Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 136. Tian Baixiang dan Pohon Teratai Racun Pelangi


__ADS_3

Ingatan tentang Goli terlintas kembali, semua ingatan yang sempat hilang kini sudah kembali lagi.


Gofan mendesah pelan, dia akhirnya menyadari bahwa kesadarannya telah ditarik masuk secara tiba-tiba oleh batang emas pohon bunga teratai berwarna pelangi.


Gofan mengangguk, “Terima kasih.. Sudah. Aku sudah ingat.. Aku Lenfan, Goli adalah orang yang menyelamatkan hidupku... Berkat tubuh yang dia tinggalkan, aku masih bisa menikmati napas di alam ini.. Tapi, siapakah kamu? Dimana ini? Kenapa kamu bisa tahu tentang Goli?”


Anak kecil berkepala gajah itu berdiri dengan satu tangan di belakang punggung dan satu tangan memegang Gada, dia memunggungi Gofan sembari berkata, “Aku adalah yang disebut sebagai Dewa Pelindung. Namaku Tian Baixiang. Goli adalah keturunanku, sisanya sepertinya kamu sudah tahu sendiri... Sekarang kamu berada di dalam batang Pohon Teratai Racun Pelangi.”


Gofan mengangguk, dari ingatan Goli, dia tahu bahwa Goli adalah keturunan Dewa Pelindung. Ayah Goli adalah keturunan langsung dari Dewa Pelindung yang sangat terkenal di Benua Oermacht, ketika berusia 18 tahun, Ayah Goli bepergian ke Benua Meghalaya dan menikahi seorang gadis di Benua Meghalaya itu, yang pada akhirnya menjadi Ibu Goli.


“Jadi pohon aneh ini bernama Pohon Teratai Racun Pelangi...” Gumam Gofan usai dia mengingat sekilas kenangan masa lalu Goli.


Gofan bangkit dan menyatukan kedua tangannya, tubuhnya membungkuk sedikit saat dia memberi salam kepada Tian Baixiang, “Maaf Dewa, sebelumnya saya sangat tidak sopan. Saya masuk tanpa permisi.. Tapi saya sungguh tidak mengira gajah yang sebelumnya itu adalah Anda, lalu siapakah orang di luar?” Tanya Gofan merujuk kepada Pria muda yang tinggal di kandang.


“Tidak perlu terlalu sopan. Aku mungkin sudah tidak pantas disebut Dewa lagi... Jiwaku sudah lama terkurung di dalam pohon ini. Semua yang ada di luar adalah ilusi orang-orang yang hidup dalam kenanganku, mereka adalah orang-orang yang dulu menemaniku sebelum aku menjadi Dewa.” Tian Baixiang menggelengkan kepalanya usai mendesah pelan mengenang kehidupannya.


“Dewa. Apa Pohon Teratai Racun Pelangi ini? dan Kenapa Anda terkurung di sini?”


“Pohon ini...Ini pohon yang dulunya ditanam sendiri oleh Surga di Alam Langit Kesembilan. Saat peperangan para Dewa, aku dikhianati oleh beberapa Dewa lainnya dan dikurung di dalam pohon ini. Dibawah pohon ini ada segel yang mengurung jiwaku sementara raga asliku sudah lama musnah, dihancurkan oleh mereka.”


Tian Baixiang kemudian menatap lirih ke arah Gofan.


“Saat aku melihatmu berjalan di atas Kolam ini, aku merasakan sekilas garis keturunanku di dalam darahmu. Aku juga merasakan sedikit darah dari Dewa Naga, jadi aku mencari tahu siapa dirimu...”


“Aku tidak menyangka kamu akan menemukan pohon ini dan secara kebetulan masuk ke dalamnya... Mungkin ini takdir... Bisakah aku meminta tolong padamu?” Tanya Tian Baixiang.


Gofan juga berpikir demikian, bahwa ini semua takdir. Dia tidak menyangka ujian untuk menemukan Mata Ilahi ternyata akan mempertemukan dirinya dengan leluhur Goli.

__ADS_1


Melihat Gofan belum menjawab, Tian Baixiang melanjutkan ucapannya, “Aku ingin kamu membebaskan jiwaku dari kurungan pohon ini... Sebenarnya pohon ini juga bisa berguna bagimu. Jika kamu mengekstraksinya, maka kamu akan kebal dari segala jenis racun. Selain itu, aroma dari pohon ini dapat menghalau, membunuh, dan menaklukkan siluman.”


‘Apakah karena aroma dari pohon ini, para makhluk buas dan siluman takut berada di area Rawa Bairawa?’ Batin Gofan setelah mendengarkan ucapan Tian Baixiang.


“Dewa. Apakah aroma dari pohon ini yang menyebabkan para siluman takut mendekati Rawa Bairawa?.” Tanya Gofan yang dibalas anggukan pelan oleh Tian Baixiang.


