
Guncangan dahsyat mengguncang area pertarungan akibat ledakan bola api biru raksasa milik Mouhuli tersebut.
Semua Pasukan Taizongbudui dan para binatang yang berada di dekat lokasi ledakan, tewas di tempat.
Sementara Pasukan Taizongbudui dan para binatang yang berada agak jauh dari lokasi ledakan, terhempas mundur ratusan langkah kaki.
Area pertarungan itu telah berubah menjadi sebuah lahan kosong dengan genangan darah dan potongan tubuh. Bangunan dan pepohonan dalam lingkup seratus langkah kaki dari kubah hijau ungu, semuanya menjadi puing-puing akibat ledakan.
Bailaohu yang masih dalam wujud kucing biasa juga ikut terhempas ratusan kaki ke arah utara. Hal yang sama juga menimpa Bianselong, dia terhempas ke arah selatan.
" Kak. Sepertinya sekarang saat yang tepat ! Dengan ledakan ini, kubah itu pasti sudah hancur " Ucap Suezilu.
" Omong kosong... Lihat itu ! " Sahut Duan Tianlang sembari menunjuk ke arah kubah hijau ungu.
Sebelumnya, Suezilu tidak bisa melihat dengan jelas keadaan kubah setelah ledakan terjadi, karena pandangan matanya dihalangi oleh debu yang masih berterbangan di sekitar kubah.
" Kubahnya masih utuh !! Apa yang terjadi? Sejak kapan kubahnya berubah warna? " Suezilu kaget melihat perubahan pada kubah Formasi Kamapat Empat.
Meski kubah hijau ungu tersebut telah dihantam oleh sebuah bola api raksasa berwarna biru, kubah hijau ungu itu masih utuh dan tidak tergores sedikit pun.
Hanya saja, akibat dari ledakan, kubah itu tenggelam sedalam tiga kaki ke dalam tanah. Sekarang, kubah Formasi Kamapat Empat itu seperti berada di dalam sebuah cekungan tanah.
" Perhatikan si Pewaris itu ! Ada yang aneh dengan tubuhnya " Ucap Duan Tianlang.
Suezilu pun mengamati dengan seksama keadaan Gofan mengikuti kata-kata Duan Tianlang.
" Benar Kak. Lihat juga tubuh Empat Penakluk Siluman generasi baru itu. Mereka terlihat seperti mayat hidup, tubuh mereka kurus dan pucat " Sahut Suezilu.
Seperti yang dikatakan Suezilu, Keempat Penakluk Siluman generasi baru itu sudah kurus kering seperti mayat hidup.
Gofan yang masih tidak sadarkan diri masih terus menghisap budidaya energi keempat bersaudara itu.
Sebenarnya bukan Gofan yang menghisap budidaya energi mereka, tetapi pecahan Batu Surga yang ada di dalam diri Gofanlah yang melakukan hal tersebut.
Pecahan Batu Surga itu terus menerus menyerap budidaya energi mereka hingga Titik Pusat Jiwa mereka menjadi kering dan hancur.
Tidak hanya berhenti di sana, Unsur Kehidupan mereka pun sedang dihisap habis oleh pecahan Batu Surga.
Akibat unsur kehidupan mereka juga dihisap habis. Satu demi satu mereka mati dalam wujud mayat kering. Heiwuya, Shanhu, Chengsui, dan Huangmei, tewas oleh serangan balik yang dilakukan oleh Gofan tanpa sadar.
Usai membunuh keempat Penakluk Siluman generasi baru tersebut. Tubuh Gofan melayang dan kedua matanya terbuka saat Gofan berteriak dengan keras.
" Arrgghh....!! " Mata kanan Gofan sepenuhnya berwarna ungu dan mata kirinya berwarna hijau, cahaya hijau ungu melapisi sisi kanan dan kiri tubuh Gofan.
Lima buah rantai berwarna hijau ungu kini berada di dalam kendali Gofan yang telah dikuasai oleh kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis, Gofan sudah lepas kendali.
Gofan yang sudah kehilangan kendali dirinya, melesat keluar dari dalam kubah hijau ungu.
*Blazh* Seketika kubah itu lenyap saat Gofan terbang menembusnya.
Keempat Harta Rahasia melayang-layang di sekitar tubuh Gofan yang sudah kehilangan kendali. Kini Gofan terbang melayang berhadapan dengan Mouhuli.
Rantai-rantai di tubuh Gofan melesat menjerat tubuh Mouhuli. Kedua tangan dan kaki Mouhuli dijerat oleh rantai yang terhubung langsung ke tubuh Gofan.
Mouhuli yang juga dalam kondisi mengamuk, tidak lagi mengenali Gofan. Di dalam diri Mouhuli, hanya ada pikiran untuk terus menyerang. Pertarungan di antara guru dan murid itu pun terjadi.
