
Dalam batinnya, Gofan tertawa mendengar perkataan Shadev, yang mengatakan bahwa dia dan kelompoknya hendak menyelamatkan Meiling. Sedangkan Meiling baik-baik saja dan hanya tidak sadarkan diri. Shadev dan kelompoknya benar-benar sudah termakan tipuan Gofan.
Gofan menipu keempat Pendekar tersebut dengan mengirimkan sebuah kilasan ingatan palsu. Kilasan ingatan itu adalah sebuah trik ilusi yang diciptakan Gofan.
Di dalam kilasan ingatan palsu itu, Shadev dan ketiga pendekar lainnya sama-sama melihat Meiling sedang tidak sadarkan diri di depan pemukiman seorang penduduk.
Gofan membuat ilusi yang memperlihatkan tubuh Meiling dipenuhi dengan luka dan memar. Serta terlihat pergelangan tangan kanan Meiling sudah teriris dan memotong tepat di pembuluh darahnya, darah mengucur deras dari pergelangan tangan kanan tersebut. Jika dibiarkan seperti itu untuk waktu yang lama, Meiling pasti akan mati karena kehabisan darah.
Itulah yang membuat Shadev, Burka, Rajhu, dan Shingha memutuskan untuk membiarkan Gofan dan kelompoknya pergi.
" Gofan. Apa yang kalian bicarakan? " Tanya Bianselong sesaat setelah keempat Pendekar Muda itu pergi.
Selain Bianselong, mereka semua mengerti bahasa yang diucapkan oleh Shadev. Meski Bianselong sangat handal dalam memata-matai berkat jurus kamuflasenya namun dia sedikit buta dalam pengetahuan. Itu membuatnya gagal menjadi mata-mata khusus kaum siluman.
Demi menjawab pertanyaan Bianselong. Gofan menceritakan tentang apa yang dilakukannya kepada Meiling dan kedatangan Kelompok Shadev yang mencari Meiling.
" Ayo. Kita harus segera pergi, atau bala bantuan lain akan kemari meringkus kita ! " Ucap Mouhuli setelah beberapa saat ikut menyimak cerita Gofan.
Belum saja mereka sempat melanjutkan perjalanan. Perkataan Mouhuli sudah menjadi kenyataan. Belasan Pendekar Pengawal Kerajaan muncul dari arah barat daya dan langsung mengepung mereka.
" Serang !!! " Tanpa basa-basi belasan Pendekar Pengawal Kerajaan itu melesat menyerang Gofan dan kelompoknya.
" Mata Iblis "
" Pukulan Api Penakluk Iblis "
Gofan langsung menghentikan gerakan belasan Pendekar Pengawal Kerajaan menggunakan kekuatan Mata Iblis. Satu per satu belasan Pendekar Pengawal Kerajaan itu terpukul mundur oleh pukulan tongkat Gofan yang terlihat seperti berapi-api.
'Aneh. Apa yang terjadi? Kenapa mereka masih baik-baik saja' Pikir Gofan.
Setelah Gofan memukul mundur belasan Pendekar Pengawal Kerajaan itu, Gofan heran melihat tidak ada satu pun di antara ke-16 Pendekar Pengawal Kerajaan itu yang jatuh tumbang. Bahkan satu demi satu mereka mulai terbebas dari kekuatan Mata Iblis.
Mouhuli juga merasa ada yang aneh dengan ke-16 Pendekar Pengawal Kerajaan itu, mereka tidak terluka sedikit pun setelah menerima serangan Gofan.
__ADS_1
Mouhuli mengamati kembali keadaan di sekitarnya dan mendapati empat orang pendekar sedang berdiri di belakang ke-16 Pendekar Pengawal Kerajaan tersebut.
" Gofan. Lihat...! " Tunjuk Mouhuli ke belakang para Pendekar Pengawal Kerajaan.
Dari keempat pendekar yang berdiri di belakang para Pendekar Pengawal Kerajaan. Gofan melihat, seorang pendekar pria yang memegang sebuah Harta Rahasia berupa Pagoda Emas.
Seperti yang diketahui Gofan melalui Kitab Kompilasi Bela diri. Harta Rahasia adalah benda bertuah yang muncul setelah Era Dewa Jatuh dan hingga saat ini belum diketahui bagaimana cara membuat benda semacam itu.
Benda-benda bertuah semacam itu dianggap sebagai harta karena kelangkaannya, setelah Era Dewa Jatuh tidak ada lagi benda semacam itu yang bisa ditemukan atau dibuat ulang.
Tidak satu pun pendekar dan ahli tempa yang mampu membongkar rahasia asal kekuatan pembuatan benda-benda bertuah itu. Oleh karena itu, benda-benda bertuah itu dinamai dengan Harta Rahasia. Harta langka dengan rahasia yang belum bisa dipecahkan oleh siapa pun.
Dari Pagoda Emas itu terpancar cahaya merah yang menyelimuti ke-16 Pendekar Pengawal Kerajaan. Cahaya merah itulah yang membuat para Pendekar Pengawal Kerajaan menjadi kebal dari serangan tongkat berapi Gofan. Perlahan efek kekuatan Mata Iblis pun dihilangkan oleh cahaya merah dari Pagoda Emas tersebut.
