Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 132. Gadis Keras Kepala


__ADS_3

Tianfuzi melihat sekilas ke arah kertas surat yang dipegangnya, tertulis di dalam surat tersebut, bahwa seekor Siluman Harimau Putih telah muncul dan membunuh beberapa anggota dari Bandit Serigala Biru.


Karena surat kemunculan Siluman Harimau Putih itulah, yang membuat Tianfuzi mendahului pergi ke Pulau Api. Dia pergi mendahului rombongan Raja dan Para Bangsawan yang dijadwalkan akan berangkat bersama dengan dirinya.


“Kalau begitu, dimana siluman itu sekarang?” Tanya Tianfuzi berharap bisa segera menangkap Siluman Harimau Putih.


Zawugi melirik ke arah Mukene, dia mengisyaratkan agar Mukene menjawab pertanyaan Tianfuzi tersebut, “Seharusnya sekarang dia sedang bersama dengan gadis Lembah Bunga Kamboja yang membunuh saudara ke-13 kami.” Sahut Mukene.


‘Gadis Lembah Bunga Kamboja? Apa gadis yang mereka maksud adalah gadis yang ditangkap Ziyishi?’


“Apa gadis yang kalian maksud seperti di gambar ini?” Tianfuzi menunjukkan gambar Meiling kepada Zawugi dan Mukene.


“Maaf Tuan. Kami belum pernah melihat gadis itu. Tapi anggota kami yang selamat dari amukan siluman itu pasti akan mengenali mereka.” Ucap Mukene.


“Tuan. Kenapa Tuan bisa mengira gadis di gambar ini adalah gadis dari Lembah Bunga Kamboja yang kami maksud?” Imbuh Mukene.


“Beberapa minggu yang lalu, Ziyishi dan Kongchu menangkap gadis dari Lembah Bunga Kamboja yang serupa dengan gadis di gambar ini. Tapi gadis itu berhasil melarikan diri.”


‘Kenapa Ziyishi dan Kongchu tidak memberitahukan berita ini kepada Markas Pusat?Seharusnya mereka sudah tahu, bahwa adik ke-13 dibunuh gadis dari perguruan itu.’ Batin Zawugi.


“Serupa? Maksud Tuan gadis di gambar itu bukan gadis Lembah Bunga Kamboja, tetapi mereka memiliki wajah yang sama?” Tanya Mukene.


“Benar.” Tianfuzi mengangguk.


“Lalu, siapa gadis di gambar itu?” Tanya Zawugi sambil menunjuk ke arah gambar yang dipegang Tianfuzi.


Tianfuzi menyimpan kembali kertas gambar dan surat, “Putri angkatku.. Ini adalah gambar yang aku sebarkan untuk menemukannya. Seorang bocah ba**ngan berani menculik dan melecehkannya berkali-kali. Jika aku bertemu dengan bocah itu, akan ku ***** jantungnya!” Sahut Tianfuzi kesal mengingat kegagalan rencananya karena ulah Gofan.


Setelah itu, Zawugi menawarkan diri untuk membantu menemukan Meiling. Sementara itu, Mukene mengirimkan pesan ke Paviliun Bunga Indah untuk menanyakan keberadaan gadis Lembah Bunga Kamboja kepada Ziyishi dan Kongchu.


[Perguruan Tunjung Putih-Podium Upacara Pewaris Dewa Perang]


*Trang*


*Trang* Pedang dan Tongkat saling beradu.


*Duagh*

__ADS_1


“Ukh...” Shiyuxin terpukul mundur dan terjatuh. Pedang di genggaman tangannya terlepas.


‘Dia?! Bukankah dia juga di ranah Grand Master.. Kenapa aku tidak bisa mengimbanginya?..Belum lagi kekuatan mentalnya begitu mengerikan...’ Batin Shiyuxin saat tubuhnya yang gemetaran mencoba bangkit.


Gofan menodongkan ujung tongkatnya ke arah pundak Shiyuxin, “Putri. Kamu kalah. Bebaskan roh Yanse dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi di antara kita. Silahkan pergi!”


Hanya beberapa puluh gerakan dan Shiyuxin kalah dari Gofan. Gofan berhasil mengalahkan Putri dari Kota Hantu itu.


“Jika bukan kamu, lalu siapa? Jelas-jelas tongkat itulah yang digunakan pendekar muda itu!” Shiyuxin menolak untuk beranjak pergi setelah dia mengirim roh Yanse terbang kembali ke tubuh aslinya.


“Putri. Kamu sudah kalah, jadi ku mohon pergilah.” Gofan tidak ingin menanggapi lebih lanjut.


Shiyuxin memutar badan dan berdiri menghadap ke arah Ayahnya.


“Mmm... Ayah bolehkah aku membawa semua hantu peliharaan kita untuk menghantui perguruan ini? Aku mau dia bertanggung jawab.” Shiyuxin berteriak ke arah Shijie yang sedang menonton tidak jauh dari Podium.


“Kamu mengancamku!” Sela Gofan.


