
Pagi hari tiba dan hati Duan Tianlang yang lumayan gelisah karena menghilangnya Gofan, kini telah tenang kembali.
Duan Tianlang tidak lagi resah setelah melihat Gofan benar-benar muncul kembali dengan keadaan utuh dan ranah budidaya yang meningkat pesat.
Gofan tidak banyak menghabiskan waktu untuk berbicara dengan yang lain ketika dia muncul kembali. Gofan hanya meminta sebuah ruangan khusus kepada Duan Tianlang sebagai tempat baginya untuk melatih Ilmu 72 Perubahan Abadi.
" Hei. Vasudev. Apa yang terjadi? Kenapa Gofan bisa kembali bersama dengan kalian? " Tanya Duan Tianlang kepada Vasudev saat mereka sedang berada di Aula Tamu.
" Tidak terjadi apa-apa, kami hanya bertemu dengannya di belakang perguruanmu tadi... "
" Oh ya, dimana Keluarga Leng.. Maksudku Lengjing dan keluarganya? " Vasudev melihat ke sekitar Aula Tamu namun tidak melihat Lengjing, Qingyue, dan Lengyue.
Vasudev sengaja mengatakan tidak terjadi apa-apa, sebab dia tidak ingin Duan Tianlang tahu bahwa Gofan baru saja mencuri dinding belakang perguruannya dan menggantinya dengan dinding baru.
" Mereka pergi terburu-buru, aku tidak mengerti apa yang terjadi... Subuh tadi, mereka bertiga terburu-buru kembali ke Partai Gunung Angkasa "
" Oh ya... Gadis cenayang itu berpesan, kamu harus mengajari Gofan tentang Rule yang dapat mengulang kembali waktu. Katanya di masa depan itu, akan menyelamatkan nyawa Gofan "
' Tanpa dia beritahukan pun, aku akan mengajari Gofan tentang Rule... Kenapa mereka terburu-buru? Apakah Lengjing sudah melihat tongkat itu' Pikir Vasudev saat mendengar jawaban Duan Tianlang.
Tentu Lengjing akan langsung pergi dari Perguruan Tunjung Putih setelah kisah asmara terlarang istrinya terbongkar di depan matanya sendiri. Lengjing tidak ingin berlama-lama di perguruan dimana Xiongmeng berada.
Meski sebenarnya Lengjing sedikit menyayangkan, dirinya tidak sempat melihat wujud dari Tongkat Emas Naga Kembar.
" Bagaimana dengan Jendral itu dan pasukannya?... "
" Aku dengar mereka merampok gudang harta kalian? "Tanya Vasudev.
" Bukan masalah. Semua harta kami sudah dikembalikan. Sekarang, Jendral itu hanya menunggu untuk bertemu dengan Gofan saja " Sahut Duan Tianlang.
" Aku tidak mengerti. Kenapa Jendral itu justru ingin bekerja sama dengan Gofan dan bukan menangkapnya. Aku rasa pasti ada sesuatu yang di rencanakan Jendral itu " Imbuh Duan Tianlang.
Seperti perkataan Duan Tianlang. Jendral Lixiayo dan pasukannya memutuskan untuk memberi waktu bagi Gofan untuk melatih dirinya.
Di lain pihak, Bianselong pergi menghampiri Mouhuli dan menceritakan hal yang telah terjadi termasuk dengan takdir kematian Gofan.
Mouhuli lumayan terkejut mendengar ada gadis cenayang yang sehebat itu di antara para manusia. Mouhuli juga merasa lega bahwa pada akhirnya, Gofan masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi Pria bermata satu.
Tiga hari tiga malam Gofan tidak keluar dari ruangan budidaya khusus yang disediakan oleh Duan Tianlang tersebut. Gofan melatih Ilmu 72 Perubahan Abadi.
Pada awal hari keempat, akhirnya Gofan berhasil menguasai budidaya Energi Sihir dan berhasil menguasai beberapa jurus sihir dari Ilmu 72 Perubahan Abadi.
