
Ketika malam tiba, Gofan akhirnya mendengar semua kisah perjalanan Xionan, dan dari cerita itu Gofan menyimpulkan bahwa Julala ternyata tidak berbahaya, sebab Ular Sisik Naga itu lebih memilih mengungsi daripada bertahan dan melakukan perlawanan.
Seperti biasa setiap malam sebelum tidur, Gofan akan mengolah budidaya energinya. Sekarang lapisan saripati energi di dalam kubus oktagon Gofan telah mencapai 1000 lapisan.
Gofan tidak bisa lagi menambah lapisan saripati energi itu, dia sedang mengalami kebuntuan.
-Ini sudah hari ketujuh lapisan cairan biru ini mencapai lapisan ke-1000, tapi kenapa sekarang justru tidak bisa bertambah lagi? apa yang harus ku lakukan ?-
Malam itu adalah hari ketujuh saripati energi Gofan mengalami kebuntuan setelah saripati energinya mencapai 1000 lapisan.
Meski begitu, Gofan masih duduk bersila dan menyerap energi langit dan bumi yang ada di sekitarnya.
Berapa banyak pun energi langit dan bumi yang diserap Gofan, tidak ada sehelai energi pun yang bisa membuat perubahan. Gabungan helai energi intisari dan helai energi mental yang berhasil tercipta seperti menguap begitu saja ketika berada di dalam kubus oktagonnya.
Tetapi karena Gofan tidak memiliki solusi dan tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya terus menerus menyerap energi langit dan bumi. Gofan berpikir, jika dia terus berusaha mungkin saja akan ada jawaban dari kebuntuan yang dia alami.
-Apa ini? Cairannya berubah warna?-
Akhirnya setelah tambahan lima ratusan helai penyerapan energi langit dan bumi, saripati energi di dalam kubus oktagon berubah warna menjadi keunguan.
-Sepertinya cairan ini akan bertransisi menjadi warna ungu setelah aku menyerap energi langit dan bumi menjadi dua kali lipat-
Dari apa yang dirasakan Gofan pada perubahan yang terjadi, dia menyimpulkan bahwa saripati energinya akan berubah warna menjadi ungu setelah dia menyerap energi langit dan bumi, hingga mencapai dua kali lipat dari 1000 lapisan itu.
Jadi, pada 1000 lapisan pertama, saripati energi akan mencapai batas daya tampung maksimal dari kubus oktagon dengan warna cairan yang berwarna biru, kemudian ketika Gofan terus menyerap hingga 1000 lapisan lagi, jumlah cairan tidak akan bertambah melainkan berubah warna, dari biru menjadi ungu.
-Saat ini, aku baru menyerap tambahan 534 lapisan, berarti aku masih perlu menambah 466 lapisan tambahan, agar cairan ini benar-benar menjadi berwarna ungu-
Setelah melihat saripati energinya berubah warna menjadi keunguan, Gofan juga merasakan kecepatannya dalam menyerap energi langit dan bumi sedikit bertambah, namun dia masih belum bisa memastikannya sebelum membuktikan kesimpulan yang sebelumnya dia pikirkan.
Mencapai kesimpulan itu, Gofan berhenti mengolah budidaya energi dan membuka kedua matanya. Dia mengusap keringat di sekitar wajahnya dan mengeluarkan Kitab Tubuh Tulang Abadi.
"Fanfan, kitab apa itu? "
Melihat Gofan berhenti berbudidaya, Xionan yang sedari tadi berputar-putar melayang-layang di dalam gubuk menghampirinya dan menanyakan tentang kitab yang sekarang dibaca Gofan.
"Ini kitab pengolahan tubuh, ilmu kekebalan tubuh namanya Kitab Tubuh Tulang Abadi, aku rasa aku harus memperkuat tubuh fisikku dulu sebelum memaksimalkan budidaya energiku yang lain"
Gofan menjawab sambil terus melanjutkan membaca kitab itu.
"Fanfan, bukankah budidayamu akan menjadi melambat jika kamu membagi energi intisarimu untuk tenaga dalam dan untuk memperkuat tubuh ?"