“Kamu sudah mengacaukan ajang pencarian jodohku, mana mungkin aku akan melepaskanmu begitu saja.” Shiyuxin melipat kedua tangannya di depan dadanya.


“Baik.. Lakukan saja, aku tetap tidak akan mempertanggung jawabkan apapun.” Sahut Gofan sembari melihat ke arah Duan Tianlang.


Meski sudah kalah, Shiyuxin yang masih mengenakan cadarnya itu, tidak mau pergi, tidak mau turun dari Podium. Shiyuxin masih bersikukuh ingin agar Gofan menikahi dirinya.


Hal yang membuat Shiyuxin begitu keras kepala adalah kepemilikan Tongkat Emas Naga Kembar oleh Gofan dan sebuah surat panah yang muncul di kediamannya dua hari sebelumnya.


Surat panah itu ditembakkan oleh Tianyekwang. Tianyekwang mengabarkan bahwa pemenang kontes itulah yang mencuri Cermin Cahaya Bulan dan Kipas Lipat Besi Dewi Kipas miliknya.


Selain itu, Tianyekwang juga memberitahukan kepada Shiyuxin bahwa Yanse yang asli sedang dalam perjalanan ke Pulau Api. Berkat itu, Shiyuxin berhasil menangkap Yanse dan menarik keluar rohnya dari dalam tubuhnya.


“Ayah bagaimana?” Tanya Shiyuxin lagi.


Shijie hanya mengangguk pelan sembari mencegah Duan Tianlang yang hendak naik ke atas Podium.


“Senior Tianlang... Bagaimana jika kita biarkan mereka berdua yang menyelesaikan masalah ini.


?” Ucap Shijie.

__ADS_1


“Tuan Kota. Sepertinya kamu tidak mempertimbangkan kami. Putrimu mengancam perguruan kami, bagaimana bisa aku hanya diam dan membiarkannya?” Sahut Duan Tianlang.


“Hahaha.. Itu hanya gertakan sambal, Putriku tidak akan berani membuat masalah dengan perguruanmu ini.. lagi pula jika Putriku berhasil memanggil semua hantu untuk berkumpul di sini, paling tidak setengah dari murid perguruanmu yang akan langsung mati di tempat. Kamu dengar itu.. Tuan Muda Pewaris!.. Hanya setengah saja, tidak masalah bukan?” Ucap Shijie ke arah Duan Tianlang namun semua kata-katanya jelas ditujukannya kepada Gofan.


“Kamu! Shijie!.. Kamu berani bertindak seperti itu!” Kangkai angkat bicara.


*Zyuut* Vasudev tiba-tiba muncul di atas Podium.


“Putri. Muridku ini, masih sangat muda.. tunggulah lima tahun lagi, saat ini dia masih harus melanjutkan pelatihannya. Jika Putri memang ingin bersamanya, maka pergilah ke Pulau Api. Kami akan menunggumu di sana.” Ucap Vasudev saat dia menghentikan ruang dan waktu, lalu memindahkan tubuh Shiyuxin dan Shijie ke Gurun Kalajengking Hitam.


Vasudev sudah kesal melihat tindakan Shijie dan Shiyuxin. Meski sebenarnya, Gofan adalah yang salah, Vasudev tidak ingin jalan budidaya Gofan terhambat karena tindakan Shiyuxin yang keras kepala ingin Gofan menikahinya.


“Guru. Kemana guru mengirim mereka?” Tanya Gofan.


“Tenang saja... Mereka hanya akan berjalan-jalan sebentar di tempat yang menghangatkan hati.” Sahut Vasudev.


Sekarang hanya Gofan dan Vasudev yang tidak berdiri mematung, sementara yang lain sudah membeku dalam aliran ruang dan waktu yang terhenti.


“Gofan. Sebaiknya kita juga pergi, lagi pula Duan Tianlang sudah berjanji kepadaku, bahwa mereka tidak akan menahanmu untuk menjadi pejabat di perguruan ini.” Imbuh Vasudev saat dia merobek celah ruang dimensi.


“Mau kemana kita Guru?.”


“Kemana lagi kalau bukan ke Rawa Bairawa, sudah saatnya kamu menemukan Mata Ilahi.” Sahut Vasudev.


Gofan dan Vasudev pun akhirnya pergi meninggalkan Upacara Pewaris Dewa Perang yang sempat hampir menjadi kacau akibat niat Shijie dan Shiyuxin yang akan membuat Perguruan Tunjung Putih menjadi sarang hantu.


***


[Rawa Bairawa]


“Guru.. Apakah ancaman yang dikatakan Shijie tadi itu benar? Bisakah mereka membunuh setengah dari semua murid perguruan?.” Tanya Gofan saat dia dan Vasudev tiba di Rawa Bairawa.


“Tentu dia bisa... Para murid perguruanmu itu, tidak banyak yang mengolah Energi Mental, sekali melihat hantu mereka pasti akan lari atau mati di tempat, iya bukan?.” Sahut Vasudev.


“Benar Guru... Terima kasih Guru. Berkat Guru, mereka terhindar dari ancaman Shijie dan Shiyuxin.”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2