Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 94. Aku Telah Mati Berkali-kali


__ADS_3

" Ayah juga tidak menyangka. Wanita ini ternyata bermain gila di belakang suaminya " Imbuh Longwang.


" Kenapa Ayah justru memikirkan itu? Pikirkan, bagaimana cara kita terlepas dari wanita ini? " Ucap Longyun usai membalut tubuh Gofan dengan perban.


Longwang menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Saat ini, Kalung Kerang Ajaib sedang berada di tangan Qingyue.


Kembali ke beberapa saat sebelum ledakan terjadi. Gofan yang terus menerus menerobos ranah demi ranah budidaya akhirnya membuka matanya saat cahaya ungu dan cahaya hijau kembali menyelimuti seluruh tubuhnya.


Tubuh Gofan melayang dan berputar-putar di dalam kamar tersebut ketika Mouhuli dan Duan Tianlang telah pergi ke arah Aula Tamu. Tenaga dalam dengan jumlah besar meluap dan meledak keluar dari tubuh Gofan. Itulah yang menyebabkan terjadinya ledakan.


Seketika tubuh Gofan terluka parah. Tulang dadanya bahkan terlihat sedikit dari daging luar tubuhnya yang hancur karena ledakan. Namun anehnya, sesaat setelah itu, semua daging dan darah yang keluar dan berceceran tertarik kembali ke tubuh Gofan. Tubuhnya utuh kembali.


Pada saat itu Longwang muncul dan mengambil tubuh Gofan, membawanya masuk ke dalam Kalung Kerang Ajaib.


" Longyun. Cepat lumuri tubuhnya dengan Air Liur Naga! " Seru Longwang saat dia tiba bersama dengan Gofan di dalam Kalung Kerang Ajaib.


Longyun ternyata sudah mempersiapkan sebuah guci yang berisi Air Liur Naga yang tadi disebutkan Ayahnya tersebut. Air Liur Naga merupakan obat mujarab untuk mengobati berbagai jenis luka.


" Ayah. Ini adalah guci terakhir yang berisi Air Liur Naga. Jika kelak dia mengalami ledakan budidaya lagi, entah apa yang harus kita lakukan " Ucap Longyun ketika dia membalurkan Air Liur Naga di dalam guci tersebut ke seluruh tubuh Gofan.


Gofan terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang yang terbuat dari bebatuan karang. Tubuh Gofan dipenuhi dengan retakan-retakan tipis. Beberapa bagian tubuhnya telihat seperti lebam.


Tetapi ketika retakan dan lebam di tubuh Gofan tersebut terkena Air Liur Naga, semua retakan dan lebam tersebut hilang. Tubuh Gofan kembali seperti sedia kala, seperti sebelum tubuhnya meledak, hanya menyisakan sedikit luka luar saja.


" Ayah. Kenapa kali ini ledakan budidaya Gofan hanya terjadi satu kali? Seingatku dulu saat di danau, tubuhnya meledak-ledak sebanyak 11 kali "


" Ayah rasa itu karena jantungnya. Dulu saat di danau, ketika tubuhnya meledak, jantungnya hancur total hanya di saat ledakan ke-11 terjadi... "


" Ketika itu, setelah ledakan, jantungnya utuh kembali dan proses ledakan terhenti. Seperti dia bisa bangkit berkali-kali dari kematian " Sahut Longwang mengutarakan pemikirannya.


" Maksud Ayah. Hari ini, jantungnya langsung hancur total di ledakan pertama? "


" Benar. Ledakan tadi, langsung membuat jantungnya menjadi abu " Longwang mengingat kembali hal yang dilihatnya dari dalam Kerang Ajaib ketika Gofan meledak.


Longyun mengerutkan alisnya ketika mendengar hal itu.


" Ayah. Apa mungkin dia adalah seorang Dewa Abadi yang turun ke dunia ini? Mustahil dia bisa bangkit dari kematian berkali-kali "


" Tidak mungkin. Jika dia Dewa Abadi, dia bahkan tidak memerlukan Air Liur Naga untuk memperbaiki tubuhnya yang hancur itu " Longwang duduk di sebuah kursi batu karang dan melanjutkan ucapannya.