Pada waktu Gofan menghisap budidaya energi Mouhuli, kekuatan Mata Iblis di dalam tubuh Gofan berkembang semakin kuat.
Sebelumnya, karena Gofan sudah menyerap budidaya energi Empat Penakluk Siluman generasi baru, budidaya energi di dalam tubuh Gofan juga semakin berkembang.
Oleh karena itu, sekarang, Gofan tanpa sadar menembus ranah budidaya selanjutnya. Tubuh Gofan mendadak bergetar hebat dan tanpa sadar cairan hitam lengket merembes keluar dari seluruh pori-pori kulitnya.
__ADS_1
*Blazh*
Tubuh Gofan memancarkan perpaduan cahaya ungu dan hijau yang bersinar terang saat perubahan terjadi pada tubuh Gofan karena peningkatan ranah budidaya tersebut.
Rambut putih Gofan yang sebelumnya hanya sebahu, semakin bertambah panjang. Rambut-rambut berwarna keemasan juga muncul di sekitar kedua tangannya. Kuku-kuku di ujung jari kedua tangannya juga semakin memanjang dan menajam.
Mouhuli menggeram marah ketika dia kesakitan menahan serangan rantai-rantai cahaya Gofan yang terus menerus menghisap budidaya energi miliknya.
" Auuuu " Teriak Mouhuli melolong.
Tubuh Mouhuli mendadak membesar dan berubah wujud menjadi seekor serigala bermata biru dengan tubuh sebesar tiga kali pria dewasa.
*Triang Triang* Rantai-rantai yang membelenggu tangan dan kaki Mouhuli hancur dan berubah menjadi butiran-butiran cahaya.
Mouhuli yang telah berwujud seekor Serigala Mata Biru berhasil memutuskan rantai yang menghisap budidaya energinya. Mouhuli menerjang ke arah Gofan dan menyerang dengan cakarnya.
*Crash*
*Duagh*
Serangan cakar Serigala Mata Biru tersebut tepat mengenai tubuh Gofan. Memukul Gofan hingga jatuh menghantam ke tanah.
Saat itu pula, seorang pria berpakaian putih tiba-tiba muncul di seberang lokasi tempat Gofan terjatuh.
" Serigala Raksasa melawan Manusia Siluman !? Kenapa jadi sekacau ini? " Ucap Pria yang baru saja muncul di area pertarungan tersebut. Pria itu terkejut melihat hal yang sedang terjadi.
Pria itu, baru saja muncul dari kekosongan. Udara terlihat terbelah ketika dia muncul di tempat pertarungan Gofan dan Mouhuli. Pria yang berpakaian serba putih itu, terlihat berusia sekitar 40an tahun, dia datang dengan membawa sebuah payung berwarna putih.
Pria tersebut bernama Vasudev, salah satu dari Tujuh Penyihir Keajaiban. Anggota dari Pasukan Lieren. Vasudev baru saja tiba setelah mendapat informasi dari Jangxi.
" Haih... Tahu begini, harusnya tadi aku lebih cepat lagi. Maaf.. Maaf... ! Semoga kalian semua beristirahat dalam damai " Ucap Vasudev.
Vasudev berdoa di hadapan area pertarungan. Berdoa kepada Surga agar semua yang tewas di dalam kekacauan itu, mendapat tempat di sisiNya.
Merasa bahwa masalah yang disampaikan Jangxi hanyalah masalah sepele, Vasudev memutuskan untuk melanjutkan sebentar meditasinya, sebelum merobek udara dan masuk ke dalamnya.
Vasudev adalah penyihir ruang dan waktu, karena itu dia muncul di area pertarungan hanya dalam hitungan dua hela napas setelah merobek udara. Meski dia datang dengan cepat, tetap saja pertarungan tersebut telah membunuh ratusan manusia dan binatang.
' Haruskah aku mengembalikan waktu? ' Pikir Vasudev.
Sementara Vasudev berpikir untuk mengembalikan waktu atau tidak. Pertarungan Gofan dan Mouhuli terus berlanjut.
*Duaarr*
*Duaarr*
Ledakan bola-bola api biru terus menerus dimuntahkan Serigala Mata Biru ke arah Gofan. Gofan mengayunkan tongkat besinya dan menghancurkan setiap bola-bola api biru tersebut.
[Kota Langit Cahaya - Penginapan Bintang Selatan]
" Tolong ! Tolong ! Tuan pendekar... tolong !! "
Teriak dua orang pelayan wanita kepada Burka dan tiga orang lainnya.
" Ada apa? Kenapa kalian berteriak seperti ini? " Tanya Burka.
Burka, Shadev, Rajhu, dan Shingha baru saja kembali ke penginapan mereka. Mereka menginap di sebuah penginapan yang berada di ujung selatan Ibu Kota, yaitu Penginapan Bintang Selatan.