Xionan tahu, untuk memperkuat tubuh diperlukan jumlah tenaga dalam yang lumayan besar, dan itu tentu saja akan memperlambat kemajuan budidaya Gofan.
Jika Gofan hanya membudidayakan energinya, maka 100% waktu dan hasil penyerapan energi langit dan bumi akan terfokus untuk meningkatkan tingkat budidayanya.
Tetapi karena Gofan juga mempelajari ilmu kekebalan, maka 50% waktu dan hasil penyerapan energi langit dan bumi akan digunakan untuk meningkatkan tingkat budidaya dan 50% yang lain untuk memperkuat tubuhnya.
"Aku tahu, tetapi meski lambat, kelak ini akan sangat berguna bagiku dan untuk mempercepat ini aku hanya perlu mencari pertemuan beruntung"
Gofan membenarkan kata-kata Xionan, tetapi dia telah bertekad untuk mempelajari ilmu di dalam Kitab Tubuh Tulang Abadi.
-Pertemuan Beruntung?-
"Fanfan, bukannya kau punya buah waja wesi, itu berguna untuk pendekar yang mengolah tubuh mempelajari ilmu kekebalan"
Xionan mengingat buah waja wesi yang ditemukan Gofan di kedua mayat anggota Kultus Abu-Abu.
"Oh benar !.. Kenapa aku bisa lupa?"
Mendengar kata-kata Xionan, Gofan mengingat kembali mengenai buah yang dia peroleh saat menemukan mayat Quila dan Cangu.
Gofan merogoh kantong ruangnya dan mengeluarkan tiga buah, buah waja wesi.
__ADS_1
Buah itu berbentuk bulat dengan warna putih kekuningan, besarnya hanya sebesar kepalan tangan pria dewasa, dari luar kulit buah itu tampak sangat keras, bahkan ketika memegang buah itu, serasa seperti memegang sebuah potongan kayu.
"Nannan, buah ini benar bisa dimakan?"
Gofan mencoba menggigit kulit buah itu, tetapi karena terlalu keras, Gofan berhenti dan tidak melanjutkannya.
"Hihihi, kenapa tidak kamu lanjutkan menggigitnya? Gigit saja terus hingga gigimu ompong Hihihi"
Xionan menertawai apa yang dilakukan Gofan, dia kemudian melayang mendekat ke sebelah kiri dipan tempat Gofan bersila.
"Ini bukan buah biasa, jadi memakannya pun perlu cara yang tidak biasa. Apa pengetahuan dasar seperti itu tidak ada di Kitab Kompilasi Bela diri? Kamu ini... punya kitab itu untuk dipelajari, bukan untuk di simpan !"
Imbuh Xionan, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nannan, kamu tahu cara memakannya atau tidak ?"
Gofan malas mengeluarkan kitab, dia berpikir jika Xionan tahu mengapa dia harus melihat kitab lagi.
"Tidak, aku tidak tahu, aku hanya tahu kalau buah ajaib memerlukan cara tertentu untuk mengonsumsinya"
Buah waja wesi termasuk ke dalam golongan buah ajaib, buah-buahan yang dapat meningkatkan budidaya para pendekar yang mengonsumsinya. Xionan tidak pernah mengolah ilmu kekebalan tubuh, jadi dia tidak tahu bagaimana cara mengkonsumsi buah semacam itu.
"Baiklah... Aku akan mencari caranya di Kitab Kompilasi Bela diri"
Dengan nada sedikit terpaksa, Gofan menanggapi kata-kata Xionan. Gofan mengeluarkan Kitab Kompilasi Bela diri dan membolak-balik halaman kitab itu.
"Ketemu...! Ternyata untuk memakan buah-buahan ajaib yang kulit luarnya keras, perlu direndam di dalam air, kemudian dialiri tenaga dalam hingga buah-buahan ajaib itu menunjukkan sebuah gejala tertentu"
Setalah membolak-balik beberapa halaman, akhirnya Gofan menemukan cara untuk mengonsumsi buah waja wesi.