" Sial. Kenapa Empat Penakluk Siluman Generasi Baru bisa ada di sini ? " Gumam Bailaohu.
Bailaohu mengetahui identitas keempat pendekar yang berdiri di belakang para Pendekar Pengawal Kerajaan. Mereka adalah Empat Penakluk Siluman generasi baru, sebuah kelompok pendekar pemburu siluman yang sudah sangat terkenal di Benua Penda.
Keempatnya adalah penerus baru dari Empat Penakluk Siluman generasi sebelumnya yang menghilang secara misterius. Oleh karena itu keempat pendekar itu dijuluki Empat Penakluk Siluman generasi baru.
Keempat pendekar itu yaitu Heiwuya, Shanhu, Chengsui, dan Huangmei. Huangmei adalah satu-satunya perempuan di antara keempat pendekar pemburu siluman tersebut.
Heiwuya adalah yang tertua di antara mereka berempat. Pagoda Emas yang melindungi para Pendekar Pengawal Kerajaan dari serangan Gofan adalah Harta Rahasia miliknya.
Pagoda Emas milik Heiwuya disebut sebagai Pagoda Jindun. Kemampuan utama pagoda itu terletak di pertahanan. Seperti yang telah terjadi, para Pendekar Pengawal Kerajaan berhasil selamat dari serangan Gofan berkat perlindungan dari Pagoda Jindun.
Shanhu dikenal sebagai pemburu yang paling lemah di antara mereka berempat. Harta Rahasia miliknya berupa sebuah cambuk yang disebut sebagai Cambuk Jingshen. Meski dia yang terlemah, tetapi serangan dari Cambuk Jingshen miliknya tidak bisa dianggap remeh.
Cambuk milik Shanhu menyerang seperti lintah, sedikit saja kulit lawan tersentuh oleh Cambuk Jingshen maka cambuk itu akan menempel bagaikan lintah dan menghisap unsur kehidupan di tubuh lawannya hingga tewas menjadi mayat kering.
Di antara mereka berempat Chengsui adalah yang termuda. Walau demikian dia adalah yang paling gigih jika berurusan dengan membasmi siluman. Chengsui menggunakan Harta Rahasia berupa dua buah kapak besar yang disebut sebagai Kapak Xinku.
Kapak Xinku ini memiliki kelebihan dalam serangan cepat. Sangat berbanding terbalik dari penampilan kedua kapak itu yang terlihat sangat besar dan berat. Kapak Xinku ini mampu diayunkan Chengsui seperti mengayunkan kapas.
__ADS_1
Sementara di antara keempatnya, Huangmei adalah pemburu siluman dengan Harta Rahasia terkuat. Harta Rahasia milik Huangmei berupa sebuah pedang dengan gagang yang terbuat dari batu giok putih. Pedang milik Huangmei itu disebut sebagai Pedang Qianlong.
Pedang Huangmei mampu mendeteksi keberadaan siluman dan Makhluk buas. Pedang Qianlong akan bergetar jika ada hawa siluman yang memancar di sekitarnya.
Heiwuya tertawa ketika melangkah ke depan para Pendekar Pengawal Kerajaan yang telah terbebas dari kekuatan Mata Iblis milik Gofan.
" Ternyata benar. Kamu adalah Setengah Siluman. Pantas saja Pedang Qianlong milik adik Huangmei bergejolak keras saat itu... Hahaha !! "
" Aku tidak menyangka. Kamu berani menunjukkan hawa silumanmu di sini, di Ibu Kota. Saat kami berempat menjaga tempat ini dari makhluk setengah jadi sepertimu " Ucap Heiwuya kepada Gofan.
'Jadi mereka di sini karena Mata Iblis Gofan.. ' Pikir Bailaohu setelah mendengar ucapan Heiwuya.
Bailaohu, Mouhuli, dan Bianselong terkejut bukan main. Mereka lupa memberitahu Gofan untuk tidak menggunakan kekuatan Mata Iblisnya ketika berada di antara manusia.
Mouhuli bahkan sempat berpikir, bahwa tidak akan jadi masalah bagi Gofan untuk menggunakan kekuatan Mata Iblis. Oleh karena Gofan juga setengah manusia, setidaknya dia tidak akan seberbahaya siluman asli ataupun Makhluk buas yang asli. Namun ternyata kekuatan Mata Iblis mengundang kedatangan Empat Penakluk Siluman Generasi Baru.
" Apa maksudmu!? Siapa yang kamu maksud makhluk setengah jadi ? Tolong jaga bicaramu Pendekar ! Jangan berpikir karena Harta Rahasiamu itu, aku akan takut kepadamu ! " Sahut Gofan marah.
Gofan mulai mengalirkan Energi Petir yang diserapnya dari tubuh Mangrui ke tongkat besi yang ada di genggaman tangan kanannya.
*Zreet*
*Zreet*
Kilauan kilatan petir kini terlihat berkelebat menyelubungi tangan kanan dan tongkat besi Gofan.
" Majulah... Hadapi aku, satu lawan satu ! " Tantang Gofan kepada Heiwuya.
Heiwuya mengeryitkan alisnya melihat kilatan petir di sekujur tongkat besi milik Gofan.
'Ini Energi Petir? Tapi kenapa Energi Petir miliknya bercahaya keunguan ?' Batin Heiwuya.
Bersambung...
__ADS_1