
“MO FAN!!!?.... MATILAH!!!” Mo Yun menerjang kencang ke arah Gofan, tebasan pedangnya bersiap untuk menebas dada Gofan.
Melihat hal tersebut, Kakek Jo, Si Kura-kura tua segera menyembunyikan seluruh tubuhnya, kepala, kaki, tangan, dan ekornya masuk ke dalam cangkang.
“Serahkan padaku!” Ucap Kakek Jo dari dalam cangkangnya.
Cangkang Kura-kura tua itu melayang dan berputar-putar di hadapan Gofan dan Gu Rong, kemudian saat cahaya emas menyala dan menyelimuti seluruh permukaan cangkangnya, Kakek Jo berteriak... “Dinding Cahaya Pelindung!”
Seketika bayang-bayang Cangkang Kura-kura yang terbuat dari cahaya emas terbentuk menyelimuti tubuh ketiganya.
Bang!! Tebasan pedang Mo Yun tertahan oleh dinding pelindung Kakek Jo.
Serangan itu gagal mengenai Gofan.
Mo Yun bahkan terpental mundur dua langkah oleh dorongan balik dari cahaya emas berbentuk cangkang Kura-kura itu.
Mata Mo Yun membelalak saat melihat serangan bilah pedangnya ditahan hanya oleh seekor Kura-kura kecil. Dia terlihat begitu terkejut, ini pertama kalinya dia melihat seekor Kura-kura mampu membentuk pelindung cahaya yang membuatnya terpukul mundur seperti itu.
Plup! Kepala Kakek Jo keluar dari dalam cangkang, dia berhenti berputar, “Anak muda, jika masih sayang pada nyawamu, maka berhentilah. Kamu tidak akan pernah bisa menyentuh Mo Fan selagi ada kami!” ucapnya tepat ke arah Mo Yun yang masih terheran-heran.
“Diam! Kura-kura busuk! Beraninya menghalangiku! Enyah!!” Mo Yun orang yang begitu bangga pada kemampuan pedangnya, bahkan mereka yang berada satu tahap di atasnya tidak mampu bertahan dari serangan pedang miliknya, lalu bagaimana mungkin seekor Kura-kura kecil itu bisa?, Mo Yun tidak percaya. Dia tidak menerima kenyataan itu. Pelindung itu pasti hanya akan bertahan sebentar, pikirnya.
Mo Yun kembali menyatukan bilah pedangnya dengan bilah pedang bayangan dari Bayangan Jiwa miliknya, kali ini bilah pedangnya tampak dua kali lebih besar dan lebih kuat.
BANG!!
Dentuman keras terjadi. Tapi, serangan itu gagal lagi... Dia kembali terpukul mundur beberapa langkah ke belakang.
“Mustahil!” Mo Yun membatin.
Dengan tatapan menolak kegagalan, Mo Yun kembali mengencangkan cengkeraman pada bilah pedangnya, “HIIYYAAAA.... MATILAH!!!”
BANG!! Kembali gagal...
BANG!! Kembali terpukul mundur...
__ADS_1
BANG!! Mencoba dari sisi lainnya, tapi kembali gagal...
BANG!!
BANG!!
BANG!! Mo Yun berkali-kali menyerang dari berbagai sisi, dia menyerang berputar mengitari seluruh cahaya pelindung berbentuk cangkang Kura-kura itu.
Mo Yun terus menghantamkan bilah pedangnya ke arah Gofan, berkali-kali serangannya terlihat semakin bertambah kuat... namun tetap saja gagal, Cahaya pelindung itu tidak bergeming.
Gu Rong kesal melihat aksi Mo Yun yang seperti kerasukan, berkali-kali mencoba menghancurkan dinding cahaya pelindung Kakek Jo. “Cih... Bocah ini benar-benar sudah tidak waras.” Gumamnya kesal.
Gu Rong yang kesal beranjak dari pundak Gofan dan bertengger di atas cangkang Kakek Jo.
“Rongrong! Apa yang mau kamu lakukan?” tanya Kakek Jo menengadah sedikit.
“Aku ingin membuatnya mengerti siapa sebenarnya yang dia hadapi!” sahut Gu Rong sedikit sinis dari atas cangkang Kakek Jo.
Wajah Kura-kura tua itu tampak tersenyum mendengar jawaban Gu Rong.
Gu Rong yang bertengger di atas cangkang Kakek Jo kemudian menarik napas dalam-dalam, membusungkan dadanya, kedua pipinya menggembung. Udara dingin terlihat terbentuk disekitar tubuhnya. Dia menghirup semua udara yang ada di sekitarnya.
Melihat itu, Gofan bisa menebak apa yang hendak dilakukan Gu Rong, “Jangan membunuhnya. Cukup berikan dia pelajaran.” ucap Gofan pelan, tangannya segera menunjuk ke arah beberapa orang yang tengah bertarung, “Hindarkan seranganmu pada dia, dia, dia... dan dia, mereka adalah teman.” tunjuk Gofan ke arah Chen Feng dan yang lainnya.
Gu Rong hanya melirik sesaat ke arah Chen Feng setelah mendengar ucapan Gofan. Dia tetap melanjutkan serangannya, namun jelas terlihat dia sedikit mengendurkan serangannya itu.