" No-nona Meiling... Meng-menghilang tu-tuan ! " Sahut salah seorang pelayan terbata-bata.
" Apa !? " Ucap Burka, Rajhu, dan Shingha berbarengan. Mereka terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh si Pelayan.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? " Tanya Shadev kepada Shingha dalam bahasa Meghalaya.
Shadev tidak mengerti ucapan si Pelayan. Di antara keempat pendekar muda Benua Meghalaya itu, hanya Shadev yang belum bisa berbahasa Penda.
" Meiling menghilang lagi " Sahut Shingha.
" Apa !? " Ucap Shadev terkejut.
Baru saja mereka berhasil mengantar Meiling kembali dengan selamat sampai ke penginapan, sekarang Meiling menghilang kembali.
" Apa yang terjadi? Katakan dengan lebih rinci ! " Seru Burka.
" Tadinya kami akan membawakan obat untuk Nona Meiling, tapi ketika kami masuk... kamarnya sudah kosong "
" Ka-kami hanya menemukan surat i-ini di ranjang Nona Meiling " Si Pelayan wanita memberikan sebuah surat kepada Burka.
' Bocah ubanan itu menculiknya lagi? Apa maksudnya ini? ' Batin Burka saat membaca isi surat yang diberikan si Pelayan.
" Ada apa Burka? Apa isi surat itu? " Tanya Rajhu.
" Ini... Bacalah sendiri " Sahut Burka sembari memberi surat itu kepada Rajhu.
' Kami menculiknya, kalau mau dia selamat, Besok malam di depan Paviliun Lumbung Parta. Serahkan setengah Batu Mahkota. tertanda Bocah berambut putih ' Pikir Rajhu saat membaca isi surat itu.
" Br*ng**k !! Apa dia berniat mempermainkan kita ! "
" Sebelumnya dia sudah mengelabui kita dengan ilusinya, sekarang dia lagi-lagi melakukan ini " Kata Rajhu dengan marah.
Shingha melihat sekilas isi surat yang dibaca Rajhu dan mengerti kenapa Rajhu sampai marah begitu.
" Hei.. Shingha.. Apa lagi yang terjadi? Kenapa Rajhu marah? " Tanya Shadev.
" Bocah berambut putih itu menculik Meiling lagi " Sahut Shingha dalam bahasa Meghalaya.
" Ba***at !! Dia benar-benar minta mati ! " Shadev marah setelah mendengar jawaban Shingha.
" Burka. Bukankah ini aneh, Bocah itu sedang dikeroyok Pasukan Taizongbudui dan Empat Penakluk Siluman generasi baru, bagaimana dia bisa menculik Meiling lagi? " Tanya Shingha.
" Sepertinya ini ulah teman silumannya. Lihatlah di balik surat itu " Sahut Burka.
" Rajhu.. Coba balik suratnya " Pinta Shingha.
" Ini... Ini lendir Siluman Kodok Punguk ! " Rajhu membalik surat dan menemukan setetes lendir berwarna hijau yang sudah mengering di belakang surat tersebut.
Lendir Siluman Kodok Punguk sangat mudah dikenali dari bentuknya. Setiap kali lendir dari tubuh Siluman Kodok Punguk menetes di permukaan kertas, maka lendirnya akan mengering dan membentuk wajah kodok tersenyum.
Mereka berempat sudah mengetahui berita tentang identitas Gofan sebagai makhluk Setengah Siluman dan juga berita bahwa dia menyerang Pasukan Taizongbudui dengan bantuan Siluman Serigala, yang akhirnya membuat para binatang mengamuk.
" Tu-tuan maafkan kami tuan. Mohon ampuni kami tuan " Ucap kedua Pelayan tersebut.
" Pergilah. Ini bukan salah kalian " Ucap Burka.
" Terima kasih tuan. Terima kasih tuan. Kami permisi tuan " Kedua Pelayan tersebut segera undur diri dari hadapan keempat pendekar muda tersebut.
' Siapa sebenarnya Bocah itu? Kenapa dia ingin menukarkan Meiling dengan Batu Mahkota ' Pikir Burka.
" Burka. Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya surat ini untuk Tianfuzi, sebab setengah Batu Mahkota ada padanya " Tanya Shingha.
" Kita beritahukan dulu masalah ini ke Penatua Rohshan. Berharap saja dia tidak akan menghukum kita... Ayo ! " Sahut Burka.
Keempatnya segera melangkah maju menuju ke arah Istana Kerajaan. Tetapi baru saja mereka berlari dua puluh langkah kaki, tiba-tiba semua ruang dan waktu membeku. Mereka mematung di tempat mereka masing-masing. Seluruh Ibu Kota membeku dalam waktu yang terhenti.
__ADS_1
Bersambung...