tercipta kembali.


‘Sial. Cuma ada satu.. Apa aku harus membohonginya? Dan mencuri bunga ini untuk Xionan. Mencuri? Aku yang mengambilnya, itu milikku, bukan mencuri....’ Pikir Gofan sebelum melempar sebuah tulang belulang yang ada di bawah kakinya ke dalam kawah tersebut.


*Pluk*


*Cesh*


Ketika masuk ke dalam kawah, tulang yang dilempar Gofan, langsung melebur, berubah menjadi cairan putih dan meresap masuk ke dalam Bunga Api Ribuan Roh.


‘Jika tadi aku langsung masuk, mungkin roh ku sudah lenyap untuk selamanya...’ Batin Gofan.


“Surahatma. Apa kamu tahu cara untuk melewati kawah darah ini?.” Tanya Gofan.


Surahatma itu menggeleng lagi, dia tidak tahu bagaimana cara melewatinya.


*Pluk*


*Cesh*


Sekali lagi, Gofan melempar benda ke dalam kawah tersebut. Kali ini, dia melempar sebongkah batu yang cukup besar. Tapi, hasilnya sama saja.


“Sepertinya, kawah ini memerlukan waktu sebelum melebur setiap benda yang masuk ke dalamnya...” Gumam Gofan.


*Pluk*


*Cesh*

__ADS_1


Gofan melemparkan batu yang lebih besar daripada sebelumnya.


“...Benar. Semakin besar bendanya, semakin lama proses peleburannya.” Gofan menyimpulkan.


Dia melihat ke sekeliling untuk mencari sebongkah batu yang cukup besar, sehingga perlu waktu cukup lama bagi kawah itu untuk meleburnya.


*Zyuut*


“Aku rasa ini cukup besar.” Gofan tiba di hadapan beberapa bongkah batu yang masing-masing berukuran sebesar 20 kali ukuran tubuh manusia.


“Hyaaa!!!.” Gofan mengangkat batu itu dan melemparnya ke dalam kawah.


*Pyuurr*


*Pyuurr*


*Pyuurr*


“Jejak Kaki Menyapu Angin”


Ini pertama kalinya bagi Gofan untuk mencoba menggunakan Jurus meringankan tubuh ciptaan Ayahnya.


“Suara apa itu!?.” Seorang Pria bertubuh merah dengan dua tanduk di kepalanya bertanya pada rekannya yang berpenampilan serupa.


“Sepertinya seseorang mencoba mengambil bunga itu lagi.” Sahut rekannya.


“Hahaha... Itu pasti si Bodoh, Gonegon. Dia terus saja mencoba mengambil bunga itu, tapi selalu berakhir dengan luka bakar di tubuhnya Hahaha.”


“Benar... Itu pasti dia. Aku dengar, hari ini, dia bertugas di kawah itu lagi.”


“Apa yang kalian tertawakan?.” Gonegon yang tadi dibicarakan keduanya muncul di hadapan mereka.


“Gonegon!?.” Kedua Setan itu terkejut melihat kemunculan Gonegon.


“Ka-kalau kamu di sini, siapa yang membuat keributan di Kawah Darah Api Neraka?.” Tanya salah seorang Setan Neraka kepada Gonegon, tebakannya jelas salah.


Setelah itu ketiganya saling tatap.


“Sepertinya ada penyusup.. Ayo-!.” Seru Gonegon kepada keduanya setelah mereka menyimpulkan bahwa suara itu bukan perbuatan Gonegon.


**


“Hormat kami Petugas Dewa 29102.” Hormat Gonegon dan dua Setan lainnya kepada si Surahatma, saat mereka tiba di Kawah Darah Api Neraka, tempat Gofan mencoba mengambil Bunga Api Ribuan Roh.

__ADS_1


Surahatma itu mengangguk pelan.


“Petugas Dewa 29102. Siapakah Roh itu? Kenapa Petugas Dewa membiarkannya mencoba mengambil Bunga Api Ribuan Roh?.” Tanya Gonegon saat melihat Surahatma itu tidak menindak Gofan yang tengah mencoba mengambil Bunga Api Ribuan Roh.


Surahatma itu mengangguk pelan lagi.


“Yah... Gonegon. Sepertinya rumor itu benar. Petugas Dewa 29102 ini memang agak aneh. Sebaiknya kita tidak usah ikut campur... Kita lihat saja, apa roh itu bisa mengambilnya atau tidak.”


“Benar.. Benar.. Sebaiknya kita tidak mengganggu si Petugas aneh ini.” Bisik kedua Setan itu kepada Gonegon.


Gonegon dan kedua Setan itu hanya Petugas Penjaga Neraka, statusnya lebih rendah dari seorang Surahatma. Tentu saja mereka tidak akan bertindak melawannya. Bagaimanapun Surahatma yang dipanggil sebagai Petugas Dewa 29102 itu adalah atasan para Setan Neraka seperti mereka.


Gonegon hanya mengangguk pelan.


Dalam batinnya, Gonegon menggumam, bahwa cara yang digunakan Gofan sudah pernah dia gunakan dan dia tetap gagal mendapatkan bunga tersebut.


**


‘Tinggal satu kali lompat lagi dan aku bisa mengambilnya.’ Batin Gofan di atas batu yang dia lemparkan ke dalam kawah.


*Zyuut* Gofan melakukan lompatan terkahir.


*Tep* Gofan meraih tangkai Bunga Api Ribuan Roh.


“Argghhh...!!.” Teriak Gofan menahan rasa terbakar di tangannya yang meraih bunga tersebut.


‘Kalau seperti ini terus, aku bisa kehilangan tanganku....’ Batin Gofan saat kedua bola matanya berputar, mencari cara mengatasi rasa panas dari tangkai Bunga Api Ribuan Roh.


*Blazh* Gambar ukiran Formasi Sembilan Kutukan Langit yang berada di punggung tangan Gofan memancarkan cahaya merah.


‘Formasi ini!? Dia melindungi tubuhku, dia melindungi tanganku!.’ Gofan terkejut melihat Formasi Sembilan Kutukan Langit aktif dan melindunginya dari serangan panas yang dikeluarkan oleh Bunga Api Ribuan Roh.


**


Gonegon memperhatikan cahaya merah yang menyelimuti tubuh Gofan, ‘Formasi Dewa!? Siapa roh ini? Dia memiliki Formasi Dewa di tubuhnya dan dia juga dilindungi oleh Petugas Dewa 29102... Apa dia Putra Raja Neraka yang hilang itu?’


Bagi Gonegon dan seluruh petugas Neraka, hanya Raja Neraka dan keturunannya yang memiliki Formasi Dewa yang membuat mereka kebal dari berbagai macam siksaan di dalam Neraka.


“Yah... Gonegon.. Kamu lihat itu! Itu cahaya Formasi Dewa!? Roh itu menggunakan Formasi Dewa!.” Seru seorang Setan Neraka kepada Gonegon.


“Yah... Lihat.. Lihat.. Dia bahkan bisa berenang dengan mudah di dalam kawah itu.” Tunjuk Setan Neraka lainnya ke arah Gofan yang kini berenang dengan santai menuju ke pinggiran kawah.


“Aku tahu. Diamlah-!.” Sahut Gonegon sedikit kesal.

__ADS_1


Dia sudah berulang kali mencoba meraih Bunga Api Ribuan Roh namun selalu saja gagal. Sekarang, melihat Bunga itu berada di dalam genggaman tangan Gofan, Gonegon sedikit iri dan kesal.


Bersambung...


__ADS_2