Saat Gu Rong menghembuskan semua udara dingin yang dia hirup sebelumnya, WUUZZZ... Hawa dingin yang membekukan muncul keluar...
BLAZH...
Kretak tak tak tak... Hawa dingin yang membekukan merambat dengan sangat cepat... WUUZZZ...
Hawa dingin yang membekukan itu merambat dari arah cahaya pelindung Kura-kura terus meluas ke area sekitarnya. Membekukan semua yang dilewati Hawa dingin tersebut. Hanya dalam hitungan tiga kali tarikan napas, semua telah membeku.
Hiruk pikuk pertarungan tiba-tiba terhenti... Semua membeku... Semua yang sebelumnya masih bertarung dengan sengit, kini terdiam dalam beku.
__ADS_1
Gofan terlihat sedikit terkejut, dia melihat Chen Feng dan yang lainnya juga ikut membeku.
“Tenang, mereka tidak akan mati. Mereka semua hanya tertidur di dalam es.” Gu Rong segera menjelaskan. Perlahan tatapan Gofan menjadi tenang, dia mengerti jika Gu Rong tidak mungkin memilih siapa yang akan dia bekukan dan siapa yang tidak dengan kecepatan serangan seperti itu, asalkan semua hidup, Gofan mengerti.
Gofan melangkah maju, keluar dari Cahaya pelindung, dia melangkah menuju ke tempat dimana Boneka manusia berada... Boneka itu terkubur tepat beberapa langkah dari tempat Gofan berada, membeku di bawah lapisan es buatan Gu Rong.
Gofan menghentakkan kaki kanannya keras-keras... BAM!!! Lapisan es yang menyelimuti Boneka itu hancur berkeping-keping, “Bebaskan wanita itu...” ucap Gofan pelan sembari menunjuk ke arah Li Yuan yang berdiri membeku. Gofan mengangkat keluar Boneka manusia.
Gu Rong mengerti, ucapan itu ditujukan padanya, jadi dia segera beranjak dari punggung Kakek Jo dan terbang dengan enggan ke arah Li Yuan berada.
“Aku tahu dia lebih kuat dari para Slime itu, tapi apa aku ini seperti pembantu di matanya!” gumam Gu Rong sembari mengibaskan kedua sayapnya tepat di depan Li Yuan yang membeku.
WUUZZZZ.....
Segera, lapisan es yang menyelimuti Li Yuan meleleh dan menghilang.
Li Yuan telah terbebas, dia hidup seperti yang dikatakan Gu Rong sebelumnya, hanya tertidur di dalam es.
Hanya Gu Rong atau mereka yang memahami sihir es yang bisa membebaskan mereka hidup-hidup dari kurungan es tersebut. Akan berbeda cerita jika itu dilakukan oleh Gofan, sangat berbahaya untuknya membebaskan Li Yuan dari kurungan es tersebut. Tenaga kasar hanya akan membuat Li Yuan pecah berkeping-keping, karena itu Gofan meminta Gu Rong untuk melakukannya. Bagaimanapun itu adalah perbuatannya.
“Eh!!?” Li Yuan yang baru saja terbebas tanpa sadar melompat mundur, menjauh dari Gu Rong, dia tahu bahwa Kadal kecil bersayap itulah yang sebelumnya telah membuat dirinya tertidur dalam beku.
Gofan melangkah mendekati Li Yuan, “Tenanglah Nona Li. Dia itu teman...” ucap Gofan sembari terus melangkah mendekati Li Yuan, “Nona, jika kamu ingin mendapatkan Warisan terakhir Dewa Sastra, maka bukalah portal ke dimensi terpisah yang terakhir.” imbuh Gofan bertatapan langsung dengan Li Yuan, dia meletakkan Boneka manusia tepat di hadapan Li Yuan.
“Mo Fan?! Kamu Tuan muda Mo Fan yang aku kenal bukan?” tanya Li Yuan sedikit ragu.
Pandangan mata Li Yuan terlihat sedikit panik, dia tampak memperhatikan dengan seksama semua rekan dan musuh yang masih membeku. Dia tidak bisa tidak waspada, meskipun sejujurnya dia menyadari bahwa Gofan adalah rekan yang telah ditunggu-tunggu Chen Feng.
“Sial! Apa dia mengenaliku? Meski wajahku telah kembali seperti semula?” Gofan mengalihkan pandangannya, dia tertawa pelan, “Aku tidak mengerti apa yang Nona Li, Putri Suci maksudkan... Aku benar Mo Fan, tapi apa aku Mo Fan yang Nona kenal?, aku rasa bukan.” imbuhnya.
“Aku merasa dia adalah Mo Fan yang aku kenal, tapi... fisik dan wajahnya berbeda. Apa mungkin ada dua orang yang memancarkan perasaan yang sama, seperti satu orang...” Li Yuan menggeleng tanpa sadar, “Tidak! Duoduo jelas mengatakan Tuan Muda Mo Fan sudah tewas tenggelam, tapi...”
“Nona Li! Jika kita tidak cepat bertindak, aku takut, warisan itu akan menjadi milik pihak ketiga... dan itu akan berakhir buruk untuk kita semua, terutama untuk Kesembilan Alam Langit.”
Bersambung...
__ADS_1