“Kalau benar demikian, saya akan membantu. Tapi apa yang harus saya lakukan?.” Gofan menyetujui untuk membantu membebaskan jiwa Tian Baixiang dari kurungan Pohon Teratai Racun Pelangi.


“Berenanglah hingga ke dasar... Akan ada segel berwarna emas yang terpasang di akar pohon ini, hancurkan segel itu dan serahkan sisanya padaku.” Sahut Tian Baixiang.


Dalam pikiran Tian Baixiang, akhirnya dia bisa merasakan kebebasan setelah sekian lama terkurung di dalam batang pohon itu. Tian Baixiang tidak pernah membayangkan orang yang memakai raga keturunannya, akan membantunya terbebas dari Pohon Teratai Racun Pelangi.


“Sekarang mendekatlah. Aku akan membantu kesadaranmu keluar dari pohon ini.” Ucap Tian Baixiang.


“Baik Dewa.” Sahut Gofan saat dia berjalan mendekat ke arah Tian Baixiang.


“Tahanlah sedikit, ini mungkin akan sedikit sakit.” Tian Baixiang mengayunkan Gadanya ke arah Gofan.


Mata Gofan membelalak saat Gada Tian Baixiang memukul dirinya dengan cepat. Gofan terpelanting jauh hingga kesadarannya kembali masuk ke dalam tubuhnya.


‘Sedikit sakit? Ini sakit sekali.’ Keluh Gofan saat kesadarannya yang terguncang karena pukulan dari Gada Tian Baixiang telah kembali ke tubuhnya.


***


Gofan berenang-renang di sekitar batang Pohon Teratai Racun Pelangi, dia tidak berani lagi menyentuh batang pohon itu sembarangan.


*Bluup Bluup*

__ADS_1


Gofan berenang, menyelam semakin dalam ke bawah menuju ke dasar Kolam.


Puluhan hela napas berlalu, dasar dari kolam belum juga nampak.


Tidak ada ikan atau hewan air lainnya selama Gofan menyelam menuju ke dasar Kolam. Kolam itu benar-benar hanya dihuni oleh Pohon Teratai Racun Pelangi dengan cabang-cabang anehnya yang muncul di permukaan Kolam.


‘Dimana dasarnya? Apa dasarnya benar-benar bisa dijangkau?’ Batin Gofan ratusan hela napas setelah dia mulai berenang mencari dasar dari Kolam tersebut.


Ketika Gofan hampir saja putus asa dan hampir kehabisan Energi Surga, dia berhasil mencapai dasar Kolam. Berkat bantuan Mata Surga, Gofan bisa bertahan lama di dalam kolam. Berkat itu pula, dia bisa melihat dengan jelas keadaan di dasar kolam yang begitu gelap tersebut.


‘Sepertinya itu segel yang dimaksud..’ Sebuah segel berwarna emas redup terlihat di salah satu bagian akar Pohon Teratai Racun Pelangi.


Segel itu berupa dua kertas kuning keemasan yang dipasang membentuk tanda silang di atas salah satu akar pohon. Terdapat beberapa tulisan yang mirip dengan tulisan yang ada di dalam Tablet Dewa Naga. 'Jiwa Abadi Selama Akar Bertahan, Jiwa Terkunci Dalam Tanpa Batas' begitulah tulisan yang tertera di dalam segel tersebut.


Gofan berusaha merobek kertas segel itu. Namun sekuat apapun tangannya mencoba merobek, tidak ada yang terjadi. Segel itu masih terpasang utuh.


*Bluup Bluup*


‘Bagaimana ini? Bagaimana cara melepaskan segel ini?.’


Karena gagal melepaskan dengan tenaganya sendiri, Gofan berusaha memukul segel itu dengan Tongkat Emas Naga Kembar. Namun cara itu, juga tidak berhasil. Segel itu masih terpasang utuh.


Gofan tidak berhenti, dia mencoba melepaskan segel itu dengan menggunakan Jurus Seribu Cakar Bayangan. Namun cara itu, juga tidak berhasil. Segel itu masih terpasang utuh.


Gofan bahkan menggunakan semua Harta Rahasia yang dia miliki untuk melepaskan segel emas tersebut. Namun semua hasilnya tetap sama. Segel masih terpasang dan menempel erat di atas salah satu akar Pohon Teratai Racun Pelangi.


“Manusia kecil! Keluarlah dan lanjutkan ujianmu! Manusia kecil!.” Teriakan si Raksasa terdengar di telinga Gofan saat dia kelelahan mencoba melepaskan segel emas di akar Pohon Teratai Racun Pelangi.

__ADS_1


*Bluup Bluup*


Bersambung...


__ADS_2