' Ada tujuh tingkatan dalam Ilmu 72 Perubahan Abadi ini, setelah tiga hari ini, aku hanya bisa menguasai satu tingkatan saja... '
' Aku masih perlu memikirkan cara untuk menyeimbangkan semua latihan teknik milikku ' Batin Gofan.
Di dalam ruangan tersebut Gofan baru saja membuka kedua matanya kembali dan menghentikan latihan budidayanya.
Dari tiga hari tiga malam pelatihan tertutup tersebut, Gofan akhirnya menyadari bahwa dirinya sedang mengalami ketidak seimbangan perkembangan. Terlalu banyak Energi yang mengalir tidak teratur di dalam kedua Kubus Oktagon miliknya.
' Aku terlihat seperti sudah mencapai ranah Grand Master tahap akhir, tetapi aku seperti terjebak di ranah Great Master tahap akhir... ' Batin Gofan.
Tubuh Gofan sekarang diibaratkan sebuah cangkang besar dan kuat namun kosong dan kekurangan isi di dalamnya. Jika Gofan harus bertarung mengahadapi pendekar di ranah Grand Master tahap awal, mungkin Gofan masih mungkin bertahan dengan asumsi dia tidak menggunakan kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis.
' Percuma... Semua sudah terlanjur. Pil Pemurnian Energi tersebut, benar-benar memaksa budidayaku meningkat, tetapi ini hanya sebuah cangkang kosong ' Gofan menghela napas panjang sebelum bangkit dan berdiri melakukan sebuah segel tangan.
" 72 Sihir Perubahan Abadi... Berubah !! "
*Blazh* Asap merah muda mengepul di sekitar tubuh Gofan dan menyelimuti seluruh tubuhnya, sehingga kini Gofan tenggelam di dalam kepulan asap merah muda tersebut.
" Hm... Aku rasa ini cukup baik " Ucap Gofan ketika dia keluar dari kepulan asap dan memperhatikan penampilannya di cermin besar yang berada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Sekarang Gofan sudah mengubah wujudnya menjadi seorang pria gemuk bertubuh pendak dan berambut hitam.
' Mari kita periksa, apakah ada yang bisa mengenaliku atau tidak ' Gofan membuka pintu ruangan dan keluar dari dalam ruangan tersebut.
Kedua murid yang berdiri menjaga ruangan tersebut menoleh ke arah Gofan.
" Siapa kamu?! " Tanya seorang murid yang ternyata adalah Wusiyi.
Wusiyi dan Wutuyan lagi-lagi mendapat giliran menjaga ruangan dimana Gofan berada.
Wutuyan menghadang langkah Gofan dengan tongkat miliknya. Tongkat Wutuyan tepat menempel di dada Gofan.
" Jawablah... Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa keluar dari ruangan itu? " Tanya Wutuyan dengan nada sedikit mengancam.
" Wow... wow.. Tenang... Tenang.. Saudara seperguruan tenanglah. Aku ini Zhao Feng, murid baru di sini. Aku tadi masuk dan mengantarkan makanan untuk Bocah berambut putih itu " Ucap Gofan merahasiakan identitasnya.
Gofan memilih menggunakan nama Zhao Feng, karena menurutnya nama yang didengarnya dari Lengyue itu, lumayan bagus digunakan.
" Zhao Feng? Benarkah itu? Tapi kenapa kami dari tadi tidak melihatmu masuk? " Tanya Wusiyi sembari menempelkan tongkat miliknya di dada Gofan.
Kini dua buah tongkat sedang menghalangi langkah Gofan.
' Sepertinya ini berhasil, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa aku adalah Gofan... ' Pikir Gofan, merasa yakin setelah menguji sihir perubahan wujud yang baru saja dia kuasai.
" Tentu saja Kakak-kakak berdua, tidak akan melihatku masuk, Aku sudah berada di dalam selama tiga hari " Sahut Zhao Feng alias Gofan.
