Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 87. Pil Pemurnian Energi dan Rencana Lixiayo


__ADS_3

" Tunggu. Tenanglah... " Ucap Duan Tianlang mencegah Kangkai bertindak gegabah.


Kangkai mendengus dan menurunkan senjatanya. Tetapi dia masih berdiri menatap marah ke arah Lixiayo.


Kangkai benar-benar geram, karena tidak tahu kapan dan bagaimana Lixiayo bisa mengambil kunci Gudang Harta beserta isinya.


" Jendral. Beginikah caramu bernegosiasi? Jika niatmu memang baik, beginikah caranya? " Tanya Duan Tianlang.


Lixiayo tertawa mendengar pertanyaan Duan Tianlang, sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan tersebut, " Senior Tianlang, di dalam cincin ini ada setengah dari isi Gudang Harta perguruanmu dan juga setengah juta batu darah dariku... "


" Apakah itu cukup membuktikan niat baik ku? Setengahnya lagi akan ku kembalikan setelah aku bertemu dengan Iblis Putih " Ucap Lixiayo setelah melempar sebuah Cincin Dimensi kepada Duan Tianlang.


" Jendral. Apa kamu berpikir kami kekurangan batu darah, hanya karena kami mengucilkan diri? Perguruanku bahkan sanggup menghasilkan batu darah berpuluh kali lipat dari jumlah yang kamu berikan " Sahut Duan Tianlang sembari memperhatikan Cincin Dimensi yang baru saja dia terima.


" Bukan. Aku tidak berpikir demikian "


" Batu darah itu hanya hidangan pembuka, aku memiliki obat yang bisa membantu pemulihan si Iblis Putih " Ucap Lixiayo.


" Kangkai. Duduklah..." Ucap Duan Tianlang setelah mendengar kata-kata Lixiayo. Sedari tadi pandangannya sedikit terhalang oleh Kangkai yang berdiri di sebelahnya.


" Aku sungguh tidak menyangka, mata-mata Pasukan Taizongbudui sungguh ahli. Bisa menyelinap masuk dan mengosongkan Gudang Harta kami dan juga mengetahui hal yang sedang terjadi di dalam perguruanku... "


" Baik. Aku akan mempertimbangkan permintaanmu, tetapi setelah aku melihat obat yang kamu katakan tadi " Ucap Duan Tianlang setelah Kangkai duduk kembali ke tempat duduknya.


*Blazh*


Sebuah botol obat muncul di telapak tangan Lixiayo.


" Ini adalah Pil Pemurnian Energi, berapa pun jumlah dan jenis energi yang masuk ke dalam tubuh, pil ini akan menyeimbangkan dan menyatukan mereka. Bahkan Pil ini bisa memulihkan Titik Pusat Jiwa yang rusak " Ucap Lixiayo.


" Pil Pemurnian Energi? Aku pikir Pil itu tidak pernah ada, ternyata selama ini Jendral Lixiayo memilikinya " Ucap Qingyue pelan.


" Istriku. Kamu tahu Pil apa itu? " Tanya Lengjing kepada Qingyue.


Qingyue mengangguk mengiyakan pertanyaan Lengjing.

__ADS_1


" Itu, Pil yang dulu diperlukan oleh Ayahku, jika saja Ayahku mendapatkan Pil itu, dia tidak akan berakhir menjadi cacat " Sahut Qingyue.


Mendengar jawaban istrinya, Lengjing mengingat kembali keadaan Ayah mertuanya beberapa tahun sebelumnya. Dulu keluarga istrinya, Qingyue, adalah keluarga Pendekar yang cukup tersohor di Benua Penda.


Ayah Qingyue merupakan Pendekar di ranah Holy Saint tahap akhir saat itu. Oleh karena sebuah persaingan dengan seseorang. Ayah Qingyue melatih Budidaya Energi lain, selain Budidaya Energi yang telah dilatihnya guna meningkatkan kemampuan bertarung yang dia miliki.


Namun nasib berkata lain. Kedua Budidaya Energi di dalam tubuh Ayah Qingyue saling bertentangan dan membuat Titik Pusat Jiwanya meledak, sehingga dia menjadi cacat.


' Jika bukan karena Ayahku menjadi cacat, aku tidak akan menikahimu ' Batin Qingyue sembari tersenyum kepada suaminya, Lengjing.


Setelah Ayah Qingyue menjadi cacat, banyak musuh Ayahnya yang mendatangi kediaman mereka untuk membalas dendam. Musuh Ayah Qingyue itu merupakan para Pendekar yang sebelumnya pernah dikalahkan oleh Ayahnya.


Saat itulah Lengjing beserta para murid Partai Gunung Angkasa muncul dan menolong Qingyue menghadapi musuh-musuh Ayahnya. Setelah itu, Lengjing membawa Qingyue beserta seluruh keluarganya ke Partai Gunung Angkasa.


' Aku sudah mencari Pil itu, bahkan hingga ke Benua Cang'An. Tapi tidak sekali pun berhasil menemukannya. Jika saja dulu... Haih.. Semua sudah terlambat ' Pikir Xiongmeng sembari menatap ke arah Qingyue.


Ketika Ayah Qingyue jatuh cacat, Xiongmeng yang saat itu menjalin kasih diam-diam dengan Qingyue berjanji akan menemukan obat untuk Ayah Qingyue. Dia pun pergi melakukan pencarian obat, Pil Pemurnian Energi.


Xiongmeng pergi selama beberapa tahun, berkelana di seluruh Benua Penda bahkan hingga ke Benua Cang'An untuk menemukan Pil Pemurnian Energi. Tetapi semua usahanya gagal, Pil itu tidak pernah dia temukan.