" Tapi, anak ini memang bukan manusia biasa. Rohnya merupakan keturunan darah campuran Dewa Naga, tubuhnya ini juga keturunan dari Dewa Pelindung. Dia juga sudah menyerap Energi Surga... "


" Ayah rasa, itulah yang membuat dia bisa bertahan hidup seperti ini... Kemungkinan besar karena hal-hal tersebut " Imbuh Longwang.


" Sst.. Ayah. Cepat aktifkan kembali formasi pelindung! Mouhuli dan yang lainnya akan segera tiba " Bisik Longyun pelan sembari masih membalut beberapa bagian tubuh Gofan yang menderita luka luar dengan perban.


Mouhuli, Duan Tianlang serta yang lainnya tiba sesaat setelah Longwang mengaktifkan kembali formasi pelindung. Berkat formasi tersebut, tidak ada yang menyadari keberadaan mereka di dalam Kalung Kerang Ajaib.


Karena formasi pelindung, dari luar, rumah Longwang tersebut hanya akan terlihat seperti sebuah kalung kerang biasa. Sehingga tidak ada yang menyadari bahwa Gofan masih berada di reruntuhan itu saat Mouhuli, Duan Tianlang, Lixiayo dan yang lainnya sibuk mencari Gofan.


Gofan berada di dalam Kalung Kerang Ajaib yang tergeletak di sebuah puing-puing bebatuan reruntuhan. Saat itulah, Qingyue memungut kalung tersebut dan menyimpannya ke dalam kantong ruang miliknya.


Setelah berpamitan dengan suaminya dan juga orang-orang lainnya. Qingyue buru-buru membasuh diri dan membersihkan kalung yang dipungutnya.


' Kalung kerang yang sungguh indah... Kalau aku memakainya, aku pasti akan terlihat semakin cantik ' Pikir Qingyue setelah dia membersihkan kotoran tubuh Gofan dari Kalung Kerang Ajaib dan dari kedua tangan serta kedua kakinya.


Qingyue duduk kembali di tempat duduk yang sebelumnya dia duduki di dalam Aula Tamu Perguruan Tunjung Putih. Dia terus menerus meraba-raba dan mengelus-elus Kalung Kerang Ajaib. Berkali-kali dia memasang dan melepaskan kalung itu dari lehernya.


" Kalung yang cukup bagus. Apa suamimu itu yang membelikannya? " Ucap Xiongmeng yang baru saja tiba di Aula Tamu.


Qingyue sedikit terkejut melihat Kemunculan Xiongmeng di depan matanya. Qingyue buru-buru melihat ke sekelilingnya, memastikan tidak ada orang lain selain mereka berdua di dalam Aula Tamu tersebut.

__ADS_1


" Kakak Xiongmeng. Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana jika ada yang melihatmu kemari? " Alis kedua mata Qingyue sedikit mengerut, kedua matanya tampak panik.


" Tentu saja aku kemari untuk menemuimu... Tenang saja, tidak ada yang akan melihat. Mereka semua sedang sibuk mencari Bocah itu " Ucap Xiongmeng sembari memutar dan berdiri di belakang kursi Qingyue.


" Aku sangat merindukanmu... " Peluk Xiongmeng dari belakang kursi tempat Qingyue duduk.


" Kak. Jangan gila. Lepas! Bau tahu! " Keluh Qingyue karena bau kotoran tubuh Gofan masih menempel di tangan Xiongmeng.


" Jawab dulu... Dari mana kalung itu? Aku bisa membelikanmu kalung yang lebih bagus dari itu " Bisik Xiongmeng di telinga Qingyue.


" Kalau kamu terus seperti ini, sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi! " Ucap Qingyue kesal, dia takut ada yang memergoki aksi gila Xiongmeng tersebut.


" Baik. Baik. Sekarang katakan, apa kalung itu dari suami mu? " Tanya Xiongmeng setelah melepaskan pelukannya dan duduk di sebelah Qingyue.


" Bukan. Dia mana pernah membelikanku perhiasan... "


" Aku menemukan kalung ini di reruntuhan kamar Bocah itu. Kakak, coba kamu periksa, Apa ada yang khusus pada kalung ini? " Qingyue memberikan kalung tersebut kepada Xiongmeng.


Xiongmeng mengambil Kalung Kerang Ajaib dari tangan Qingyue.