Wusiyi melirik ke arah Wutuyan, berharap kakaknya itu akan mengambil keputusan untuk menangani orang asing yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Melihat lirikan Wusiyi, Wutuyan akhirnya memutuskan untuk membawa Gofan menghadap para Penatua.
" Aku tidak bisa mempercay... " Kata-kata Wutuyan terhenti ketika dia melihat Penatua Wujingping menghampiri mereka.
" Salam Penatua Kedua " Wutuyan dan Wusiyi menyingkirkan tongkat mereka dari tubuh Gofan dan memberi salam kepada Wujingping.
Mendengar Gofan ikut-ikutan memberi salam kepada Wujingping, Kakak beradik itu saling menoleh ke arah Gofan yang berada di antara keduanya.
" Salam... "
" Siapa kamu? " Tanya Wujingping kepada Gofan.
" Aku Zhao Feng Penatua " Sahut Gofan.
Wutuyan mendekat dan berbisik di telinga Wujingping. Wutuyan mengatakan secara berbisik, bahwa Zhao Feng itu muncul dari dalam ruangan Gofan secara tiba-tiba.
" Kami tidak melihatnya masuk, bahkan kami tidak melihat siapa pun masuk selain Si Pewaris " Bisik Wutuyan yang dibalas dengan anggukan oleh Wujingping.
" Zhao Feng? Aku tidak pernah mendengar ada murid baru dari Benua Cang'An yang baru-baru ini diterima di sini. Siapa kamu? " Tanya Wujingping.
Gofan akhirnya mengarang jawaban bahwa dia datang bersama dengan Vasudev ke dalam Perguruan Tunjung Putih. Dia diangkat menjadi murid baru oleh Vasudev di Perguruan Tunjung Putih.
" Benarkah itu? Senior Vasudev bukanlah Penatua maupun guru di perguruan ini, bagaimana mungkin dia menjadikanmu murid di sini? "
" Jika Penatua masih tidak percaya, bagaimana jika kita bertemu langsung dengan Guru Vasudev. Biar beliau yang menjelaskan "
' Hahaha... Sepertinya perubahan wujudku benar-benar tidak dikenali ' Batin Gofan tertawa sendiri melihat ketiga orang di hadapannya kebingungan melihat kemunculannya.
Akhirnya Wujingping menyanggupi perkataan Gofan dan mengajaknya bertemu dengan Vasudev. Sementara kedua kakak beradik itu kembali berjaga di depan ruangan tempat Gofan berbudidaya tersebut.
" Kak. Apa tidak sebaiknya, kita periksa apa yang terjadi di dalam? " Tanya Wusiyi setelah Gofan dan Wujingping tidak lagi terlihat oleh pandangan mata mereka.
" Benar juga.... Kamu jaga, aku akan memeriksanya " Sahut Wutuyan dan mengintip ke dalam ruangan budidaya tersebut.
__ADS_1
" Kak. Bagaimana? Apa di dalam baik-baik saja? " Tanya Wusiyi beberapa saat setelah Wutuyan mengintip isi ruangan budidaya tersebut.
" Aman. Bocah itu tampaknya menyelimuti dirinya dengan selimut.. Sungguh cara yang aneh dalam berbudidaya " Sahut Wutuyan.
Saat mengintip ke dalam ruangan, Wutuyan melihat seseorang duduk bersila dengan seluruh tubuh tertutup kain sedang berada di tengah ruangan tersebut. Wutuyan berpikir bahwa itu adalah cara Gofan dalam berbudidaya.
" Mana... Biar ku lihat " Ucap Wusiyi penasaran.
Wusiyi pun mengintip ke dalam ruangan melalui celah jendela di sisi Wutuyan berada. Setelah melihat apa yang dikatakan oleh Wutuyan, Wusiyi hampir saja tertawa. Dia menutup mulutnya dan menahan tawanya.
' Hahaha... Sungguh konyol, cara berbudidaya macam apa itu? Apa dia sedang kedinginan Hahaha ' Tawa Wusiyi di dalam batinnya.
