Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 64. Menghadapi Anjing Taring Penyanyi


__ADS_3

Akhirnya setelah Gofan menempuh beberapa ratus langkah, proses Pembalik Segel berakhir dan Hutan Tanpa Malam beserta segala isinya telah kembali lagi seperti sedia kala, seperti 700an tahun sebelumnya. Cahaya putih yang memancar dari langit, kini sudah mengilang. Saat itu, Hari sudah berganti malam, sehingga Gofan memutuskan untuk pergi ke arah timur menuju ke gua tempat Mouhuli berada.


Proses transformasi sudah selesai, itu berarti Hutan Bambu Kemarau sudah lenyap dari Benua Penda dan Hutan Tanpa Malam kembali muncul. Kejadian itu sontak menciptakan kegemparan, berita mulai menyebar ke seluruh Benua Penda, bahwa Hutan Bambu Kemarau sudah menghilang, sudah berubah menjadi Hutan Tanpa Malam.


Sementara berita itu sedang menyebar luas ke seluruh Benua Penda. Gofan yang sedang berjalan ke arah timur, menuju ke gua Mouhuli, dikepung oleh sekawanan makhluk buas. Tujuh ekor Anjing Taring Penyanyi mengelilingi Gofan.


*Gukguko... Kamu serang dia dulu!!*


Seru salah seekor Anjing Taring Penyanyi yang terlihat bertubuh paling besar.


*Tapi Ketua. Sepertinya dia bukan anak biasa*


Sahut Gukguko kepada Pemimpin kelompoknya. Gukguko adalah Anjing Taring Penyanyi yang paling kurus di antara ketujuh ekor yang sedang mengepung Gofan.


*Ketua. Biar aku aja...! Si pengecut ini mana berani bertindak lebih dahulu*


Sanggah salah seekor Anjing Taring Penyanyi yang terlihat paling gemuk. Namanya Gukgubi, dia sudah tidak sabar ingin memangsa Gofan.


*Zyuut*


Gukgubi tidak menunggu balasan dari pemimpinnya, dia langsung menerjang maju ke arah Gofan.


"Mata Iblis"


Gofan mengaktifkan kekuatan mata iblisnya dan membuat Gukgubi yang sedang menerjang maju ke arah Gofan, tiba-tiba jatuh kaku, tidak bergerak. Keenam ekor Anjing Taring Penyanyi lainnya terkejut melihat kejadian itu.


*Pergilah, selagi aku izinkan*


Ucap Gofan dengan mata yang bercahaya hijau, menatap tajam ke arah semua Anjing Taring Penyanyi.


Setelah Gofan berucap demikian, ketujuh ekor Anjing Taring Penyanyi itu tercengang heran. Mereka semua tidak menyangkan bahwa Gofan bisa berbahasa mereka, bahasa Makhluk Buas.


Gukgubi yang terbujur kaku di tanah, berusaha menggerakkan tubuhnya, namun dia tetap tidak berhasil. Kendali tubuhnya, kini berada di tangan Gofan.


*Sudah ku bilang. Dia pasti bukan anak biasa. Mana mungkin ada anak-anak yang akan berkeliaran di hutan ini, saat malam hari*


Ucap Gukguko sembari melangkah mundur beberapa langkah ke belakang, tubuh kurusnya terlihat sedikit gemetaran.


*Bagaimana ini Ketua?*


Imbuh Gukguko kepada si pemimpin.


*Ternyata kamu bisa bahasa kami. Pantas saja tadi aku merasakan hawa siluman pada dirimu. Aku Gukgalo. Siapa kamu?*


Gukgalo adalah Ketua kawanan Anjing Taring Penyanyi ini. Dia mengabaikan pertanyaan Gukguko dan melangkah maju mendekati Gofan.


Gukgalo memang sempat merasakan hawa siluman dari diri Gofan. Namun karena Gofan belum mengaktifkan kekuatan Mata Iblisnya, dia hanya bisa meragukan hal itu. Setelah Gofan mengaktifkan Mata Iblis barulah jelas bahwa Gofan adalah setengah siluman.