" Tidak ada yang khusus. Ini hanya kalung kerang biasa " Ucap Xiongmeng setelah aliran tenaga dalam yang dia salurkan ke Kalung Kerang Ajaib tidak menunjukkan reaksi apapun.


" Begitukah? Aku pikir kalung ini benda ajaib atau semacamnya, sebab dia masih utuh setelah ledakan itu terjadi " Qingyue mengambil kembali Kalung Kerang Ajaib dari tangan Xiongmeng dan memasukkannya ke dalam Kantong Ruang miliknya.


" Kenapa tidak kamu pakai? " Tanya Xiongmeng.


" Nanti saja. Sekarang aku mau pergi membasuh diri dulu. Sebaiknya kakak juga membersihkan diri dahulu... " Sahut Qingyue sembari tersenyum genit.


" Benar. Mari, biar ku tunjukkan ruangan terbaik di perguruan ini "


Mereka berdua pun pergi bersama dari Aula Tamu dengan gembira menuju ke sebuah ruangan yang letaknya sedikit tersembunyi di perguruan tersebut.


***


Gofan melihat ke sekeliling dan menyadari dirinya telah berada di dalam Kalung Kerang Ajaib. Gofan sudah tidak asing lagi dengan tempat tersebut.


" Kamu baru saja sembuh dan menerebos beberapa ranah budidaya sekaligus. Itulah yang terjadi " Sahut Longyun.


" Baguslah kamu sadar. Bantu kami mengatasi masalah di luar! " Imbuh Longyun.


Gofan tidak langsung menjawab. Hal pertama yang Gofan lakukan setelah mendengar kata 'sembuh' dari Longyun adalah memeriksa tangan dan kuku-kuku jari tangannya.


' Benar. Aku sudah sembuh... Syukurlah ' Batin Gofan.


Gofan merasa lega, tubuhnya telah kembali normal. Tidak ada lagi rambut-rambut emas di lengannya, juga tidak ada lagi kuku jari yang tajam dan runcing.


" Longyun. Paman. Aku tidak tahu apa yang terjadi di luar. Bisakah kalian menceritakan apa yang terjadi?... "


" Kalau bisa, tolong ceritakan dari ketika aku menghadapi Empat Penakluk Siluman generasi baru. Aku sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi "


" Haih... Jelas kamu tidak akan mengingat apa yang terjadi. Kamu lepas kendali lagi, seperti yang terjadi saat kamu menghadapi Anjing Taring Penyanyi... "


" Oh ya. Ini benda-benda milikmu, saat tubuhmu meledak, benda-benda ini terlepas "


Longwang menyerahkan dua buah Kantong Ruang, Tongkat Besi, dan sebuah Cincin Dimensi kepada Gofan.


" Aku meledak? " Gofan kaget mendengar hal tersebut.


Meskipun Gofan membuka kedua matanya saat tubuhnya melayang dan diselimuti cahaya hijau dan cahaya ungu, dia sebenarnya masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sempat mengalami ledakan budidaya.


" Iya. Kamu meledak..."

__ADS_1


" Dulu Kamu juga meledak saat kami menyelamatkanmu di danau Mouhuli, ingat tidak? " Ucap Longyun.


Gofan diam tertegun, dia memang mengingat kejadian di dalam danau Ruang Dimensi Mouhuli itu, namun dia tidak menyangka bahwa dia baru saja meledak lagi seperti waktu dulu.


' Jadi, perban-perban ini, karena tubuhku sempat mengalami ledakan budidaya.. ' Ucap Gofan di dalam pikirannya.


" Gofan. Sebenarnya kamu sudah mati berkali-kali. Tubuhmu sudah hancur berkeping-keping, namun anehnya, tubuhmu selalu menyatu kembali saat jantungmu hancur total... "


" Sebelumnya, saat kami mengobatimu di danau. Aku tidak mengatakan hal ini, karena ku pikir kejadian itu tidak akan terulang kembali, tapi... karena Pil Pemurnian Energi yang kamu telan itu, kamu meledak lagi "


Longwang menghela napas panjang saat melihat tatapan mata Gofan dipenuhi kebingungan.