Sesungguhnya apa yang dilihat kedua Kakak beradik itu adalah sebuah boneka latihan yang ada di dalam ruangan tersebut. Gofan membuat boneka itu terlihat seperti dia yang sedang melakukan budidaya dan menyelimuti boneka latihan itu dengan sebuah kain hitam.
Di sisi lain, akhirnya Wujingping tiba di hadapan Vasudev dan Duan Tianlang yang sedang berada di depan Gudang Harta Perguruan Tunjung Putih.
Duan Tianlang dan Vasudev tengah melakukan inventarisasi ulang mengenai harta yang dikembalikan Lixiayo. Duan Tianlang takut, harta yang dikembalikan Lixiayo adalah barang palsu.
" Salam Mahaguru. Salam Senior " Ucap Wujingping ketika dia tiba di hadapan keduanya.
" Oh... Penatua Kedua. Ada apa? Apa perbaikan Asramanya sudah diselesaikan oleh Suezilu? " Tanya Duan Tianlang kepada Wujingping.
Duan Tianlang meminta Wujingping untuk ikut membantu dan memantau perbaikan Asrama Murid Dalam yang hancur karena ledakan budidaya Gofan.
" Perbaikan Asrama berjalan lancar Mahaguru, hanya saja Ketua Suezilu membutuhkan lebih banyak batu darah untuk membayar upah para murid yang ikut memperbaiki Asrama... "
" Selain itu, aku datang untuk menanyakan kepada Senior Vasudev tentang murid yang datang bersamaku ini " Ucap Wujingping sembari menunjuk ke arah belakang dirinya.
" Hmm? Murid? Murid mana yang kamu maksud? " Tanya Vasudev heran.
Wujingping menoleh ke belakang dan tidak menemukan siapa pun berada di belakangnya. Murid yang menyebut dirinya bernama Zhao Feng itu menghilang entah kemana.
Bersambung...
Saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca setia Novel Pendekar Sembilan Langit.
Berkat Anda semua, Novel ini akhirnya mendapat rilis Cover baru dari pihak Noveltoon. Terima kasih para pembaca. Terima kasih Noveltoon.
Hari ini adalah Episode ke-100 dari Novel Pendekar Sembilan Langit (jika tidak dihitung Spesial Episode). Hore... Akhirnya seratus Episode !!!
Untuk itu izinkan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tiga besar Voter (Episode 01-100) Novel ini:
Hamsih Anchie Ismaya, Anda sudah memberikan banyak dukungan kepada saya dan itu sangat berarti. Komentar Anda juga menyemangati saya untuk terus menulis. Terima kasih untuk dukungan Anda. Berkat Anda perjuangan Gofan masih terus berlanjut. Jika Anda membaca, komen di bawah ya.
Baoa Bagak, Terima kasih untuk dukungan Anda selama ini. Terima kasih juga sudah mampir ke Novel kedua saya. Berkat Anda, Novel ini masih terus berlanjut. Jika Anda membaca, komen di bawah ya.
Fauzi Satria, Anda datang sekali dengan Vote yang terbanyak, meski tidak berkomentar apa-apa, saya harap Anda akan muncul di komentar juga. Saya ucapkan terima kasih. Berkat Anda, Gofan sempat meraih posisi puluhan di ranking Vote. Jika Anda mambaca, komen di bawah ya.
Bukan berarti Voter dan Pembaca yang lain tidak saya ucapkan terima kasih. Hanya saja pengumuman ini akan menjadi sangat panjang, jika satu demi satu saya sebutkan nama Anda. Jadi tiga besarnya saja yang saya sampaikan.
Intinya, Saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Anda semua. Kepada semua pembaca Pendekar Sembilan Langit, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Besok saya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi untuk Tiga Komentar Terbanyak. (Episode 01-100). Saya masih menghitung jumlah komen Anda. Besok saya umumkan.
Terima kasih sudah membaca.
Semoga menikmati.
__ADS_1
____________________________________________