*Apa!?*


Enam ekor Anjing lainnya terkejut mendengar Ketua mereka mengatakan bahwa Gofan memiliki hawa siluman.


*Nah kan benar. Aku bilang dia bukan anak biasa*


Ucap Gukguko sembari melangkah mundur selangkah lagi, tubuh kurusnya tidak berhenti bergetar.


*Diam! Kami sudah dengar sendiri... Dia memang bukan anak biasa, tidak perlu kamu tegaskan terus. Dasar pengecut!"

__ADS_1


Bentak seekor Anjing Taring Penyanyi yang memiliki rambut paling cantik kepada Gukguko. Anjing betina ini bernama Gukguli.


Gukguli adalah adik Gukgubi. Dia kesal dan marah melihat kakaknya terbujur kaku di tanah, tidak bisa bergerak.


*Aku hanya orang lewat. Jika kalian mengizinkan aku melanjutkan perjalanan, aku akan membiarkan kalian hidup*


Sahut Gofan.


*Cih..! Kamu pikir aku akan gentar, hanya karena kamu punya kekuatan mental. Rasakan ini bocah busuk...!!*


Gukguli yang sudah sangat kesal, menerjang maju ke arah Gofan.


*Zyuut*


*Gedebug*


Gukguli hanya sempat berlari dua langkah saat hendak menyerang Gofan, sebelum kekuatan Mata Iblis mengendalikan dirinya. Kini Gukguli terbujur kaku di tanah bersama dengan kakaknya.


Gukgalo tertawa keras melihat hal itu. Tawa kerasnya membuat keenam ekor anjing lainnya gemetar, terutama Gukguko. Mereka tahu kebiasaan Gukgalo yang selalu bersemangat untuk bertarung jika bertemu sosok lawan yang kuat.


Hal yang ditakutkan oleh keenam anjing ini adalah Gukgalo yang akan lepas kendali jika sudah masuk dalam mode gila bertarung. Gukgalo yang berada dalam mode gila bertarung akan menyerang semua pihak, tidak hanya lawan, kawan pun akan ikut di hajarnya hingga babak belur.


Gukgalo berhenti tertawa dan sorot matanya berubah sangat merah. Taring panjangnya bergetar seakan mengeluarkan suara. Kemudian dia membuka mulutnya dan sebuah suara merdu terdengar.


Suara itu seakan menghipnotis keenam anjing lainnya, mereka pun menampilkan mata merah dengar taring yang juga bergetar. Taring ketujuh makhluk buas itu semakin memanjang, diikuti dengan cakar-cakar mereka yang semakin terlihat tajam.


Bahkan akibat suara merdu Gukgalo itu, kendali Gofan terhadap Gukgubi dan Gukguli terputus. Membuat energi mental Gofan lenyap.


-Gofan, hati-hati... Sepertinya mereka akan menyerang bersamaan-


Haiwa mengirimkan suara pikiran kepada Gofan.


*Zyuut*


Tongkat Emas Naga Kembar yang berada di genggaman tangan Gofan kini telah kembali ke wujud normalnya.


*Serang !!!*


Teriak Gukgalo.


Ketujuh anjing itu bergerak bersamaan menyerang ke arah Gofan. Tujuh cakar dan tujuh taring bersiap mengoyak tubuh Gofan.


"Pukulan Api Penakluk Anjing"


Tongkat sakti milik Gofan terlihat seakan mengeluarkan api yang membara dan menangkis ketujuh serangan tersebut.


-Eh... Gofan! Jurus ini namanya Pukulan Api Penakluk Iblis... Kamu tidak salah belajar, bukan? Seharusnya ingatan dari tuanku tidak akan salah-


Ucap Haiwa sesaat setelah Gofan memukul mundur para anjing.


-Hehe... Aku hanya iseng. Hanya iseng hehe-


Gofan tersenyum setelah memukul mundur para anjing.