" Tidak perlu dipikirkan lagi, yang penting kamu sudah baik-baik saja sekarang... "


" Kamu bisa sembuh dengan tubuh yang utuh sempurna berkat Air Liur Naga. Jika tidak, mungkin tubuhmu akan dipenuhi banyak retakan dan lebam. Kamu akan mirip mayat hidup jika itu sampai terjadi " Imbuh Longwang.


" Benar Gofan. Kamu sebaiknya tidak meledak lagi. Kami sudah tidak memiliki Air Liur Naga lagi " Ucap Longyun sembari memberikan segelas air kepada Gofan.


Gofan menerima gelas berisi air itu namun dia masih terpaku memikirkan tentang ledakan yang terjadi pada dirinya.


' Aku pikir ledakan itu hanya akan menimbulkan luka ringan. Aku tidak menyangka, aku telah mati berkali-kali karena ledakan budidaya itu ' Pikir Gofan.


" Paman. Longyun. Terima kasih, berkat kalian aku bisa selamat. Kedepannya aku akan lebih berhati-hati " Ucap Gofan sesaat sebelum dia meminum habis air di dalam gelas.


Longwang yang sebelumnya duduk, beranjak bangun dan berdiri. Tangannya membentuk segel dan mengarahkannya ke arah layar air yang berada di dalam Kerang Ajaib.


" Inilah yang terjadi saat itu. Saat kamu kehilangan kendali tubuhmu dan membunuh keempat pemburu siluman itu " Tunjuk Longwang ke arah layar air yang kini menampilkan gambar saat kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis mengambil alih kesadaran Gofan.


Gofan menyaksikan kejadian yang telah terjadi delapan hari sebelumnya itu. Gofan akhirnya tahu, bahwa dia sempat hampir bertarung hidup mati melawan Mouhuli seperti yang dikatakan Bailaohu.


Gofan juga menyadari kenapa dia bisa berada di Perguruan Tunjung Putih. Dia tahu bahwa Vasudev telah menyelamatkannya.


Bahkan saat Gofan terbaring tidak sadarkan diri selama delapan hari, dia bisa melihat siapa saja yang datang dan membesuknya di dalam kamar yang kini telah menjadi puing-puing itu.


' Aku tidak menyangka. Begitu banyak orang yang peduli kepadaku ' Batin Gofan.


Gambar di layar air itu juga menampilkan kejadian saat tubuhnya meledak lalu kembali utuh.


' Jadi, itulah yang terjadi? Memang seharusnya, aku tidak mungkin selamat dari ledakan itu... Aku pikir, aku selamat karena keajaiban ' Batin Gofan.


Dari layar air itu pula, Gofan mengetahui apa yang terjadi dengan Kalung Kerang Ajaib dan hubungan terlarang antara Qingyue dan Xiongmeng.


" Jadi. Kita sekarang ada di dalam Kantong Ruang milik Qingyue " Ucap Gofan pelan.


" Benar. Pikirkanlah cara, bagaimana kita akan keluar dari sini? " Tanya Longyun.


" Aku dan Ayah tidak tahu harus berbuat apa. Jika kami keluar mendadak dan ada yang mengenali kami, maka tamatlah riwayat trah kami " Imbuh Longyun.


Longwang membentuk segel tangan, kemudian mengibaskan jubah lengan kanannya. Seketika itu, layar air menghilang. Semua gambar yang tadi ditampilkan menghilang.


" Aku bisa saja membakar Kantong Ruang ini, tapi itu juga akan membahayakan kita " Ucap Longwang sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Tidak perlu Paman. Aku tahu, apa yang harus dilakukan... Tunggu saja! " Gofan duduk bersila dan membentuk segel tangan.


Cahaya hijau memancar dari seluruh tubuh Gofan. Jiwa Gofan keluar dari tubuhnya dan melayang keluar dari dalam Kalung Kerang Ajaib.


Longwang dan Longyun duduk menunggu seperti yang diperintahkan Gofan.


' Apa yang akan dia lakukan dengan mengerahkan Jurus Raga Sukma? ' Batin kedua Ayah anak tersebut ketika melihat jiwa Gofan keluar dari dalam Kalung Kerang Ajaib.


Bersambung...

__ADS_1


"Kebosanan itu kejam, tetapi kesepian lebih biadab dari pada kebosanan. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih." -Bukan Ucapan Saya-


__ADS_2