Gofan mengikuti instruksi di dalam Kitab Kompilasi Bela diri dan pergi mengambil sebuah guci yang lumayan besar, yang telah di isi air, lalu merendam tiga buah, buah waja wesi itu di dalam guci dan menyalurkan energi tenaga dalam ke air yang merendam buah-buah itu.
*Keretak*
Beberapa hela napas kemudian, terdengar suara seperti suara benda retak dari ketiga buah itu.
Gofan berpikir, suara retak itu merupakan gejala tertentu yang dimaksudkan oleh Kitab Kompilasi Bela diri.
Untuk memastikannya, Gofan kemudian meniriskan air dan mengeluarkan ketiga buah itu dari dalam guci. Gofan mengambil salah satu di antara ketiga buah dan memegangnya dengan tangan kanan.
Kali ini, ketika Gofan memegang buah itu, dia tidak lagi merasa seperti memegang sebuah potongan kayu. Buah ajaib itu, kini lembek dan lembut.
-Benar-benar berhasil, sekarang buah ini lembek dan lembut, tidak seperti sebelumnya-
Gofan tersenyum tipis dan memeriksa satu demi satu kedua buah lainnya, yang juga telah berubah menjadi lembek dan lembut.
"Bagaimana ?"
Xionan kini duduk melayang di sebelah kiri Gofan.
"Berhasil, Seharusnya sekarang aku sudah bisa mengonsumsinya"
Gofan memilih salah satu diantara ketiganya dan mencoba mengonsumsi buah waja wesi itu.
Xionan ikut tersenyum mendengar jawaban Gofan dan mengangguk sambil menatap Gofan yang hendak memakan buah itu.
*Krauk*
Suara gigitan terdengar ketika Gofan berhasil menggigit sebagian buah itu.
Setelah Gofan tahu, bahwa kini dia sudah bisa mengonsumsi buah itu, Gofan mulai mengonsumsi satu demi satu buah waja wesi yang ada.
Ketiga buah itu akhirnya habis dimakan Gofan, kini energi langit dan bumi dari buah ajaib itu ada di dalam perut Gofan.
__ADS_1
-Baik... Aku akan mulai menyerapnya-
Gofan kembali memejamkan mata, dan mulai mengolah ilmu dari Kitab Tubuh Tulang Abadi.
Gofan menyerap energi langit dan bumi dari buah waja wesi lalu mengubahnya menjadi energi intisari dan mengarahkannya ke dalam kubus oktagon untuk memadatkan dan memurnikannya menjadi tenaga dalam yang kemudian diarahkan Gofan ke bagian otot rangka dan daging kulit terluar tubuhnya.
-Sebelumnya aku sudah memperkuat lapisan daging terluar tubuhku dan memperkuat 40 helai otot rangka, tapi aku akan melapisinya lagi dengan tenaga dalam hasil dari energi buah ini-
Selama tujuh hari terakhir, saat Gofan mengalami kebuntuan dalam menambah jumlah lapisan saripati energinya, dia akan memanfaatkan sebagian tenaga dalam yang diolahnya untuk memperkuat kulit dan daging terluar serta dua bagian dari otot rangka di tubuhnya.
Sekarang dengan tenaga dalam dari energi buah waja wesi, Gofan mengulangi mengalirkan tenaga dalam ke dalam daging terluar dari tubuhnya dan mengumpulkan tenaga dalam ke dalam bagian lapisan yang pertama dan kedua dari otot rangka untuk memperkuat otot rangka itu.
Selesai melakukan itu, tubuh Gofan bergetar pelan. Gofan merasakan kulit dan daging terluar dari tubuhnya seperti dijalari ribuan semut dari ujung kepala hingga bagian kulit dan daging terluar di ujung kakinya.
Hal serupa juga terjadi dengan dua bagian otot rangkanya, seperti ribuan semut itu sedang bergerak di dalam setiap helai otot di kedua bagian otot rangkanya itu.