Haiwa yang berada di dalam Tongkat Emas Naga Kembar menggelengkan kepalanya. Haiwa heran, Gofan masih saja bisa bercanda di dalam situasi semacam itu.


Gofan kembali menerjang maju setelah serangan gabungan yang dipimpin Gukgalo gagal total.

__ADS_1


Gofan mengayunkan tongkat sakitnya ke arah ketujuh anjing itu. Satu per satu mereka terpukul mundur.


*Toing*


*Kaing Kaing*


Ketujuh Anjing Taring Penyanyi tidak dapat menangkis serangan Gofan, rambut di tubuh mereka kini terlihat terbakar akibat hantaman Tongkat Emas Naga Kembar.


Melihat keenam anak buahnya mengerang kesakitan. Gukgalo menggeram marah. Matanya terlihat semakin memerah.


*Auuu*


Gukgalo melolong, suara yang lebih merdu dari sebelumnya kembali terdengar. Beberapa saat setelah suara merdu itu berhenti, sebuah asap hitam muncul dan membuat tubuh Gukgalo semakin lama semakin membesar. Kini Gukgalo menjadi dua kali lebih besar daripada sebelumnya.


*Ayo bertarung...!!!*


Seru Gukgalo sembari mengayunkan cakarnya ke arah Gofan.


*Trang*


Cakar dan tongkat saling berbenturan. Gofan terdorong mundur dan memuntahkan seteguk darah.


-..Ukh....Tenaga dalamnya berkembang dua kali lipat..-


Gofan membersihkan sisa darah di mulutnya. Gofan menyadari serangan cakar Gukgalo kali ini mengandung dua kali lipat tenaga dalam, membuat Gofan terluka akibat hantaman tenaga dalam itu.


Gukgalo tertawa puas melihat Gofan memuntahkan darah. Dia mengayunkan cakarnya sekali lagi ke arah Gofan. Sekali lagi Gofan terpukul mundur dan memuntahkan seteguk darah lainnya.


-Kamu seharusnya lebih serius menghadapi Anjing Taring Penyanyi ini... Seriuslah!-


Seru Haiwa dari dalam tongkat. Setelah melihat Gofan muntah darah, Haiwa menjadi sedikit khawatir.


Haiwa tahu bahwa Anjing Taring Penyanyi memiliki kekuatan khusus di pita suara mereka. Semakin baik kualitas pita suara yang dimiliki semakin merdu suara yang dihasilkan, yang akan membuat mereka semakin kuat.


Pita suara para Anjing Taring Penyanyi itu adalah semacam alat sihir yang mengandung kekuatan sihir budidaya mereka, budidaya energi sihir. Sehingga dari awal Haiwa tidak meremehkan serangan mereka. Dia hanya tidak menyangka Gofan akan bercanda saat menghadapi para anjing itu. Haiwa sedikit menyayangkan hal itu.


Gukgalo kembali menerjang, kali ini dia mengibaskan ekornya dan angin kencang dengan lapisan tenaga dalam terbentuk dan menghantam Gofan.


*Wuuzz*


*Duaagh*


"Arrgghh...!"


Gofan tidak sempat menangkis, dia terhantam keras oleh serangan angin dan terpental jauh sebelum membentur sebuah pohon besar. Kali ini Gofan memuntahkan darah yang lebih banyak. Pakaiannya kini sudah bersimbah darah, darahnya sendiri.


*Grepp*


Gofan menggenggam erat Tongkat Emas Naga Kembar dan bangkit dari tempatnya jatuh.


Wajah Gofan terlihat sedikit pucat dengan bekas darah masih tersisa di sudut bibirnya. Tetapi sorot mata Gofan tidak berubah. Pandangannya masih tajam.


Setelah berdiri, Gofan menancapkan Tongkat Emas Naga Kembar tepat di hadapannya. Kemudian Gofan membentuk sebuah segel tangan.


"Mata Iblis"


Sekali lagi Gofan mengaktifkan kekuatan mata iblis. Namun kali ini, Gofan mengerahkan seluruh kemampuan mentalnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2