Ketika Xiongmeng kembali lagi ke Benua Penda untuk bertemu Qingyue. Ternyata Qingyue telah menikah dengan Lengjing, Ketua Partai Gunung Angkasa. Oleh karena itu, akhirnya Xiongmeng dan Qingyue yang masih saling mencintai, menjalin hubungan rahasia di belakang Lengjing.


' Seperti yang selalu dikatakan Zhao Feng, Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir... Saudara Feng, bagaimana kabarmu di Benua Cang'An? ' Pikir Wuling ketika mengingat seorang sahabatnya yang selalu memiliki tatapan mata serupa dengan Xiongmeng.


Sementara itu, Duan Tianlang sedikit terkejut setelah melihat Pil yang ditawarkan oleh Lixiayo ternyata adalah Pil Pemurnian Energi. Duan Tianlang mengetahui betul tentang kelangkaan Pil tersebut.


" Jendral. Aku tahu, Pil yang kamu tawarkan adalah Pil langka, tapi aku tidak bisa memberikannya begitu saja kepada anak itu tanpa diagnosis dari seorang tabib " Kata Duan Tianlang.


" Haha... Senior tenang saja. Aku sudah menanyakan hal itu kepada Tabib Zuena. Mata-mataku sudah menjelaskan dengan rinci, sakit yang diderita Iblis Putih " Sahut Lixiayo sembari tertawa.


Duan Tianlang menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menghela napas panjang, " Sekarang, aku benar-benar penasaran... Siapa sebenarnya mata-matamu itu? " Tanya Duan Tianlang.


" Senior tidak perlu penasaran memikirkan siapa dia, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Bocah itu. Pil Pemurnian Energi ini diberikan sendiri oleh Tabib Zuena kepadaku " Lixiayo menyerahkan botol Pil Pemurnian Energi kepada Jangxi.


Jangxi mengangguk menerima botol Pil tersebut dan bangkit dari tempat duduknya. Jangxi maju dan menghadap Duan Tianlang.

__ADS_1


" Mahaguru Tianlang. Silahkan diterima " Ucap Jangxi, sebelum kembali lagi ke tempat duduknya.


" Senior. Mohon jangan dibuka, sekali Pil itu keluar dari botol khasiatnya akan langsung menghilang " Ucap Lixiayo ketika melihat Duan Tianlang yang hampir saja membuka botol Pil tersebut.


" Pil itu hanya berguna sekali saja setelah dibuka, sedikit guncangan bisa saja membuat Pil itu meledak " Imbuh Lixiayo.


" Pil bisa meledak? Bagaimana mungkin hal itu terjadi? " Tanya Suezilu.


" Pil Pemurnian Energi ini diciptakan dengan menggunakan Energi gabungan dari 999 Pendekar di ranah Human God, karena itu sedikit saja ada keretakan di permukaan Pil itu, Energi gabungan itu akan meledak " Sahut Lixiayo.


" Apa!? " Semua yang berada di Aula Tamu terkejut mendengarkan perkataan Lixiayo.


Di Benua Penda jumlah Pendekar di ranah Human God tidak lebih dari 100an orang, sementara untuk membuat Pil itu diperlukan 999 Pendekar di ranah Human God, itu membuat mereka semua terkejut.


" Jendral. Kamu tidak sedang bercanda bukan? Bagaimana Tabib Zuena menciptakan Pil ini? 999 Pendekar di ranah Human God, itu agaknya sedikit mustahil " Tanya Lengjing.


" Aku juga sempat menanyakan itu kepada Tabib Zuena. Dia hanya mengatakan bahwa Pil ini diberikan oleh seseorang yang berasal dari Era Dewa Jatuh. Tapi siapa orangnya, dia tidak mau memberi tahuku " Sahut Lixiayo.


" Jadi bagaimana Senior? Apakah aku sudah bisa bertemu dengan Iblis Putih? " Imbuh Lixiayo bertanya kepada Duan Tianlang.


" Jendral silahkan menunggu sebentar. Aku masih perlu menanyakan hal ini kepada seseorang. Tapi bisa ku janjikan, setelah keadaan anak itu membaik, kalian akan ku pertemukan "


" Maaf untuk sebelumnya. Aku terpaksa berbohong, karena dia adalah buronan kerajaan. Aku permisi sebentar " Duan Tianlang beranjak keluar dari Aula Tamu menuju ke kamar Gofan.


' Mata-matanya sungguh ahli. Dia bisa merampok kami tanpa ketahuan. Tapi kenapa dia harus repot-repot melakukan ini hanya untuk bertemu Gofan? ' Pikir Duan Tianlang selama perjalanannya ke kamar Gofan.


Sementara Duan Tianlang pergi, Lixiayo tersenyum tipis.


' Dengan begini, semua rencana akan berjalan mulus Hahaha... Kali ini pasti akan berhasil. Bukan... Kali ini harus berhasil ' Batin Lixiayo ketika melihat Duan Tianlang pergi.


Lixiayo sedang melakukan siasat liciknya untuk mendapatkan keseluruhan Batu Mahkota. Sebuah rencana jahat telah disisipkan Lixiayo ke dalam Pil yang akan menyembuhkan Gofan tersebut.


Gofan memang akan sembuh setelah meminum Pil Pemurnian Energi, namun Efek samping lain yang tidak disadari Gofan akan membawa masalah baru kepada dirinya.


Lixiayo yang tadinya tersenyum mendadak mengerutkan alisnya, dia tampak seperti sedang kesal.

__ADS_1


Lixiayo melipat kedua tangannya ketika dia mengingat kejadian tujuh hari sebelumnya, ketika dia gagal mendapatkan setengah Batu Mahkota dari tangan Burka dan kawan-kawannya.


Bersambung...


__ADS_2