
Keluarga Qimo adalah salah satu dari dua keluarga trah pengendali hantu. Pekerjaan utama keluarga ini adalah membasmi dan menangkap hantu, juga melayani hal-hal lain yang berkaitan dengan hantu.
Kepala pemimpin trah Qimo saat ini bernama Qimochong, dia adalah kakek dari istri Lenhao. Qimochong memelihara banyak sekali jenis hantu, mulai dari yang jinak sampai yang liar.
Kemampuan pengendalian hantu milik Qimochong sudah diakui oleh berbagai kalangan. Bahkan kelima raja di enam benua, semuanya salut kepada Qimochong.
Para pengendali hantu selalu dipandang buruk, sama buruknya dengan para pengendali mayat. Banyak kasus, seperti kerasukan masal dan kasus hantu bergentayangan, akan selalu dikaitkan dengan trah Qimo.
Saingan utama trah Qimo dalam bisnis mengurusi hantu ini adalah trah Cawu. Trah Cawu dipimpin oleh Cawuluo, adalah pendekar pengendali hantu yang seangkatan dengan anak Qimochong, yaitu Qimorang, ayah dari Qimoruong.
Qimorang mati muda, karena ulah Cawuluo yang dengan sengaja mengirim hantu liar untuk menyerang kediaman trah Qimo, saat itu Qimorang kerasukan dan melakukan bunuh diri. Semua itu karena bisnis hantu yang dikelola trah Qimo jauh lebih diminati meskipun banyak yang memandang buruk.
__ADS_1
Dimana pun ada permasalahan yang berhubungan dengan hantu atau roh penasaran, penduduk dan pendekar Benua Penda pasti akan mendatangi kediaman trah Qimo untuk meminta jasa pertolongan. Oleh karena itu, trah Cawu melakukan segala upaya untuk menghancurkan trah Qimo.
Cawuluo berusaha melakukan banyak hal agar trah Qimo bisa binasa, termasuk mendekatkan anak gadisnya Cawuliyun dengan seorang Mahaguru dari Perguruan Dunia Gelap.
Singkat cerita, Cawuliyun akhirnya menikahi Mahaguru itu dengan mas kawin berupa perjanjian bahwa si Mahaguru ini akan membinasakan trah Qimo. Akhirnya Mahaguru itu mengutus Pasukan Bayangan, untuk membinasakan seluruh trah Qimo secara diam-diam.
Qimochong dibuat sibuk oleh serangan hantu Cawuluo, sehingga tidak sempat menolong keluarganya yang lain saat penyerangan terjadi. Ratusan Pasukan Bayangan dan Ratusan hantu serta roh jahat menyerang kediaman itu di malam bulan purnama.
Qimoruong adalah salah satu yang selamat dan hidup berkat pertolongan dari hantu baik peliharaan Qimochong. Oleh karena dendam yang kesumat, Qimoruong yang masih berusia 14 tahun saat itu, membuat perjanjian dengan hantu baik itu, dengan memberikan setengah jangka waktu hidupnya untuk memulihkan dan memperkuat tubuh si hantu baik. Hantu ini bernama Buiyan.
"Buiyan, perjanjian ini akan berakhir... saat semua orang dari trah Cawu binasa, aku ingin kamu membunuh keluarga Cawuluo dan seluruh keturunannya... termasuk mereka yang terlibat di dalam pembantaian keluargaku"
__ADS_1
Ucap Qimoruong penuh amarah kepada Buiyan setelah memberikan setengah jangka waktu hidupnya kepada hantu itu.
Buiyan tertawa puas, kini dia memiliki kemampuan yang tinggi. Buiyan susah untuk dibunuh, sebab pada dasarnya dia memang sudah mati. Menuruti perjanjian dengan Qimoruong, Buiyan memulai perjalanannya membinasakan trah Cawu. Trah Cawu yang tidak mampu dia bunuh, akan dia buat linglung dan gila. Sementara yang mampu dia bunuh, akan langsung dibunuhnya di tempat.
Buiyan merasuki Mahaguru di Perguruan Dunia Gelap itu. Membuatnya terlihat seperti mengamuk dan membunuh banyak sekali murid dan penatua perguruan. Cawuliyun dan Cawuluo terbunuh oleh amukan Mahaguru itu, sebelum akhirnya dia bunuh diri.
Buiyan yang telah menyelesaikan perjanjiannya dengan Qimoruong menjadi lepas kendali. Buiyan tidak berhenti dan tetap melakukan pembunuhan dan kejahatan, dia sudah menjadi roh jahat.
Buiyan menghantui kehidupan penduduk Benua Penda. Buiyan sering menculik orang-orang dan mencuri ingatan mereka, membuat mereka menjadi linglung dan bahkan gila.
Qimoruong menyesali perjanjian yang dibuatnya dengan Buiyan, dia berusaha menangkap dan mengurung hantu tersebut namun selalu gagal. Hingga suatu hari Buiyan menghilang secara misterius, bahkan Qimoruong pun tidak tahu apa penyebabnya.
__ADS_1
Novel ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.