Gofan yang masih memejamkan mata hanya merasakan sensasi kesemutan, dia belum menyadari, kini ada sebuah lapisan energi yang menyelimuti seluruh tubuh bagian luar dari tubuhnya. Hal itu membuat penampilan luar Gofan menjadi lebih bersih dan lebih berkharisma, bahkan wajah Gofan tampak seperti bersinar.
-Hmm... Sepertinya dia berhasil, dia jadi agak lebih tampan, Hihihi tahu begini, dulu aku akan mengonsumsi buah waja wesi untuk menambah kecantikanku, membuat wajahku menjadi seperti bersinar-
Xionan yang masih duduk melayang di sisi kiri Gofan, terlihat senang melihat keberhasilan Gofan dalam mengolah tubuhnya.
Xionan memperhatikan perubahan pada penampilan luar Gofan, kini Gofan tampak lebih bersih, lebih berkharisma, dan wajahnya seperti bersinar, membuat Gofan agak lebih tampan. Intinya kini wajah Gofan terlihat lebih enak dipandang daripada sebelumnya.
-Masih ada lagi? Ternyata, aku masih bisa memperkuat bagian lain-
Usai merasakan sensasi kesemutan itu, Gofan menyadari masih banyak tenaga dalam dari energi buah waja wesi yang tersisa, sehingga dia melapisi empat bagian otot rangka lainnya.
Jadi, total semua otot rangka yang sudah diperkuat Gofan adalah enam bagian otot rangka, yang artinya sudah 60 helai otot rangkanya yang kini sudah memiliki kekebalan.
-Aku ingin tahu, serangan sebesar apa yang sekarang bisa ku tahan ?-
Sekarang daging tubuh terluar Gofan dan 60 helai otot rangkanya telah memiliki daya tahan, yang berarti bagian tubuh yang telah diperkuat Gofan tersebut akan lebih kebal terhadap serangan apapun yang menimpa dirinya.
Gofan berhenti mengolah tubuhnya dan membuka kembali kedua matanya. Saat itu, Gofan mendapati Xionan sedang menatap dirinya tanpa berkedip.
"Nannan, kamu kenapa? Apakah ada yang salah dengan wajahku ?"
Tanya Gofan dengan nada yang penasaran.
"Tidak ada, hanya saja, kulitmu tampak lebih baik setelah kamu menyerap energi buah ajaib itu"
Setelah memberikan jawaban kepada Gofan, Xionan terbang dan berbaring melayang di sisi dalam dari dipan, dipan itu memang cukup besar, muat untuk tempat dua orang.
"Begitukah?"
Gofan bertanya kembali, setelah memperhatikan kulit kedua lengannya yang kini memang terlihat lebih baik.
"Hmm..."
Sahut Xionan dengan mendehem sambil mengangguk, kini Xionan berbaring melayang, memunggungi Gofan yang masih duduk bersila di sisi luar dipan.
"Nannan, Kamu tidur di sini? Tapi kan...."
"Sudah tidur saja, aku ini roh, kamu jangan ambil pusing"
Xionan memotong perkataan Gofan, dia sudah mengerti apa yang ingin dikatakan Gofan. Tetapi Xionan hanya roh, apa yang harus dipusingkan Gofan dengan semua ketabuan yang ingin disampaikannya itu.
Gofan hanya diam mendengar perkataan Xionan, dalam pikirannya meski Xionan hanyalah roh, dia tetaplah seorang perempuan, itu tetap membuat Gofan sedikit merasa tidak karuan, perasaannya menjadi sedikit tidak menentu.
-Lain halnya aku tidak bisa melihatmu, mungkin aku akan biasa saja, tapi...ya sudahlah...-
Gofan tidak berpikir lebih panjang, dia sudah terlalu lelah. Gofan membaringkan badannya, berbaring memunggungi Xionan di sisi bagian luar dipan.
__ADS_1
Begitulah akhirnya, malam itu adalah malam pertama mereka tidur bersama. Mereka tertidur dengan posisi yang saling memunggungi.
Bersambung...